Connect with us

ASIA PASIFIK

Survei Ungkap Ketidakpercayaan Warga Australia terhadap Pemerintah China

Survei Ungkap Ketidakpercayaan Warga Australia terhadap Pemerintah China

[ad_1]

Warga Australia mengungkapkan rasa ketidakpercayaan mendalam terhadap pemerintah China, tetapi ingin pemerintah mereka sendiri menjalin hubungan yang lebih baik dengan Beijing, menurut sebuah survei baru.

Studi oleh University of Technology Sydney atau UTS disusun tahun ini, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan keamanan antara Australia dan mitra dagang terbesarnya, China. Para penulis laporan hasil studi itu mengatakan, survei opini publik itu adalah yang paling mendalam mengenai hubungan Australia-China sejauh ini. Mereka mencatat, hubungan politik “makin mengalami kesulitan sejak 2017.”

Hasil studi tersebut menyoroti sifat rumit dari hubungan bilateral itu. Enam puluh satu persen warga Australia menginginkan hubungan yang lebih kuat dengan China, namun lebih dari tiga perempat menyatakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah China.

Mayoritas responden, lebih dari 60% mengatakan pendapat mereka tentang China “menjadi lebih negatif sejak dimulainya pandemi COVID-19.”

Elena Collinson, peneliti senior di UTS mengatakan, “Sementara orang Australia secara jelas sangat prihatin tentang menurunnya hubungan dan bersikerasnya China, namun kedua negara belum menyerah sepenuhnya. Hingga kini orang Australia menahan diri untuk tidak menjatuhkan tanggung jawab di satu sisi bagi hubungan yang lebih baik, dengan mayoritas 80% publik yang dengan tegas mengatakan, mereka percaya bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki hubungan saat ini terletak pada pemerintah Australia dan China.”

Hubungan antara Australia dan China dipengaruhi oleh berbagai perselisihan politik, perdagangan dan kebijakan luar negeri. Perluasan militer Beijing di Laut China Selatan dan perlakuan terhadap aktivis pro-demokrasi di Hong Kong adalah dua sumber perselisihan.

Tuduhan spionase dunia maya dan campur tangan urusan dalam negeri Australia juga menyebabkan gesekan, seperti keputusan Australia yang melarang raksasa teknologi China, Huawei dengan jaringan 5G-nya.

Tahun lalu, Australia menyerukan penyelidikan dunia tentang asal-usul virus corona baru, yang pertama kali ditemukan di China pada akhir 2019. Hal itu ni menyebabkan kerusakan besar hubungan kedua negara, karena Beijing menafsirkan permintaan Australia itu sebagai kritik atas penanganannya terhadap pandemi.

Tujuh puluh dua persen peserta jajak pendapat UTS setuju dengan pernyataan bahwa “pemerintah Australia benar untuk secara terbuka menyerukan penyelidikan internasional tentang asal-usul COVID-19.”

Beijing menanggapi memburuknya gesekan diplomatik itu dengan mengenakan berbagai tarif atas beberapa ekspor pertanian dan batu bara Australia. Para pejabat China menuduh Australia pada masa lalu menyebarkan histeria “anti-China”.

Survei UTS itu mengambil sampel pandangan 2.000 responden Australia pada bulan Maret dan April lalu. [ps/lt]

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

ASIA PASIFIK

Jaga Jarak Fisik Warnai Upacara Pembukaan Olimpiade

Jaga Jarak Fisik Warnai Upacara Pembukaan Olimpiade

[ad_1]

Setelah ditunda satu tahun karena pandemi, Olimpiade Tokyo secara resmi akan berlangsung dengan upacara pembukaan yang diperkecil tetapi tetap meriah, Jumat (23/7).

Upacara digelar di Stadion Olimpiade Tokyo dengan puluhan ribu kursi yang kosong. Hanya sekitar 900 petinggi dan pejabat yang menghadiri acara itu karena tindakan pencegahan COVID-19.

Upacara pembukaan, bertema “Disatukan oleh Emosi,” mungkin merupakan salah satu elemen paling normal dari apa yang dianggap sebagai Pertandingan Olimpiade paling tidak biasa yang pernah ada.

Para penampil membentuk cincin Olimpiade saat upacara pembukaan. (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Para penampil membentuk cincin Olimpiade saat upacara pembukaan. (REUTERS/Fabrizio Bensch)

Elemen familiar seperti kembang api, drone, pertunjukan musik dan upacara menyalakan obor Olimpiade akan tetap ada dan menunjukkan Olimpiade siap dilangsungkan. Para atlet akan berbaris dan mengibarkan bendera negara mereka dalam parade negara yang lebih kecil dari biasanya dan dengan mematuhi jaga jarak fisik.

“Harus jaga jarak minimal satu meter dan mungkin dua meter, dan mereka harus selalu memakai masker,” kata Hidemasa Nakamura, pejabat panitia penyelenggara Tokyo 2020.

Bendera nasional Jepang dibawa ke lapangan dalam upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, di Tokyo, 23 Juli 2021. (AFP)

Bendera nasional Jepang dibawa ke lapangan dalam upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, di Tokyo, 23 Juli 2021. (AFP)

Publik Jepang secara luas menentang penyelenggaraan Olimpiade karena khawatir akan memperburuk situasi pandemi di Jepang yang sudah memburuk.

Tokyo pada Kamis melaporkan hampir 2.000 infeksi baru COVID-19 – tertinggi dalam enam bulan untuk kota yang sudah dalam keadaan darurat.

Sejauh ini, 106 orang yang terkait Olimpiade dinyatakan positif tertular virus corona. [ka/ab]

[ad_2]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Sedikitnya 32 Tewas Akibat Tanah Longsor di India

Sedikitnya 32 Tewas Akibat Tanah Longsor di India

[ad_1]

Tanah longsor yang dipicu hujan lebat melanda bagian barat India dan menewaskan sedikitnya 32 orang, kata sejumlah pejabat India, Jumat (23/7). Mereka juga mengatakan, Tim SAR sepanjang Kamis malam mengevakuasi lebih dari 1.000 orang lainnya yang terperangkap banjir.

Seorang pejabat di distrik Raigad di negara bagian Maharashtra barat, Nidhi Chaudhary, mengatakan mereka yang tewas adalah korban tiga insiden tanah longsor di distriknya. Menurutnya, banyak dari mereka yang berhasil diselamatkan sebelumnya berlindung di atap-atap rumah dan bahkan di atas bus-bus di jalan raya.

Seorang pejabat pemerintah lainnya di negara bagian tersebut, Sagar Pathak, mengatakan selain 32 orang tewas, lebih dari 30 orang dilaporkan hilang setelah insiden tanah longsor itu.

Chaudhary mengatakan hujan kini sedikit mereda, dan ketinggian air banjir menurun pada Jumat, sehingga memudahkan tim SAR untuk mencapai kawasan tersebut.

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India menyelamatkan orang-orang yang terdampar di banjir di Kolhapur, di negara bagian Maharashtra, India barat, Jumat, 23 Juli 2021. (AP)

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India menyelamatkan orang-orang yang terdampar di banjir di Kolhapur, di negara bagian Maharashtra, India barat, Jumat, 23 Juli 2021. (AP)

Di daerah Shivaji Nagar di Mumbai timur, sebuah rumah runtuh, Jumat, setelah hujan lebat, kata kantor berita Press Trust of India. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya,

Press Trust of India melaporkan, di distrik Ratnagiri, 200 orang diselamatkan dari daerah perbukitan pada Kamis malam setelah hujan lebat. Masih menurut kantor berita itu, di kota pesisir Chiplun, yang jumlah penduduknya sekitar 70.000 orang, lebih dari separuh wilayahnya terendam banjir.

B.N Patil, seorang pejabat di distrik Ratnagiri, mengatakan, ia telah meminta bantuan militer, penjaga pantai dan Pasukan Tanggap Bencana Nasional untuk operasi penyelamatan.

Sebuah pernyataan dari Angkatan Laut India mengatakan, mereka telah mengerahkan sejumlah helikopter untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak banjir dan mengirim tim penyelamat dengan perahu-perahu ke wilayah tersebut.

Puing-puing rumah di desa Taliye setelah tanah longsor di Mahad, distrik Raigad, Maharashtra, 23 Juli 2021. (NDRF / AFP)

Puing-puing rumah di desa Taliye setelah tanah longsor di Mahad, distrik Raigad, Maharashtra, 23 Juli 2021. (NDRF / AFP)

Pihak berwenang di negara bagian Telangana, India selatan, Jumat (23/7), mengeluarkan peringatan kemungkinan turunnya hujan lebat yang bisa mengakibatkan banjir di Hyderabad, ibu kota negara bagian itu, dan daerah-daerah dataran rendah lainnya.

Para pakar meteorologi mengatakan, curah hujan setinggi 30 sentimeter yang turun sejauh ini pada bulan ini di Hyderabad, yang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi informasi India, adalah yang terbesar selama bulan Juli dalam 10 tahun. Pintu air salah satu waduk utamanya, Osman Sagar, dibuka untuk pertama kali dalam satu dekade untuk membuang kelebihan air.

Akhir pekan lalu, lebih dari 30 orang tewas akibat rangkaian insiden tanah longsor yang dipicu hujan lebat di dalam dan sekitar Mumbai, ibu kota keuangan dan hiburan India.
Bencana yang disebabkan oleh tanah longsor dan banjir biasa terjadi di India selama musim hujan, Juni-September. Hujan lebat melemahkan fondasi bangunan yang seringkali dibangun dengan konstruksi yang buruk. [ab/ka]

[ad_2]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Korsel Perpanjang Aturan Jarak Sosial yang Ketat

Korsel Perpanjang Aturan Jarak Sosial yang Ketat

[ad_1]

Korea Selatan akan memperpanjang aturan jarak sosial yang ketat yang diberlakukan di Seoul dan wilayah sekitarnya selama dua pekan lagi. Keputusan itu diumumkan Lee Ki-il, seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan, Jumat (23/7).

Lee mengatakan, mengingat situasi yang berisiko karena masih banyaknya infeksi yang terjadi di wilayah metropolitan Seoul, pemerintah memutuskan untuk tidak melonggarkan aturan jarak sosial yang berlaku saat ini. Kebijakan itu, katanya, dipertahankan untuk secara efektif mengurangi dan menstabilkan penyebaran virus di wilayah itu.

“Kami akan memperpanjang aturan jarak sosial tingkat 4 selama dua pekan, mulai dari 26 Juli hingga 8 Agustus. Tujuan perpanjangan itu adalah membalikkan tren peningkatan penyebaran virus di wilayah metropolitan Seoul, dan untuk secara stabil mengurangi jumlah infeksi baru sehingga memenuhi standar aturan jarak sosial tingkat 3,” kata Lee.

Kebijakan jarak sosial yang ketat diberlakukan pemerintah karena Korea Selatan saat ini sedang memerangi wabah virus corona terburuk sejak awal pandemi.

Jumlah kasus baru harian Korea Selatan di atas 1.000 selama dua pekan terakhir karena program vaksinasi yang lambat, kewaspadaan publik yang lemah, dan penyebaran varian delta virus itu yang lebih menular.

Mayoritas kasus baru berada di wilayah metropolitan Seoul yang padat penduduk, tetapi para pejabat baru-baru ini memperingatkan bahwa virus itu saat ini sedang menyebar ke luar wilayah ibu kota. [ab/ka]

[ad_2]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close