Connect with us

Olahraga

Wong Choong Hann Desak Aaron/Wooi Yik Lebih Kuat dan Konsisten

Wong Choong Hann Desak Aaron/Wooi Yik Lebih Kuat dan Konsisten


Berita Badminton : Dibutuhkan dua orang untuk menari tango dan itulah yang dicari oleh direktur pelatih Asosiasi Bulutangkis Malaysia Wong Choong Hann dari pebulutangkis ganda nomor 1 nasional Aaron Chia dan Soh Wooi Yik.

Aaron dan Wooi Yik sedang dipersiapkan untuk saling melengkapi dengan lebih baik ketika mereka mengambil bagian dalam tiga turnamen yakni India Open (11-6 Mei), Malaysia Open (25-30 Mei) dan Singapore Open (1-6 Juni) untuk memperkuat klaim mereka demi mendapat tempat di Olimpiade Tokyo pada bulan Juli.

Wong Choong Hann berharap Aaron/Wooi Yik akan tampil bagus pada saat yang sama di kompetisi mendatang.

“Masing-masing bagus tapi tidak sinkron secara konsisten. Mereka masih muda dan kuat tapi masih belum tenang,” kata Choong Hann.

Di turnamen di Thailand pada bulan Januari, Aaron/Wooi Yik telah memainkan performa berbeda yang membuat mereka menampilkan penampilan yang tidak konsisten di berbagai turnamen.

“Dalam satu turnamen, Aaron kesulitan mengatur ekspektasinya sendiri. Dia harus menghadapi keraguan dan itu memengaruhi permainannya. Saat dia berjuang, Wooi Yik bermain bagus,” kata Choong Hann.

“Di pertandingan lain, Aaron sedang dalam performa terbaiknya tapi Wooi Yik tidak memenuhi harapannya. Kami bekerja sama dengan mereka untuk menciptakan rasa lapar untuk menang.”

Setelah beberapa diskusi dan analisis pertandingan dengan para pemain bersama dengan pelatih kepala mereka Flandy Limpele selama beberapa minggu terakhir, Wong Choong Hann mengatakan dia senang melihat sikap positif mereka.

“Mereka sedang memperjuangkan tempat Olimpiade dan kami di sini untuk memberi mereka dukungan penuh,” kata Choong Hann.

“Hal yang baik tentang para pemain ini adalah mereka tidak berlama-lama membahas masalah tetapi fokus pada solusi. Mereka tidak dikaburkan oleh masalah mereka sendiri, itu bagus.”

Mengenai status partisipasi Malaysia di India Open, Choong Hann mengatakan mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk memastikan keamanan para pemain. Aaron ragu-ragu karena India sedang berjuang dengan lonjakan kasus Covid-19 yang serius belakangan ini.

“Rencana sedang dalam proses untuk memastikan semua pebulutangkis potensial Olimpiade divaksinasi sebelum perjalanan India. Saya sadar bahwa beberapa pemain khawatir dan kami memahami itu. Kami mengambil semua langkah untuk memastikan keselamatan mereka, atlet adalah prioritas kami,” jelasnya.

Sementara itu, Chia berjanji akan tetap fokus pada beberapa kualifikasi Olimpiade terakhir.

“Wooi Yik dan saya telah menonton video permainan kami dan kami tahu area yang perlu kami tingkatkan,” kata ayah satu anak itu.

“Ada kekhawatiran terkait India Open tapi kami akan menyerahkan keputusan kepada pelatih. Kami akan siap untuk tampil lebih baik di turnamen mendatang,” juara SEA Games itu menambahkan.

Artikel Tag: Aaron Chia, Wooi Yik, wong choong hann





Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Kendarai Motor Spek Lama, Franco Morbidelli Akui M1 2019 Punya Keunggulan

Kendarai Motor Spek Lama, Franco Morbidelli Akui M1 2019 Punya Keunggulan


Berita MotoGP: Franco Morbidelli, pebalap Petronas SRT, mengungkapkan bahwa meski masih menggunakan motor spek lama, ia merasa lebih mampu untuk memaksimalkan potensi M1 2019.

Pada MotoGP musim ini, Franco Morbidelli menjadi satu-satunya pebalap Yamaha yang tak mendapatkan motor yang mumpuni. M1 yang dikendarainya berbeda dengan Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan rekan setimnya, Valentino Rossi. Morbidelli masih menggunakan YZR-M1 spek lama yang, terlepas dari beberapa pembaruan, didasarkan pada motor 2019.

Padahal, musim lalu ia merupakan pebalap terbaik Yamaha yang sukses menjadi runner-up MotoGP 2020.

Dalam MotoGP Spanyol, awal Mei lalu, pebalap asal Italia itu mendemonstrasikan bahwa motor spek lama juga dapat dimaksimalkan untuk merebut podium. Morbidelli finis di urutan ketiga saat tampil di Jerez, di belakang dua motor Desmosedici milik Ducati yang dikendarai Jack Miller dan Francesco Bagnaia.

Ia mengaku sempat merasa frustrasi karena tak menerima perlakuan sama, setidaknya seperti Rossi, yang mendapatkan motor M1 dengan spek terbaru. Namun di saat yang sama, Morbidelli memiliki pandangan yang positif mengendarai M1 spek 2019.

“Saya telah mengendarai motor ini untuk beberapa waktu dan saya sangat mengetahui potensinya Memang benar dari segi teknis itu bukan keuntungan, tapi mungkin hal yang positif dari sisi pengembangan personal,” ujar Morbidelli seperti yang dikutip dari laman Motorsport.com.

Sebagai contoh, ia menyoroti aksi spektakulernya saat menjalani sesi kualifikasi di Jerez.

“Saya rasa tidak akan bisa melakukannya pada dua atau tiga tahun lalu. Maksud saya, semakin lama Anda mengendarai motor yang sama, semakin sensitif dan paham Anda dengannya. Anda dapat merasakan setiap hal kecil yang terjadi dengan motor. Dalam hal ini, saya tahu betul (M1 2019),” jelasnya.

Terlepas dari keuntungan yang diraih, ia tetap memiliki keinginan besar untuk mendapatkan motor pabrikan saat ini. Ia pun memperoleh dukungan dari mentor sekaligus rekan setimnya, Valentino Rossi. Namun diskusi terkait hal tersebut dengan Yamaha tidak menghasilkan apa-apa.

“Franco adalah salah satu pebalap kami (VR46), jadi kami pun sudah lama meminta motor resmi untuknya. Tetapi Yamaha mengatakan begitulah situasinya,” Rossi menuturkan.

“Menurut saya, Franco sangat layak mendapat motor yang terbaik, karena dia telah membuktikan diri sebagai pebalap hebat. Namun tidak ada yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Yang pasti, dia sangat bagus dengan M1 miliknya,” ucapnya.

Artikel Tag: Franco Morbidelli, Valentino Rossi, Petronas SRT, yamaha, MotoGP 2021





Source link

Continue Reading

Olahraga

Aslan Karatsev Bantai Daniil Medvedev Di Italian Open

Aslan Karatsev Bantai Daniil Medvedev Di Italian Open


Berita Tenis: Tampil di babak kedua Italian Open musim 2021, petenis berkebangsaan Rusia, Aslan Karatsev tidak memperlihatkan belas kasih kepada lawan sekaligus rekan senegaranya, Daniil Medvedev.

Juara di Dubai musim 2021 tampil memukau di sepanjang babak kedua yang bertahan selama 1 jam 18 menit demi melumpuhkan petenis unggulan ketiga, Medvedev dengan 6-2, 6-4.

Karatsev dan Medvedev bertemu untuk kali pertama di turnamen ATP, tetapi kedua petenis berkebangsaan Rusia telah familiar dengan permainan satu sama lain setelah keduanya memperkuat Rusia dalam memenangkan ATP Cup awal musim ini. Kala itu, juara di Dubai ditugasi untuk melakoni nomor ganda, sementara rekan senegaranya melakoni nomor tunggal.

Meskipun Medvedev kini menghuni peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini, peringkat 2 dunia, tetapi petenis peringkat 27 dunia kini mencatatkan 21-6, termasuk memenangkan gelar turnamen ATP pertama dalam kariernya di Dubai.

Petenis peringkat 2 dunia belum menemukan ritme permainan di turnamen clay-court setelah hengkang lebih dini dari Madrid dan kini dari Roma.

Sampai laga babak kedua Italian Open musim ini, runner up Australian Open musim 2021 mencatatkan pencapaian sempurna 6-0 melawan sesama petenis Rusia sejak awal musim 2019.

Sementara itu bagi Karatsev, kemenangan atas rekan senegaranya kali ini menjadi kemenangan kedua atas petenis peringkat 5 besar dalam satu bulan terakhir setelah secara mengejutkan sukses menaklukkan petenis peringkat 1 dunia, Novak Djokovic di Belgrade.

Ketika petenis unggulan ketiga mengawali pertandingan dengan lamban, petenis peringkat 27 dunia menjadi petenis yang pertama kali mengambil inisiatif dengan menciptakan peluang break demi keunggulan 3-2, diikuti dengan peluang break kedua demi keunggulan 5-2 sebelum mengklaim set pertama dan ia memenangkan 90 persen poin dari servis pertamanya di sepanjang pertandingan.

Semifinalis Australian Open musim 2021 menggunakan forehand dan permainan agresif demi menekan Medvedev yang tampil pasif dari awal sampai akhir pertandingan. Petenis peringkat 27 dunia tetap fokus di set kedua sebelum dengan mulus menklaim kemenangan.

Mempertaruhkan satu tempat di babak delapan besar Italian Open, Karatsev akan bertemu petenis jangkung AS, Reilly Opelka untuk kali pertama dalam karier mereka.

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Aslan Karatsev, Daniil Medvedev





Source link

Continue Reading

Olahraga

Dominic Thiem Tumbangkan Marton Fucsovics Di Roma

Dominic Thiem Tumbangkan Marton Fucsovics Di Roma


Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Austria, Dominic Thiem terpaut dua poin lagi untuk menelan tiga kekalahan secara beruntun di babak pertama Italian Open, Roma.

Namun, petenis unggulan keempat menahan rasa tegang di momen krusial babak tiebreak set kedua dalam perjalanan memetik kemenangan yang akan diingat di Italian Open.

Juara US Open musim 2020 bertahan dari perlawanan sengit petenis berkebangsaan Hungaria, Marton Fucsovics dan memetik kemenangan 3-6, 7-6, 6-0 setelah 2 jam 33 menit.

Petenis yang kalah dari Fabio Fognini dan Fernando Verdasco masing-masing di babak pertama musim 2018 dan 2019, sempat tertinggal dengan satu set dan 1-3 di set kedua melawan Fucsovics.

“Itu pertandingan yang ketat, terutama di set kedua,” aku Thiem yang melewatkan Italian Open musim lalu.

“Saya tahu ia lawan yang sangat tangguh, terutama setelah datang dari kondisi yang berbeda di Madrid. Saya berjuang keras di semua pertandingan dan bertahan di sana. Pada akhirnya, saya mendapatkan hadiah untuk perjuangan saya. Saya menghadapi kendala dengan timing dan servis saya. Tetapi saya masih memenangkan pertandingan epik dan saya akan berusaha untuk berkembang di babak selanjutnya.”

Semifinalis Madrid Open musim 2021 tampil apik pada kedudukan 4/5 di babak tiebreak set kedua dengan dropshot backhand cantik demi memancing Fucsovics maju ke area net sebelum petenis berkebangsaan Austria menyerang dengan backhand winner. Jika ia kehilangan poin tersebut, Fucsovics terpaut dua poin lagi untuk memetik kemenangan kedua dalam kariernya atas petenis peringkat 10 besar.

“Di momen itu, saya hanya fokus untuk memenangkan poin selanjutnya,” lanjut Thiem ketika ditanya tentang kedudukan 4/5 di babak tiebreak.

“Saya tertinggal di sepanjang waktu. Saya kehilangan set pertama dan di set kedua saya kembali tertinggal. Di babak tiebreak, saya tertinggal 4/5. Jadi, sampai kedudukan 5/5, saya tertinggal di sepanjang pertandingan.”

“Jadi, saya mengatakan kepada diri saya sendiri, bahwa itu adalah peluang untuk unggul untuk kali pertama di sepanjang pertandingan. Selain itu, jika saya memenangkan poinnya, itu peluang saya untuk memenangkan set kedua. Hal itu yang terlintas dalam benak saya. Beruntungnya, saya bisa merebutnya.”

Menantikan Thiem di babak ketiga Italian Open adalah petenis tuan rumah, Lorenzo Sonego yang menyisihkan rekan senegaranya, Gianluca Mager dengan 6-4, 6-4.

Artikel Tag: Tenis, Italian Open, Dominic Thiem, Marton Fucsovics





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close