Lifestyle

Transfer Saraf Kaki Memungkinkan Pria Italia Gunakan Kembali Tangannya yang Lumpuh

Seorang pria mungkin dapat kembali menggunakan tangannya, yang lumpuh akibat kecelakaan lalu lintas yang parah, berkat operasi transfer saraf perintis dari kakinya yang diamputasi sebagian, kata dokter di Italia utara.

Ahli bedah di Rumah Sakit Kota Turin (CTO) memindahkan bagian saraf skiatik pria tersebut, yang mengontrol pergerakan kakinya yang diamputasi, ke pleksus brakialis, jaringan saraf yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke bahu, lengan, dan tangan.

“Ini pertama kalinya seseorang memindahkan komponen saraf skiatik ke pleksus brakialis,” kata Paolo Titolo, salah satu ahli bedah yang melakukan operasi tersebut, dalam wawancara dengan Reuters, Rabu.

Marcello Gaviglio, seorang petugas kesehatanyang berusia 55 tahun, harus diamputasi separuh kaki kirinya setelah ia ditabrak sepeda motor lima bulan lalu.

Dia menderita luka serius pada pleksus brakialis dan kakinya, sehingga dia tidak dapat menggunakan kedua tangannya.

Imigran Honduras Jeremias Hernandez menunjukkan kakinya yang diamputasi di sebuah rumah sakit di Lecheria, Tultitlan, 4 Agustus 2010. (Foto: REUTERS/Eliana Aponte)

Karena bagian saraf sciatic yang mengendalikan kaki kirinya tidak diperlukan lagi, maka bagian tersebut dapat dipindahkan ke area bahu dalam operasi yang dilakukan pada 21 Desember, sehingga berpotensi memulihkan mobilitas salah satu tangannya.

Sebelum jelas apakah hal itu mungkin terjadi, Gaviglio harus menjalani perawatan pasca operasi sekitar lima bulan. Untuk saat ini, dia masih belum bisa menggerakkan tangannya sama sekali.

Operasi transfer saraf bukanlah hal baru. Namun operasi sebelumnya tidak melibatkan pemindahan saraf yang biasanya mengontrol kaki ke area yang mengontrol tangan.

“Kami pikir ini adalah operasi pionir karena jika berhasil berarti plastisitas otak juga dapat mengontrol bagian tubuh lain yang tidak kami duga dan juga membuka bidang baru dalam studi neuro,” kata Titolo.

Tujuannya adalah untuk mengembalikan “beberapa fungsi genggaman” pada tangan, yang kemudian juga dapat membantu tangan lainnya untuk melakukan sesuatu, tambahnya.

Prosedur tersebut merupakan hasil penelitian selama empat tahun dan dipublikasikan di jurnal medis Injury. [ah/ft]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed