Connect with us

FEED

Zaman Bung Karno Kirim Ahli ke Luar Negeri, Tapi Tak Boleh Kembali

Zaman Bung Karno Kirim Ahli ke Luar Negeri, Tapi Tak Boleh Kembali




foto


© Copyright (c) 2016 TEMPO.CO
foto

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Ia mencontohkan Jepang, Turki, dan Korea Selatan yang maju melalui jalan modernisasi dan penguasaan ilmu pengetahuan.

“Presiden sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, menentukan direction ke depan. Direction ini harus ditopang dengan suatu hal yang ditandai dengan modernisasi penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya soal Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)yang menjadi lembaga sendiri, pada Sabtu, 10 April 2021.

Ia lantas mengingatkan, Indonesia memiliki banyak ahli yang dikirim untuk belajar ke luar negeri di era Presiden Sukarno. Namun mereka lantas tak boleh kembali ke Tanah Air lantaran persoalan politik.

“Dulu zaman Bung Karno kita sudah mengirim tenaga-tenaga ahli ke luar negeri, tapi kan enggak boleh kembali hanya karena persoalan politik,” kata Sekjen PDIP ini.

Padahal, kata dia, mereka adalah orang-orang yang jago di bidang nuklir, ilmu logam, industri kimia, dan lainnya. Kini, lanjutnya, pemerintah menggelorakan Badan Riset dan Inovasi Nasional dalam semangat yang sama seperti ketika Republik Indonesia diproklamirkan.

Menurut Hasto, pelembagaan BRIN perlu dipandang secara fundamental untuk kepentingan kemajuan bangsa melalui riset dan inovasi. “Jadi kita jangan pertentangkan dalam politik praktis,” ujar dia.

Baca juga: 4 Pesan Megawati Kepada Jokowi Soal BRIN



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah

Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah




KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Irjen Argo: Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah


© JPNN.COM
KPK dan Polri OTT Bupati Nganjuk, Irjen Argo: Ini yang Pertama Kali Dalam Sejarah

jpnn.com, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat.

Novi ditangkap dalam kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan penangkapan Bupati Nganjuk ini adalah wujud sinergitas pertama kalinya KPK dan Polri dalam mengungkap perkara korupsi yang melibatkan kepala daerah. 

“Ini yang pertama kali dalam sejarah KPK dan Bareskrim Polri bersinergi mengungkap kasus dugaan suap kepala daerah,” ujar Argo dalam siaran persnya, Selasa (11/5).

Argo menjelaskan, lembaga antirasuah dan Korps Bhayangkara bersinergi mulai dari pelaporan, penyelidikan, pengumpulan data, sampai OTT bersama-sama.

“Sinergitas antarlembaga penegak hukum ini akan terus dilakukan dan dipertahankan agar jauh lebih baik lagi,” kata jenderal bintang dua itu. 

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat telah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). 

Dalam penangkapan itu, turut disita sejumlah uang sebagai barang bukti.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin. (cuy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:



Source link

Continue Reading

FEED

Kisah Ustadz Tengku Zulkarnain, Berawal dari Musisi hingga Terpanggil Jadi Da’i : Okezone Celebrity

Kisah Ustadz Tengku Zulkarnain, Berawal dari Musisi hingga Terpanggil Jadi Da’i : Okezone Celebrity


JAKARTA – Kabar meninggalnya Ustadz Tengku Zulkarnain pada 10 Mei 2021 membawa duka bagi masyarakat. Berbagai ucapan belasungkawa dari netizen memenuhi linimasa media sosial.

Sosoknya sebagai dai begitu dicintai publik. Tetapi, Mantan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini ternyata punya kisah hidup yang unik karena lebih dulu dikenal sebagai musisi.

Ustadz Tengku Zulkarnain

Menurut Tengku Zulkarnain, kedua orangtuanya memiliki keinginan berbeda dalam mendidiknya di masa kecil. Sang ayah lebih condong mengharapkannya piawai bermusik, sementara sang ibunda ingin dia fokus dalam keagamaan.

Baca Juga:

Pesan Tengku Zulkarnain Sebelum Wafat: Hidup Untuk Dakwah, Dakwah Sampai Mati

Jenazah Tengku Zulkarnain Disholatkan di Sekitar Rumah Sakit

“Kelas 4 SD diberikan gitar oleh bapak saya. Jadi saya udah main musik dari kecil dan diajar langsung oleh bapak saya gitar klasik,” ujar Tengku Zulkarnain, dikutip dari channel YouTube Fadli Zon, Selasa (11/5/2021).

“Ibu saya enggak mau saya lari dari agama, karena di keluarga ibu saya, dia satu-satunya yang Islam sendiri,” lanjutnya.

Tengku Zulkarnain tumbuh besar dengan mengaji sambil bermusik. Titik awalnya masuk ke dunia tarik suara dimulai ketika dia mengikuti pemilihan Bintang Radio di RRI pada 1980.

“Saya udah nyanyi di TV, udah dikontrak RRI,” ujar pria berdarah Melayu Deli dan Riau itu.

Hingga akhirnya, Tengku Zulkarnain berhenti bermusik total. Ia mulai fokus ke bidang agama untuk mengejar ketertinggalannya dari orang lain yang menempuh pendidikan di pesantren.

Ustadz Tengku Zulkarnain

“Waktu itu saya jadi penerjemah jamaah tabligh, jalan kaki dari Pakistan setahun. Penerjemah dari masjid ke masjid. Saat itu saya putuskan berhenti main musik dan fokus ke agama,” kata Tengku.

Karena proses yang dilaluinya itu, Tengku Zulkarnain pun lebih dikenal sebagai seorang da’i sejak tahun 1988. “Saya tidak lagi diingat orang sebagai pemusik dan penyanyi,” imbuhnya.



Source link

Continue Reading

FEED

NIP Diproses BKN, 1.274 Pegawai KPK yang Memenuhi Syarat Dilantik 1 Juni

NIP Diproses BKN, 1.274 Pegawai KPK yang Memenuhi Syarat Dilantik 1 Juni



loading…

JAKARTA – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN ), Bima Haria Wibisana mengatakan saat ini pihaknya tengah memproses penetapan nomor induk pegawai (NIP) bagi 1.274 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Dia mengatakan bahwa KPK telah melakukan pengusulan NIP bagi 1.274 pegawai kepada BKN.

“Yang sedang diproses (NIP-nya) adalah 1.274 pegawai yang memenuhi syarat,” ujarnya, Selasa (11/5/2021). Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lulus TWK, Pendukung Jokowi Minta Diadakan Ujian Ulang

Bima mengatakan bahwa semua pegawai berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Rencana para pegawai akan dilantik pada awal Juni mendatang. “Rencananya akan dilantik 1 Juni,” ungkapnya.

Meski begitu dalam hal penetapan NIP ini masih menunggumu penetapan formasi khusus dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo.

“Formasi khusus karena tidak termasuk dari formasi yang ada sekarang,” katanya. Baca juga: Soal Kemungkinan Loloskan 75 Pegawai KPK, Kepala BKN Bilang Sulit

Seperti diketahui 1.274 dinyatakan memenuhi syarat setelah menjalani tes wawasan kebangsaan (TWK). Sementara ada 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

(kri)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close