Connect with us

HEADLINE

Sejarah THR, Berawal dari Strategi Politik Hingga Protes Buruh

Avatar

Published

on

Sejarah THR, Berawal dari Strategi Politik Hingga Protes Buruh

[ad_1]

Pengumuman Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal tunjangan hari raya atau THR dan gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2021 sebesar gaji pokok mendapat respons negatif.

Kekecewaan ini dituangkan dalam petisi online di change.org berjudul “THR & Gaji-13 ASN 2021 Lebih Kecil dari UMR Jakarta: Kembalikan Full Seperti Tahun 2019”.

Peraturan THR PNS 2021 ini berupa gaji pokok dan tunjangan melekat. Adapun tunjangan melekat yang dimaksud adalah tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau umun.

Petisi itu menolak THR dan Gaji ke-13 aparatur sipil negara (ASN) yang dianggap lebih kecil dari UMR Jakarta, sebab THR yang diberikan hanya mengandung gaji pokok saja, tanpa adanya tunjangan kinerja.

Romansyah H menjadi orang yang menggagas petisi online tersebut dan ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Keuangan, serta Ketua dan Para Wakil Ketua DPR. Menurut pantauan GNFI, pada Senin (3/5) pukul 11.48 WIB petisi tersebut telah ditandatangani oleh 17.830 akun. Jumlah pengisian petisi pun terus bertambah.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani lalu membeberkan alasan besaran THR PNS 2021 tak memperhitungkan tukin. Sebab, APBN masih menjadi instrumen utama dalam pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Misalnya saja untuk Kartu Prakerja. Sebelumnya, pemerintah hanya menganggarkan dana untuk Kartu Prakerja Rp 10 triliun. Namun, anggaran ditambah menjadi Rp 20 triliun.

Keterikatan antara PNS dan THR memang sudah terjadi sejak awal kebijakan ini dibuat. Berawal dari strategi politik, hingga diperjuangkan oleh para buruh

THR sebagai strategi politik

THR pertama kali muncul di era Orde Lama, tepatnya pada masa kabinet Soekiman Wirjosandjojo yang dilantik pada April 1951. Ini merupakan salah satu program kerja kabinet guna meningkatkan kesejahteraan Pamong Pradja.

Pamong praja sendiri merupakan sebutan yang diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) di era awal kemerdekaan. Saat itu, Soekiman yang seorang nasionalis berhaluan Islam dari Partai Masyumi, meluncurkan program THR bagi para pamong praja.

Namun sebetulnya pemberian tunjangan merupakan strategi politik agar para PNS mendukung kabinet Soekiman. Saat itu THR lebaran yang diberikan adalah sebesar Rp125 hingga Rp200.

Pada tahun 1954, pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1954 tentang Pemberian Persekot Hari Raja kepada Pegawai Negeri. Pada awalnya THR PNS berbentuk persekot atau pinjaman di muka, di mana nantinya harus dikembalikan lewat pemotongan gaji.

Selain uang THR, kala itu juga diberikan paket berupa sembako, kebiasaan yang belakangan rupanya banyak ditiru dan jadi tradisi perusahaan di Indonesia. Namun saat itu hanya pegawai di kabinet yang dipimpin oleh Soekiman saja yang saat itu mendapat tunjangan bulanan maupun tahunan.

Hal ini rupanya ditentang keras oleh kaum buruh, terutama organisasi buruh yang terafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Menurut para buruh, THR yang hanya diberikan kepada pamong praja sebagai tindakan tidak adil, padahal mereka sama-sama berstatus pekerja.

Protes buruh agar THR untuk semua

Organisasi buruh terbesar di masa itu, Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI) berada di front terdepan dalam perjuangan buruh. Pada 1955 SOBSI mengeluarkan tuntutan yang mendesak pemerintah untuk mewajibkan para pengusaha agar membayar THR kepada kaum buruh.

Tuntutan tersebut akhirnya dipenuhi. Pemerintah mulai membuat kebijakan agar buruh dapat memperoleh THR. Tapi, skema THR untuk buruh berbentuk pinjaman yang nantinya harus mereka kembalikan lagi.

Dapat ditebak, kebijakan tersebut mendapatkan protes. Buruh protes dan tetap ingin THR yang diberikan kepada mereka sama dengan PNS.

Angin segar muncul ketika Ahem Erningpradja diangkat sebagai Menteri Perburuhan. Beliau menerbitkan Peraturan Menteri Perburuhan no.1/1961 yang menerangkan bahwa THR menjadi hak ekonomi bagi buruh swasta.

Pemerintah akhirnya mengeluarkan aturan bahwa pekerja dari segala kalangan, termasuk buruh yang telah bekerja minimal tiga bulan kerja bisa mendapat THR setara satu bulan gaji. Hanya saja, pemberiannya belum bersifat wajib.

Baru sekitar 1994, pemerintah melunak. Mereka akhirnya mewajibkan semua perusahaan untuk memberi THR kepada pekerja yang telah bekerja minimal tiga bulan kerja. Kebijakan itulah yang kemudian menjadi cikal-bakal kebijakan THR hingga saat ini.

Tahun 2016 pemerintah melalui Kementrian Ketenagakerjaan, merevisi peraturan mengenai THR. Perubahan ini tertuang dalam peraturan menteri ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016.

Dalam peraturan ini menyebutkan bahwa pekerja yang memiliki masa kerja minimal satu bulan sudah berhak mendapatkan Tunjangan Hari Raya. Selain itu kewajiban pengusaha untuk memberikan THR, tidak hanya diperuntukan bagi karyawan tetap, melainkan juga untuk karyawan kontrak

Secara ekonomi, THR bisa berdampak besar. THR bisa mendongrak konsumsi masyarakat. Nah, dalam dampak yang lebih besar, THR bisa mendorong laju pertumbuhan ekonomi.

Baca juga:



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Manfaat Kunyit Baik Untuk Kesehatan Tubuh

Ayu Rahmawati

Published

on

Manfaat Kunyit Baik Untuk Kesehatan Tubuh
Ilustrasi Kuyit

BuzzFeed – Akhir akhir ini nampaknya kita harus menjaga kesehatan untuk sistem kekebalan tubuh . Salah satunya dengan mengonsumsi kunyit. Kunyit yang kaya manfaat ternyata banyak unsur dan nutrisinya.

Melansir dari alodokter.com Kandungan Nutrisi Kunyit menganut beberapa nutrisi berikut: 10 gram protein 168 miligram kalsium 208 miligram magnesium 299 miligram fosfor 2 gram kalium 1 miligram vitamin C 55 miligram zat besi Selain beberapa nutrisi di atas, kunyit juga mengandung senyawa yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Beragam Manfaat Kunyit bagi Kesehatan kesehatan, seperti:

  1. Mengurangi nyeri pada penderita osteoarthritis Osteoarthritis adalah penyakit yang menyebabkan sendi menjadi nyeri, kaku, dan kehilangan kelenturannya. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ekstrak kunyit dapat mengurangi rasa nyeri, karena kunyit memiliki efek yang sebanding dengan ibuprofen dalam mengatasi osteoarthritis. Namun, bila Anda ingin menggunakan ekstrak kunyit untuk mengobati penyakit ini, konsultasikan lebih dulu ke dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.

  2. Mencegah penyakit jantung Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Kunyit diketahui dapat mencegah penyakit jantung karena mengandung kurkumin yang mampu meningkatkan fungsi endotelium atau lapisan pembuluh darah. Selain itu, kunyit juga memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berperan penting dalam mencegah penyakit jantung. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas kunyit dalam menurunkan risiko penyakit jantung.

  3. Meredakan rasa gatal pada kulit Studi menunjukkan bahwa kunyit dapat meredakan gatal pada kulit yang disebabkan oleh penyakit ginjal kronis. Anda bisa mengonsumsi kunyit 3 kali sehari selama 8 minggu, dengan mengombinasikan produk yang mengandung kurkumin dan ekstrak lada hitam guna meredakan rasa gatal ini.

  4. Meringankan gangguan menstruasi Studi menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung kurkumin dapat meringankan gejala sindrom pramenstruasi (PMS). Tak hanya itu, kunyit juga diketahui dapat meredakan kram yang umum dialami wanita selama menstruasi. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitasnya.

  5. Mengatasi gangguan saluran pencernaan Kurkumin yang terkandung di dalam kunyit terbukti efektif dalam mengatasi berbagai gangguan saluran pencernaan, seperti irritable bowel syndrome (IBS), dispepsia, tukak lambung, dan pankreatitis.

  6. Mencegah kanker Kurkumin memiliki sifat antiinflamasi yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan, perkembangan, dan penyebaran sel kanker. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas kunyit dalam mencegah penyakit kanker.

Continue Reading

HEADLINE

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

Tia Mutiara

Published

on

CHATIME Kios, Gerai Minimalis dan Praktis yang Ramah Lingkungan

BuzzFeed – Merayakan pembukaan gerai ke-400 setelah lebih dari satu dekade menemani masyarakat Indonesia, CHATIME Indonesia menghadirkan konsep gerai terbaru CHATIME Kios yang mulai hadir di berbagai SPBU di Jabodetabek sejak 6 Oktober 2021. Konsep gerai terbaru ini terinspirasi konsep warung atau kios yang hadir dengan ukuran minimalis, di berbagai area publik dan lokasi strategis, dan berkonsep grab & go atau hanya melayani pesanan take away. Selain itu, sejalan dengan komitmen CHATIME untuk mengembangkan konsep bisnis yang berkelanjutan (sustainable), CHATIME Kios dibangun dengan teknik pembangunan prefabricated building yang lebih ramah lingkungan.

Dari konstruksinya yang menggunakan metode prefabricated building membuat CHATIME Kios berbeda dengan gerai CHATIME lainnya. Metode ini dikenal lebih hemat biaya dan efisien dalam penggunaan material hingga proses pembangunannya. Material yang digunakan pada prefabricated building bersifat reusable atau dapat dengan mudah dibongkar pasang dan difungsikan menjadi bangunan lain pada lokasi berbeda sehingga menghemat biaya pembangunan. Prosesnya pun membutuhkan waktu yang lebih cepat dibandingkan metode konstruksi konvensional, karena seluruh komponen bangunan dirakit secara bersamaan terlebih dahulu di suatu tempat untuk menjaga keseragaman kualitas dan meminimalisasi kerusakan lingkungan saat membangun. Kemudian setelah selesai, akan dipindahkan ke lokasi yang sebenarnya.

“CHATIME Kios adalah konsep terbaru dari gerai CHATIME yang didesain lebih modern dengan konsep rumah masa depan melalui metode prefabricated building. Perencanaan pembangunannya pun dipikirkan matang-matang terlebih dahulu, sehingga kita bisa meminimalisir limbah bangunan yang mungkin bisa berdampak bagi lingkungan. Bisa dikatakan bahwa pembangunan CHATIME Kios leaving no trail dan mendukung sustainable environment. Untuk saat ini, CHATIME Kios bisa ditemukan di area SPBU Jabodetabek dan semoga ke depannya juga bisa hadir di area luar Jawa dan public space lainnya”, kata Devin Widya Krisnadi selaku Business Director CHATIME Indonesia.

Saat ini CHATIME Kios dapat ditemukan di beberapa area di Jabodetabek, seperti SPBU Kembang Kerep, SPBU Ciledug, ACE Silk Town, SPBU Kampung Rambutan, dan akan segera tersedia lokasi strategis dan area publik lainnya. Selain melayani pesanan take away, CHATIME Kios juga melayani pembelian secara online melalui aplikasi CHATIME Indonesia dan layanan pesan antar online pilihan, lengkap dengan berbagai varian menu CHATIME termasuk promo-promo yang sedang berlangsung.

Continue Reading

HEADLINE

Beredar Di Sosial Media, Dikabarkan Polisi Adu Jotos Dengan Tentara

Avatar

Published

on

Beredar Di Sosial Media, Dikabarkan Polisi Adu Jotos Dengan Tentara

BuzzFeed – Perkelahian ini terjadi pada sore hari di depan Pos Lantas Mutiara Mardika Ambon. Diketahui, Kronologi awal mula peristiwa tersebut diduga ketika 2 anggota Polresta Ambon Bripka Novie Sario dan Bripka Zulkarnain sedang mengatur lalu lintas, dan mereka menghentikan salah satu pengendara motor untuk diperiksa surat – suratnya, ternyata pengendara tersebut tidak membawa STNK dan SIM.

Sesuai dengan aturan yang berlaku pengendara tersebut ditilang, namun ia menghubungi si pemilik sepeda motor, yang ternyata pemilik kendaraan tersebut adalah seorang anggota provos Kodam XVI Pattimura Pratu Billy Kakisina.

Maka terjadilah perseteruan antara 2 anggota Polisi dan seorang TNI yang diawali dengan adu mulut, keadaan semakin memanas dan terjadilah perkelahian antara 2 anggota Polisi dan seorang TNI.

Kejadian perkelahian ini terjadi di tepi jalan, sehingga membuat orang orang yang lalu lalang menyaksikan peristiwa tersebut, kemudian ada juga yang merekam dan mengunggahnya ke media sosial.

Setelah peristiwa perkelahian antar Aparat tersebut, pihak Divisi Provesi dan Pengamanan (Propam) Polri dan Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad) mengusut dan melakukan pertemuan untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Setelah ditelusuri secara mendalam dari kedua belah pihak, peristiwa ini terjadi karena kesalah pahaman, 2 anggota Polisi dan seorang TNI pun telah berdamai.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

VIDEO FEED

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2021 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close