Connect with us

ASIA PASIFIK

Siklon Tropis Seroja Porak-porandakan Sejumlah Kota di Australia

Siklon Tropis Seroja Porak-porandakan Sejumlah Kota di Australia


Topan kuat memorak-porandakan beberapa kota di pantai barat Australia, menghancurkan jendela, mematahkan pohon, dan memutus aliran listrik.

Siklon Tropis Seroja, begitu nama topan tersebut, melintasi pantai negara bagian Australia Barat, dengan kecepatan angin hingga 170 kilometer per jam tak lama setelah kegelapan tiba pada Minggu malam, kata sejumlah pejabat setempat, Senin (12/4).

Kota wisata Kalbarri, yang berpenduduk 1.400 orang dan terletak sekitar 580 kilometer dari ibu kota negara bagian itu, Perth, mengalami kerusakan terparah.

Ombak besar menghantam bebatuan di garis pantai di Bronte Beach di pinggiran timur Sydney, Australia, Senin, 12 April 2021. (AP Photo / Mark Baker)

Ombak besar menghantam bebatuan di garis pantai di Bronte Beach di pinggiran timur Sydney, Australia, Senin, 12 April 2021. (AP Photo / Mark Baker)

Sekitar 70 persen bangunan di kota itu terimbas, dan kerusakan di antara 30 persen bangunan yang terimbas itu tergolong signifikan, kata Komisaris Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat Darren Klemm. Kota-kota pesisir lainnya mengalami kerusakan yang lebih ringan.

Perusahaan listrik pemerintah, Western Power melaporkan sekitar 31.500 pelanggan terputus aliran listriknya. Belum ada laporan mengenai apakah ada korban yang mengalami cedera serius akibat hantaman topan itu. Topan kuat semacam itu jarang terjadi di kawasan subtropis Australia.

“Beberapa bangunan tua tidak bisa menahan hantaman topan itu. Beberapa bangunan modern juga tidak bisa menahannya, ” kata Steve Cable, manajer Dinas Layanan Penanggulangan Keadaan Darurat kepada Australian Broadcasting Corp. “Pohon-pohon besar dengan dahan-dahan yang cukup besar patah seperti wortel,” tambahnya.

One Mile Jetty terlihat hancur akibat hantaman topan tropis Seroja di Carnarvon, Australia 11 April 2021, 12 April 2021. (Foto: Bill Kent / via REUTERS)

One Mile Jetty terlihat hancur akibat hantaman topan tropis Seroja di Carnarvon, Australia 11 April 2021, 12 April 2021. (Foto: Bill Kent / via REUTERS)

Debbie Major, seorang warga Kalbarri, berada di sebuah ruangan di taman mobil trailer yang dikelolanya, saat topan datang. Ia memegangi pintu untuk mencegahnya terbuka saat dahan pohon yang patah menghancurkan jendela. “Saya tidak pernah mengalami apa pun dalam hidup saya seperti yang saya alami tadi malam, ” kata Mayor. ”Itu menakutkan.”

Siklon Seroja melemah dan diturunkan ke tingkat tropis terendah sebelum bertiup ke laut dekat Esperance, Senin.

Topan yang sama menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menewaskan sedikitnya 174 orang dan menyebabkan 48 orang hilang di Indonesia dan Timor Leste pekan lalu. [ab/uh]

Advertisement
Click to comment

ASIA PASIFIK

PM Nepal Kalah dalam Mosi Tidak Percaya di Parlemen

PM Nepal Kalah dalam Mosi Tidak Percaya di Parlemen



Perdana Menteri Nepal K.P. Sharma Oli, Senin (10/5), kalah dalam mosi tidak percaya di parlemen, mengakhiri upayanya menunjukkan bahwa dia memiliki cukup dukungan. Menurut ketua parlemen Agni Sapkota, dari 232 anggota parlemen yang hadir, Oli hanya mendapat 93 dukungan, sementara 124 menentangnya. Faksi saingan baru dalam partainya memilih untuk abstain.

Presiden Bidhya Devi Bhandari diperkirakan akan meminta Oli memimpin pemerintahan sementara, selagi partai-partai dalam parlemen membentuk pemerintahan baru.

Oli menginginkan mosi tidak percaya Senin untuk menunjukkan bahwa dia memiliki cukup dukungan untuk tetap berkuasa. Partai komunis moderat Oli memisahkan diri dari mantan pemberontak Maois pada Maret, karena tidak sepakat soal pembagian kekuasaan, sehingga partai komunis tidak lagi mayoritas.

Ketua kelompok utama Maois, yang dipanggil dengan nama samaran Prachanda, menuduh Oli menyisihkan pimpinan partai, mengabaikan pengambilan keputusan kolektif, dan meremehkan peran parlemen. Oli dikritik oleh lawan dan di media sosial karena meremehkan pandemi virus corona. Ia menyarankan warga meminum air panas yang dicampur daun jambu biji dan bubuk kunyit. Kekalahan Oli terjadi sementara negara itu kewalahan melawan lonjakan infeksi yang serius.

Hari Senin, Nepal melaporkan 9.127 infeksi baru dalam 24 jam. Jumlah kasus kini 403.794, dengan 3.859 kematian, menurut data pemerintah.[ka/lt]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Presiden Korsel Bertekad Pulihkan Dialog dengan Korut

Presiden Korsel Bertekad Pulihkan Dialog dengan Korut



Presiden Korea Selatan Moon Jae-in bertekad untuk melewatkan tahun terakhir masa jabatannya dengan berupaya untuk pada akhirnya mewujudkan perdamaian yang abadi di Semenanjung Korea.

Dalam pidato nasional yang ditayangkan televisi pada hari Senin (10/5) dari Seoul. Presiden Moon mengatakan tahun terakhir dari lima tahun masa jabatan tunggalnya mungkin merupakan “peluang terakhir untuk beralih dari perdamaian yang tidak utuh ke arah perdamaian yang tidak dapat diubah lagi.”

Moon menyatakan dukungan bagi pendekatan diplomatik Presiden AS Joe Biden yang “fleksibel, bertahap dan praktis” dalam mencapai denuklirisasi. Tim kebijakan luar negeri Biden telah menyelesaikan peninjauan ulang mengenai kebuntuan masalah Korea Utara, yang menurut para pejabat akan bergantung pada langkah-langkah tambahan ke arah membujuk rezim di sana untuk menghentikan program misil balistik dan nuklirnya.

Pemimpin Korea Selatan itu menyatakan tujuannya bagi pertemuan puncaknya dengan Biden pada 21 Mei di Washington adalah “untuk memulihkan dialog antara kedua Korea serta AS dan Korea Utara.”

Presiden Moon telah mendukung dialog lebih luas antara Seoul dan Pyongyang sejak ia menjabat pada tahun 2017. Upayanya menghasilkan tiga pertemuan puncak bersejarah antara Kim dan presiden AS ketika itu Donald Trump. Namun langkah itu berakhir setelah pertemuan puncak kedua Trump dan Kim di Vietnam pada 2019 gagal menyelesaikan masalah sanksi-sanksi yang dipimpin AS terhadap Korea Utara. [uh/ab]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

PM Jepang Katakan “Tidak Pernah Utamakan Olimpiade”

PM Jepang Katakan “Tidak Pernah Utamakan Olimpiade”



PM Jepang Yoshihide Suga Senin mengatakan ia tidak pernah “mengutamakan Olimpiade”, sementara hasil jajak pendapat hari itu menunjukkan hampir 60 persen rakyat Jepang menginginkan Olimpiade dibatalkan kurang dari tiga bulan sebelum jadwalnya dimulai.

“Saya tidak pernah mengutamakan Olimpiade. Prioritas saya adalah melindungi nyawa dan kesehatan rakyat Jepang,” katanya ketika ditanya dalam sebuah rapat komite di parlemen apakah Olimpiade akan dilanjutkan jika infeksi COVID-19 melonjak tajam.

Jepang telah memperpanjang keadaan darurat di Tokyo hingga akhir Mei dan berupaya keras membendung lonjakan kasus COVID-19. Ini semakin menimbulkan pertanyaan mengenai apakah Olimpiade harus dilanjutkan. Tingkat vaksinasi di Jepang termasuk yang terendah di kalangan negara-negara makmur.

Para pejabat Olimpiade Internasional, panitia di Tokyo dan Suga sendiri telah menegaskan bahwa Olimpiade akan dilanjutkan dengan cara yang “aman dan selamat.” Para penonton asing telah dilarang dan panitia mengeluarkan pedoman rinci bulan lalu yang dimaksudkan untuk mencegah infeksi virus corona.

Namun hasil jajak pendapat umum, yang dilakukan 7-9 Mei lalu oleh surat kabar Yomiuri Shimbun menunjukkan 59 persen responden menginginkan Olimpiade dibatalkan sementara 39 persen menyatakan pesta olahraga itu harus diselenggarakan. “Penangguhan” tidak pernah ditawarkan sebagai suatu pilihan.

Jajak pendapat lain yang dilakukan akhir pekan lalu oleh TBS News mendapati 65 persen menginginkan Olimpiade dibatalkan atau ditunda lagi, dengan 37 persen yang menginginkan acara itu dibatalkan sama sekali dan 28 persen menyerukan penundaan. Lebih dari 300 ribu orang telah menandatangani petisi untuk membatalkan Olimpiade dalam waktu lima hari sejak petisi diluncurkan.

Suga mengulangi bahwa Komite Olimpiade Internasional (IOC) memiliki keputusan akhir mengenai nasib Olimpiade dan bahwa peran pemerintah adalah mengambil langkah-langkah agar acara itu dapat terselenggara dengan aman. Beberapa kegiatan uji coba dengan atlet asing telah berlangsung dengan sukses, yang terakhir diadakan pada hari Minggu.

Pengaturan sedang dibuat untuk pemimpin IOC Thomas Bach, yang sebelumnya diharapkan luas akan mengunjungi Jepang pada pertengahan Mei, untuk berkunjung pada bulan Juni, dengan pencabutan situasi darurat sebagai prasyarat, kata berbagai media.

Ketua panitia Olimpiade Tokyo 2020 Seiko Hashimoto pekan lalu mengatakan akan “sulit” bagi Bach untuk berkunjung di tengah-tengah situasi darurat.

Olimpiade dijadwalkan untuk berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus. [uh/ab]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close