Connect with us

Hi, what are you looking for?

FEED

Teknologi Digital Untuk Mendukung Gerakan Lingkungan Hidup


BuzzFeed – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) kembali adakan seminar online Literasi Digital, kali ini mengusung tema “Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Mendukung Gerakan Cinta Lingkungan Hidup”.

Seminar ini menghadirkan antara lain, Abdul Kharis Almasyahari Wakil Ketua Komisi I DPR RI. Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kementerian Kominfo RI. Dian Krisna Dosen USB Surakarta, pada Sabtu (16/07/2022) melalui zoom meeting.

Seminar ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, serta pemberdayakan masyaraka terkait pembangunan Infrastruktur TIK.

Abdul Kharis menyampaikan bahwa Saat ini arus gerak dunia digital dan TIK tidak bisa dibendung karena hal tersebut merupakan konsekuensi kreativitas anak di dunia ini. Saat ini adalah eranya informasi yang bertumpu pada perkembangan teknologi informasi digital.

Ia juga menyampaikan terkait isu lingkungan. Ia menyebut bahwa bumi sudah semakin tua dan pencemaran terjadi dimana-mana sehingga berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia, oleh karena itu bumi perlu mendapatkan perhatian lebih saat ini.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini mengajak semua orang perlu memiliki kesadaraan akan pentingnya Kesehatan lingkungan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan cara menanam pohon untuk mendukung pemeliharaan lingkungan.

“Demi mewujudkan upaya tersebut kita bisa mengupayakannya dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada. Kampanye yang dilakukan melalui sosial media dengan dikemas menggunakan konten-konten terbarukan diyakini mampu untuk menarik perhatian banyak orang yang kemudian dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperhatikan Kesehatan lingkungan,” ungkapnya.

Sementara itu Dirjen APTIKA Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menyampaikan bahwa, sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita sedang menghadapi era disrupsi teknologi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Untuk mengahadapi era disrupsi dengan mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia. Salah satu pilar penting yang mendukung wujudnya agenda trasnformasi digital adalah menciptakan masyarakat digital dimana kemampuan literasi digital masyarakat memegang peranan penting didalamnya,” ajak Semuel.

Sebagai tingkat paling dasar, literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi teknologi saat ini untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi secara offline dan juga cermat dalam menggunakanannya.

“Mari bersama-sama wujudkan cita-cita bangsa Indonesia dengan menjadikan masyarakat madani berbasis teknologi. Kemampuan yang kita miliki serta keunggulan yang terus dijaga akan membawa bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan besar, serta menjadi unggul dalam segi sumber daya manusia,” paparnya.

Sementara itu, Dian Krisna menyoroti situasi dimana banyak teknologi yang membantu pemeliharaan lingkungan seperti digitalisasi air smart metering dari PDAM-Telkom yaitu mengontrol penggunaan air sudah tersedia, memantau langsung debit air yang digunakan setiap hari, prediksi berapa besaran iuran ke PDAM yang harus kita bayarkan tiap bulannya.

“Digitalisasi penggunaan sumber daya juga sudah dikembangkan pada berbagai macam bidang seperti penanganan sampah dan penggunaan listrik sehari-hari, tentu saja perkembangan teknologi tersebut diharapkan mampu untuk mewujudkan pemeliharaan lingkungan hidup yang lebih baik,” kata Dian.

Ia juga menyampaikan sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia.

“Contohnya yaitu perdagangan karbon. Perdagangan karbon yaitu perusahaan energi diberikan kuota atau batasan jumlah emisi yang boleh dihasilkan, perusahaan membeli kredit karbon dalam bentuk sertifikasi dari pihak yang sudah melakukan upaya penyerapan karbon melalui proyek hijau seperti penanaman pohon,” pungkasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.
Click to comment

Lainnya Dari BuzzFeed

LIFESTYLE

BuzzFeed – Komik saat ini dibaca bukan hanya menghibur anak anak saja, melainkan saat ini pun orang dewasa juga menikmatinya. Namun, saat ini belum...

LIFESTYLE

[ad_1] Animersindo | animersindo.net Animers Indo adalah satu dari sekian banyak situs anime sub indo secara langsung, sekaligus tempat untuk download anime dengan subtittle...

SHOWBIZ

1. Green Chair (2005) Film vulgar ini mengisahkan tentang sepulangnya seorang wanita Korea Selatan bernama Kim Munhee dari Negeri Paman Sam. Secara hukum, wanita...

HEADLINE

[ad_1] Ampiang Dadiah © PadangKita Penulis: Thalitha Avifah Yuristiana #WritingChallengeGNFI#CeritaDaerahdariKawan#MakinTahuIndonesia Ketika ditanya makanan apa yang terlintas di kepala Kawan ketika mendengar kata ‘Padang’? Mungkin...

HEADLINE

[ad_1] 25 Oktober 2020 by Reza Pratama www.wmagazine.com Sifat apa sajakah itu? Dalam bahasa Arab jin berasal dari kata yang berarti istitar (tersembunyi). Sosok...

LIFESTYLE

[ad_1] Deretan daftar film LGBT akan selalu menuai kontroversi. Tema yang diangkat dari kejadian nyata ini memang sensitif di beberapa kalangan masyarakat dunia. Meski...

FEED

Kunjungan mendadak Menteri Pertahanan Lloyd Austin ke Kabul selama akhir pekan di mana dia diklaim Amerika Serikat mencari “akhir yang bertanggung jawab” untuk perang...

VIRAL

BuzzFeed -Tentu sebagai manusia ingin mendambakan kehidupan bersama pasangan yang harmonis. Namun, karena dengan keterbatasan ekonomi menjadikan dirinya melepaskan dirinya untuk berprofesi menjadi artis...

Advertisement