Connect with us

HEADLINE

Saat La Nina membawa bencana, kesengsaraan, permintaan untuk tindakan iklim tumbuh

Avatar

Published

on

Saat La Nina membawa bencana, kesengsaraan, permintaan untuk tindakan iklim tumbuh

[ad_1]

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung, secara serentak disaksikan di beberapa wilayah Indonesia pada puncak musim hujan tahun ini akibat perkembangan fenomena La Nina.

Fenomena yang berkembang sejak akhir tahun lalu dan memicu curah hujan yang lebih besar dari biasanya, kemungkinan akan berlanjut hingga Maret.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 372 bencana alam telah melanda Indonesia sejak Januari tahun ini dan mengakibatkan 216 orang tewas dan 12.056 lainnya luka-luka.

Bencana alam tersebut terdiri dari 227 banjir, 66 angin puting beliung, 60 tanah longsor, tujuh gempa bumi, tujuh pasang surut atau lecet, dan empat kebakaran hutan, menurut data BNPB, diperbarui per 9 Februari 2021.

Data tersebut juga menunjukkan 4.452 rumah mengalami kerusakan parah, 5.336 rumah rusak sedang, 37.569 rumah rusak ringan, dan 357.365 rumah terendam banjir sehingga 1.769.309 orang mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Bencana alam tersebut juga telah menghancurkan 1.290 fasilitas umum dan menyebabkan sedikitnya tujuh orang hilang.

Bencana besar yang terjadi pada Januari tahun ini antara lain longsor di Sumedang, Jawa Barat, pada 9 Januari; gempa berkekuatan 6,2 di Sulawesi Barat pada tanggal 15 Januari; dan banjir besar di Kalimantan Selatan, mulai 12 Januari.

Pada awal Januari, hujan lebat dan tanah yang tidak stabil memicu serangkaian tanah longsor di Sumedang, yang menewaskan 19 orang, 11 orang hilang, 18 luka-luka, dan lebih dari seribu penduduk setempat mengungsi. Tim penyelamat juga termasuk di antara yang meninggal.

Pada tanggal 15 Januari 2021, gempa bumi mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat, merenggut sedikitnya 105 nyawa dan menyebabkan ribuan orang mengungsi. Gempa tersebut juga menghancurkan beberapa rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum.

Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di antara Samudra Hindia dan Pasifik, rentan terhadap bencana alam karena terletak di Cincin Api Pasifik, yang ditandai dengan gunung berapi aktif dan gempa bumi yang sering terjadi.

Sejak Oktober 2020, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati telah mengeluarkan peringatan dini potensi kondisi terkait cuaca ekstrem akibat berbagai fenomena yang dikhawatirkan bertepatan dengan musim hujan.

Perubahan iklim dan pemanasan global telah memperburuk bahaya iklim dan memperbesar risiko bencana yang berhubungan dengan cuaca ekstrim, katanya.

Intensitas curah hujan meningkat dari tahun ke tahun, sedangkan siklus La Nina dan El Nino semakin pendek, menurut Karnawati.

El Nino, yang menyebabkan kekeringan berkepanjangan, dan La Nina, yang memicu musim hujan yang sangat basah, berkembang lebih sering, katanya. Pada tahun 1981, siklus El Nino atau La Nino berulang setiap 5-6 tahun, tetapi pada tahun 2020, siklus tersebut berulang setiap 2-3 tahun, tambahnya.

“Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan iklim dan pemanasan global,” kata Karnawati saat diskusi online tentang perubahan iklim pada 11 Februari 2021.

Berdasarkan pantauan BMKG, selama 2015-2017 rata-rata curah hujan tercatat antara 120 – 137 mm, namun pada Januari 2020 intensitas hujan sudah mencapai 337 mm.

Durasi hujan dalam sehari juga semakin lama akibat dampak perubahan iklim yang dipicu oleh aktivitas manusia, ujarnya.

Sedangkan pencemaran udara akibat emisi karbondioksida (CO2) dari peralatan rumah tangga pada tahun 2004 sekitar 272 bpm, namun pada tahun 2020 meningkat menjadi 400 bpm, ujarnya.

Berdasarkan survei BMKG pada 2015, pihaknya memperkirakan es di puncak Gunung Jayawijaya, Papua, akan habis pada 2020 akibat pemanasan global. Akibatnya, angin siklon bisa meningkat dan berpotensi menimbulkan tornado.

Untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak fenomena alam, BMKG mendidik para petani dan nelayan untuk beradaptasi dengan cuaca dan perubahan iklim untuk mencegah gagal panen atau penurunan hasil tangkapan ikan.

Badan tersebut juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem selama periode 10-16 Februari tahun ini, saat musim hujan akan memuncak di beberapa daerah.

“Sebagian besar daerah saat ini sedang memasuki puncak musim hujan, seperti Sumatera bagian selatan, sebagian Jawa termasuk Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian. di selatan Papua, ”kata Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam keterangan yang dikeluarkan pada 10 Februari 2021.

Berdasarkan analisis BMKG, dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan kemungkinan tumbuhnya awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia.

Hal ini disebabkan munculnya pusat tekanan rendah di sekitar Australia dan munculnya sirkulasi siklon di sekitar wilayah utara Indonesia yang mempengaruhi arah dan pola kecepatan angin, sehingga meningkatkan kemungkinan tumbuhnya awan hujan di sekitar Indonesia.

Pada awal Februari, banjir dilaporkan melanda beberapa wilayah Indonesia, seperti Kalimantan Barat, Jawa Barat, Aceh, Jawa Tengah, dan Papua.

Di Jawa Barat, setidaknya 13.021 KK dilaporkan mengalami bencana longsor dan banjir yang menggenangi 92 wilayah di 27 desa dan kelurahan di Kabupaten Bekasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bekasi pada 8 Februari 2021 melaporkan bahwa banjir besar menggenangi sedikitnya 12 kecamatan di kabupaten tersebut menyusul hujan lebat selama dua hari.

Banjir yang mencapai ketinggian antara 30-150 sentimeter itu menggenangi Cibitung, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cikarang Utara, Cabangbungin, Pebayuran, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Timur, Sukatani, Babelan, dan Muara Gembong, Plt Kepala Badan, Henri Lincoln , dinyatakan.

Selain banjir, angin puting beliung juga melanda Desa Tamansari, Kecamatan Setu, merusak 38 rumah dan merusak ringan 35 lainnya.

Di Jawa Tengah, banjir menggenangi 10 kecamatan di Semarang pada pekan pertama Februari, menyusul gencarnya curah hujan di kota itu.

“Data curah hujan menunjukkan bahwa itu termasuk kategori ‘ekstrim’. Berdasarkan analisis hidrologi, curah hujan berada pada interval pengulangan 50 tahun,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono.

Di Kalimantan Barat, hujan lebat dan tak henti-hentinya menimbulkan banjir yang menggenangi 51 desa di 13 kecamatan di Kabupaten Sambas pada 8 Februari 2021.

Yusran, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, pada 9 Februari 2021 mengaitkan banjir dengan curah hujan yang tinggi dan aliran air hujan dari daerah hulu.

Sejangkung, Sajingan Besar, dan Galing termasuk di antara kecamatan yang terkena banjir.

Sementara itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mendesak pemerintah untuk menggunakan krisis multidimensi akibat COVID-19 untuk melakukan perubahan, khususnya di bidang lingkungan, dan menjadikannya sebagai isu prioritas.

“Beberapa bulan ke depan adalah momentum krusial bagi bangsa Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Walhi Nur Hidayati saat peluncuran virtual Environmental Review 2021 belum lama ini.

Krisis multidimensi tidak hanya terkait dengan masalah kesehatan, sosial, dan ekonomi, tetapi juga masalah lingkungan, termasuk perubahan iklim, katanya.

Ia mencontohkan, bencana hidrometeorologi, seperti banjir akibat cuaca ekstrem, merupakan dampak nyata dari perubahan iklim yang disebabkan oleh peningkatan emisi gas rumah kaca akibat penggunaan bahan bakar fosil dan pengurangan tutupan hutan.

Karenanya, momen saat ini menjadi peluang penting untuk memperbaiki dan mentransformasikan sistem yang ada menjadi ramah lingkungan, ujarnya.

Beberapa negara sudah mulai mengambil langkah ke arah ini, misalnya Green New Deal yang diprakarsai oleh anggota parlemen di Amerika Serikat, tambahnya.

Koordinator meja politik Walhi, Khalisa Khalid, juga menyoroti pentingnya politik hijau dan mendorong pengesahan masalah lingkungan sebagai prioritas.

Politik hijau dapat menawarkan solusi untuk polarisasi masalah lingkungan, mendorong penerapan kebijakan yang lebih ramah lingkungan, dan mendukung kepentingan publik karena lingkungan memiliki dampak langsung dan tidak langsung pada kehidupan manusia, katanya.

“Kami berharap kesadaran politik di tingkat individu, yang mengacu pada kesadaran politik kolektif, mampu menjadikan isu lingkungan hidup menjadi agenda utama,” ujarnya.

Selama ini lingkungan belum dilihat sebagai isu prioritas, katanya. (INE)

Berita Terkait: Indonesia bersiap menghadapi bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh La Nina
Berita Terkait: BMKG memproyeksikan curah hujan di atas normal di 27,5% wilayah Indonesia

DIEDIT OLEH INE

[ad_2]

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah

Avatar

Published

on

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah
Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti

BuzzFeed – Partai Solidaritas Indonesia mengapresiasi langkah DPR RI yang akan menjadikan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sebagai inisiatif DPR.

“Ini kehendak sejarah, ketika korban-korban berjatuhan dan akhirnya Presiden Jokowi meminta percepatan prosesnya. PSI sudah berulang kali menyampaikan bahwa RUU TPKS akan memberi payung hukum yang memadai bagi korban kekerasan seksual,” kata Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, dalam ketarangan tertulis , Rabu 12 Januari 2022.

Bersamaan dengan apresiasi ini, PSI berharap kualitas UU yang dihasilkan juga mumpuni dan tidak ala kadarnya.

“Kita semua punya kewajiban untuk memastikan kualitas UU yang dihasilkan terjaga. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan misalnya menyampaikan saran-saran konstruktif atas pasal-pasal yang tercantum dalam RUU,” kata Dea.

Seperti diberitakan, DPR memastikan akan menjadikan RUU TPKS sebagai RUU inisiatif DPR pada Selasa 18 Januari 2022. Kepastian ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-12 DPR masa persidangan ke-3 tahun 2021-2022, Selasa kemarin.

“RUU TPKS mengisi kekosongan hukum materil dan formil dari produk perundang-undangan yang ada selama ini,” lanjut Dea.

Doktor Ilmu Hukum dari Unpad ini menegaskan, para korban butuh negara hadir saat ini juga. Sudah terlalu banyak korban kekerasan seksual. UU yang dihasilkan kelak diharapkan akan mencegah jatuhnya korban-korban baru.

Sejak awal 2019, PSI sudah menyerukan pentingnya pengesahan RUU TPKS yang saat itu masih bernama RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Terakhir, lewat pidato Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie di acara HUT ke-7 pada 22 Desember 2021, PSI menyoroti DPR yang tak kunjung mengesahkan RUU TPKS. Beberapa hari kemudian, Presiden Jokowi meminta percepatan proses RUU tersebut.

Continue Reading

HEADLINE

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun

Avatar

Published

on

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (tengah) dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA/Agatha Olivia.

BuzzFeed – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberkan laporan realisasi sementara belanja negara 2021 capai Rp. 2,78 Triliun atau 101,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2.750 triliun.

“Artinya negara membelanjakan Rp36,7 triliun lebih tinggi dari APBN, sehingga berhasil tumbuh 7,4 persen dari tahun lalu,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021) dilansir dari Antara News.

Selain itu, ia mengatakan bahwa tahun sebelumnya, realisasi belanja negara mencapai Rp2.595,5 triliun, namun angka tersebut tak mencapai target APBN 2020 yang sekitar Rp2.700 triliun.

Dilain itu, realisasi belanja negara pada tahun lalu berhasil tumbuh 12,4 persen dari realisasi tahun 2019, yakni Rp2.309,3 triliun, sehingga terlihat belanja negara yang terus tumbuh setiap tahunnya.

“Jadi kalau pendapatan negara tidak bisa mengejar, defisitnya bisa naik,” tegas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, realisasi sementara belanja negara tahun 2021 meliputi belanja pemerintah pusat Rp2.001,1 triliun atau terealisasi 102,4 persen dari target Rp1.954,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 785,7 triliun atau 98,8 persen dari target Rp795,5 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat berhasil tumbuh 9,2 persen lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp1.833 triliun, yang meliputi belanja kementerian/lembaga Rp1.189,1 triliun atau 115,2 persen dari target Rp1.032 triliun dan belanja non kementerian/lembaga Rp812 triliun atau 88 persen dari target Rp922,6 triliun.

“Dalam hal ini terlihat belanja pemerintah pusat yang menyebabkan APBN agar bisa countercyclical karena belanja COVID-19, yang memang selain untuk kebutuhan kesehatan, tetapi juga untuk bidang sosial dan belanja lainnya,” ucap dia.

Sementara itu, Bendahara Negara menuturkan realisasi TKDD relatif stabil dan tumbuh tiga persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang sebesar Rp762,5 triliun.

Continue Reading

HEADLINE

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

Tia Mutiara

Published

on

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

BuzzFeed – ATARU, penyedia berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group, resmi meluncurkan seri merchandise baru bertema fauna-fauna langka dari Indonesia. 

Tasya Widyakrisnadi selaku Managing Director ATARU Indonesia menuturkan, “Keberadaan fauna-fauna langka di Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dijaga kelestariannya. Alasan inilah yang mendorong ATARU meluncurkan merchandise eksklusif bertemakan fauna langka untuk memperkenalkan keberadaan fauna-fauna endemik Indonesia kepada khalayak luas, sehingga kesadaran akan dan kepedulian terhadap fauna Indonesia dapat kita bangun bersama-sama.” 

Dalam seri merchandise eksklusif kali ini, ATARU memperkenalkan tiga fauna langka yang dipilih berdasarkan keterikatan kepribadian ketiga fauna tersebut dengan value brand Ataru yaitu, ‘Happiness’

yang diwakili oleh Orang Utan, ‘Authenticity’ oleh Burung Mambruk dan ‘Positivity’ oleh Tarsius. Ketiga fauna tersebut menjadi karakter yang tampil di berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari, seperti topi, tas, tempat minum, boneka, hingga kaos kaki. 

Perburuan liar serta deforestasi menjadi faktor utama dari menurunnya populasi Orangutan, Burung Mambruk, dan Tarsius. Ketiga hewan endemik ini masuk dalam daftar rentan dan terancam kritis oleh Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN). Padahal, keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga ekosistem dan biodiversitas hutan. 

Produk ini bisa didapatkan di 21 toko Ataru yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga dapat ditemukan di toko Ace Hardware Indonesia tertentu. 

Tentang ATARU 

Hadir pada tahun 2018 sebagai pengembangan bisnis PT Ace Hardware Indonesia, Tbk, Ataru adalah penyedia berbagai kebutuhan sehari-hari. Ataru ingin membawa semangat positif ke dalam hidup setiap pelanggannya melalui produknya yang unik dan berkualitas. 

Dengan slogan ‘Everyone is a Hero’, Ataru mengajak setiap pelanggan untuk mewujudkan diri sebagai Hero dalam versinya sendiri, dengan produk lifestyle inovatif yang digunakan setiap hari.Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.instagram.com/ataruindonesia 

Tentang Kawan Lama Group 

Kawan Lama Group adalah identitas dari kelompok unit bisnis multisektor yang masing-masing bergerak dalam 6 pilar bisnis yaitu Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Commercial Technology, serta Manufacturing & Engineering, namun dipersatukan oleh nilai dan tujuan yang sama yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Hadir sejak tahun 1955, Kawan Lama Group yang memiliki slogan Bring Value for a Better Life menaungi 28 unit bisnis yang memiliki 20 cabang distribusi, 24 service center, dan lebih dari 1.000 toko ritel di Indonesia. 

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close