Connect with us

WORLD

Uluran Tangan Berbagai Negara, Bantu Indonesia Hadapi Situasi Krisis Pandemi

Avatar

Published

on

Uluran Tangan Berbagai Negara, Bantu Indonesia Hadapi Situasi Krisis Pandemi

[ad_1]

Kedatangan 998 ribu dosis vaksin AstraZeneca bantuan pemerintah Jepang untuk Indonesia © covid19.go.id


Semua lapisan masyarakat Indonesia masih harus berusaha lebih keras lagi untuk bertahan di tengah situasi krisis pandemi yang terjadi, dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda setidaknya dalam waktu dekat.

Mulai dari diberlakukannya kembali pembatasan kegiatan berupa PPKM yang dinilai jauh lebih ketat, sampai fakta bahwa Indonesia yang saat ini menjadi episentrum Covid-19 di wilayah Asia, label yang sebelumnya melekat pada India karena lonjakan kasus yang tinggi beberapa waktu lalu.

Pahit memang, tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi.

Sedikit kilas balik pada saat India berada di tengah situasi krisis, uluran bantuan didapatkan dari berbagai negara di dunia dalam berbagai bentuk dukungan. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang berperan aktif memberikan bantuan, dengan mengirimkan sebanyak 2.000 tabung oksigen pada akhir bulan Mei lalu.

Tak ada yang menyangka dengan pasti, bahwa tak lama setelahnya Indonesia ikut berada di posisi yang dialami oleh India. Beruntung, di tengah upaya internal yang dilakukan oleh berbagai pihak dan pemerintah untuk bertahan, dukungan sebaliknya juga tak henti diterima Indonesia dari berbagai negara. Padahal di sisi lain negara-negara tersebut masih sama-sama berjuang di tengah situasi pandemi.

Uluran bantuan yang diterima Indonesia didapatkan dalam berbagai bentuk, tidak hanya vaksin sebagai fokus utama, namun juga berbagai alat penunjang kesehatan yang memiliki peran besar dalam kelangsungan penanganan kasus Covid-19 di tanah air.

Masih membekas di ingatan mengenai dukungan yang diberikan oleh Australia, di mana tidak hanya berupa vaksin, namun juga ribuan alat kesehatan bahkan bantuan pinjaman dana untuk mempertahankan perekonomian tanah air.

Tentu bukan hanya Australia, bantuan yang berarti juga diperoleh dari deretan negara lainnya yang tak kalah berperan besar dalam mendukung Indonesia menghadapi kondisi krisis pandemi yang terjadi.

Vaksin AstraZeneca Dinilai Efektif, Australia Siap Kirim Bantuan 2,5 Juta Dosis ke RI

Selain Kirim 4,5 Juta dosis vaksin Moderna, AS sumbang dana 14,5 juta dolar

info gambar

Bantuan vaksin Moderna dari pemerintah AS untuk Indonesia | covid.go.id


Bantuan utama berupa vaksin datang dari Negeri Paman Sam. Sebelumnya, pada tahap pertama hibah vaksin jenis Moderna diberikan sebanyak 3 juta dosis bersamaan dengan bantuan alat kesehatan lainnya seperti tabung oksigen dan peralatan medis.

Selanjutnya pada tahap kedua, sisa kiriman sebanyak 1,5 juta dosis vaksin Moderna pun berhasil mendarat di tanah air pada tanggal 13 Juli 2021 lalu. Melansir Keadilan Hukum, Senator AS Tammy Duckworth, menyampaikan keseriusannya membantu Indonesia dalam menghadapi situasi krisis yang terjadi.

“Vaksin ini melengkapi 3 juta dosis yang dikirimkan pekan lalu, tanpa pamrih,tapi berdasarkan pemahaman bahwa tidak ada satu bangsa yang bisa benar-benar aman dari Covid-19 hingga semua bangsa aman,” ujar Tammy, saat pengiriman sisa 1,5 juta dosis vaksin ke Indonesia.

Tidak cukup sampai di situ, dalam salah satu kesempatan saat perwakilan negara AS tersebut melakukan diskusi dengan Iwan Freddy Hari Susanto, selaku perwakilan Indonesia di AS. Disebutkan ada upaya mengenai bantuan lain yang akan diberikan AS dalam bentuk dana langsung senilai 14,5 juta dolar AS, atau lebih dari Rp203 miliar untuk membantu program vaksinasi masyarakat Indonesia dengan cepat dan aman.

Indonesia Dapat Sumbangan 4 Juta Dosis Vaksin Moderna

Dukungan dari Jepang dan China

Bantuan vaksin dari Jepang

info gambar

Kedatangan bantuan vaksin AstraZeneca dari Jepang | Dok. Kemenhub


Jepang menjadi salah satu negara di kawasan Asia yang memberikan bantuan dalam bentuk vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 1 juta dosis ke Indonesia. Melalui Dubes Jepang untuk Indonesia, Kenji Kanasugi, dirinya menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti persahabatan antara kedua negara.

“Kami ingin terus bergandengan tangan dengan Indonesia yang merupakan mitra strategis Jepang untuk mengatasi Covid-19,” ungkap Kenji.

Tak hanya Jepang, negara satu rumpun Asia lainnya yang ikut memberikan bantuan kepada Indonesia yaitu China. Bantuan yang didapatkan dari China bahkan disampaikan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, pada hari Kamis (15/7) lalu.

Luhut menyampaikan, bahwa China memberikan bantuan peralatan medis berupa oksigen cair, ISO Tank, silinder regulator oksigen, konsentrator oksigen, generator oksigen, serta obat anti virus untuk pengobatan Covid-19.

Indonesia Lampaui India sebagai Episentrum Covid-19 Asia, Bagaimana Langkah Pemerintah?

Dukungan dari Singapura dan apresiasi RI

Bantuan peralatan medis dari Temasek Singapura untuk Indonesia

info gambar

Bantuan peralatan medis dari Temasek Singapura untuk Indonesia | KBRI Singapura via Kemlu


Selangkah lebih maju dalam menghadapi situasi pandemi, negara terdekat RI yaitu Singapura juga menjadi salah satu yang berperan aktif memberikan bantuan.

Terlepas dari Indonesia yang melakukan pengadaan secara mandiri (pembelian) dari Singapura berupa 10 ribu unit konsentrator oksigen, Singapura rupanya memberikan bantuan yang cukup besar berupa 200 ventilator, 250 tabung oksigen berisi kapasitas 50 liter, 570 konsentrator oksigen, 600 kanula hidung, 600 pelembab gelembung, ribuan masker, sarung tangan, APD, tutup kepala, dan alat kesehatan lainnya.

Menanggapi banyaknya bantuan yang telah diterima Indonesia dari berbagai negara, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, menyatakan bahwa saat ini ada banyak negara lainnya yang sudah menawarkan diri untuk memberikan bantuan.

Tawaran yang datang di antaranya berasal dari Belanda, Inggris, UAE, dan entitas internasional lainnya. Dalam pernyataannya, Retno mengungkap bahwa Indonesia mengapresiasi tawaran bantuan yang diberikan. Dirinya juga menekankan bahwa kolaborasi adalah prinsip yang terus dikedepankan oleh berbagai negara di dunia agar bersama-sama dapat segera keluar dari situasi pandemi yang terjadi.

“Tidak ada yang aman sampai semua orang aman,” ujar Retno saat menekankan pentingnya solidaritas dan kerja sama global dalam menghadapi situasi krisis pandemi yang terjadi.

Jumlah Penerima Vaksin di Asia Tenggara, Indonesia Jadi yang Terbanyak

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

WORLD

Hartadinata Harianto CEO Stern Resources Fokus Mengerjakan Perusahaan Yang pra-IPO

Avatar

Published

on

Hartadinata Harianto CEO Stern Resources Fokus Mengerjakan Perusahaan Yang pra-IPO

BuzFeed – Koneksi tanpa batas melalui teknologi digitalisasi turut mendongkrak peluang bisnis secara global. Kendati demikian, seorang pengusaha ulung harus mahir mempersiapkan strategi saat dunia semakin mudah terhubung menembus batas geografis.

CEO Stern Resources Inc, USA Hartadinata Harianto menangkap potensi tersebut. Pengusaha muda ini mengungkapkan pemikiran progressif saat menjadi pembicara VIP bersama ratusan investor kelas dunia dalam agenda 17th Anniversary Ritossa Family Office Investment Summit sepanjang 12-14 Desember 2021 Dubai, Waldorf Astoria Palm Jumeirah.

Acara ini di buka oleh His Excellency Dr. Thani Al Zeyoudi, Minister of State for Foreign Trade & Minister in charge of Talent Attraction and Retention at the UAE Ministry of Economy dan disponsori oleh United Arab Emirates Ministry of Economy, Forbes Middle East, CNBC Arabia, Bloomberg, and banyak perusahaan ternama lainnya.

Hartadinata Harianto menjadi keynote panelist di hari kedua dengan moderator CNBC Arabia Anchor Hussein Sayed bersama banyak fund managers including Jai Rupani, Chief Investment Officer of Dinesh Hinduja Family Office in India, H.R.H. Prince Michel de Yougoslavie, Grandson of King Umberto of Italy and Prince Paul of Yugoslavia, Monaco, and Lord Carmine Villani, Managing Director Global Business and Investment Development, Saudi Crown Holdings, Kingdom of Saudi Arabia.

Harta memberikan pemaparan terkait perkembangan investasi global dalam ajang elit konferensi private investment group nomor wahid dunia tersebut.

“Bertahun-tahun yang lalu, kami tidak akan pernah berada di pasar tempat kami berada sekarang, yaitu Dubai dan pasar negara berkembang lainnya,” terangnya kepada wartawan, Selasa (21/12/2021).

Namun, kata Harta, dengan semakin berkembangnya dunia digital, ia mampu terus mencari peluang dan keuntungan besar dalam jangkauan. Apalagi kemajuan teknologi memudahkan untuk melakukan usaha lintas benua.

“Karena lebih mudah bagi kita untuk memantaunya,” tandas pria kelahiran 1994 tersebut.

Rasa agnostik terhadap industri dan geografis sekaligus membuat Harta selalu menatap peluang secara tajam. Dunia pasca Covid-19 tak hanya memberikan perubahan pada sektor kesehatan, tapi juga sektor komunikasi, transportasi dan sebagainya.

“Kami optimis untuk menemukan perusahaan yang beradaptasi dengan gaya hidup pasca Covid dan berpotensi menjadi market leader di bidang tersebut,” ungkapnya.

Satu senjata dalam menghadapi pasar investasi global saat ini adalah analisis secara matang dan jeli. Ketika kebanyakan pengusaha mengabaikan potensi terpendam. Terutama aset lokal.

“Saya percaya kita harus membuat analisis kita sendiri, mengikuti jalan kita sendiri, dan mencari lebih keras untuk menemukan aset dan perusahaan hebat yang sering diabaikan,” ucap Hartadinata.

“Bisa berarti kehilangan perusahaan dan aset hebat yang diabaikan dan mungkin berada di wilayah kami sendiri,” imbuhnya.

Hartadinata mengatakan, saat ini ia sedang fokus mengerjakan perusahaan perusahaan yang pra-IPO atau pra Initial Public Offering. Bahkan dalam conference ini, banyak fund managers mengakui kesulitan mencari asset atau business yang bisa di investasikan di traditional market seperti US maupun Eropa karena sudah terlalu banyak dana yang ditawarkan. Oleh karena itu, banyak fund managers yang melirik emerging market. Hartadinata memprediksi jika investasi di emerging market akan naik dengan sangat tinggi di tahun-tahun mendatang.

“Dari pengembalian yang disesuaikan dengan risiko, masuk akal bagi kami untuk melibatkan diri dalam usaha ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, Harta mengungkapkan gebrakan pemikiran dalam ajang yang diselenggarakan oleh Sir Anthony Ritossa itu.

Hartadinata berbicara di main forum di depan seluruh congregation Ritossa Family Office yang dihadiri lebih dari 500 Private investment elit, pemilik bisnis konglomerat terkemuka, sheikh, royal keluarga, perusahaan investasi swasta, mogel bisnis internasional, kekayaan berdaulat, dana, dan industri profesional yang mewakili lebih dari USD 4,5 triliun kekayaan investor dan berhasil menjadi pertemuan paling berpengaruh di dunia dari pengambil keputusan private investment group elit.

Sir Anthony sendiri merupakan Ketua Private Investment Group Ritossa, yang berkantor pusat di Dubai, dengan akar yang dalam ke Timur Tengah, Eropa hingga Amerika Serikat. Di mana ia menggerakkan para pemimpin dunia dan investor private investment elit untuk bersatu membicarakan masa depan yang lebih cerah melalui investasi.

Sir Anthony adalah influencer private investment, investor tematik dengan minat dalam ekuitas swasta, real estat, perusahaan blockchain, mentor, filantropis, dan calon penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun ini.

17th Anniversary Ritossa Family Office Investment Summit

Seri yang meliputi Dubai, Monaco, Riyadh dan Miami – dan yang ke-11 di Dubai. Paling baru KTT di Dubai menjadi berita utama global sebagai pertemuan dunia yang paling signifikan dan berpengaruh bagi pemimpin dan investor private investment sepanjang masa.

Lebih dari 500 private investment elit, pemilik bisnis konglomerat terkemuka, sheikh, royal

keluarga, perusahaan investasi swasta, mogel bisnis internasional, kekayaan berdaulat, dana, dan industri profesional yang mewakili lebih dari USD 4,5 triliun kekayaan investor dan berhasil menjadi pertemuan paling berpengaruh di dunia dari pengambil keputusan family office elit.

Bertema “World’s No. 1 Family Office Investment Conference, where World Leaders & Elite Family Office Investors Unite Together to Invest and Create A Brighter Future”, Sir Anthony Ritossa berharap acara ini akan menjembatani antara Timur Tengah dan Eropa, AS, Mitra Asia, Amerika Latin dan Israel untuk bertemu, berjejaring, dan bertukar informasi maupun ide guna memulai perjalanan penemuan dan menjelajah bersama antara rekan-rekan yang berpikiran seirama dalam sebuah lingkungan pelabuhan yang aman.

Sir Anthony menambahkan, KTT ini adalah forum pribadi yang secara eksklusif diselenggarakan oleh private investment untuk private investment, investor swasta ultra elit, pemilik bisnis terkemuka, syekh, anggota keluarga kerajaan, keluarga keuangan dan kantor pribadi mereka dari seluruh dunia.

“KTT menyatukan pakar terkemuka dunia diarahkan untuk mengidentifikasi strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk menghasilkan pengembalian di tingkat rendah, pasar volatilitas tinggi,” jelasnya secara tertulis.

Difasilitasi oleh family office, KTT menyediakan dua hari percakapan peer-to-peer pribadi, jaringan dan pemikiran lintas batas kepemimpinan yang dirancang untuk membuat peserta berpikir tentang apa yang harus diwaspadai, bagaimana Anda berinvestasi, dan mengapa?

Ritossa Family Office Investment Summit merupakan pertemuan paling terkenal dari Timur Tengah dan kekayaan global hingga saat ini. Hal itu juga diungkapkan Matteo Peri, CNBC Eropa.

“Saya telah menghasilkan ribuan acara dan konferensi di seluruh dunia dan belum pernah saya menemukan visi dan proyek yang begitu luas. Dukungan resmi dari Sheikh Al Nahyan dan Pangeran Monako, kehadiran ahli waris Bahrain dan keluarga kerajaan Yugoslavia, pewaris Reynolds, Rockefeller, Bismarck, Muhammad, Menelik, Selassie dan platform keuangan global paling inovatif adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Acara ini menempati urutan pertama sebagai KTT dunia yang paling mencengangkan dan menginspirasi. Aku sangat bangga bisa berkolaborasi,” kata Matteo Peri, CNBC Eropa.(*)

Continue Reading

WORLD

Hadiri Forum Di Turki, GMNI DKI Jakarta Dukung Kemerdekaan Palestina

Aji Cahyono

Published

on

Hadiri Forum Di Turki, GMNI DKI Jakarta Dukung Kemerdekaan Palestina
Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, Andi Aditya menjadi delegator bersama dengan OIC Youth Indonesia, National Youth Council and Asia African Youth Government, pada acara The Global Coalition for Al Quds and Palestine “Baitul Maqdis Pioneers 12th Conference”, Istanbul, 1-5 December 2021

BuzzFeed – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, Andi Aditya mengatakan bahwa pentingnya Indonesia secara konsisten memperjuangkan kemerdekaan palestina secara defacto and dejure dari sektor kedaulatan negara. Hal ini ditengarai oleh semangat Bung Karno menolak adanya penindasan secara kolektif bercorak kolonialisme.

Hal tersebut disampaikan ketika GMNI menjadi delegator bersama dengan OIC Youth Indonesia, National Youth Council and Asia African Youth Government, pada acara The Global Coalition for Al Quds and Palestine “Baitul Maqdis Pioneers 12th Conference”, Istanbul, 1-5 December 2021.

“Konferensi ini membahas lebih dalam mengenai mekanisme dan kerja-kerja prioritas untuk persoalan Palestina, serta melakukan koordinasi antar sesama aktivis kemanusiaan dalam menguatkan dan mendukung penduduk di Al-Quds dan Palestina,” beber Andi Aditya dalam keterangan persnya.

Menurutnya,  Soekarno (1962) dalam pidatonya mengatakan, “Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.

“Selanjutnya, masalah kemanusiaan ini menjadi momentum untuk merajut harmonisasi bernegara yang selaras dengan konteks Pancasila sila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab serta preambule UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan”, ujarnya.

Hubungan Paletina dan Indonesia dimulai sejak Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Palestina mendukung secara terbuka untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio, pada tanggal 6 September 1944.

Dukungan kemerdekaan Indonesia yang disiarkan melalui radio mengundang gelombang aksi dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia, bahkan saudagar kaya dari Palestina, Muhammad Ali Taher merelakan sebagian hartanya untuk kemerdekaan Indonesia.

Sampai akhir kekuasaannya tahun 1966, Sukarno tetap konsisten dalam membela kemerdekaan Palestina. Melalui pidatonya pada saat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-21, Sukarno mengatakan:

“Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa anti imperialisme, tetapi juga konsisten terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel.”

Sebagai kader GMNI, Andi Aditya berharap kepada seluruh “ pejuang pemikir dan pemikir pejuang”, tagline GMNI untuk terus konsisten menjaga Working Ideology sebagai tradisi intelektual dalam mencari kebenaran yang berlandaskan Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Vice President of ICYF Tantan Taufiq Lubis mengatakan ada beberapa poin tambahan untuk pembahasan Global Coalition on al Quds 2021 di Istanbul.

“Menghargai usaha dari negara-negara yang tergabung didalam anggota OIC/ OKI khususnya Pemerintah Indonesia yang berperan aktif upayakan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa dalam rangka menghapuskan penjajahan di seluruh dunia, melanjutkan forum seperti ini oleh pemuda pemudi di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia, Masjid Al-Aqsa dan Palestina adalah masalah kemanusiaan bukan hanya keagamaan, memperhatikan pihak yang sangat rentan dan sangat membutuhkan, seperti anak-anak, perempuan, orang tua, tahanan, dan lain-lain,” ucapnya.

Masalah global ini adalah masalah kemanusiaan yang harus didukung semua pihak dan kita punya komitmen bersama bahwa palestina harus memiliki kemerdekaan dan negeri.

Continue Reading

WORLD

Singapura Denda Rp262 Juta Pada Pasien Covid-19 Yang Tolak Vaksinasi

Kyandra

Published

on

By

Singapura Denda Rp262 Juta Pada Pasien Covid-19 Yang Tolak Vaksinasi
Pedestrians di Singapore mengenakan masker. REUTERS/Caroline Chia

BuzzFeed – Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengatakan pasien Covid-19 yang menolak divaksin karena pilihanya, tetapi memerlukan perawatan intensif dapat dikenai tagihan sekitar S$25.000 atau setara Rp262 juta.

Pernyataan ini muncul setelah MOH mengumumkan pada Senin (08/11/2021), yakni mulai 8 Desember, semua pasien Covid-19 yang tidak divaksinasi ‘karena pilihan’ harus membayar tagihan medis mereka sendiri jika mereka dirawat di rumah sakit atau fasilitas perawatan Covid-19.

MOH selanjutnya mengatakan warga Singapura dan penduduk tetap masih dapat mengakses subsidi Pemerintah reguler dan ‘MediShield Life’ atau ‘Integrated Shield Plan’ jika berlaku. Sejak Februari tahun lalu, Pemerintah Singapura telah membayar tagihan rumah sakit yang dikeluarkan oleh pasien terpapar Covid-19 di rumah sakit umum.

Menanggapi pertanyaan dari media, MOH menyatakan pada Jumat (12/11/2021), tagihan akan bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisi pasien serta jenis fasilitas di mana perawatan diberikan.

“Umumnya, ukuran tagihan rata-rata untuk pasien positif Covid-19 yang menerima perawatan di rumah sakit akut yang membutuhkan perawatan ICU dan terapi Covid-19 sekitar S$25.000,” terang MOH, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Minggu (14/11/2021).

“Subsidi pemerintah dan pertanggungan MediShield Life dapat mengurangi tagihan menjadi sekitar S$2.000 (Rp20 juta)-S$4.000 (Rp40 juta) untuk warga Singapura yang memenuhi syarat di bangsal bersubsidi,” lanjut MOH, yang mencatat pasien dapat memilih untuk menggunakan saldo MediSave mereka untuk membantu mendanai jumlah yang tersisa ini.

MOH juga mengungkapkan tagihan untuk pasien positif Covid-19 yang menerima perawatan di fasilitas perawatan Covid-19 diperkirakan sekitar S$4.500 (Rp47 juta) untuk masa inap tujuh hari. “Untuk Warga Negara Singapura, setelah subsidi dan MediShield Life jika berlaku, pembayaran bersama sekitar S$1.000 (Rp10 juta),” imbuhnya.

MOH mengatakan pelancong dan pemegang izin kunjungan jangka pendek saat ini dikenakan biaya untuk masa inap fasilitas isolasi masyarakat.

“Saat ini, orang yang tidak divaksinasi yang merupakan warga negara Singapura, penduduk tetap, dan pemegang izin jangka panjang dan belum bepergian dalam 14 hari terakhir tidak dikenakan biaya untuk tinggal (fasilitas isolasi komunitas) jika diperlukan,” paparnya.

Sebelumnya, MOH mengatakan mereka yang divaksinasi sebagian akan dibayar tagihan medisnya oleh Pemerintah hingga 31 Desember untuk memberi mereka waktu untuk divaksinasi sepenuhnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close