Info

Xi Berada di Hongaria, Rayakan ‘Era Baru’ bersama Orban

Presiden China Xi Jinping mengunjungi Hongaria, Kamis (9/5) untuk mengupayakan “perjalanan baru” dengan sekutu terdekat Beijing di Uni Eropa itu, di tengah perpecahan Beijing dengan Barat mengenai perang Ukraina dan perdagangan global.

Kunjungan kenegaraan ke Hongaria itu merupakan bagian terakhir dari lawatan Xi ke Eropa, yang merupakan kunjungan pertamanya ke benua tersebut sejak tahun 2019.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara Eropa Tengah berpenduduk 9,6 juta jiwa ini telah menarik banyak proyek besar China, sebagian besar terkait dengan pembuatan kendaraan listrik dan baterai.

Presiden Hongaria Tamas Sulyok dengan hangat menerima Xi dan istrinya Peng Liyuan dengan penghormatan militer di halaman istana presiden di Budapest pada Kamis pagi.

Pemimpin China tersebut tiba di ibu kota Hongaria pada Rabu malam setelah menyelesaikan kunjungannya ke Serbia, dan kemudian menghadiri jamuan makan malam kenegaraan dengan Perdana Menteri Viktor Orban.

Budapest dihiasi dengan bendera China dan berada di bawah pengamanan ketat, sementara bendera Tibet disembunyikan dari pandangan.

Bendera nasional China dan Hongaria menghiasi Jembatan Erzsebet di Budapest, Hongaria, 8 Mei 2024, menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping. (Attila KISBENEDEK / AFP)

Dalam sebuah opini yang diterbitkan di harian propemerintah Hongaria, Magyar Nemzet, sebelum kedatangannya, Xi memuji “persahabatan jangka panjang” yang ia gambarkan “lembut dan kaya seperti anggur Tokaji,” mengacu pada kawasan kebun anggur Hongaria yang terkenal.

“Kita telah melalui kesulitan bersama-sama dan menentang politik kekuasaan bersama-sama di tengah situasi internasional yang bergejolak. Hubungan bilateral kita berada pada titik terbaiknya dalam sejarah, dan telah memulai perjalanan emas… Dalam perjalanan baru pada era baru, China berharap dapat bekerja sama secara erat dengan mitra-mitra Hongaria kami,” tulisnya.

Mempererat hubungan

Sering berselisih dengan Brussels, Orban telah menjalankan kebijakan luar negeri ke arah timur sejak kembali berkuasa pada tahun 2010. Dia mengupayakan hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Rusia, China, dan negara-negara Asia lainnya.

Perdana menteri yang berhaluan nasionalis ini tetap berkomitmen pada strateginya bahkan ketika ketegangan antara negara-negara Barat dan Beijing meningkat karena pelanggaran hak asasi manusia, pandemi COVID-19, perdagangan, dan invasi Rusia ke Ukraina.

Kunjungan tiga hari Xi ke Hongaria ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Sejak Hongaria mulai mempromosikan dirinya sebagai pusat global manufaktur kendaraan listrik pada tahun 2022, beberapa bisnis baru China bermunculan di seluruh negeri. [lt/uh]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed