Connect with us

FEED

Vintage Electric, Sepeda Listrik Klasik Asal California, Harga Mulai Rp 69 Juta

Vintage Electric, Sepeda Listrik Klasik Asal California, Harga Mulai Rp 69 Juta

[ad_1]



Vintage Electric Shelby. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric Shelby. Foto: Electec


Teknologi penggerak listrik sudah menjamah berbagai jenis kendaraan, termasuk sepeda. Ada banyak merek yang diniagakan di Indonesia, salah satunya adalah Vintage Electric asal California, Amerika Serikat.

Sebenarnya sepeda listrik ini pernah masuk Indonesia 5 tahun silam, tapi sempat terhenti dan kini distributor resminya dipegang oleh Throttle Bikes.

Erik, pemilik dari Throttle Bike yang merupakan Dealer Vintage Electric Bikes di Indonesia mengatakan secara produk sepeda listrik ini dibekali dengan baterai dan dinamo listrik yang mumpuni.

“Jadi sepeda ini memang asli (bukan konversi) dan manufakturnya dari California. Dia punya jarak tempuh berbeda-beda tergantung spesifikasi mulai dari 70 sampai 148 kilometer,” kata Erik kepada kumparan belum lama ini.


Vintage Electric CAFE. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric CAFE. Foto: Electec


Layaknya sepeda konvensional, sistem penggerak listriknya juga dibantu oleh pedal assist. Jadi ketika menggowes akan terasa hentakan daya, sehingga mengendarainya akan jauh lebih mudah dan ringan.

Dari laman resmi Throttle Bikes, ada sekitar 10 model yang diniagakan. Paling terjangkau adalah tipe Cafe Skyline Bronze berbanderol Rp 69 juta.


Vintage Electric CAFE Skyline Bronze. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric CAFE Skyline Bronze. Foto: Electec


Nah, khusus untuk tipe Cafe, dari desainnya memang kental sebuah sepeda old school. Itu bisa dilihat dari bentuk sasis, hingga tampilan spakbor depan dan belakangnya.

Untuk membuatnya terlihat manis, dibenamkan juga aksen kayu yang diukir lewat teknologi laser di beberapa bagian,

Selanjutnya untuk posisi baterai ada di tengah frame yang kemudian daya baterai tersebut disalurkan lewat dinamo pada bagian hub atau tromol belakang. Sepeda listrik ini juga memiliki fitur riding mode hingga 5 opsi, yang menentukan seberapa cepat ia melaju.

Spesifikasi



Vintage Electric CAFE Skyline Bronze. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric CAFE Skyline Bronze. Foto: Electec


Untuk tipe termurah ini, ia dibekali dengan baterai yang mampu mengisi daya hingga full hanya dengan waktu 2 jam saja.

Spesifikasi motor listriknya berdaya 750 watt, terbilang besar untuk sebuah sepeda listrik yang bobotnya tak seberat sepeda motor. Maka jangan heran ia bisa melaju hingga kecepatan puncak 45-50 kilometer per jam.

Nah dengan racikan itu, Vintage Electric model Cafe bisa menjelajah hingga 60 kilometer. Jika baterai habis, tak perlu khawatir cukup gowes saja pedalnya.

Sediakan after sales dan garansi



Vintage Electric CAFE. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric CAFE. Foto: Electec

Erik bilang, setiap pembelian resmi di Throttle Bike konsumen akan mendapatkan garansi 1 tahun untuk perangkat kelistrikan. Garansi itu juga berlaku untuk part non listrik, seperti frame, ban, hingga velg.

“Kenapa orang membeli ini, karena memang dia punya tampilan cantik, teknologi, dan fun to ride. Dan spesifikasinya tinggi, saya pakai Roadster (Rp 123 jutaan) itu kencang sekali bahkan sekencang motor,” katanya.

Setara LCGC baru



Vintage Electric Shelby. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric Shelby. Foto: Electec

Untuk tipe yang paling mahal dan juga menjadi buruan para konsumen adalah tipe Shelby. Statusnya adalah limited edition yang dijual Rp 159 juta atau setara mobil LCGC baru.

“Basiknya adalah tipe Roadster atau Scrambler tapi dia ada something special yang tak dimiliki model lain, karena memang limited edition,” pungkasnya.


Vintage Electric Shelby. Foto: Electec


© Disediakan oleh Kumparan
Vintage Electric Shelby. Foto: Electec


Untuk tipe termahal ini jangkauan atau jarak tempuhnya bisa mencapai 120 kilometer. Sementara untuk kecepatan puncaknya bisa menyentuh 58 kilometer per jam.

Dia dibekali dinamo listrik berkapasitas 1.123 watt dan untuk lama pengisian butuh waktu 4,5 jam. Layaknya sepeda motor, semua produk Vintage Electric dibekali dengan lampu depan dan lampu belakang yang sudah berteknologi LED.





© Disediakan oleh Kumparan


[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Cerdas dan Bijak di Ruang Digital Guna Mewujudkan Transformasi Digital Indonesia

Cerdas dan Bijak di Ruang Digital Guna Mewujudkan Transformasi Digital Indonesia

BuzzFeed – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online dengan tema yang diangkat “Cerdas dan Bijak di Ruang Digital”. Dalam seminar tersebut menghadirkan tiga pembicara yang mumpuni pada bidangnya, diantaranya adalah Junico BP Siahaan sebagai Anggota Komisi I DPR RI, Widodo Muktiyo selaku Guru Besar UNS serta Cecep Darmawan yang merupakan seorang guru besar UPI.

Seminar ini merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Webinar memiliki beberapa tujuan salah satunya adalah untuk menghimbau masyarkat luas khususnya dalam sisi perkembangan digital, dan juga harus memhami betul dalam gadget sebagai alat dari literasi digital dari setiap generasi, masih banyak beberapa generasi yang belum mahir dalam digital.

Di Indonesia sendiri sudah 170 juta penduduk Indonesia sudah aktif di sosial media, sudah semudah itu kita semua dalam mengakses dunia digital, juga sudah 98.2% dari jumlah penduduk di Indonesia sudah menggunakan smart phone.

Junico BP Siahaan menyampaikan bahwa Peran DPR di dalam dunia digital ini adalah membuat perundang-undangan mengenai perlindungan data pribadi dan juga tentang penyiaran yang tentu saja berhubungan langsung mengenai keamanan dan kenyamanan bagi pengguna dunia digital.

“Peran DPR juga adalah menyiapkan anggaran yang diperlukan untuk membangun infrastruktur TIK dan terakhir menjadi pengawas di dunia digital yang tugasnya antara lain memastikan tidak adanya ketimpangan digital serta berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lain, dan memastikan hak masyarakat di dunia digital yang ada di tupoksi kominfo terpenuhi,” kata Nico Kamis, (14/10/2021) melalui zoom meeting.

Nico menekankan beberapa hal yang intinya adalah bahwa kita harus mampu menyiapkan sumber daya manusia meningkatkan keterampilan berpikir, cinta terhadap ilmu dan implementasi konsep literasi di dunia pendidikan.

“Acara webinar seperti sangat penting, tidak kalah pentingnya dengan membangun prasarana digital sampai ke pelosok nusantara, karena percuma jika tidak digunakan dengan baik dan juga memberikan hasil yang positif, sehingga kita bisa menjadi bangsa pemenang terutama menjelang generasi emas 2045,” terangnya.

Widodo Muktiyo selaku guru besar UNS menginfokan bahwa tantangan di zaman sekarang dengan adanya perkembangan teknologi dan informasi bisa menjadi makanan maupun menjadi racun, untuk itu yang pertama kita harus memberikan informasi yang positif, meningkatkan kualitas diri dengan memperluas wawasan dalam rangka meningkatkan kecerdasan digital.

“Mawas diri dan membangun critical thinking sehingga nantinya akan menjadi pribadi yang inspiratif dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dan juga ingat bahwa apapun yang dilakukan di dunia digital memiliki jejak digital sehingga kita perlu untuk berhati hati,” kata Widodo.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan seperti itu bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua untuk selalu berbuat baik baik, mari kita membuat jejak digital yang positif dan mari kita secara cerdik dan cerdas menghindarkan diri dari hal yang negatif.

Pada kesempatan yang sama, Cecep Darmawan, selaku guru besar UPI menyampaikan bahwa fungsi dari media sosial itu sangatlah banyak tentunya untuk interaksi dan integrasi yang diharapkan didalamnya terdapat pribadi dengan berkarakter yang baik di ruang publik, dimana kita mengetahui hak, kewajiban, serta tanggung jawab kita, menaati hukum, memiliki daya pikir kritis mengedepankan cek dan ricek sehingga kita tidak mudah termakan berita bohong atau hoax serta menghormati ruang pribadi orang lain.

“Ada quotient yang komponen digitalcitizenshipnya mempunyai peran kognitif, emosional dan perilaku yang harus seimbang untuk menciptakan sikap positif di ruang digital. Bahwa literasi digital merupakan kekuatan bagi bangsa Indonesia, jika ingin menjadi bangsa pemenang maka literasi digital adalah syarat utamanya, perkuat literasi digital dengan wawasan yang baik, menjadi good and smart citizen,” kata Ceecep.

Dengan adanya program terkait literasi digital tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah mewujudkan transformasi digital Indonesia yang sedang berjalan ini.

 

Continue Reading

FEED

Pentingnya Literasi Digital Bagi Generasi Bangsa

Pentingnya Literasi Digital Bagi Generasi Bangsa

BuzzFeed – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyelenggarakan seminar online bertema “Pentingnya Literasi Digital Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara”.

Dalam seminar itu turut mengundang pihak dari DPR dan para praktisi di bidangnya, antara lain Junico BP Siahaan dari Komisi I DPR RI, Devie Rahmawati dari TA Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa dan Karim Suryadi, guru besar Komunikasi Politik pada Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Sosial Universal Pendidikan Indonesia (UPI).

Seminar tersebut merupakan dukungan Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, beberapa tujuan dalam seminar itu salah satunya adalah untuk menghimbau masyarkat luas khusunya dalam menaggapi perkembangan digital dan terkait dengan pemahaman pengunanaan gadget sebagai alat digital yang kini sudah digunakan oleh setiap generasi, akan tetapi karena dirasa masih banyak beberapa generasi yang belum mahir dalam meghadapi digitalisasi.

Diketahui di Indonesia sendiri sudah 170 juta penduduk tercatat aktif di sosial media (Sosmed), sudah semudah itu kita semua dalam mengakses dalam dunia digital, lalu sudah 98.2% dari jumlah penduduk di Indonesia yang menggunakan smart phone.

“Negara serta DPR sudah merancang dalam membuat tol langit, yaitu pengembangan dalam literasi digital, dengan tujuannya Indonesia harus menjadi insan dunia. Dengan kesulitan yang kita alami dalam pembangunan saranya pada setiap daerah di Indonesia terutama pada Indonesia pada bagian Timur, untuk bisa meratakan dalam merasakan kemajuan digital dan seperti yang dikatankan oleh Bung Karno “Bukan hanya sarana yang dibangun, namun kita juga harus membangun manusianya” untuk lebih berkembang,” kata Nico melalui webinar Zoom, Rabu (13/10/2021).

Nico mengatakan dirinya memiliki info data bahwa beberapa penduduk Indonesia rata-rata bisa menggunakan smart phone dengan durasi 8 jam 52 menit, sebegitu pentingnya digital saat ini untuk kehidupan setiap orang dalam berbagai fiture menarik dari dunia digital.

Sementara itu, Devie Rahmawati menginfokan, bahwa warga milenial merupakan orang yang sibuk dengan dirinya sendiri, ada juga budaya yang tidak sehat adalah diri kita sendiri yang mudah stres, dilanjutkan oleh Devi, bahwa jika memliki penyakit iri dan dengki karena melihat orang lain lebih baik dari kita, lalu juga seringnya kita yang pamer apa yang kita miliki di sosial media yang mengakibatkan dampak yang bisa merugikan.

“Budaya haus akan apresiasi karena ingin diberikan penghargaan dia memberikan hoax melalui sosial media, ada juga penyakit ingin viral, bagus bila dengan segi positif bukan melalui sensasi. Mari ambil madunya, jauhi racunnya dunia digital, ambil segi baik dari digital media dan dari sosial media yang sering sekali kita kita pergunakannya. Waspadalah pada Jejak media yang kita ciptakan,” tegasnya.

Karim Suryadi, selaku guru besar komunikasi politik pun ikut menginfokan bahwa Indonesia akan memasuki era Indonesia emas yang dicanangkan pada tahun 2025 mendatang, kita menjadi negara muda karena berstruktur kepastian, jadi harus diisi dan memberikan bekal pada anak-anak muda yang fungsional agar bisa memberdayakan masyarakat.

“Jangan lupa dalam literasi digital juga harus mempertimbangkan perihal psikologi muda, yaitu masa penting yang penuh dengan gejolak, selain itu penting juga adalah warisan sejarah dan tumpuan visi Indonesia emas kedepan, dalam memasuki fase tumbuh kembang sangat menentukan, agar tidak jadi sasaran virus digital seperti iri, dengki, hujatan, hoax dan tindakan konsumtif dan sebagainya yang terjadi melalui digitalisasi,” kata Karim.

Continue Reading

FEED

Bahas PPHN, MPR RI Gelar Focus Group Discussion

Bahas PPHN, MPR RI Gelar Focus Group Discussion

Buzzfeed – Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Institut Pertanian Bogor, Didin Damanhuri menilai rencana Pokok Pokok Haluan Negara (PPHN) yang sudah menjadi Konsesus Partai Politik dalam beberapa tahun terakhir, merupakan wujud kemajuan dibandingkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang merupakan visi presiden terpilih.

Pasalnya, Konsensus PPHN tidak menimbulkan kegaduhan publik, jika tidak mengubah UUD 1945.

“Jika menghadirkan PPHN melalui amandemen dirasakan bisa menimbulkan kegaduhan politik, MPR RI sebenarnya bisa menghadirkan PPHN tanpa amandemen. Tapi melalui konsensus politik. Kita pernah punya pengalaman saat reformasi, konsensus politik menetapkan tidak boleh merubah pembukaan Undang-Undang Dasar, sehingga amandemen keempat konstitusi, perubahan terhadap pembukaan Undang-Undang Dasar tidak pernah dilakukan. Bagaimana teknisnya, mungkin para ahli hukum tata negara bisa mengkajinya lebih jauh,” jelas Didin dalam Focus Group Discussion (FGD) MPR RI tentang PPHN, di Press Room MPR RI, Senin (11/10/21).

Didin menerangkan, negara seperti Amerika Serikat dan juga beberapa negara Eropa tidak memiliki perencanaan jangka panjang dalam pembangunannya karena mereka bermazhab market oriented.

Namun harus diingat, Amerika kini sudah akan disalip oleh Tiongkok, Korea Selatan, dan juga Jepang, yang merupakan negara-negara yang memiliki perencanaan pembangunan jangka panjang.

“Pada tahun 1950-an, Jepang bahkan sudah memiliki perencanaan pembangunan hingga 50 tahun ke depan. Begitupun dengan Tiongkok. Karenanya, keberadaan PPHN merupakan kemajuan dibandingkan dengan berdasarkan RPJMN yang hanya berbasis kepada visi presiden terpilih. Sekaligus menjadi advokasi substansial tentang butuhnya haluan jangka panjang pembangunan sebagai konsekuensi dari pasal 33 UUD NRI Tahun 1945 ayat 1 yang berbunyi: Perekonomian ‘disusun’. Jadi bukan diserahkan semata kepada pasar bebas,” jelas Didin.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan kehadiran PPHN tidak dimaksudkan untuk memperlemah konsensus dalam penguatan sistem presidensial.

PPHN justru akan tetap disesuaikan dan memperkuat sistem presidensial dimana presiden dan wakil presiden dipilih secara langsung oleh rakyat, serta presiden dan wakil presiden memiliki masa jabatan yang tetap dan tidak dapat dijatuhkan hanya karena alasan politik.

Substansi PPHN hanya mengatur hal-hal yang bersifat filosofis dan turunan pertama dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1975).

Dengan demikian, hadirnya PPHN sama sekali tidak akan mengurangi ruang dan kewenangan pemerintah untuk menyusun cetak biru pembangunan.

“Keberadaan Pokok-Pokok Haluan Negara ini justru semakin melengkapi sempurnanya bangunan ketatanegaraan Indonesia, yaitu Indonesia memiliki Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai haluan konstitusional negara, dan PPHN sebagai kebijakan dasar pembangunan negara,” papar Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 dan Mantan Ketua Komisi III Bidang Hukum & Keamanan DPR RI ini menegaskan, pentingnya kehadiran haluan negara, berangkat dari sebuah kebutuhan akan hadirnya prinsip-prinsip yang bersifat direktif, yang akan menjabarkan prinsip-prinsip normatif dalam konstitusi menjadi kebijakan dasar politik negara, sebagai panduan atau pedoman bagi penyelenggaraan pembangunan nasional.

Setelah MPR tidak lagi memiliki wewenang menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN), fungsi GBHN digantikan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005 -2025.

“Namun dalam implementasinya, berbagai peraturan perundang-undangan tersebut masih menyisakan beragam persoalan. Selain kecenderungan eksekutif sentris, dengan model sistem perencanaan pembangunan nasional yang demikian, memungkinkan RPJPN dilaksanakan secara tidak konsisten dalam setiap periode pemerintahan. Karena implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) didasarkan kepada visi dan misi presiden dan wakil presiden terpilih dalam pemilihan umum, maka masing-masing dapat memiliki visi dan misi yang berbeda dalam setiap periode pemerintahan,” urai Bamsoet.

Abdul Latief menjelaskan, urgensi PPHN bukanlah masalah setuju atau tidak setuju. Melainkan sudah menjadi keharusan. Karena keberadaan haluan negara, saat dirinya menjabat Menteri Tenaga Kerja (1993-1998), bisa melahirkan kebijakan upah minimum regional, tunjangan hari raya (THR), hingga melahirkan Jamsostek.

Bahkan karena menyadari pentingnya haluan negara, ia sampai rela mengundurkan diri sebagai Wakil Badan Pekerja MPR RI, yang pada saat reformasi melakukan amandemen konstitusi untuk mencabut kewenangan MPR RI dalam merumuskan dan menetapkan haluan negara.

“Dari kecil kita sudah diajarkan orang tua tentang pentingnya memiliki perencanaan hidup. Begitupun dengan bangsa dan negara, sudah menjadi keharusan untuk memiliki perencanaan. Pada saat Bung Karno, dikenal dengan Pembangunan Semesta Berencana. Presiden Soeharto meneruskan menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara. Pada saat reformasi, perencanaan yang melibatkan partisipasi publik tersebut hilang. Tidak heran jika sampai saat ini kita seperti terlihat linglung,” pungkas Abdul Latief.

Turut hadir sebagai narasumber antara lain Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Pendiri Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Abdul Latief, serta Moderator Diskusi Prasetijono Widjojo. Hadir juga ketua Aliansi Kebangsan dan Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close