Connect with us

FEED

Valentino Rossi Diklaim Sudah Tak Lagi Menikmati Balapan di MotoGP : Okezone Sports

Valentino Rossi Diklaim Sudah Tak Lagi Menikmati Balapan di MotoGP : Okezone Sports


HOUSTON – Legenda balap MotoGP, Kevin Schwantz, membeberkan apa yang membuat Valentino Rossi tampil begitu buruk di kejuaraan dunia musim 2021. Schwantz menyebut bahwa performa minor itu terjadi lantaran Rossi mulai tak menikmati setiap balapan di MotoGP saat ini.

Sebagaimana diketahui, Rossi memang memulai kampanyenya di MotoGP 2021 dengan performa jauh dari kata mengesankan. Ya, Rossi gagal mendapatkan hasil positif dalam empat balapan awal MotoGP musim ini.

Dalam dua balapan awal di MotoGP Qatar dan Doha yang berlangsung di Sirkuit Losail, Rossi tak dapat berbicara banyak dengan hanya finis 19 dan 20. Sementara dalam balapan di MotoGP Portugal 2021, Rossi gagal finis.

Valentino Rossi

Di MotoGP Spanyol 2021 Rossi kembali gagal tampil impresif dengan hanya finis ke-17. Hal tersebut pun membuat Rossi harus terpaku di posisi ke-21 pada klasemen sementara MotoGP 2021 dengan raihan empat poin.

Baca Juga: Keberadaan Tim Valentino Rossi di MotoGP 2022 Ancam Masa Depan Pembalap Ini

Performa minor Rossi itu pun membuat banyak pengamat menilai bahwa The Doctor –julukan Rossi– sudah waktunya untuk pensiun dari MotoGP. Pasalnya terlihat betul, Rossi begitu kesulitan bersaing dengan para pembalap muda.

Schwantz pun lantas coba memberikan analisanya terkait penurunan performa yang dialami oleh Rossi dalam beberapa musim terakhir. Ya, pria berusia 56 tahun itu percaya kenyamanan membalap jadi alasan mengapa Rossi tampil buruk belakangan ini.

“Sebagai pembalap, ini salah satu hal yang paling sulit. Saya ingat beberapa balapan pertama pada 1995, saya tak menjalani kualifikasi dengan baik, finis di belakang, tak ikut memperebutkan podium dan kemenangan seperti kebiasaan saya,” jelas Schwantz, seperti disadur dari GPOne, Selasa (11/5/2021).

Valentino Rossi

“Sebagai seorang pembalap, situasi seperti ini benar-benar sangat terasa sangat berat. Balapan menyenangkan karena kami senang jika dapat memetik kemenangan, dan saat peluang menang tak lagi ada, maka balapan tidak lagi terasa menyenangkan,” sambungnya.

Baca Juga: Valentino Rossi bagai Wine Tua Berkualitas Tinggi

“Saya sempat berpikir bahwa pada saat kembali ke Eropa, dan menjalani balapan di trek yang lebih ia kenal, di mana ia kerap menang, bakal membantunya bangkit. Akan tetapi kenyataannya, ia jelas kesulitan saat ini,” tuntas pria berkebangsaan Amerika Serikat itu.



Source link

Advertisement
Click to comment

Berita

KPK Kolektif Kolegial, Satu Sudah Cukup

KPK Kolektif Kolegial, Satu Sudah Cukup


JAKARTA – Komisioner KPK, Firli Bahuri Dkk tidak akan mendatangi Komnas HAM guna memberi keterangan terkait dugaan pelanggaran saat pelaksanaan Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan.

Demikian disampaikan Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menjawab keinginan Komnas HAM yang masih menunggu pimpinan KPK selain Nurul Ghufron hadir.

Ali berkeras keterangan satu pimpinan KPK yakni Nurul Ghufron sudah cukup. Ali berdalih sistem kerja pimpinan KPK adalah kolektif kolegial.

“Kan kami sudah jelaskan bahwa KPK ini kolektif kolegial. Artinya cukup dengan satu itu saya kira  cukup untuk kebutuhan informasi dan data yang dibutuhkan oleh Komnas HAM,” kata Ali kepada wartawan yang dikutip dari YouTube KPK RI, Jumat, 18 Juni.

“Artinya sudah cukup (keterangan tersebut, red),” imbuhnya.

Selain itu, kata dia, pihaknya sudah menyerahkan penjelasan secara tertulis dan lengkap kepada Komnas HAM. Sehingga, hal ini diharap cukup untuk mengklarifikasi dugaan pelanggaran yang dilaporkan oleh perwakilan 75 pegawai yang dinyatakan tak lolos TWK.

“Kami sekali lagi berharap dari penjelasan hari ini dan secara tertulis sudah cukup dan bisa dilakukan analisa lebih lanjut oleh Komnas HAM,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) masih menunggu kehadiran empat pimpinan dan Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga akhir Juni mendatang. Hal ini dilakukan karena masih ada pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Ghufron menjadi utusan pimpinan KPK untuk diklarifikasi adanya dugaan pelanggaran hak asasi saat proses TWK berlangsung pada Kamis, 17 Juni. KPK berdalih, hal ini dilakukan karena semua keputusan terkait alih status pegawainya diambil secara kolektif kolegial.

Namun, pertanyaan yang disampaikan oleh penyelidik dari Komnas HAM ternyata bukan hanya menyentuh keputusan yang ditentukan secara bersama tapi juga peran masing-masing pihak termasuk lima pimpinan KPK. Sehingga, ada sejumlah pertanyaan yang tak bisa dijawab Ghufron.

“Ada beberapa konstruksi pertanyaan yang bukan wilayah kolektif kolegial, tapi wilayah yang sifatnya kontribusi para pimpinan per individu. Sehingga tadi ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Pak Ghufron karena itu pimpinan yang lain,” kata  Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Mohammad Choirul Anam kepada wartawan di kantornya, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Juni.

Lebih lanjut, Komnas HAM memang memberikan kesempatan kepada pimpinan dan Sekjen KPK untuk hadir memberikan klarifikasi. Namun, lembaga ini tak akan melakukan pemanggilan kembali tapi menunggu kesadaran mereka untuk hadir hingga akhir bulan mendatang.

“Sudahlah enggak usah kita panggil lagi. Kita berikan kesempatan saja. Kalau mau datang kita terima sampai akhir bulan ini sampai kami tutup kasus ini,” tegasnya.

“Soalnya kalau nunggu panggil lagi dan macam-macam, ini akan memakan waktu yang banyak dan merugikan kita semua,” imbuh Anam.

.



Sumber Berita

Continue Reading

FEED

Dirjen Pesantren Sarana Perkuat Kekhasan Pesantren

Dirjen Pesantren Sarana Perkuat Kekhasan Pesantren




Ilustrasi Pondok Pesantren


© ADENG BUSTOMI/ANTARA FOTO
Ilustrasi Pondok Pesantren


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Kerja sama Pondok Pesantren Indonesia (BKsPPI) mendukung pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama. Diharapkan dengan adanya Dirjen Pesantren dapat menjadi penguat untuk mendorong kemajuan pesantren. Sekretaris BKsPPI, Akhmad Alim berharap Dirjen Pesantren nantinya dapat menjadi sarana untuk memperkuat keilmuan pesantren. 

“Intinya harus memperkuat jangan malah nanti menjadi kendala bagi kemerdekaan, kemandirian dan kekhasan pesantren. Jadi selama nilai-nilai dan kekhasan pesantren terjaga saya kira tidak masalah dibentuk direktorat jenderal pesantren. Dengan syarat itu menjadi semacam penguat untuk dunia pesantren itu sendiri. ” kata Akhmad Alim kepada Republika,co.id pada Jumat (18/6). 

Menurutnya pesantren sudah terkenal akan kemandiriannya serta memiliki ciri khas sebagai lembaga pendidikan keagamaan. Karena itu ia berharap Dirjen Pesantren dapat memperkuat dan melestarikan kekhasan pesantren kedepannya. Ia juga mengingatkan agar dengan adanya Dirjen Pesantren tidak dijadikan alat untuk menekan pesantren.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Agama, Nuruzzaman mengatakan, pembentukan Ditjen Pesantren merupakan salah satu langkah dalam Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Pembentukan unit eselon I yang mengurus kebijakan dan layanan pesantren ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan lembaga pendidikan Islam khas Indonesia. Saat ini usul dan pengajuan pembentukan dirjen pesantren sedang dalam proses di Kementerian PAN dan RB yang targetnya dapat terealisasi tahun ini.

“Dalam waktu dekat pesantren tidak lagi diurusi oleh direktorat saja, tapi Kemenag telah berupaya untuk membentuk satu direktorat jenderal tersendiri, sehingga posisi pesantren akan menjadi jauh lebih strategis,” ujar dia seperti dilansir laman resmi Kemenag.



Source link

Continue Reading

FEED

Kenali Terapi Radiofrequency Agar Kulit Wajah Lebih Kencang dan Tirus

Kenali Terapi Radiofrequency Agar Kulit Wajah Lebih Kencang dan Tirus


Saat ini dunia estetika sering terdengar mengkampanyekan teknologi RF yang diklaim dapat membantu mengencangkan kulit, mencegah penuaan dini, membuat kulit wajah tampak bersinar, hingga menciptakan bentuk wajah menjadi lebih tirus.

Meski saat ini sudah banyak dibahas di dunia kecantikan, mungkin masih banyak wanita di luar sana yang belum terlalu paham apa itu teknlologi RF, apa kelebihan yang dimiliki teknologi tersebut, dan apa yang akan dirasakan ketika menjalani perawatan menggunakan teknologi RF.

Apa itu perawatan dengan teknologi RF?

Teknologi radiofrequency atau RF adalah metode yang menggunakan energi elektromagnetik. Dengan memanfaatkan gelombang radio, alat ini akan memicu produksi kolagen di lapisan epidermis kulit sehingga menyebabkan kulit lebih kencang. Molekul kolagen yang dipancing oleh gelombang radio diproduksi oleh fibroblas. Sel fibroblas yang dihangatkan akan mengimplikasikan formasi kolagen yang baru, lalu menyebabkan regenerasi jaringan pada kulit.

Apa saja manfaat melakukan perawatan dengan teknologi RF?

Popularitas teknologi RF di bidang kecantikan terus meningkat diakibatkan guna perawatan gelombang radio yang dapat mengimprovisasi bagian wajah sekaligus tubuh. Manfaat dari perawatan gelombang radio di antaranya dapat membantu jenis perawatan face lift, mengurangi kerutan wajah, mengencangkan kulit wajah, mengencangkan kulit tubuh, membentuk tubuh, mengurangi lemak, serta mengurangi selulit.

Tipe perawatan gelombang radio?

Ada dua cara bekerja gelombang radio saat dihantarkan kepada kulit: pertama, dengan mengontak bagian dermis yang menghasilkan pengurangan kerutan pada kulit. Kedua, gelombang radio dihantarkan untuk melakukan stimulasi agar produksi kolagen dan elastin meningkat, termasuk sirkulasi darah yang akan menyebabkan pengencangan kulit atau peremajaan kulit. Diketahui juga, mesin gelombang radio dipastikan cocok untuk segala tipe kulit sehingga tak perlu takut akan adanya perubahan pigmen kulit.

Apa yang harus diperhatikan sebelum perawatan dengan gelombang radio?

Perhatikan aktivitas sebelum hari perawatan tiba dengan menghindari hal yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Seperti berjemur di bawah matahari, karena hal tersebut dapat menimbulkan rasa sakit di kulit jika saja ada kulit yang terbakar oleh matahari. Lalu, sebaiknya jadikan siklus menstruasi sebagai acuan kapan melakukan perawatan, karena kulit wanita menjadi lebih sensitif beberapa hari sebelum menstruasi datang.

Membahas teknologi RF, salah satu klinik di bilangan Jakarta Selatan bernama Dermalounge juga memiliki menu perawatan facial dengan gelombang radio. Tidak hanya facial,perawatan tersebut dapat mengakomodir kebutuhan mengecilkan beberapa bagian anggota tubuh sekaligus meniruskan wajah.

Dinamakan RF Glowing Infusion Dermasculpt, servis perawatan di klinik tersebut dilengkapi teknologi Dynamic Muscle Activation (DMA). Kombinasi keduanya dapat merangsang kandungan kolagen di dalam kulit, meniruskan wajah, mengencangkan, mengurangi kantung mata, mencerahkan warna kulit, sekaligus menghilangkan double chin pada wajah.

Berikut langkah-langkah perawatan RF Glowing Infusion Dermasculpt untuk Anda simak.

Proses pada bagian pipi wajah.

Proses di area kantung mata.

Untuk mengecilkan lingkar pinggang atau perut.

Apakah Anda tertarik mencoba?

(FOTO: Courtesy of Dermalounge Jakarta)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close