Business is booming.

Ternate Kerahkan Tenaga Kesehatan ke TPS


NURBAITY Radjabessy tidak mau tempat pemungutan suara jadi klaster penyebaran covid-19. Karena itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, Maluku Utara, itu menyiapkan 422 tenaga kesehatan untuk bersiaga di TPS.

“Tugas mereka memeriksa warga yang hendak memberikan hak pilih. Mereka juga akan mengingatkan pemilih untuk menaati protokol kesehatan 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya, kemarin.

Para tenaga medis, lanjutnya, akan disebar di semua TPS yang ada di kota itu. Satu TPS satu petugas medis. Mereka akan memberikan masker kepada warga yang tidak mengenakannya. Para petugas juga akan memastikan ada fasilitas cuci tangan dan sabun di semua TPS.

“Potensi adanya klaster di pilkada sangat besar. Pasalnya, saat ini disiplin warga mematuhi 3M kendur karena sebagian warga masih tidak mau percaya bahwa covid-19 itu ada,” ujar Nurbaity.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta Bagus Sarwono mengaku akan memastikan bahwa petugas di TPS bebas covid-19. “Protokol kesehatan akan menjadi fokus utama kami.”

Di daerah ini, petugas di TPS telah mendapatkan alat pelindung diri, obat-obatan penambah imunitas, dan sudah mengikuti tes cepat saat pelantikan. Mereka diharapkan mampu menjaga kondisi tubuh sehingga pada 9 Desember nanti benar-benar siap bertugas di TPS dalam keadaan sehat.

Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono menambahkan, selain terkait pandemi, pilkada di wilayahnya juga bermasalah dengan ancaman erupsi Merapi. “TPS-TPS yang berada di zona rawan harus dipindahkan. Penyelenggara pilkada juga harus mengantisipasi adanya kerumunan massa.”

Sementara itu, pengamanan pilkada di Papua Barat akan melibatkan 2.798 personel gabungan TNI dan Polri. “Di masa pandemi, mereka juga ikut mengawasi jalannya protokol kesehatan di TPS. Petugas berhak menegur warga yang tidak mematuhi 3M di TPS,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat Ajun Komisaris Besar Adam Erwindi. (HI/AT/DW/MS/BB/N-3)






Source link