Connect with us

VIRAL

Viral Perempuan Duduk di Depan Rumah Setelah Meninggal 7 Hari

Viral Perempuan Duduk di Depan Rumah Setelah Meninggal 7 Hari


VIVA – Sebuah video berdurasi 22 detik viral di media sosial. Video tersebut berisi tentang seorang warga yang merekam aktivitas perempuan yang disebutnya baru meninggal 7 hari yang lalu tetapi ada di depan rumah.

Dikutip VIVA dari akun Instagram @ndorobeii, Kamis 8 April 2021, terlihat video itu direkam pada malam hari dan menyorot seorang perempuan yang menggunakan baju motif kembang-kembang dan memakai kerudung putih serta ada tas di depannya tengah duduk di bangku.

Dari akun tersebut diketahui lokasi kejadian berada di Jambudipa Gentur Cianjur, Jawa Barat. Tidak dijelaskan video itu direkam pukul berapa. Namun respons perekam video itu nampak ketakutan hingga lari dan terjungkal.



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

Ternyata Ini Penyebab Pemerintah Melarang Mudik Lebaran

Ternyata Ini Penyebab Pemerintah Melarang Mudik Lebaran



Divisi Humas Polri menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Tetap Lebaran, Meski Mudik Ditiadakan’, di Jakarta, Senin (12/4). Foto: Ist for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Pemerintah kembali melarang mudik lebaran tahun ini, 6-17 Mei mendatang.  

Menurut Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia Kebudayaan (Kemenko PMK) Agus Suprapto, pelarangan mudik lebaran untuk menekan penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus maupun kematian akibat terpapar Covid 19,” ujar Agus dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Humas Polri bertajuk ‘Tetap Lebaran, Meski Mudik Ditiadakan’, Senin (12/4).

Agus kemudian membeber persentase kenaikan kasus COVID-19 pada libur panjang tahun lalu, berkisar 37 persen hingga 93 persen. Baik itu pada libur panjang Idul Fitri 2020, Agustus 2020, Oktober 2020 dan libur Natal dan Tahun Baru 2020.

Dari jumlah tersebut, persentase kematian mencapai 6-7 persen. Jeda waktu kenaikan kasus berkisar 10-14 hari setelah libur panjang, sementara dampak kasus terlihat minimal selama tiga pekan.

Agus lebih lanjut mengatakan, jumlah dan persentase kasus aktif di tingkat nasional saat ini terus mengalami penurunan.

Namun, ia mengingatkan bahwa persentase kematian Covid 19 masih bertahan lebih dari 2,7 persen, di atas angka kematian global 2,16 persen.

“Penularan kasus Covid 19 di Indonesia masih masuk dalam kategori penularan komunitas, sehingga bila abai dalam pencegahan penularan, maka akan mudah terjadi peningkatan kasus,” katanya.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Viral, Konser Musik di Tangerang Saat Pandemi COVID-19

Viral, Konser Musik di Tangerang Saat Pandemi COVID-19


VIVA – Viral video pertunjukan konser musik di Pasar Lama, Kota Tangerang. Padahal, konser dilarang lantaran pandemi virus COVID-19 belum usai di Tanah Air.

Terkait hal ini, polisi mengaku akan menyelidiki hal tersebut. Kapolres Metro Tangerang Kota, Komisaris Besar Polisi Deonijiu De Fatima mengatakan pihaknya belum mendapati laporan akan hal ini. Menurutnya, bisa saja video tersebut video konser yang sudah lama. Tapi, pihaknya akan menelusuri kejadian dalam video yang viral itu.

“Bisa saja barang-barang lama sengaja dibuat, kami cari tahu dulu, selidiki dulu, anggota di wilayah selidiki dulu,” kata dia kepada wartawan, Senin 12 April 2021.



Source link

Continue Reading

VIRAL

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..


Senin, 12 April 2021 – 19:05 WIB

Ingatlah, Mungkin Ini Ramadan Terakhir..

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA saat menjadi narasumber Podcast JPNN.com. Foto: Andika Kurniawan/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA – Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar mengajak masyarakat tidak menyia-nyiakan Ramadan tahun ini.

Menurutnya, Ramadan kali ini sangat istimewa karena banyaknya cobaan dan tantangan.

“Bersyukurlah, bapak, ibu dan pemirsa yang bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadan kali ini. Mari manfaatkan. Insyaallah menjadi Ramadan yang paling berkualitas, yang paling istimewa,” kata Kiai Nasaruddin dalam Sapa Ramadan JPNN.com.

Pria yang lahir di Ujung Bone, Sulawesi Selatan, 23 Juni 1959 itu menilai, menjelang Ramadan 1442 ini begitu banyak cobaan menimpa masyarakat Indonesia.

 

“Jadi, jangan menyia-nyiakakan Ramadan kali ini. Siapa tahu ini Ramadan terakhir, belum tentu bisa berjumpa lagi dengan Ramadan akan datang,” kata Nasaruddin.

Musibah seperti tanah longsor, banjir, letusan gunung berapi, kemudian pandemi Covid-19, kecelakaan telah merenggut banyak nyawa sehingga bagi para korban tak bisa bertemu dengan Ramadan.

SPONSORED CONTENT

loading…

loading…





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close