Business is booming.

Tim SAR mempersempit area pencarian untuk SJ 182 yang jatuh


Ada lebih sedikit objek untuk operasi pencarian (bawah air). Oleh karena itu, kami akan mempersempit area tersebut.

Jakarta (ANTARA) – Tim gabungan Search and Rescue (SAR) akan mempersempit cakupan wilayah operasinya untuk mencari korban, puing pesawat, dan Cockpit Voice Recorder (VCR) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh.

“Benda untuk operasi pencarian (bawah air) berkurang. Makanya kita persempit areanya,” Direktur Operasi Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) Brigjen. Jenderal (Mar) Rasman mengatakan di Posko SAR Terpadu di Jakarta International Container Terminal (JICT) 2, Selasa.

Rasman mencatat, operasi SAR akan difokuskan di wilayah yang sebelumnya telah ditemukan tim tersebut.

Area pencarian akan dibagi menjadi empat sektor di sekitar Kepulauan Seribu, masing-masing seluas 15-30 meter persegi.

“Kami tidak akan menyebarkan tim terlalu jauh,” kata Rasman seraya menambahkan sekitar 300 penyelam akan dilibatkan dalam operasi tersebut.

Hingga Senin (18/1), tim SAR gabungan telah mengambil jenazah manusia yang dikumpulkan di 310 kantong.

Tim juga menemukan puing-puing kecil dari pesawat naas yang dikumpulkan dalam 60 tas, puing-puing berukuran besar di 55 tas, dan casing Flight Data Recorder (FDR) dan CVR.

Operasi SAR telah diperpanjang selama tiga hari hingga 21 Januari 2021

Penerbangan Sriwijaya Air SJ-182, melayani rute Jakarta-Pontianak, jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, sekitar pukul 14:40 waktu setempat pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Menurut Kementerian Perhubungan, kontak terakhir dilakukan dengan pesawat Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC, di 11 mil laut utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta setelah pesawat melintasi ketinggian 11 ribu kaki dan naik ke 13 ribu kaki.

Pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pukul 14:40 waktu setempat pada hari Sabtu dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio di Pontianak, Kalimantan Barat, pada pukul 15.50 waktu setempat.

Pesawat itu membawa 50 penumpang, termasuk tujuh anak-anak dan tiga bayi, serta 12 awak.
Berita Terkait: Basarnas memperpanjang operasi pencarian SJ-182 tiga hari lagi
Berita Terkait: Tim pencari memprioritaskan penemuan CVR Sriwijaya Air SJ-182: Basarnas

DIEDIT OLEH INE