Connect with us

EKSBIS

Setiap Pemilik NIK Dikabarkan Wajib Bayar Pajak, Ini Kata Menteri Keuangan!

Avatar

Published

on

Setiap Pemilik NIK Dikabarkan Wajib Bayar Pajak, Ini Kata Menteri Keuangan!

BuzzFeed – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak serta merta menjadikan semua pemilik NIK harus membayar pajak.

“Banyak yang bilang kalau kamu punya NIK, berarti anak-anak umur 17 tahun yang sudah mulai punya KTP berarti kamu harus bayar pajak. Itu judul berita yang dibuat seolah-olah semua yang punya NIK harus bayar pajak. Itu salah, sangat salah. Jadi itu hoax,” ujarnya dalam Kick Off Sosialisasi UU HPP, Jumat (19/11/2021) melalui keterangan resminya.

Menkeu mengungkapkan integrasi NPWP menjadi NIK merupakan bentuk transformasi dan reformasi administrasi perpajakan, guna mempermudah Setiap wajib pajak dalam melaksanakan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan.

Penarikan pajak hanya dilakukan untuk wajib pajak penghasilan tertentu. Pemilik NIK yang wajib membayar pajak adalah yang berpenghasilan di atas Rp. 54 juta per tahun atau setara Rp. 4,5 juta per bulan.

Sedangkan, yang berpenghasilan di bawah Rp. 4,5 juta per bulan atau tidak memiliki penghasilan tidak dikenakan pajak. Dan untuk pengusaha dengan omzet dibawah Rp. 500 juta juga tidak dikenakan pajak.

“Betul NIK menjadi NPWP untuk konsistensi dan administrasi perpajakan yang lebih simpel, namun tidak berarti bahwa semua yang punya NIK harus bayar pajak. Kita masih memberikan pemihakan, keadilan,” pungkasnya.

 

Advertisement
1 Comment

EKSBIS

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

Tia Mutiara

Published

on

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

BuzzFeed – Merayakan pembukaan gerai ke-400 setelah lebih dari satu dekade menemani masyarakat Indonesia, CHATIME Indonesia menghadirkan konsep gerai terbaru CHATIME Kios yang mulai hadir di berbagai SPBU di Jabodetabek sejak 6 Oktober 2021. Konsep gerai terbaru ini terinspirasi konsep warung atau kios yang hadir dengan ukuran minimalis, di berbagai area publik dan lokasi strategis, dan berkonsep grab & go atau hanya melayani pesanan take away. Selain itu, sejalan dengan komitmen CHATIME untuk mengembangkan konsep bisnis yang berkelanjutan (sustainable), CHATIME Kios dibangun dengan teknik pembangunan prefabricated building yang lebih ramah lingkungan.

Dari konstruksinya yang menggunakan metode prefabricated building membuat CHATIME Kios berbeda dengan gerai CHATIME lainnya. Metode ini dikenal lebih hemat biaya dan efisien dalam penggunaan material hingga proses pembangunannya. Material yang digunakan pada prefabricated building bersifat reusable atau dapat dengan mudah dibongkar pasang dan difungsikan menjadi bangunan lain pada lokasi berbeda sehingga menghemat biaya pembangunan. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan metode konstruksi konvensional, karena seluruh komponen bangunan dirakit secara bersamaan terlebih dahulu di suatu tempat untuk menjaga keseragaman kualitas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan saat membangun. Kemudian setelah selesai, akan dipindahkan ke lokasi yang sebenarnya.

“CHATIME Kios adalah konsep terbaru dari gerai CHATIME yang didesain lebih modern dengan konsep rumah masa depan melalui metode prefabricated building. Perencanaan pembangunannya pun dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, sehingga kita bisa meminimalisir limbah bangunan yang mungkin bisa berdampak bagi lingkungan. Bisa dikatakan bahwa pembangunan CHATIME Kios leaving no trail dan mendukung sustainable environment. Untuk saat ini, CHATIME Kios bisa ditemukan di area SPBU Jabodetabek dan semoga ke depannya juga bisa hadir di area luar Jawa dan public space lainnya”, kata Devin Widya Krisnadi selaku Business Director CHATIME Indonesia.

Saat ini CHATIME Kios dapat ditemukan di beberapa area di Jabodetabek, seperti SPBU Kembang Kerep, SPBU Ciledug, ACE Silk Town, SPBU Kampung Rambutan, dan akan segera tersedia lokasi strategis dan area publik lainnya. Selain melayani pesanan take away, CHATIME Kios juga melayani pembelian secara online melalui aplikasi CHATIME Indonesia dan layanan pesan antar online pilihan, lengkap dengan berbagai varian menu CHATIME termasuk promo-promo yang sedang berlangsung.

Continue Reading

EKSBIS

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa

Rina Latuperissa

Published

on

Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa
Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.

BuzzFeed – Dalam upaya melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi, PT. Mitra Bumdes Nusantara (MBN) menggelar kegiatan Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES, dengan tema Pemulihan Ekonomi dengan Menggerakan Ekonomi dari Desa.  Kegiatan simposium diselenggarakan di Hotel Preanger Bandung, Jum’at, 26 November 2021.

MBN membawa semangat sinergi dan kolaborasi dalam bentuk bisnis yang riil, mendukung pembangunan ekosistem bisnis yang kuat di desa, serta upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi dimulai dari desa.

Semangat ini dituangkan dalam Nota Deklarasi Dukungan Bersama yang ditandatangani bersama berbagai pihak pembangun ekosistem bisnis yaitu Wiyoto, Direktur Utama PT. Mitra Bumdes Nusantara, Burmansyah, PT Pupuk Indonesia, Beny Riswandi, SEVP Bisnis BJB, Kurnia Fajar, Direktur Utama Agro Jabar, Herry Hermawan, Perumda Pasar Kota Bandung, Perwakilan Bumdes, serta Dicky Saromi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat. Penandatanganan Nota Deklarasi Dukungan Bersama ini langsung disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Simposium diawali dengan paparan materi yaitu : Peta dan Arah Pengembangan BUMDes di Jawa Barat, Peran Mitra Bumdes Nusantara dalam menggerakkan Perekonomian Desa, Model sinergi dan kolaborasi Program Makmur Agro Solusi, serta Peran BJB dalam menggairahkan kembali perekonomian desa pasca pandemi, kemudian dilanjutkan dengan Diskusi, Gagasan Aspirasi, dan Bussiness Matching BUMDES.  Simoposium dimoderatori oleh R. Nurtafiyyana Kabid PUEM DPM-Desa Jabar.

“Kegiatan ini memadukan antara Program Makmur Agrosol Kementerian BUMN dengan Project Leader yaitu PIHC, Program Petani Milenial Jawa Barat, dan Program Bumdes, sehingga diharapkan menjadi ekosistem bisnis yang lebih kuat dan lebih besar dan saling mendukung, semata-mata untuk menggerakan perekonomian dan memberikan kesejahteraan sebesar-besarnya bagi masyarakat desa”, kata Wiyoto. “Peran PT. MBN adalah menjadi  Offtaker, Agregator, dan Pembina Bumdes”.

Berdasar sumber dari websitenya https://mitrabumdes.co.id/ PT. MBN adalah perusahaan yang dibentuk pada tahun 2017 . Pemegang saham dari PT MBN terdiri dari 7 BUMN strategis, dengan Perum Bulog sebagai pemilik saham mayoritas, diikuti Danareksa, PTPN III, PT Pupuk Indonesia Holding Company (PT. PIHC) , PT. RNI , PT. PPI dan PT. Pertamina Ritel.

Simposium Kolaborasi Dan Sinergi Bumn 2

Simposium Kolaborasi dan Sinergi BUMN, BUMD, dan BUMDES. doc/Ist.

MBN memiliki visi yaitu menjadi penggerak perekonomian pedesaan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat desa yang berkeadilan, dengan mengemban 3 misi yaitu  Menjalankan peran sebagai agregator, Melakukan usaha secara profesional dan bersinergi dengan sumber daya lokal untuk menghasilkan produk berkualitas, serta Memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat desa.

Saat ini PT MBN mempunyai 29 entitas Anak Perusahaan diseluruh Indonesia dan 10 anak perusahaan diantaranya berada di Provinsi Jawa Barat.

 

Continue Reading

EKSBIS

Indonesia: Pertumbuhan hingga akhir 2021 lebih stabil dan kemungkinan meningkat

Avatar

Published

on

Indonesia: Pertumbuhan hingga akhir 2021 lebih stabil dan kemungkinan meningkat


BuzzFeed – Perekonomian Indonesia melambat pada triwulan ketiga menjadi 3,5% YoY (DBSf: 3,4%), mencerminkan peningkatan tajam kasus Covid, yang mengharuskan pembatasan ketat (PPKM) dan menghambat mobilitas serta konsumsi. Efek perbandingan dengan triwulan ketiga tahun lalu juga menjadi kurang menguntungkan. Ini juga dibandingkan dengan kenaikan kuat sebesar 7,1% pada triwulan kedua, sehingga momentum juga melemah dibanding triwulan sebelumnya.

Rincian di atas menunjukkan penurunan menyeluruh, termasuk penurunan dalam inventaris. Di kolom konsumsi, permintaan swasta naik 1% YoY, sejalan dengan kenaikan 0,7% dalam konsumsi pemerintah, ini akibat pembatasan pergerakan relatif ketat. Meskipun target defisit melebar dan alokasi untuk rencana pemulihan meningkat, pencairan fiskal telah meningkat dengan kecepatan sedang sejak awal tahun.

Belanja modal dan investasi juga menurun menjadi 3,7% YoY dari 7,5% pada triwulan kedua karena kenaikan lebih lambat dalam bangunan dan struktur, mesin & peralatan, dan kendaraan. Kinerja perdagangan sangat mendukung dengan ekspor meningkat menjadi 29,2% YoY berkat pengiriman kuat, yang didorong oleh komoditas, tercermin dari neraca non-migas lebih kuat. Dari sisi kontribusi, ekspor netto menyumbang pada pertumbuhan meskipun terjadi peningkatan ekspor dan impor seiring dengan peningkatan pengiriman (basis nominal).

Di sisi sektoral, aktivitas pertambangan dan penggalian terus melaju, tetapi aktivitas manufaktur sebagian terhambat oleh pembatasan layanan non-esensial dan kendala kapasitas di fasilitas produksi. Kinerja layanan, dengan perumahan serta kesehatan menunjukkan kinerja baik tetapi sektor tingkat kontak intensif merasakan tekanan dari keadaan pandemi yang menantang dan pembatasan mobilitas.

Perkiraan: Jumlah kasus Covid telah surut dan vaksinasi telah meningkat sehingga PPKM bisa dilonggarkan, terutama di daerah-daerah penting secara ekonomi. Indikator frekuensi tinggi sejak akhir triwulan ketiga dan keempat menunjukkan peningkatan, misalnya mobilitas, sentimen, Indeks Pembelian Manajer (PMI), penjualan sepeda motor, dan lain-lain, kendati di bawah tingkat sebelum pandemi. Upaya juga dilakukan untuk menghidupkan kembali pariwisata untuk wisatawan domestik dan internasional. Langkah-langkah pendukung telah dimulai, misalnya, menghapus persyaratan untuk tes PCR sebelum keberangkatan bagi wisatawan domestik yang divaksinasi penuh untuk mengunjungi Bali dalam upaya mempromosikan pariwisata.

Dengan asumsi pertumbuhan triwulan keempat kembali di atas angka 4%, kami mempertahankan perkiraan tahun penuh 2021 kami di 3,5% YoY dan memperkirakan peningkatan lebih lanjut tahun depan. Dengan kebijakan fiskal cenderung berfokus pada konsolidasi, menstimulasi reformasi pendapatan/pajak yang akan datang pada tahun depan, sektor swasta memegang peranan penting. Kondisi moneter kemungkinan akan terus membantu mempertahankan momentum tahun ini dan 2022, dengan asumsi situasi pandemi tetap terkendali dan lebih dari dua pertiga penduduk diinokulasi pada pertengahan tahun depan. Namun, kenaikan suku bunga Bank Sentral AS yang dimajukan ke 2022 mungkin mengharuskan BI untuk meninjau kembali jalur kebijakannya, terutama jika inflasi domestik juga bergerak lebih tinggi setelah periode ramah yang diperpanjang.

Seperti disorot dalam Macro Insights Weekly: Pandemi dan pendapatan di Asia, pandemi telah berdampak pada kinerja jangka menengah. Kami menetapkan Produk Domestik Bruto (PDB) riil per kapita (IDR) 2010 menjadi 100, dan melacaknya hingga akhir, dengan dua poin data terakhir diambil dari proyeksi IMF World Economic Outlook pada Oktober. Pendapatan mengalami kemunduran tajam tahun lalu di tengah Covid, yang sejak itu berhenti jatuh karena pembatasan pergerakan ekonomi dilonggarkan dan kegiatan ekonomi dilanjutkan, dibantu oleh peluncuran vaksin yang dipercepat dan dukungan kebijakan memadai. Namun, luka jangka menengah akan menghasilkan tren pertumbuhan berkepanjangan.

Menilai indikator makro utama

 

Situasi Covid membaik

Indonesia telah menyaksikan peningkatan berarti dalam situasi pandemi, dengan beban kasus harian melambat menjadi di bawah 1.000, yaitu kembali ke posisi terendah pada pertengahan 2020, dari rekor tertinggi 50.000 pada Juli. Hal ini disertai dengan penurunan tingkat positif, yang mengakibatkan tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit lebih rendah, misalnya ~13% untuk unit perawatan intensif di Jakarta, jauh di bawah ambang batas World Health Organization (WHO).

Pihak berwenang tetap waspada terhadap kemungkinan pandemi merebak kembali dengan memanfaatkan pengalaman negara-negara di kawasan maupun global. Selain menekankan perlunya mengikuti protokol kesehatan, langkah-langkah pencegahan seperti, perpanjangan pembatasan PPKM tingkat lebih rendah dan lain-lain, terus berlanjut. Kabar baiknya, tingkat vaksinasi terus meningkat, dengan hampir 120 juta penduduk (45% dari penduduk) telah menerima dosis pertama mereka, sementara 75 juta telah menerima keduanya.

Perkiraan kami menunjukkan bahwa jika tingkat vaksinasi harian terbaru berlanjut (rata-rata 15 hari), sekitar 62% dari penduduk akan menerima setidaknya satu dosis pada Desember. Hal ini ditambah dengan kekebalan alami dan antibodi cukup karena terpapar virus pada masa lalu, menekan jumlah infeksi dan tingkat kematian ke tingkat moderat.

Kekuatan perdagangan pertanda baik untuk dinamika neraca saat ini

Angka neraca perdagangan mendapatkan dukungan berarti dari kenaikan tajam komoditas, yang menyumbang ~40% dari ekspor. Selain minyak sawit, karet dan produk pertambangan, krisis pasokan global dalam pasokan batu bara juga telah meningkatkan pengiriman Indonesia berdasarkan atas nilai dan volume. Surplus komoditas, yang kuat, telah membantu mengimbangi sebagian dampak negatif dari harga minyak tinggi (Indonesia adalah produsen minyak bersih). Penggandaan surplus perdagangan triwulan ketiga menjadi USD13 miliar vs USD6,3 miliar pada triwulan kedua, dan ekspektasi kekuatan ini meluas ke triwulan keempat, membuat kami meninjau kembali perkiraan neraca berjalan kami. Dengan defisit sektor jasa juga diperkirakan akan menyempit, kami sekarang memperkirakan transaksi berjalan 2021 akan sebesar 0,1% dari surplus perdagangan PDB (vs -0,4% pada 2020), yang mendukung stabilitas makro eksternal dan kinerja mata uang.

 

Memantau pergerakan inflasi

Kami mencatat dalam India/Indonesia: Guncangan minyak dan inflasi bahwa kebijakan pemerintah Indonesia, berupa pengaturan kenaikan harga BBM, tarif listrik pelanggan tetap (untuk rumah tangga lebih kecil), dan perjanjian pengadaan tetap telah membatasi dampak pergerakan harga komoditas global terhadap pergerakan harga domestik sehingga secara keseluruhan tingkat inflasi domestik hanya berada pada rata-rata 1,5% YoY tahun ini. Arah tahun depan adalah reformasi subsidi (jika ada), penerapan reformasi pajak, termasuk peningkatan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN), penyempitan kesenjangan hasil perekonomian, dan kemungkinan peningkatan cukai, dan lain-lain. Mempertimbangkan risiko sisi atas ini, kami merevisi perkiraan kami menjadi 3% dari 2,5%. Angka ini masih berada dalam target BI, yakni 2%-4%.

Radhika Rao (Senior Economist)

radhikarao@dbs.com

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

VIDEO FEED

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2021 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close