BuzzFeed – Sebagai upaya mendukung pembangunan karakter karyawan dalam efektivitas kegiatan kerohanian, khususnya terkait kewajiban menyalurkan zakat dan anjuran infak serta sedekah, PT Kimia Farma Tbk menggandeng 3 (tiga) lembaga zakat di antaranya NU CARE-LAZISNU sebagai mitra penghimpun zakat, infak dan sedekah dari karyawan Kimia Farma.

Ketua Pengurus Pusat (PP) NU CARE-LAZISNU, Muhammad Wahib, mengungkapkan bahwa kerja sama Kimia Farma dan NU CARE-LAZISNU adalah sebuah strategi yang sangat tepat dengan program penyaluran bantuan dan pemberdayaan yang dapat langsung menyentuh masyarakat hingga tingkat ranting (desa).

“Kerja sama dengan NU CARE-LAZISNU sebuah strategi yang sangat tepat, dan kami memiliki program yang langsung menyentuh kepada masyarakat dan umat, karena infrastuktur kami secara organisasi dari pusat hingga ke ranting (desa). Terima kasih kepada PT Kimia Farma Tbk yang telah memilih di antaranya NU CARE-LAZISNU sebagai mitra pelaksanaan program dan juga di antaranya untuk pelaksanaan (menghimpun) zakat para karyawan serta keluarga besar PT Kimia Farma,” ucap Wahib, pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT Kimia Farma dengan Lembaga Zakat, di Gedung PT Kimia Farma Tbk, Jl Veteran No 9, Jakarta Pusat, pada Senin (29/11/2021).

Wahib juga menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan sebuah momen dan kesempatan yang baik, karena NU Care-LAZISNU memiliki amanah dalam Muktamar ke-33 NU tahun 2015 di Jombang, untuk memaksimalkan program dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Ekonomi, dan Kemanusiaan atau Kebencanaan.

“Tentu juga ini merupakan kepercayaan salah satu BUMN kepada NU CARE-LAZISNU, karena kami pun memang telah melaksanakan audit. Bahkan beberapa program kami Auditnya Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP,” tuturnya.

Ekosistem perzakatan NU CARE-LAZISNU, lanjut Wahib, juga sudah menyentuh kepercayaan karena semua ashnaf sudah disasar dalam penyaluran bantuan.

“Dan juga mustahik atau penerima manfaat yang sangat banyak, sehingga kebesaran Nahdlatul Ulama tepat digandeng dengan PT Kimia Farma. Apalagi jargon PT Kimia Farma, bagian dari BUMN adalah ‘Mengabdi untuk Negeri’. Ini sangat tepat dan mudah-mudahan banyak program yang bisa disinergikan langsung dan diterima langsung oleh si penerima manfaat atau umat di tataran di paling bawah,” pungkas Wahib.

Sementara itu, Komisaris Independen PT Kimia Farma Tbk, Rahmat Hidayat Pulungan menjelaskan acara tersebut adalah serangkaian dari program besar yang telah dicanangkan oleh PT Kimia Farma untuk seluruh karyawan PT Kimia Farma.

Menurut Rahmat, kegiatan tersebut adalah bagian dari penguatan komitmen Kimia Farma selaku BUMN Farmasi untuk kemajuan bangsa, untuk meneguhkan semangat Pancasila. Dirinya pun berharap program tersebut akan dilanjutkan dengan program-program yang lebih baik lagi.

“Secara khusus kepada teman-teman PT Kimia Farma, pasti bertanya-tanya kenapa zakat, infak, sedekah harus melewati tiga institusi ini. Saya hanya ingin menyampaikan satu hal, kita selama ini pasti ketika ingin berinfak, bersedekah hati kita pasti ingin semua ini disalurkan dengan baik, dimanfaatkan untuk kepentingan orang banyak, dan semua yang telah mengeluarkan itu semua tidak bisa mengontrol atas dana yang telah terkumpul selama ini,” jelasnya.

Rahmat berpesan kepada semua karyawan PT Kimia Farma bahwa niat baik tersebut agar bisa terjaga dan menghasilkan sesuatu yang baik.

“Maka kami mengarahkan agar semua niat baik ini disalurkan melalui lembaga atau institusi yang jelas-jelas memiliki komitmen terhadap NKRI dan Pancasila. Kita tidak usah meragukan lagi yang namanya Muhammadiyah atau Nahdlatul Ulama terhadap perjalanan bangsa kita. Kalau anda tidak cocok menyalurkan ke Lazismu silahkan ke LAZISNU atau sebaliknya, atau jika tidak cocok kedua-duanya silahkan ke Baznas yang langsung di bawah Pemerintah. Jadi kami sengaja kasih tiga pilihan,” paparnya.