Connect with us

EDUKASI

Sumbangsih Pemikiran Ditengah Pandemi Covid 19, AIPI Gelar Diskusi

Aji Cahyono

Published

on

Sumbangsih Pemikiran Ditengah Pandemi Covid 19, AIPI Gelar Diskusi
AIPI Gelar Diskusi dengan Tajuk Ragam Perspektif Dampak Covid-19: Sumbangan Ilmuwan AIPI untuk Bangsa Indonesia yang rencana akan digelar pada Selasa, 30 November 2021 pukul 13.00 s/d 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

BuzzFeed – Asoisiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bekerja sama dengan Yayasan Pustaka Obor  menggelar diskusi secara dari bertemakan “Cerdas dan Berkembang ditengah Covid-19”, dengan judul “Ragam Perspektif Dampak Covid-19: Sumbangan Ilmuwan AIPI untuk Bangsa Indonesia yang rencana akan digelar pada Selasa, 30 November 2021 pukul 13.00 s/d 15.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Adapun narasumbernya yakni Hendra Gunawan, Guru Besar Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB) secak 2016 sekaligus anggota Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar AIPI menyampaikan bahasan dengan tajuk “Kesiapan Menghadapi Pandemi yang akan datang”,

Kemudian, Adi Utarini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, menyampaikan bahasan bertema “Membangun Masyarakat Bijak dan Sehat Bersama”.

Dilain itu, ada A. Nadjib Burhani, dari Pusat Penelitian Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional menyampaikan bahasan bertema “New Normal Sebagai Momentum”.

Acara dipandu oleh moderator yakni Tamrin Amal Tomogola (Anggota Komisi Kebudayaan AIPI, sebagai sosiolog senior) serta Dua orang editor buku tersebut yakni (M. Amim Abdullah, Ketua Komisi Kebudayaan AIPI) sebagai pengantar diskusi dan Mayling Oey-Gardener (Ketua Komisi Ilmu Sosial AIPI) sebagai menyimpulkan dan menutup acara.

Agenda webinar tersebut dibukan secara umum oleh cendekiawan, ilmuwan, akademisi, mahasiswa, berbagai kalangan masyarakat umum. Bagi yang ingin mengikuti, langsung mendaftar pada link berikut: https://bit.ly/diskusibukuRPDC3 serta dapat konfirmasi langsung melalui nomor 081290398350 (Syahban).Ai

Advertisement
Click to comment

EDUKASI

Pemuda Asal Manggarai Timur Ajak Masyarakat Sadar Literasi

Avatar

Published

on

Pemuda Asal Manggarai Timur Ajak Masyarakat Sadar Literasi
Pemuda Asal Manggarai Timur Ajak Masyarakat Sadar Literasi lewat Membaca. FILE IST PHOTO

BuzzFeed – Menyadari akan pentingnya literasi guna meningkatkan Sumber Daya Manusia di kampung Gorong Manggarai Timur-Elar, Pemuda Ejhy Serlenso mengajak para sahabatnya membaca buku kusam dan seadanya.

Ejhy menyampaikan bahwa dirinya mempunyai niat untuk mendirikan taman binaan membaca dalam menyambut program Nasional terkait Literasi.

Ejhy mengajak para sahabatnya baik dikalangan pemuda,remaja,dan masyarakat untuk membaca.

Namun karena keterbatasan buku bacaan,niat beliau kini terrkubur bagai mimpi di siang hari. Namun berbekal semangat dan niat yang besar untuk meningkatkan minat baca masyarakat ,Pemuda ini gunakan buku kusam,lusuh dan seadanya saja untuk dibaxa bersama para sahabatnya.

“Untuk mengisi waktu kosong disaat hari Minggu setelah pulang dari Gereja saya dan teman-teman berkumpul bersama sambil minum kopi dan ngobrol saya membagikan mereka berbagai buku yang kusam dan bhkn sebagian sdah sobek kepada sahabat saya untuk dibaca”,tuturnya Kepada Media, Minggu (23/01/2022).

Lebih lanjut Ejhy menyampaikan Niatnya yang besar untuk mendukung Program Nasional dalam bidang Literasi guna meningkatkan SDM di negeri ini.Walau dari pelosok Negeri saya berkeinginan agar minat baca masyarakat khususnya kaum muda harus dibina dan di tanamkan mulai saat ini.Mudah-mudahan dengan budaya giat membaca,Masyarakat dan kaum muda khususnya,lebih besar wawasannya serta bisa nengenal Dunia luas lewat membaca buku.

“Saya mempunyai niat yang besar untuk mendirikan Rumah Minat Baca di kampung saya yang terletak di Pedalaman ini,namun karena keterbatasan Modal untuk membeli berbagai buku terpaksa niat saya terkurung begitu saja.Tapi saya tetap bertekad lewat buku seadanya saja saya bisa mengajak sahabat-sahabat saya untuk membaca”,ungkapnya.

Teman Ejhy,Irwan Siswa kelas XI di SMA N 1 ELAR mengatakan kami salut dengan niat Kak Ejhy yang luar biasa.Mental minat baca kami bisa terbina mulai sekarang ini.Jujur sejak Kak Ejhy mengajak saya dan teman-teman,minat baca saya meningkat.

“Saya ingin dan terus membaca, karna dengan membaca bisa menambah wawasan saya.Namun karena keterbatasan buku yang kak Ejhy sediakan terpaksa kami membaca buku seadanya saja.Harapan saya Kedepan kak Ejhy bisa memberikan kami lebih banyk buku lagi untuk kami baca,” ungkapnya.

Ejhy punya niat yang besar namun karena keterbatasan Modal niatnya seolah terhenti seketika. Dia berharap akan ada Donasi Buku dari Sahabat,Kenalan,handaitolan dan siapa saja nantinya yang mempunyai niat membantu.

“Kepada Teman,sahabat,kenalan dan handaitolan atau siapa saja yang berbudi baik saya sangat mengharapkan bantuan bukunya.Buku bekas dan syukur kalau buku baru saya sangat membutuhkannya.Maklum kami di Desa serba kesusahan dalam berbagai segi khususnya dalam hal memperoleh buku”,tutupnya.

Continue Reading

EDUKASI

Mampukah BEM Unsoed Tangani Kekerasan Seksual Secara Transparansi Atau Menyarankan Semua Pihak Tidak Membesarkan ?

Avatar

Published

on

Mampukah BEM Unsoed Tangani Kekerasan Seksual Secara Transparansi Atau Menyarankan Semua Pihak Tidak Membesarkan ?
Ilustrasi Aki Unjuk Rasa Mahasiswa tentang Dugaan Pelecehan Seksual di Kampus. BBC Indonesia

Penulis: Decozzy

Pada 8 Desember 2021 kemarin kasus kekerasan seksual sempat viral melalui akun twitter @Unsoedfess1963. Komentar dari netizen KBMU (Keluarga Besar Mahasiswa Unsoed) segera membanjiri post di Unsoedfess.

Banyak netizen yang protes dan meminta klarfikasi BEM Univ permasalah kasus kekerasan seksual yang terjadi. Bahkan rupanya pelaku adalah Staff di Kementerian BEM Univ kabinet Baragia. KBMU menunggu press release klarfikasi dari BEM Univ, hingga akhirnya dilakukan pada 9 Desember 2021. Dimana press release dari BEM Univ diprotes mahasiswa juga karena kurang memihak kepada korban.

 

“Waduh bisa bisanya asas praduga tak bersalah dijadikan temang untuk melindungi pelaku, saat menjatuhkan sp3 terhadap pelaku sebagai sanksi dari perbuatannya bukan kah secara jelas mengartikan Tindakan pelaku terbukti dan meyakini bersalah ya mas/mba petinggi bem unsoed lalu penerapan asasnya dimana sih ? Kasus pelecehan seksual memang seringkali berakhir tanpa proses hukum yang jelas karena ketakutan korban akan social judgments dan minimnya peraturan hukum yang berorientasi pada perlindungan korban, tapi seharusnya organisasi sekelas BEM Unsoed bisa lebih bijak dalam mengelola transparansi informasi dan pernyataan resmi akan penanganan kasus seperti ini. Belajar dari sudut pandang ilmu viktimologi pengungkapan identitas pelaku yang terbukti bersalah penting adanya untuk meningkatkan awareness orang orang yang rawan menjadi target kejahatan serupa (contoh: mahasiswi yang masi harus bertemu pelaku dalam kbm di masa mendatang). Miris rasanya membaca penyataan resmi yang malah membelokan isu dan menggiring opini seakan tuntutan penyelesaian kasus ini hanya alat politik untuk menjatuhkan salah satu pihak disaat pelaku adalah orang yang pernah terlibat di kementrian pemberdayaan perempuan yang harusnya paham betul urgensi dari masalah seperti ini malah menebarkan ketakutan akan pelecehan seksual kepada banyak perempuan yang berada di lingkungan kampus untuk kegiatan kuliah maupun kegiatan organisasi. It’s very suspicious on how BEM U decided to handle the case and very unfortunate kalau sampai kasusnya hanya berakhir disini.” – @vaniaawdsl

“kalo emang #standwithvictim harusnya publish identitas pelaku biar ningkatin awareness bahwasanya Radiya Calvin itu pelaku pelecehan seksual. kecuali kasus ini lg naik ke ranah hukum yg make asas praduga tak bersalah, boleh belom publish identitas ketika belom ada putusan pengadilan. kalo emg ga akan naik ke ranah hukum, publish aja pelakunya, toh dia sendiri mengakui. ini justru melindungi biar gak ada korban lain lg dari Radiya Calvin. biar orang orang aware sama itu seksual abuser, biar dapet sanksi sosial. enak bgt ditutupin identitasnya. jangan juga selalu mikir yg ramein kasus ini adalah lawan politik kalian, karna hidup ga melulu muter di bem bem an kalian doang yang buat saya ga penting” – @dimaswijayaaa3

“Langkah press release nya patut diapresiasi 👏 Tapi cara menanggapi komentar yang kontra dengan istilah “penumpang gelap” jadi blunder karena seakan kasus ini sebagai serangan politik ke lembaga BEM U karena pelaku sebelumnya merupakan salah satu bagian dari BEM U. Membagikan identitas pelaku bukan wewenang BEM U itu betul, tapi menjelaskan siapa institusi yang berwenang menginformasikan identitas terduga pelaku itu lebih penting biar orang paham Asas praduga tak bersalah seperti apa. Just info nih, pelecehan seksual itu DELIK BIASA bukan DELIK ADUAN, jadi dengan spill nya kasus ini, maka polisi udah bisa gerak penyelidikan dan tindakan pro justicia tanpa harus ada aduan korban” – @mbagustp

“Kepentingan lainn?? Penumpang gelap?? Apakah serendah itu framing BEM U?? Kami KBM hanya butuh kepastian, segera press release pengeluaran SP3, jangan ada ditunda-tunda!! Ingat ada marwah organisasi BEM U dan KBM yang kalian harus jaga!!” – @bannedfromjakarta

“Kalau emang ingin melindungi korban harusnya publish identitas pelaku, kita gatau diluar sana siapa saja korban nya dan siapa yang akan jadi korban selanjutnya kalau identitas pelaku ga di publish jdi ga ningkatin awareness. Bahwasanya kita tau trauma yang dialami korban sehingga membuat tidak ingin diakat kasus nya, tp justru disitulah peran nya kalian untuk menjamin keselamatan korban. Demi kepentingan korban ga up dengan membiarkan pelaku berkeliaran?? Ini kepentingan korban apa kepentingan kalian?👏” – @ysinta  

“Penumpang gelap?? Jujur kita semua standwithvictim dan tagar #standwithvictim disini ambigu.. yang terkena indisikasi penumpang gelap itu apa?? Politik kampus? Mahasiswa hari ini mayoritas masa cair mbak dan mas ya, males ngeladenin politik kampus yang monoton formalitas, lu ngangkat tagar itu malah berindikasi menyelewengkan kepentingan korban dibalik politik kampus setau guee..” – @zidaneii_

“Yailah percuma juga ditutupin siapa pelakunya, di IG komahi udah di spill duluan nama pelakunya, kita juga dah kadung pada tau. Di unsoedfess juga malah dah di spill komuknya yang mana, telat min” – @abel.tambunan

Komentar ini dari Instagram press release https://www.instagram.com/p/CXQUUfvhzny/?utm_source=ig_web_copy_link

Pada saat kasus in viral kondisi Unsoed sedang berlangung Pemilihan Raya/Pemira. Calon Presiden dan Wakil Presiden, Alfan Maulana Akbar & Nisa Fauztina merupakan pemenang Pemilihan Raya BEM Univeristas. Pemenang pemira ini sendiri masih menjabat di BEM Univ periode 2021, Alfan Maulana Akbar Menteri Analisis Isu Strategis & Nisa Fauztina Menteri Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa.

Pada saat debat Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM Univ baik Alfan dan Nisa berjanji akan mengusut kasus kekerasan seksual. “Ketika kami terpilih menjadi presiden dan wakil presiden BEM Unsoed, kami tegaskan bahwa BEM Unsoed tidak memiliki tempat bagi pelaku kekerasan seksual dimanapun itu berada.” – Alfan Maulana Akbar. “Kami akan membentuk sekolah pemberdayaan perempuan. Kami akan memaksimalkan advokasi dan juga berkordinasi dengan ULPK dan kami juga akan memaksimalkan lagi kinerja dari ULPK yang dapat memberikan advokasi dan juga pendampingan korban.

”Permasalahan kasus pelecehan seksual yang terjadi sendiri justru ditangani oleh Kementerian Personalia dimana Menteri Kevin Farrel Damargalih sebagai penanggung jawab. Dimana kasus pelecahan seksual jika ditangani oleh BEM adalah tangung jawab Kementerian Advokasi dan Kesehjateraan Mahsiswa. KBMU sangat bisa mempertanyakaan jaminan BEM Unsoed mampu mengawal kasus kekerasan seksual seperti apa kedepannya ? Dari press release dan janji yang diberikan pada saat kampanye akan menjadi pertimbangan para korban saat akan meminta pertolongan kekerasan seksual.

Continue Reading

EDUKASI

Mahasiswa Kritisi Kepanitiaan Musma Unsoed Diduga Lakukan Kecurangan, Netizen Singgung DLM dan BEM Diduga Mengebiri Sesuka Hati

Avatar

Published

on

Mahasiswa Kritisi Kepanitiaan Musma Unsoed Diduga Lakukan Kecurangan, Netizen Singgung DLM dan BEM Diduga Mengebiri Sesuka Hati
Ilustrasi Kampus Unsoed

BuzzFeed – Dalam rangka regenerasi kepemimpinan baru, beberapa elemen mahasiswa menyayangkan agenda Musyawarah Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jendral Soedirman (BEM Unsoed) yang digelar secara daring pada tanggal 24 Desember 2021.

Kendati demikian, pelaksaanaan agenda Musyawarah Mahasiswa di Unsoed tersebut terdapat dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kepanitiaan.

“Memalukan kemarin siang menunggu sampai 3 jam zoom meeting tidak di acc. Kemarin malam bisa masuk zoom disaat pemaparan LPJ. Siang ini giliran sesi tanya jawab panitia tidak kooperatif, sudah menunggu 30 menit lebih. Maksudnya tujuan panitia apa ya ? Bisa tolong jelaskan ?” tanya mahasiswa.

Diketahui bahwa Presiden BEM Unsoed 2021 saat ini yakni bernama Fakhrul Firdausi dan Wakil Presidennya yakni Afdhal Yuriz Fadhillah.

Ada beberapa netizen yang merespon soal musyawarah mahasiswa menyebutkan acara tersebut tidak jelas. Pasalnya pelaksanaan acara tersebut memutuskan musyawarah mufakat, kemudian diganti dengan voting secara sepihak.

“gagjelas dah berenti ini ae lah”, kemudian direspon dengan kalimat “harusnya diberhentikan, isinya voting-voting tok. lucunya voting dianggap musyawarah mufakat. anak SD juga bisa kalo cuman voting milih ketua kelas” ungkap mahasiswa Unsoed.

“Jelas termaktub dalam anggaran dasar dan rumah tangga kedaulatan tertinggi KBMU ADA DALAM MUSYAWARAH MAHASISWA”

“Biar konkret, yang merasa KBMU bisa ikut serta musma untuk linknya nih, https://us02web.zoom.us/j/87144979697?pwd=YWRPOHBBcjRUSIpoVmJIekxOK29iQT09  Meeting ID: 871 4497 9697, passcode: 991131, dengan format: instansi_fakultas_nama” ungkap akun instagram bernama Setoprasta. “coba kita login bareng-bareng sabi gatuh dimasukin?” ujar netizen mahasiswa.

Namun demikian, aspirasi mahasiswa menyayangkan sikap dari BEM U/DLM yang diduga tidak memahami makna dari demokrasi secara praktik. Bahkan sikap dari pejabat mahasiswa tersebut diduga melakukan pengebirian.

“jujur kecewa sama BEM U/DLM di Unsoed. percuma aksi membela demokrasi, kalo di musma aja gini”

“terlalu banyak fafifu teriak teriak demokrasi, taunya mereka sendiri yg mengebiri sesuka hati”

“DLM kerjanya ngapain sih? aku bela belain chat ke beberapa DLM buat ACC zoom ko ya mendadak bisu… bayangin dari awal musma online sampe seranagn gapernah di ACC..”

Dilain itu, netizen menyarankan agar DLM dan BEM U di Unsoed dibubarkan saja, karena diduga tidak dapat mengakomodir aspirasi mahasiswa secara sepenuh hati.

“Bubarin aja DLM sama BEM U” pungkas mahasiswa.

Dalam keterangan informasi gambar diatas melalui postingan instagram DLM Unsoed, hingga saat ini belum menyertakan teguran secara formil atau hukum secara tertulis dari kemahasiswaan universitas. Sehingga dugaan kritikan dari mahasiswa soal penyelenggaraan Musma diduga hanyalah konspirasi fiktif belaka untuk membangun oligarki mahasiswa.

 

Press Release Pernyataan Sikap Soal Musyawarah Mahasiswa diduga Konspiratif

Source: https://www.instagram.com/p/CX2k7NpPmNV/

 

Bukti Aspirasi Mahasiswa Unsoed soal Musma

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close