Feed

Walking Tall, Aplikasi untuk Penderita Parkinson

Telah tujuh tahun Martin Ostrowski mengidap penyakit Parkinson. Dulu, ia dikenal sebagai pelari yang biasa menempuh puluhan kilometer setiap pekannya. Kini, untuk mengikat tali sepatu saja ia kesulitan, apalagi harus berjalan atau berlari.

“Pada kenyataannya, saya harus kembali belajar berjalan setiap hari. Sangat sulit untuk dijelaskan. Ketika obatnya bekerja dengan baik, saya terlihat seperti orang normal di jalan. Tidak ada yang tahu bedanya. Dan pada lain waktu saya sangat kesulitan berjalan. Untunglah kini ada aplikasi ini,” komentarnya.

Aplikasi yang dimaksud Ostrowski adalah “Walking Tall”, yang dirancang oleh ahli saraf Universitas New South Wales, Matthew A. Brodie.

Dr Matthew A. Brodie

“Hal pertama yang dilakukan aplikasi ini adalah memberikan irama metronom sederhana. Ketukan metronom hanyalah ketukan yang meniru suara langkah kaki. Ketukan ini mengaktifkan saraf-saraf yang terlibat dalam tindakan motorik sehingga mendorong kemampuan berjalan,” jelas Brodie.

Berjalan, bagi penderita Parkinson, bukanlah kegiatan fisik yang mudah, namun sangat dibutuhkan. Brodie mengatakan, kemampuan berjalan akan mendorong penderita penyakit itu melakukan kegiatan-kegiatan fisik lain untuk meningkatkan kualitasnya.

Menurut Shake It Up Australia, yayasan nirlaba yang banyak bergerak di bidang riset Parkinson di Australia, ada sekitar 150.000 hingga 212.000 orang di Australia — dan sekitar 10 juta orang di seluruh dunia – yang menderita penyakit ini.

Penyakit ini sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Perawatannya sendiri bisa sangat melelahkan dan melibatkan obat-obatan, terapi fisik, wicara dan konseling.

Ostrowski pernah meminum pil setiap tiga jam untuk menggantikan dopamin yang hilang di otaknya. Dopamin penting untuk banyak fungsi tubuh, termasuk memori, pergerakan, motivasi, suasana hati, dan rentang perhatian.

Ostrowski sendiri adalah satu dari 62 orang yang berpartisipasi dalam uji klinis yang mengarah pada pengembangan aplikasi tersebut. Pada akhir uji coba selama 13 minggu, peserta yang menggunakan aplikasi ini rata-rata melakukan olahraga mingguan selama 150 menit.

Brodie mengatakan bahwa ia tidak pernah meminta peserta uji coba untuk berolahraga selama 150 menit tetapi mereka secara alami memilih untuk melakukan lebih dari jumlah minimum yang disarankan.

Ostrowski yang hanya mampu berlari dua kilometer seminggu sebelum uji coba, mengaku bisa kembali berlari sejauh 30 kilometer setelah uji coba berakhir. Jarak itu memang masih jauh dari yang biasa ditempuhnya sebelum mengidap Parkinson, tapi ia merasa, kemajuan yang dicapainya sangat berarti.

Sejak diluncurkan pada bulan Agustus, Walking Tall telah diunduh lebih dari 10.000 kali. Aplikasi ini gratis dan tersedia di seluruh dunia, tetapi hanya dalam bahasa Inggris. [ab/lt]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed