Connect with us

PENDIDIKAN

Sebuah Sekolah di Roma Dukung Siswa Transgender

Sebuah Sekolah di Roma Dukung Siswa Transgender


Sekolah seni Ripetta di Roma baru-baru ini bergabung dengan beberapa sekolah menengah di Italia yang memberikan siswa transgender hak untuk dikenal dengan nama selain yang diberikan saat mereka lahir. Inisiatif ini digelar untuk menciptakan lingkungan di mana para siswa transgender merasa aman, dan mencerminkan kesadaran yang berkembang di Italia tentang disforia gender di kalangan remaja dan anak-anak.

Matteo Coccimiglio tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya, mendengar kabar bahwa sekolahnya memberinya hak untuk dikenal dengan nama selain yang diberikan saat ia lahir. Siswa Sekolah Seni Ripetta berusia 18 tahun itu terlahir sebagai perempuan, tetapi mengidentifikasi dirinya sebagai laki-laki, dan sedang dalam proses mengubah status gendernya dari perempuan menjadi laki-laki.

Matteo Coccimiglio berfoto bersama teman-teman sekolahnya di depan sekolah seni Ripetta di Roma, Rabu, 24 Maret 2021.

Matteo Coccimiglio berfoto bersama teman-teman sekolahnya di depan sekolah seni Ripetta di Roma, Rabu, 24 Maret 2021.

“Saya sangat senang mendengar pengumuman ini. Saya sangat senang karena orang-orang seperti saya akan bisa memulai pendidikan di sekolah ini dengan rasa lebih terlindungi, baik dari perundungan (bullying) maupun sebutan-sebutan yang merendahkan. Mereka akan menghadapi lebih sedikit masalah daripada yang pernah saya alami,” jelas Matteo Coccimiglio.

Matteo mengatakan dia merasa terjebak dalam tubuhnya saat tumbuh dewasa. Ia mengatakan ia diintimidasi, menderita kecemasan dan depresi, dan kerap dihantui pikiran untuk bunuh diri.

Pada saat berusia 14 tahun, ia mengumpulkan keberanian untuk memberi tahu orang tuanya bahwa dia ingin mengubah jenis kelaminnya. Meskipun mereka mendukung, ini merupakan perjalanan panjang bagi keluarganya.

Matteo diapit oleh orang tuanya, Monica Fragala (kiri) dan Franco Coccimiglio, di dapur mereka di Roma, Sabtu, 20 Maret 2021.

Matteo diapit oleh orang tuanya, Monica Fragala (kiri) dan Franco Coccimiglio, di dapur mereka di Roma, Sabtu, 20 Maret 2021.

Ayahnya, Franco Coccimiglio, mengatakan ia awalnya kesulitan menerima keinginan Matteo untuk menjadi seorang pria, tetapi sekarang ia mendukung sepenuhnya keinginan putrinya tersebut.

“Saya sudah tahu itu, saya sudah menduganya. Tapi kemudian, menghadapi kenyataan ini seperti mendapat tamparan di wajah sendiri. Namun, saya menempatkan kebahagiaan anak saya di atas segalanya,” jelas Franco Coccimiglio.

Satu-satunya penyesalan Matteo Coccimiglio adalah ia tidak mengungkapkannya lebih awal sehingga masalahnya bisa diatasi lebih dini.

Matteo Coccimiglio berdiri di bus dalam perjalanan pulang dari sekolah di Roma, Rabu, 24 Maret 2021.

Matteo Coccimiglio berdiri di bus dalam perjalanan pulang dari sekolah di Roma, Rabu, 24 Maret 2021.

Meskipun survei menunjukkan opini publik semakin mendukung hak-hak LGBTQ, Italia masih merupakan masyarakat konservatif yang sangat dipengaruhi oleh pandangan Gereja Katolik tentang seksualitas.

Survei tahun 2016 yang mengukur dukungan publik untuk hak transgender di 23 negara oleh Williams Institute di Universitas California, Los Angeles, menempatkan Italia di peringkat ke-16, di bawah AS dan enam negara Eropa Barat lainnya.

Beberapa universitas Italia mengizinkan siswa transgender untuk memilih nama dan jenis kelamin mereka dalam dokumen internal, meskipun mereka belum mengubah jenis kelamin mereka secara hukum, tetapi baru-baru ini peraturan serupa telah diadopsi oleh sejumlah kecil sekolah menengah.

Matteo menggambar di kamarnya di Roma, Sabtu, 20 Maret 2021.

Matteo menggambar di kamarnya di Roma, Sabtu, 20 Maret 2021.

Sekolah Ripetta mengadopsi kebijakan baru itu pada Desember untuk memberi para siswa transgender yang sedang dalam masa transisi gender, lingkungan sekolah yang tenang dan kebebasan untuk menjadi diri mereka sendiri, kata Sonia Mugello, seorang guru di sekolah tersebut.

Psikoterapis Maddalena Mosconi, yang mengepalai unit untuk anak di bawah umur di pusat transisi gender di rumah sakit San Camillo di Roma, mencatat bahwa siswa transgender sering dirundung, dan lebih cenderung putus sekolah daripada siswa yang tidak memiliki masalah orientasi seksual. Ia mengatakan, penanganan medis siswa transgender, seperti terapi hormon dan terapi kejiwaan, sebaiknya dilakukan sedini mungkin untuk menghindari depresi dan masalah-masalah mental lain.

Mosconi mengatakan usia rata-rata orang yang datang ke pusat bantuannya kini menurun. Ia mengaitkan perkembangan tersebut dengan tumbuhnya kesadaran tentang masalah transgender di Italia.

Hasil coretan gambar potret diri Mateo, yang dibuatnya sambil mendengarkan pelajaran sekolah virtual di kamarnya di Roma, Kamis, 18 Maret 2021.

Hasil coretan gambar potret diri Mateo, yang dibuatnya sambil mendengarkan pelajaran sekolah virtual di kamarnya di Roma, Kamis, 18 Maret 2021.

Setelah lulus Juni mendatang, Matteo ingin berkarir sebagai animator kartun. Ia memulai terapi hormon enam bulan lalu dan juga menjalani terapi kejiwaan. Operasi penggantian kelamin tidak diperlukan untuk mengubah identitas resmi gender di Italia, tetapi Matteo mengatakan ia ingin menjalani operasi untuk membuat dadanya terlihat lebih maskulin.

“Ada yang mengira kami melakukan ini agar dikenali orang lain sebagai laki-laki atau perempuan. Tapi kami sama sekali tidak peduli tentang itu. Kami hanya melakukannya karena ketika kami melihat diri kami sendiri di cermin, kami akhirnya bisa berkata, ‘Akhirnya saya menjadi diri saya sendiri’,” komentarnya. [ab/ka]

Advertisement
Click to comment

PENDIDIKAN

Tragedi Perpeloncoan Soroti Kehidupan Organisasi Sosial di Kampus AS

Tragedi Perpeloncoan Soroti Kehidupan Organisasi Sosial di Kampus AS


Organisasi-organisasi sosial atau yang biasa disebut sebagai Komunitas Yunani di kampus-kampus di seluruh AS lagi-lagi mendapat sorotan setelah kematian mahasiswa baru-baru ini yang diduga karena perpeloncoan.

Mahasiswa baru Virginia Commonwealth University (VCU) Adam Oakes meninggal 27 Februari dan mahasiswa tahun kedua Bowling Green State University (BGSU) Stone Foltz meninggal 7 Maret setelah keduanya mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar pada acara persaudaraan.

Adam Oakes menghadiri sebuah acara di Delta Chi di Virginia, dan Stone Foltz menghadiri sebuah acara di Pi Kappa Alpha di Ohio. Dalam pernyataan simpati atas meninggalnya Oakes dan Foltz, organisasi nasional Delta Chi dan Pi Kappa Alpha mengumumkan bahwa aktivitas cabang yang terlibat dalam tuduhan perpeloncoan itu telah ditangguhkan.

“Terlepas dari apakah itu persaudaraan atau perkumpulan, sangat memalukan bahwa tindakan yang mengancam jiwa ini masih dilakukan seringkali, tanpa atau dengan pertanggung jawaban yang minim. Belum lagi tuduhan rasisme dan kekerasan seksual, hanya menguatkan komunitas persaudaraan Yunani adalah komunitas yang beracun bagi banyak orang,” kata Schanelle Saldanha, seorang mahasiswa tahun ketiga di American University di Washington, kepada VOA.

Menurut Inside Hazing, situs web anti-perpeloncoan meskipun 65% responden dalam survei anggota persaudaraan dan perkumpulan mahasiswa, mengatakan tujuan utama dari sebuah inisiasi adalah untuk menjalin persaudaraan,

· 57% mengatakan penting untuk mentolerir stres psikologis.

· 31% mengatakan penghinaan adalah elemen penting dalam sebuah inisiasi.

· 29% mengatakan konsumsi alkohol yang berlebihan sering kali merupakan bagian dari inisiasi.

· 29% mengatakan penting untuk mentolerir rasa sakit fisik.

· 29% mengatakan mereka prihatin dengan penggunaan alkohol yang berlebihan selama kegiatan janji.

· 25% mengatakan papan dayung biasanya digunakan selama inisiasi.

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Dakota Utara (NDSU) yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati gedung Teknik Selatan di kampus saat wabah COVID-19 berlanjut di Fargo, Dakota Utara, AS, 25 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Seorang mahasiswa Universitas Negeri Dakota Utara (NDSU) yang mengenakan masker pelindung berjalan melewati gedung Teknik Selatan di kampus saat wabah COVID-19 berlanjut di Fargo, Dakota Utara, AS, 25 Oktober 2020. (Foto: REUTERS/Bing Guan)

Tidak semua dari 123 persaudaraan dan perkumpulan mahasiswa dengan 12.000 cabangnya di kampus AS mengalami kekerasan atau kekacauan yang ekstrem. Banyak dari 750 ribu mahasiswa S1 anggotanya di lebih dari 800 kampus di AS dan Kanada mengatakan mereka menikmati menjadi bagian dari komunitas itu dan memperoleh keterampilan kepemimpinan.

Tinggal di rumah dengan anggota lain memberi dukungan, sosialisasi, dan bahkan kedekatan dengan kampus, kata para mahasiswa di Missouri State University kepada surat kabar yang dikelola mahasiswa The Standard pada 2018.

Namun, menurut situs web Addiction Center, meskipun sebagian besar setuju bahwa minum alkohol dan pesta adalah bagian besar dari kehidupan Yunani, mendorong anggota untuk berjanji agar berperilaku berbahaya bukan bagian dari organisasi-organisasi itu.

“Sementara situasi seputar kematian ini masih dalam penyelidikan, kita harus jelas bahwa perpeloncoan adalah pengkhianatan terhadap sumpah persaudaraan yang menjadi komitmen setiap anggota dan tidak punya tempat di kampus. Ketika minuman keras ditambahkan ke dalam campuran, itu adalah formula untuk tragedi, ”tulis Konferensi Antar Persaudaraan Amerika Utara (NIC) dalam sebuah pernyataan kepada VOA.

Penyesalan dan permintaan maaf selalu menyertai cedera dan kematian pada perpeloncoan sejak 1959, kata Hank Nuwer, seorang profesor emeritus di Franklin College dan penulis Hazing: Destroying Young Lives.

Namun setiap tahun, para mahasiswa yang berjanji untuk diterima di organisasi persaudaraan meninggal atau terluka parah. Mereka diracuni oleh alkohol berlebihan dan tersedak muntahannya sendiri, seperti Max Gruver, yang meninggal di rumah Phi Delta Theta di Louisiana State University di Baton Rouge pada 2017.

Mereka jatuh dan mengalami cedera otak luka, seperti Tim Piazza, yang meninggal pada 2017 di Beta Theta Pi di Penn State University. Mereka ditemukan tewas di dasar jurang, seperti mahasiswa baru Universitas Cornell Antonio Tsialas, yang kematiannya dinyatakan sebagai kecelakaan setelah ia meninggalkan rumah persaudaraan Phi Kappa Psi pada tahun 2019.

“Tujuannya agar hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi dan untuk membangun model nasional yang mendukung kesehatan dan keselamatan serta menciptakan iklim menghormati dan inklusif yang kondusif bagi keberhasilan akademis,” tulis Presiden VCU Michael Rao dalam rencana universitas tentang komunitas Yunani. Ia tidak menyebut Delta Chi secara spesifik dalam pernyataan itu.

Para siswa di perpustakaan James Branch Cabell yang telah direnovasi di kampus Virginia Commonwealth University di Richmond, Va., Kamis, 28 April 2016. (Foto: AP/Steve Helber)

Para siswa di perpustakaan James Branch Cabell yang telah direnovasi di kampus Virginia Commonwealth University di Richmond, Va., Kamis, 28 April 2016. (Foto: AP/Steve Helber)

Menurut pesan yang dikirim dari Presiden Bowling Green State University (BGSU) Rodney Rogers dan Pembantu Rektor Joe Whitehead Jr. BGSU telah menangguhkan Pi Kappa Alpha karena diduga melakukan perpeloncoan dan bekerja sama dengan penegak hukum dan melakukan penyelidikan kode etiknya sendiri. Selain itu, universitas juga menghentikan inisiasi anggota baru dan semua acara lainnya.

Sebelum pandemi, Koalisi Anti-Perpeloncoan – yang terdiri dari orang tua korban perpeloncoan – berbicara di universitas untuk mendidik mahasiswa tentang penindasan, minuman keras yang dipaksakan, dan perilaku yang berpotensi berbahaya lainnya.

“Mereka menceritakan kisah tentang apa yang sebenarnya terjadi pada putra mereka, dan perilaku perpeloncoan di kampus tempat putra mereka kuliah,” kata Dani Weatherford, CEO National Panhellenic Conference (NPC), yang, bersama NIC , adalah bagian dari koalisi. Dan mereka “mencoba mendidik para mahasiswa di kampus yang dikunjungi, tentang seperti apa perpeloncoan, bagaimana hal itu bisa lepas kendali, dan mendesak mereka untuk memastikan bahwa perilaku semacam ini tidak terjadi di organisasi dan di kampus mereka, “kata Weatherford.

Dalam acara Zoom pada 21 Maret, orang tua Rae Ann Gruver menggambarkan seberapa banyak putranya, Max, minum di acara persaudaraan dan menjelaskan ia meneguk 18-20 kali alkohol yang dibuat dari biji-bijian yang disebut Diesel.

Ia mengatakan rekan sepersaudaraan itu membuatkan Max minuman ketika ia menjawab pertanyaan yang salah, dan karena terlambat ke acara persaudaraan, ia dipaksa minum lebih banyak lagi.

“Mereka menyasar Max. Tindakan berbahaya yang mereka lakukan ini menyebabkan kematian anak saya” kata Rae Ann Gruver.

Rae Ann Gruver dan suaminya, Stephen Gruver, juga berupaya mengesahkan undang-undang perpeloncoan baru di Louisiana dan mendirikan Max Gruver Foundation.

Weatherford mengatakan NPC dan NIC juga mengambil tindakan di tingkat legislatif.

Sementara pertanggungjawaban kriminal dalam perpeloncoan berada di bawah yurisdiksi negara bagian, undang-undang federal mengaturnya pada END ALL Hazing Act dan Report and Educate About Campus Hazing (REACH) Act, kata Weatherford.

Spanduk "Selamat Datang" terlihat di gedung Universitas Michigan di Ann Arbor, Michigan, AS, 19 September 2018. (Foto: REUTERS/Rebecca Cook)

Spanduk “Selamat Datang” terlihat di gedung Universitas Michigan di Ann Arbor, Michigan, AS, 19 September 2018. (Foto: REUTERS/Rebecca Cook)

END ALL Hazing Act berfokus pada transparansi kampus dan akan mewajibkan universitas untuk memposting secara online keputusan apa pun – penilaian formal – tentang insiden perpeloncoan.

UU REACH bertujuan menetapkan definisi federal tentang perpeloncoan dan mengharuskan perpeloncoan menjadi kejahatan Undang-Undang Clery, yang berarti universitas harus memasukkan perpeloncoan dalam statistik kejahatan mereka.

Weatherford merekomendasikan agar korban perpeloncoan, setidaknya, melaporkan tindakan tersebut ke universitas, tetapi bagaimana hal-hal itu ditangani dan sumber daya apa yang ditawarkan akan berbeda menurut kebijakan kampus masing-masing.

Mengenai calon mahasiswa yang tertarik dengan komunitas persaudaraan Yunani namun khawatir tentang kemungkinan perpeloncoan, Weatherford menyarankan agar mereka waspada dan mengetahui bahwa NPC dan NIC – dan persaudaraan dan perkumpulan yang dinaunginya adalah organisasi anti-perpeloncoan.

“Kita ingin memastikan bahwa jika ada aktor jahat, aktor jahat tersebut dimintai pertanggungjawaban dan dikeluarkan dari organisasi kita” kata Weatherford. [my/lt]

Continue Reading

PENDIDIKAN

Kakek Rusia Wariskan Keahlian Lewat Pendidikan

Kakek Rusia Wariskan Keahlian Lewat Pendidikan


Sebuah program di Rusia yang memungkinkan para lansia mewariskan pengetahuan dan keahlian mereka dianggap berhasil dan kini diperluas. Program yang disebut “Grandfather Cannot Teach Wrong” atau “Kakek tidak Pernah Mengajar Hal yang Salah” memungkinkan anak-anak untuk mempelajari keahlian dan permainan yang tidak diajarkan di sekolah.

Di sekolah, anak-anak mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mempelajari cara membuat sebuah rumah burung. Namun tidak demikian halnya bagi sejumlah anak-anak yang sedang mengikuti program “Grandfather Cannot Teach Wrong”. Mereka terlihat menyimak petunjuk yang diberikan oleh Sergey Smirnov, seorang pensiunan, dalam membuat sebuah rumah burung.

Proyek "Grandfather Cannot Teach Wrong" memberkan kesempatan bagi para pensiunan untuk meneruskan pengetahuan mereka kepada generasi muda. (Foto: ilustrasi).

Proyek “Grandfather Cannot Teach Wrong” memberkan kesempatan bagi para pensiunan untuk meneruskan pengetahuan mereka kepada generasi muda. (Foto: ilustrasi).

Smirnov adalah anggota organisasi yang disebut “Grandfather Cannot Teach Wrong” atau kakek tidak pernah mengajarkan hal yang salah, yang berlokasi di Vicguga, kawasan Ivanovo, Rusia. Ide dibalik proyek ini adalah memberi kesempatan bagi para pensiunan untuk meneruskan pengetahuan mereka kepada generasi muda.

Program itu diikuti oleh sekitar 1.000 anak. Beberapa di antaranya berasal dari keluarga yang kurang beruntung secara sosial. Namun di dalam kelas-kelas tersebut, anak-anak dapat bermain, memiliki teman baru atau mempelajari sesuatu yang baru.

Smirnov tinggal jauh dari keluarganya sehingga jarang mendapat kunjungan tamu. Namun ia berharap ada sukarelawan seperti dirinya, yang juga membagikan pengetahuan dan keahliannya, bagi cucu-cucunya yang tinggal di tempat lain.

“Anak-anak saya tinggal di tempat yang jauh, begitu pula cucu-cucu saya. Saya akan mengajar anak-anak di sini. Mungkin ada orang lain yang akan mengajar cucu-cucu saya di sana,” harapnya.

Selain keahlian teknis, proyek “Grandfather Cannot Teach Wrong" juga memberikan kesempatan bagi para seniman untuk menularkan keahlian dan pengalamannya kepada generasi muda. (Foto: ilustrasi).

Selain keahlian teknis, proyek “Grandfather Cannot Teach Wrong” juga memberikan kesempatan bagi para seniman untuk menularkan keahlian dan pengalamannya kepada generasi muda. (Foto: ilustrasi).

Sergey Rodin mengajarkan seni, namun ia juga memiliki kehidupan yang kaya akan pengalaman.

Pada masa pemerintahan Soviet, ia berdinas sebagai tentara di Afghanistan dan mendapat penghargaan. Namun untuk anak-anak ini, ia memilih untuk mengajarkan hal-hal lain yang akan membantu perkembangan mereka.

Rodin mengatakan, “Mereka membuat vas untuk pensil, pulpen, dan bunga-bunga kering. Ini tugasnya, namun ini bukan sekadar membuat vas, tetapi juga melatih perkembangan motorik halus dan daya imajinasi.”

Salah seorang siswa, Anna Belousova mengatakan, ia tidak memiliki seorang kakek. Namun ia datang kesana karena kakek Smirnov selalu membantunya.

Sebelum diperbolehkan menjadi sukarelawan, mereka harus melamar melalui sebuah proses pemilihan yang ketat termasuk pemeriksaan catatan kriminal dan kesehatan.

Para pelamar untuk menjadi sukarelawan itu memiliki latar belakang yang beragam.

Stanislav Potapov, salah seorang sukarelawan, mengatakan, “Sepanjang hidup saya, saya bekerja sebagai perakit mesin di pabrik pembuatan mesin. Saya kemudian pensiun dan menerima sebuah proposal dari proyek “Grandfather Will Not Teach Wrong”. Saya memutuskan untuk mencobanya dan berhasil diterima. Jadi saya merasa senang datang ke tempat ini. Anak-anak menyambut saya dengan gembira, saya merasa senang karena mereka merasa senang.”

Berbagi pengalaman dengan anak-anak, seperti keahlian teknis membongkar dan merakit sepeda, akan memperkaya ilmu pengetahuan anak sekaligus mewariskan keahlian kepada generasi mendatang. (Foto: ilustrasi).

Berbagi pengalaman dengan anak-anak, seperti keahlian teknis membongkar dan merakit sepeda, akan memperkaya ilmu pengetahuan anak sekaligus mewariskan keahlian kepada generasi mendatang. (Foto: ilustrasi).

Alexander Sykov, seorang sukarelawan, bahkan sudah merencanakan apa yang akan dilakukannya pada musim panas nanti. “Ketika cuaca menjadi lebih hangat di luar, kami akan mempelajari tentang sepeda. Kemudian saya akan menceritakan tentang mobil-mobil dan kemudian kami akan membuatnya,” jelasnya.

Apa yang bisa dipelajari tentang sepeda oleh anak-anak itu? Lebih jauh Alexander mengungkapkan, “Bagaimana memberi pelumas pada sepeda, membongkar dan merakit sepeda. Saya memiliki pendidikan teknik, jadi saya sangat menguasainya. Saya akan membagikan pengalaman saya, apalagi saya memiliki pengalaman mengemudi selama 40 tahun.”

Proyek yang berawal sebagai percobaan oleh Pusat Rehabilitasi Sosial di kawasan itu, dianggap sukses. Itu artinya, organisasi tersebut berharap dapat merekrut lebih banyak lagi kakek sukarelawan hingga total menjadi 20 orang. [lj/ab]

Continue Reading

PENDIDIKAN

Kenya, Beralih Ke Bahan Bakar Energi Bersih

Kenya, Beralih Ke Bahan Bakar Energi Bersih


Di sekolah Alliance High School di Kiambu County, Kenya, pekerja memasak makan siang untuk sekitar 2.000 anak laki-laki. Tugas itu menjadi lebih mudah sekarang sejak sekolah beralih ke penggunaan LPG untuk memasak tiga bulan yang lalu.

Namun kebanyakan sekolah di Kenya tidak bisa menanggung beban peralihan ke jenis bahan bakar baru ini untuk memasak, padahal hal ini mampu mengurangi emisi karbon di atmosfir. Ketidakmampuan tersebut terkait isu pendanaan, terutama menemukan sumber dana yang bisa membayar biaya uang muka pemasangan sarana baru itu.

Pejabat di sekolah Alliance High mengatakan, pemasangan sistem untuk bahan bakar yang bersih di sekolah menuntut banyak dana tetapi bisa dilakukan.

Seorang pekerja terlihat dalam demonstrasi memasak di depot M-Gas dekat permukiman kumuh Mukuru di Nairobi, Kenya, 29 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Njeri Mwangi)

Seorang pekerja terlihat dalam demonstrasi memasak di depot M-Gas dekat permukiman kumuh Mukuru di Nairobi, Kenya, 29 Januari 2020. (Foto: REUTERS/Njeri Mwangi)

“Anda lihat saja kami menggunakan sarana seperti yang kami miliki sebelumnya. Kami tidak berubah, jadi isu penghematan energi, perubahan apapun kami masih masih sama,” ujar kepala sekolah Alliance High, William Mwangi.

Penguasa Kenya menanggapi absennya kesadaran akan penggunaan bahan bakar yang lebih bersih ini dengan mendirikan pusat-pusat di mana sekolah-sekolah bisa belajar tentang berbagai teknologi energi bersih yang tersedia.

“Jadi salah satu yang kami lakukan di pusat hijau ini adalah memeragakan teknologi energi terbarukan, solusi memasak secara bersih. Sekolah-sekolah datang ke pusat hijau ini untuk belajar solusi-solusi ini dan bagaimana memperbesar fasilitasnya,” ujar pakar ekonomi di Otoritas Lingkungan Nasional, Obadiah Mungai.

Organisasi-organisasi yang berusaha menggalakkan masak secara bersih ini mengatakan, keterbatasan akses Kenya ke teknologi memperlambat peralihan ke bahan bakar yang lebih bersih.

“Beberapa solusi ini bukan berasal dari Kenya, meskipun kami sangat ingin mendukung produk yang dibuat di dalam negeri. Beberapa teknologi ini yang sangat baik, atau sebagian sangat baik, harus diimpor dan kemungkinan dirakit di Kenya agar bisa digunakan,” ujar David Nugi, CEO Clean Cooking Association di Kenya.

Sejauh ini, 11 sekolah telah beralih dan menggunakan bahan bakar yang lebih bersih. Pemerintah Kenya berharap pada akhirnya, semua sekolah di negara itu bisa beralih ke bahan bakar yang lebih bersih. [ew/jm]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close