Connect with us

TIMUR TENGAH

Umat Islam Bersiap Sambut Ramadan di Masa Pandemi 

Umat Islam Bersiap Sambut Ramadan di Masa Pandemi 


Sejak Kamis lalu, warga Muslim di kota Ramallah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Sejumlah pedagang mengatakan bisnis mereka terpuruk karena dampak virus corona sehingga membatasi kemampuan warga untuk berbelanja keperluan sehari-hari.

Yousef Jabareen, seorang pedagang sayur mengatakan, “Semoga Tuhan menolong orang-orang dalam bulan Ramadan tahun ini. Ramadan tahun lalu datang pada waktu yang sulit, dan bahkan orang-orang mengalami kondisi yang lebih sulit lagi tahun ini.”

Pedagang kaki lima menjual kurma menjelang bulan puasa Ramadan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 7 April 2021.

Pedagang kaki lima menjual kurma menjelang bulan puasa Ramadan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 7 April 2021.

Warga Palestina, seperti umat Muslim lainnya di berbagai penjuru dunia, memiliki kebiasaan untuk berbelanja dalam jumlah besar untuk disimpan selama bulan puasa. Mereka membeli berbagai macam sayuran, buah, daging, dan minuman untuk hidangan berbuka puasa.

Anas Abu Khadejah, seorang pemilik toko jus buah, mengatakan, “Secara umum, situasi ekonomi di negara ini sangat buruk. Bukan hanya saya saja yang mengatakan demikian, namun 90 persen orang tidak memiliki uang untuk biaya hidup sehari-hari. Kini telah lebih dari setahun, kami menutup toko pada hari Jumat dan Sabtu. Itu sangat mempengaruhi perekonomian kami.”

Lockdown ketat diberlakukan di Tepi Barat sejak akhir pekan. Semua bisnis non-esensial diharuskan tutup mulai pukul 7 malam hingga 6 pagi setiap hari.

Seorang petugas menggulung sajadah dari aula utama masjid menyusul peraturan baru pemerintah untuk mengatur jarak sosial dalam upaya menekan penyebaran virus COVID-19 di Rawalpindi, 5 April 2021, menjelang bulan suci Ramadan. (Foto: Aamir QURESHI / AFP).

Seorang petugas menggulung sajadah dari aula utama masjid menyusul peraturan baru pemerintah untuk mengatur jarak sosial dalam upaya menekan penyebaran virus COVID-19 di Rawalpindi, 5 April 2021, menjelang bulan suci Ramadan. (Foto: Aamir QURESHI / AFP).

Kegiatan serupa juga tergambar di kalangan Muslim di Kabul, Afghanistan. Namun mereka menyambut bulan ini dengan harap-harap cemas. Sejak beberapa tahun terakhir, kelompok pemberontak Taliban justru meningkatkan serangan mereka selama bulan Ramadan.

Seorang mahasiswa jurusan agama, Hamidullah Khan mendesak agar Taliban dan pemerintah dapat menciptakan perdamaian.

“Kami, warga Afghanistan berharap bahwa bulan Ramadan ini dapat memberikan pengampunan dan berkah, dua pihak yang beroposisi (pemerintah dan Taliban) seharusnya berusaha untuk perdamaian di bulan Ramadan, dan kita berharap, ini akan menjadi langkah menuju perdamaian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Aktivitas pembuat roti tradisional Afghanistan menjelang bulan puasa Ramadhan di Kabul, Afghanistan, 7 April 2021. (Foto: AP / Rahmat Gul)

Aktivitas pembuat roti tradisional Afghanistan menjelang bulan puasa Ramadhan di Kabul, Afghanistan, 7 April 2021. (Foto: AP / Rahmat Gul)

Di Kabul, pemilik toko, pembuat roti, dan penjual makanan berharap penjualan mereka meningkat karena orang-orang membeli lebih banyak makanan selama Ramadan.

Abdul Ali, pembuat roti yang sedang menyiapkan kue khusus untuk bulan Ramadan, mengatakan, “Kami menginginkan perdamaian, perdamaian di seluruh negeri. Perdamaian menciptakan lapangan pekerjaan dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan warga. Dengan datangnya Ramadan, bisnis membaik.

Bulan suci Ramadan tahun ini dimulai pada tanggal 13 April dan akan terus berlangsung hingga perayaan Idul Fitri pada tanggal 12 Mei. [lj/ab]

Advertisement
Click to comment

TIMUR TENGAH

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara



Sejumlah militan menggunakan bom menyerang dua sumur minyak di sebuah ladang minyak dekat kota Kirkuk di Irak utara, Rabu (5/5) menewaskan sedikitnya seorang polisi dan menyulut kebakaran, kata kementerian perminyakan.

Beberapa sumber dari kalangan industri menyatakan serangan itu tidak mempengaruhi produksi, meskipun pernyataan dari kementerian perminyakan tidak memberi komentar terkait produksi minyak tersebut.

Pernyataan itu menyebutkan salah satu kebakaran, di Sumur 177 di ladang minyak Bai Hassan, telah padam dan tim darurat sedang bekerja untuk memadamkan kebakaran kedua di Sumur 183.

Para militan menyerang satu pos keamanan di dekatnya dalam serangan tersebut sehingga menewaskan satu polisi dan melukai tiga lainnya, kata beberapa pejabat keamanan.

Salah seorang pejabat keamanan menyampaikan serangan terhadap pos itu dimaksud untuk mengalihkan perhatian polisi dan memungkinkan militan lainnya memasang sejumlah bom. [mg/ka]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat



Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat


Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close