Feed

TPN Sebut Elektabilitas Ganjar Rebound Dipicu Oleh Substansi Positif

BuzzFeed.co.id – Dirilisnya hasil survei terbaru dari Centre of Strategic and International Studies (CSIS) yang menempatkan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo di peringkat paling buncit dengan perolehan 19,4 persen dibawah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan 26,1 persen dan menampatkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada posisi teratas dengan perolehan 47,3 persen, masih meninggalkan banyak pertanyaan dibenak publik, akan obyektifitas hasil survei dan trend elektabiltas capres-cawapres yang seolah dirilis oleh lembaga-lembaga survei yang tujuannya untuk membentuk opini dan penggiringan persepsi publik.

Hal tersebut dikemukakan oleh Sekjen Gemini Club Koeshondo W. Widjojo yang menilai hal itu sebagai bentuk dan upaya untuk mendegradasi calon tertentu melalui hasil survei agar tercipta opini di tengah publik mengenai tingkat elektabilitas, dimana belum lama ini hasil survei dari Litbang Kompas Desember 2024 juga menunjukkan elektabilitas Prabowo-Gibran berada di urutan pertama dengan 39,3 persen, pasangan Anies-Muhaimin 16,7 persen dan Ganjar-Mahfud dengan 15,3 persen.

Namun diketahui bahwa kenaikan trend dan sentimen positif selalu diraih oleh Ganjar-Mahfud didalam setiap penampilan, baik dalam debat atau yang diperoleh melalui data analityc dengan nilai prosentasi tertinggi.

“Sebetulnya kalau kita pikir dengan nalar yang logis dan patokan data scientis, peringkat elektabilitas justru harusnya diraih oleh paslon yang selalu mendapatkan trend atau sentimen positifnya tinggi, bukan malah sebaliknya. Ditambah keadaan riil dilapangan dan masyarakat yang tingkat acceptablenya tinggi terhadap Ganjar-Mahfud,” kata Koeshondo, Kamis (28/12/2023).

Kembali lagi disinggung oleh dia, bahwasanya lembaga-lembaga riset atau survei dari luar cenderung mempertahankan profesionalisme dan obyektifitas dalam melakukan survei dengan data yang relevan dan masuk akal.

Koeshondo yang juga merupakan alumni GMNI, menilai bahwa hasil survei dari luar itu lebih jujur menyajikan data yang faktual soal elektabilitas Ganjar Pranowo, karena tidak terindikasi dengan adanya distorsi dari kepentingan-kepentingan tertentu.

“Contoh Roy Morgan sebagai lembaga riset dari luar negeri, mereka kelihatan lebih obyektif menggambarkan keadaan yang sesungguhnya, mereka menyajikan data dengan jujur dan profesional, beda dengan lembaga-lembaga survei lokal yang sangat drastis sekali fluktuasinya dan tidak menggambarkan keadaan riil yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Ia juga mengaku sangat yakin, bahwa masyarakat dan pemilih tidak akan mudah digoyang dengan adanya isu-isu survei yang semakin tidak logis tersebut, karena seharusnya pasca debat justru mengerek elektabilitas Ganjar-Mahfud ke puncak tertinggi elektabilitas, seperti selalu meriah dan antusiamenya warga menyambut setiap kampanye mereka dilapangan.

“Pastinya kami semua para pendukung dan simpatisan Ganjar-Mahfud justru semakin yakin dan optimis, bahwa trend positif akan didapat oleh Ganjar-Mahfud, mereka pasangan berkualitas serta berintegritas dan membumi dengan selalu turun langsung ke tengah masyarakat untuk mau menyerap aspirasi dan mendengarkan keluhan serta keinginan rakyat secara langsung serta membawa program yang dibutuhkan oleh rakyat dan realistis untuk diwujudkan, hal ini yang membedakan dengan pasangan calon lain, yang lebih terlihat templating dan cenderung manipulatif dan mengawang-awang,” jelasnya.

Menurutnya, pasangan Ganjar-Mahfud tidak usah terlalu terpaku dengan hasil-hasil survei tersebut, lebih baik gerak cepat dan terus bekerjasama dengan rakyat untuk membangun cita-cita agar Indonesia semakin lebih baik dan unggul kedepan, serta cukup dijadikan bahan evaluasi dalam bergerak dan berkampanye, juga untuk TPN yang memang harus mau bekerja lebih efisien dan lebih keras lagi, agar fokus ke segmentasi pemilih mana yang akan digarap dan daerah mana yang harus ditingkatkan prosentasi pemilih juga elektabilitas, tentunya dengan mengevaluasi anggota-anggotanya, mana yang bisa bekerja dan mana yang hanya pasang nama dan tidak melakukan pergerakan.

“Waktu sudah semakin mendekati hari H pemungutan suara, lebih baik fokus kerja-kerja yang produktif, turun kelapangan menyentuh basis grass root secara langsung, juga prioritas menggarap suara milenial dan Gen Z dengan kampanye yang asik, simaptik, riang dan gembira juga jangan ditinggalkan political educatednya bagi mereka anak-anak muda pemilih pemula, karena yang akan memenangkan Ganjar-Mahfud bukan survei tapi rakyat Indonesia yang akan memberikan suaranya di bilik pencoblosan,” tandasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada hari Senin, 13 November 2023, menetapkan tiga bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Hasil pengundian dan penetapan nomor urut peserta Pilpres 2024 pada hari Selasa, 14 November 2023, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024.

KPU sendiri telah menggelar debat perdana pada 12 Desember 2023, dengan tema pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Debat kedua akan digelar pada 22 Desember 2023 dengan tema ekonomi kerakyatan, ekonomi digital, keuangan, investasi pajak, perdagangan, pengelolaan APBN-APBD, infrastruktur, dan perkotaan untuk cawapres. Sementara itu, debat ketiga pada 7 Januari 2024 akan membahas tema pertahanan, keamanan, geopolitik, dan hubungan internasional.

Debat keempat pada 21 Januari 2024 akan membahas energi, sumber daya alam (SDA), SMN, pajak karbon, lingkungan hidup, masyarakat adat dan desa. Terakhir, debat kelima khusus capres pada 4 Februari 2024 dengan tema kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan juga inklusivitas.



Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed