Business is booming.

Trump Menyerang Media atas Angka Korban Corona


Melanjutkan sikapnya terhadap media, Presiden AS mencuit bahwa media palsu tidak akan lagi melaporkan kematian Corona setelah pemilu.

Menurut laporan YJC, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat hari Rabu (28/10/2020) dalam pesannya di lamat Twitternya menulis, “Pengulangan kata penyakit COVID-19 menjadi slogan padu dari berita bohong para media yang fanatik.”

Dalam pesannya disebutkan, “Media tidak akan membicarakan hal lain hingga 4 November (satu hari setelah pemilihan presiden AS).”

Virus Corona

“Kemudian akan ada pembicaraan tentang tingkat kematian yang rendah, jumlah kamar rumah sakit yang tinggi dan sejumlah besar orang muda yang dites,” tulis Trump.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, sementara itu, menyebut Trump sebagai “penipu” selama kampanye di Georgia.

Terlepas dari tingginya angka infeksi dan kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat, Biro Sains Gedung Putih mengklaim bahwa wabah virus Corona berakhir dengan tindakan tegas presiden negara ini.

Bertentangan dengan klaim Biro Sains Gedung Putih, Amerika Serikat masih menjadi pemimpin dunia dalam lebih dari 9 juta kasus penyakit Corona.

Manajemen Trump yang buruk terhadap virus Corona telah menyebabkan ketidakpuasan di antara kebanyakan orang Amerika.





Source link