Connect with us

HEADLINE

Update 5G Tanah Air: Pemain Baru dan Pita Frekuensi 26 GHz dengan Kecepatan 1,8 Gbps

Update 5G Tanah Air: Pemain Baru dan Pita Frekuensi 26 GHz dengan Kecepatan 1,8 Gbps

[ad_1]

Belum lama sejak kemunculan komersialisasi perdana dari jaringan 5G yang dihadirkan oleh Telkomsel, kali ini operator seluler lain juga tak mau ketinggalan untuk turut jadi pemain yang ikut menggelar konektivitas yang digadang-gadang bakal membawa banyak perubahan dan mengakselerasi transformasi digital di tanah air, yaitu Indosat.

Kurang dari dua minggu setelah Telkomsel mengumumkan perluasan layanan 5G di Balikpapan, Medan, dan Surakarta pada tanggal 3 Juni, Indosat akhirnya secara resmi mendapatkan Surat Keterangan Laik Operasional (SKLO) 5G dari Kemkominfo pada tanggal 14 Juni, tepat setelah melalui serangkaian tes dan dinyatakan lulus Uji Laik Operasional (ULO).

Kominfo Indosat

info gambar
Pengumuman keikutsertaan Indosat dalam gelaran 5G di tanah air dilakukan lewat konferensi pers yang berlangsung secara virtual oleh Menkominfo Johnny G. Plate, President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama, serta Chief Operating Officer Indosat Ooredoo Vikram Sinha.

Di sisi lain, 3 hari berselang atau tepatnya hari ini, Kamis, (17/06/2021) operator seluler lain yaitu Smartfren turut serta melakukan uji coba konektivitas 5G yang juga dihadiri oleh berbagai perwakilan dari pihak terkait di antaranya Kominfo, ZTE Indonesia, dan Qualcomm. Namun, uji coba yang dilakukan Smartfren tersebut bukan merupakan uji coba ULO untuk penggelaran 5G secara komersial.

Baca juga Target Kemkominfo, dari ‘Tol Langit’ 5G hingga Tambah Ribuan BTS di 2024

Lantas seperti apa detail dari keikutsertaan Indosat dan Smartfren untuk turut menghadirkan jaringan 5G di tanah air?

Indosat pakai pita frekuensi berbeda dengan Telkomsel

Harapan masyarakat khususnya praktisi di industri teknologi akan hadirnya jaringan 5G pada pita frekuensi lain, yang memungkinkan keterjangkauan oleh ponsel kelas menengah (mid-range) nampaknya terealisasi berkat Indosat.

Menkominfo mengonfirmasi bahwa 5G yang dihadirkan oleh Indosat menggunakan pita frekuensi yang berbeda dengan yang digunakan oleh Telkomsel, yaitu pita frekuensi 1.800 MHz (1,8 GHz) dengan lebar pita 20 MHz dalam rentang 1.837,5-1.857,5 MHz.

Dalam kesempatan konferensi pers yang sama, President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama menambahkan jika layanan 5G Indosat akan mulai digelar di beberapa kota di Tanah Air, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar.

Walau begitu, sampai artikel ini dipublikasi belum ada info lebih lanjut dari Indosat mengenai band mana lebih tepatnya yang akan digunakan dan kapan layanan 5G milik pihaknya mulai bisa dinikmati secara bertahap oleh masyarakat.

Baca juga Wajib Tahu, Ini Fakta Jaringan 5G yang Resmi Hadir di Indonesia

Di sisi lain, salah satu praktisi dan reviewer teknologi tanah air yaitu Dedy Irvan lewat kanal YouTube Jagat Review membagikan prediksinya mengenai band mana yang sekiranya akan digunakan, dan ponsel apa saja yang kemungkinan sudah mendukung jaringan 5G milik Indosat.

Dalam konten miliknya, Dedy mengatakan bahwa kemungkinan frekuensi 1.800 MHz yang digunakan Indosat memakai band n1 atau n3. Adapun daftar perangkat ponsel dengan fitur yang sudah mendukung jaringan 5G di pita frekuensi tersebut di antaranya jajaran ponsel iPhone 12 series, yang memang diklaim sudah mumpuni untuk segala jenis pita frekuensi dan band yang digunakan oleh jaringan 5G yang kemungkinan akan hadir di tanah air oleh operator lainnya.

Samsung 5G

info gambar

Sedangkan dari kelas ponsel menengah (mid-range) nama Oppo A74 5G keluar sebagai perangkat yang diprediksi sudah mendukung jaringan 5G milik Indosat, diikuti Samsung Galaxy A32 5G dengan harga ponsel yang berada di kisaran Rp3 jutaan.

Smartfren belum ULO, namun jajal 5G berbasis mmWave

Jika Telkomsel atau Indosat menggelar jaringan 5G dengan target menghadirkan konektivitas internet yang lebih cepat untuk mobilitas pengguna yang sebagian besar mengandalkan ponsel, lain halnya dengan Smartfren yang ternyata mempunyai misi menghadirkan 5G dalam cakupan yang lebih jauh.

Walau belum memberi tahu tanggal pasti kapan akan mengajukan ULO pada Kominfo, Smartfren rupanya lebih unggul dalam hal uji coba jaringan 5G yang dilaksanakan. Bekerja sama dengan Kominfo, pengujian dilakukan pada spektrum pita frekuensi yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya, dan belum pernah digunakan untuk keperluan layanan seluler oleh operator lain, yakni pita frekuensi mmWave (milimeter-Wave).

Adapaun mmWave sendiri merupakan pita frekuensi yang berada di kisaran 24 Ghz-40 Ghz. Frekuensi satu ini banyak diklaim sebagai wujud nyata dari teknologi 5G yang sebenarnya karena secara teoritis dapat mencapai kecepatan internet hingga satuan gigabit atau 1 Gbps.

Baca juga Performa Konektivitas 5G Pertama di Indonesia, Kecepatan Unduh Sampai 671 Mbps

President Director Smartfren, Merza Fachyz mengatakan uji coba yang dilakukan Smartfren tepatnya berada di spektrum atau pita frekuensi 26 Ghz. Merza mengungkap bahwa secara teknis Smartfren sejatinya sudah mampu untuk ikut menggelar jaringan 5G di tanah air, namun dirinya juga mengatakan bahwa keberadaan 5G tidak semata-mata digunakan hanya untuk keperluan menonton layanan streaming, keperluan gaming,chatting, dan sejenisnya sehingga lebih dulu dibutuhkan kajian lebih mendalam.

Menilik kemampuan yang dimiliki, 5G dinilai menjadi fasilitas yang mampu mendorong industri digital di tanah air lewat berbagai kemajuan teknologi yang lebih mumpuni dari yang sudah ada. Adapun maksud dari pemanfaatan 5G yang disebut ialah terwujudnya ekosistem digital yang terdiri dari perangkat IoT dan sejenisnya.

“Teknologi yang sebelumnya (4G) sudah tidak ada kurangnya kalau hanya untuk kebutuhan hiburan, chatting, streaming, dan sejenisnya” jelas Merza.

5G mmWave Smartfren

info gambar

Sejalan dengan uji coba kedua yang dilakukan, terlihat bahwa pada saat dilakukan uji jaringan 5G yang berada pada spektrum atau frekuensi mmWave atau tepatnya 26 GHz, diperoleh kecepatan unduh yang mencapai 1,84 Gbps. Kecepatan tersebut jelas jauh berbeda dengan yang dimiliki oleh jaringan 5G di pita frekuensi 2.300 Mhz (2,3 Ghz), di mana saat ini digunakan oleh jaringan 5G milik Telkomsel.

Berdasarkan pemberitaan yang pernah GNFI muat sebelumnya, kecepatan unduh tertinggi yang bisa dicapai oleh jaringan 5G di pita frekuensi 2.300 Mhz ada di kisaran 671 Mbps, sedangkan pada 5G di pita frekuensi mmWave 26 GHz kecepatan unduh yang dimiliki mencapai 3 kali lipat.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Smarftren juga memaparkan dan menunjukkan apa saja ekosistem teknologi yang dapat berjalan dengan baik berkat kehadiran 5G mmWave, di antaranya kegunaan perangkat Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan perangkat IoT lainnya.

Baca juga Genjot Pertumbuhan Ekosistem AIoT dan 5G, Xiaomi Indonesia Rilis 3 Produk Sekaligus

Saat diminta kejelasan mengenai segmen seperti apa yang menjadi target dari hadirnya 5G milik Smartfren, President Director Smartfren menjabarkan bahwa industri manufaktur merupakan yang paling menanti kehadiran 5G untuk dapat mendukung sistem otomatisasi dalam operasional berbagai manufaktur yang ada di tanah air.

Lebih dari itu, disebutkan bahwa industri lain yang juga menanti kehadiran 5G dan menjadi fokus sasaran Smartfren di antaranya industri medis, transportasi, dan agribisnis yang mulai mengandalkan keberadaan IoT.

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai sejauh mana persiapan yang dimiliki Smartfren dalam menghadirkan layanan 5G untuk komersialisasi, Merza kembali menegaskan bahwa Smartfren sejatinya sudah memiliki kesiapan dari segi teknologi, namun perlu dilakukan evaluasi secara mendalam untuk bisa menghadirkan pengalaman konektivitas 5G terbaik bagi pelanggan apabila layanan satu ini sudah hadir seutuhnya.

“Kalau mau diaktifkan (5G) saat ini hanya untuk sekedar bisa ditangkap oleh ponsel pelanggan itu bisa. Tapi bukan hanya itu, kita mau semua siap dari segi aplikasi, semua supporting di belakang infrastruktur juga siap, tidak lama lagi mohon dukungan semoga layanan 5G milik Smartfren bisa segera dihadirkan” jelas Merza.

Baca juga Termasuk Indonesia, Ini Daftar Negara yang Sudah Terhubung dengan Jaringan 5G



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Komoditas Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020 | Good News From Indonesia

Komoditas Indonesia yang Paling Banyak di Ekspor Sepanjang 2020 | Good News From Indonesia

[ad_1]

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total nilai ekspor Indonesia sepanjang tahun 2020 sebesar 163,31 miliar dolar AS atau setara dengan Rp2.286 triliun (kurs Rp14.000).

Realisasi ini turun 2,61 persen dari tahun 2019 yang tercatat 167,68 miliar dolar AS.

Lemak dan minyak hewan/nabati serta Bahan bakar mineral menjadi komoditas Indonesia dengan nilai terbesar yakni 20,72 miliar dolar AS dan 17,26 miliar dolar AS.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

HEADLINE

Merek Coklat Terfavorit Bagi Remaja di Indonesia | Good News From Indonesia

Merek Coklat Terfavorit Bagi Remaja di Indonesia | Good News From Indonesia

[ad_1]

Laporan Top Brand Index 2021 kategori Top Brand Gen Z menunjukkan, SilverQueen menjadi merek cokelat batangan paling favorit bagi remaja di Indonesia. Merek coklat yang bermula dari Garut ini berhasil mencatat Skor Tob Brand Index (TBI) sebesar 56,2 persen.

Di posisi kedua ada Cadbury dengan skor TBI sebesar 17,9 persen. Lalu Delfi di posisi ketigan dengan skor 10,66 persen. Terakhir, Tablorone di posisi empat dengan skor TBI 6 persen.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

HEADLINE

Ganefo, Olimpiade Tandingan Ciptaan Soekarno yang Menyatukan Olahraga dan Politik | Good News From Indonesia

Ganefo, Olimpiade Tandingan Ciptaan Soekarno yang Menyatukan Olahraga dan Politik | Good News From Indonesia

[ad_1]

Olahraga bagi pandangan Komite Olimpiade Internasional (IOC) haruslah lepas dari kepentingan politik. Berbeda dengan Soekarno yang menganggap olahraga bisa menjadi sarana persatuan sebuah bangsa.

Pandangan inilah yang membuat Presiden Soekarno menegaskan bahwa event olahraga haruslah terkait dengan proyek-proyek kebangsaan. Selain itu juga menjadi wadah bagi setiap bangsa untuk menyalurkan aspirasi politik.

Pada 13 Februari 1963, Soekarno berpidato khusus untuk mengumumkan penyelenggaraan Ganefo dengan nada tegas di hadapan ribuan rakyat Indonesia. Ganefo sendiri diikuti oleh negara-negara baru sesuai istilah Nefo ciptaan Soekarno.

Ganefo, yang mengambil semboyan Maju! Tidak Ada Retret (Maju Terus Pantang Mundur), berlangsung pada tanggal 10 sampai 22 November 1963. Kejuaraan olahraga ala negara-negara anti imperialis ini diikuti 2.200 atlet dari 48 (versi lain menyebutkan ada 51 negara) negara Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa (Timur).

Karena besarnya jumlah kepesertaan dan cabang olahraga yang dipertandingkan, maka “Ganefo” pantas disebut olimpiade tandingan.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close