Connect with us

ASIA PASIFIK

Sedikitnya 32 Tewas Akibat Tanah Longsor di India

Sedikitnya 32 Tewas Akibat Tanah Longsor di India

Tanah longsor yang dipicu hujan lebat melanda bagian barat India dan menewaskan sedikitnya 32 orang, kata sejumlah pejabat India, Jumat (23/7). Mereka juga mengatakan, Tim SAR sepanjang Kamis malam mengevakuasi lebih dari 1.000 orang lainnya yang terperangkap banjir.

Seorang pejabat di distrik Raigad di negara bagian Maharashtra barat, Nidhi Chaudhary, mengatakan mereka yang tewas adalah korban tiga insiden tanah longsor di distriknya. Menurutnya, banyak dari mereka yang berhasil diselamatkan sebelumnya berlindung di atap-atap rumah dan bahkan di atas bus-bus di jalan raya.

Seorang pejabat pemerintah lainnya di negara bagian tersebut, Sagar Pathak, mengatakan selain 32 orang tewas, lebih dari 30 orang dilaporkan hilang setelah insiden tanah longsor itu.

Chaudhary mengatakan hujan kini sedikit mereda, dan ketinggian air banjir menurun pada Jumat, sehingga memudahkan tim SAR untuk mencapai kawasan tersebut.

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India menyelamatkan orang-orang yang terdampar di banjir di Kolhapur, di negara bagian Maharashtra, India barat, Jumat, 23 Juli 2021. (AP)

 

Pasukan Tanggap Bencana Nasional India menyelamatkan orang-orang yang terdampar di banjir di Kolhapur, di negara bagian Maharashtra, India barat, Jumat, 23 Juli 2021. (AP)

Di daerah Shivaji Nagar di Mumbai timur, sebuah rumah runtuh, Jumat, setelah hujan lebat, kata kantor berita Press Trust of India. Insiden tersebut menewaskan dua orang dan melukai delapan lainnya,

Press Trust of India melaporkan, di distrik Ratnagiri, 200 orang diselamatkan dari daerah perbukitan pada Kamis malam setelah hujan lebat. Masih menurut kantor berita itu, di kota pesisir Chiplun, yang jumlah penduduknya sekitar 70.000 orang, lebih dari separuh wilayahnya terendam banjir.

B.N Patil, seorang pejabat di distrik Ratnagiri, mengatakan, ia telah meminta bantuan militer, penjaga pantai dan Pasukan Tanggap Bencana Nasional untuk operasi penyelamatan.

Sebuah pernyataan dari Angkatan Laut India mengatakan, mereka telah mengerahkan sejumlah helikopter untuk mengevakuasi orang-orang yang terjebak banjir dan mengirim tim penyelamat dengan perahu-perahu ke wilayah tersebut.

Puing-puing rumah di desa Taliye setelah tanah longsor di Mahad, distrik Raigad, Maharashtra, 23 Juli 2021. (NDRF / AFP)

 

Puing-puing rumah di desa Taliye setelah tanah longsor di Mahad, distrik Raigad, Maharashtra, 23 Juli 2021. (NDRF / AFP)

Pihak berwenang di negara bagian Telangana, India selatan, Jumat (23/7), mengeluarkan peringatan kemungkinan turunnya hujan lebat yang bisa mengakibatkan banjir di Hyderabad, ibu kota negara bagian itu, dan daerah-daerah dataran rendah lainnya.

Para pakar meteorologi mengatakan, curah hujan setinggi 30 sentimeter yang turun sejauh ini pada bulan ini di Hyderabad, yang dikenal sebagai salah satu pusat teknologi informasi India, adalah yang terbesar selama bulan Juli dalam 10 tahun. Pintu air salah satu waduk utamanya, Osman Sagar, dibuka untuk pertama kali dalam satu dekade untuk membuang kelebihan air.

Akhir pekan lalu, lebih dari 30 orang tewas akibat rangkaian insiden tanah longsor yang dipicu hujan lebat di dalam dan sekitar Mumbai, ibu kota keuangan dan hiburan India.
Bencana yang disebabkan oleh tanah longsor dan banjir biasa terjadi di India selama musim hujan, Juni-September. Hujan lebat melemahkan fondasi bangunan yang seringkali dibangun dengan konstruksi yang buruk. [ab/ka]

 

Advertisement
Click to comment

ASIA PASIFIK

Korsel Perpanjang Aturan Jarak Sosial yang Ketat

Korsel Perpanjang Aturan Jarak Sosial yang Ketat

Korea Selatan akan memperpanjang aturan jarak sosial yang ketat yang diberlakukan di Seoul dan wilayah sekitarnya selama dua pekan lagi. Keputusan itu diumumkan Lee Ki-il, seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan, Jumat (23/7).

Lee mengatakan, mengingat situasi yang berisiko karena masih banyaknya infeksi yang terjadi di wilayah metropolitan Seoul, pemerintah memutuskan untuk tidak melonggarkan aturan jarak sosial yang berlaku saat ini. Kebijakan itu, katanya, dipertahankan untuk secara efektif mengurangi dan menstabilkan penyebaran virus di wilayah itu.

“Kami akan memperpanjang aturan jarak sosial tingkat 4 selama dua pekan, mulai dari 26 Juli hingga 8 Agustus. Tujuan perpanjangan itu adalah membalikkan tren peningkatan penyebaran virus di wilayah metropolitan Seoul, dan untuk secara stabil mengurangi jumlah infeksi baru sehingga memenuhi standar aturan jarak sosial tingkat 3,” kata Lee.

Kebijakan jarak sosial yang ketat diberlakukan pemerintah karena Korea Selatan saat ini sedang memerangi wabah virus corona terburuk sejak awal pandemi.

Jumlah kasus baru harian Korea Selatan di atas 1.000 selama dua pekan terakhir karena program vaksinasi yang lambat, kewaspadaan publik yang lemah, dan penyebaran varian delta virus itu yang lebih menular.

Mayoritas kasus baru berada di wilayah metropolitan Seoul yang padat penduduk, tetapi para pejabat baru-baru ini memperingatkan bahwa virus itu saat ini sedang menyebar ke luar wilayah ibu kota. [ab/ka]

 

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien COVID-19

Junta Myanmar Tangkap Para Dokter yang Rawat Pasien COVID-19

[ad_1]

Karena marah dengan dukungan para dokter untuk protes anti-junta, militer, Myanmar telah menangkap beberapa dokter yang merawat pasien COVID-19 secara mandiri.

Hal itu diungkapkan oleh rekan-rekan sesama dokter dan media, sementara sistem kesehatan berjuang untuk mengatasi gelombang rekor infeksi.

Sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada Februari, gejolak dan protes berikutnya telah mengacaukan penangangan pandemi COVID-19. Para aktivis mengatakan sejumlah dokter telah ditangkap karena peran penting mereka dalam gerakan pembangkangan sipil.

Myanmar mencatat lebih dari 6.000 kasus baru infeksi COVID-19 pada Kamis (22/7) setelah melaporkan 286 kematian sehari sebelumnya. Kedua angka itu merupakan rekor tertinggi. Para petugas medis dan layanan pemakaman mengatakan jumlah kematian sebenarnya jauh lebih tinggi. Krematorium bahkan tidak mampu mengimbangi kebutuhan.

Untuk membantu orang-orang yang menolak pergi ke rumah sakit pemerintah karena menentang militer, atau karena rumah sakit tidak memadai untuk merawat mereka, beberapa dokter yang berpartisipasi dalam kampanye anti-junta telah menawarkan konsultasi medis gratis melalui telepon dan mengunjungi orang sakit di rumah dalam beberapa kasus.

Namun, menurut laporan para dokter dan media dalam beberapa minggu terakhir, sembilan dokter relawan yang memberikan pengobatan jarak jauh dan layanan lainnya telah ditahan oleh militer di dua kota terbesar Myanmar, Yangon dan Mandalay. [lt/ft]

[ad_2]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

9 Orang Didakwa Karena Menjadi Agen Ilegal China

9 Orang Didakwa Karena Menjadi Agen Ilegal China

[ad_1]

Sembilan orang telah didakwa atas tuduhan beroperasi di Amerika Serikat sebagai agen ilegal China.

Menurut siaran pers Departemen Kehakiman, kelompok tersebut diduga “melakukan pengawasan dan terlibat dalam kampanye untuk mengintimidasi, menguntit, dan memaksa penduduk tertentu Amerika untuk kembali ke RRC sebagai bagian dari upaya repatriasi global, terpadu, dan ekstralegal yang dikenal sebagai “Operasi Fox Hunt.”

“Agen yang terus bergerak dan yang tidak terdaftar dari kekuatan asing tidak diizinkan untuk melakukan pengawasan rahasia terhadap penduduk Amerika di tanah Amerika, dan tindakan ilegal mereka akan ditindak dengan kekuatan penuh hukum Amerika,” kata Jacquelyn M. Kasulis, pelaksana tugas jaksa federal Amerika untuk Distrik Timur New York, dalam sebuah pernyataan.

Mereka yang didakwa adalah Tu Lan, 50; Zhai Yongqiang, 46; Hu Ji, 46; dan Li Minjun, 65; semuanya dari China; Zhu Feng, 34, warga negara China yang tinggal di Queens, New York; Michael McMahon, 53, dari Mahwah, New Jersey; Zheng Congying, 24, dari Brooklyn, New York; dan Zhu Yong, alias Jason Zhu, 64, dari Norwich, Connecticut. Nama terdakwa kesembilan masih dirahasiakan.

Menurut siaran pers, para tersangka itu dituduh telah bertindak “atas arahan dan di bawah kendali” para pejabat China untuk mencoba memaksa dua orang yang diidentifikasi hanya sebagai John Doe No. 1 dan istrinya, Jane Doe No. 1 untuk pulang ke China. [lt/em]

[ad_2]

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close