Connect with us

FEED

Program Desa Damai Diharapkan Ciptakan Masyarakat Rukun di Tengah Perbedaan

Program Desa Damai Diharapkan Ciptakan Masyarakat Rukun di Tengah Perbedaan



loading…

SUKOHARJOWahid Foundation mendukung deklarasi Desa Damai Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Deklarasi itu mengangkat tema Merawat Kebersamaan Demi Mewujudkan Perdamaian. Deklarasi yang dilaksanakan pada Senin (3/5/2021) dihadiri langsung oleh Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid.

Sejumlah tokoh lain juga turut hadir, di antaranya adalah Bupati Sukoharjo Hj Etik Suryani, Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT Zaim Al-Khalish Nasution, Pembina FKUB (Kebersamaan) Kabupaten Klaten Gus Jazuli, dan sejumlah tokoh dan berbagai elemen masyarakat setempat termasuk juga dihadiri seluruh anggota Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai Telukan dan sejumlah Pokja lain di Jawa Tengah yang telah lebih dulu mendeklarasikan diri menjadi Desa Damai seperti Pokja Nglinggi, Jetis dan Gemblegan Kabupaten Klaten, dan Kelurahan Tipes Surakarta. Baca juga: Wahid Foundation Harap Program Desa Damai Dikembangkan di Sumenep

Dalam kesempatan itu, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid mengatakan Program Desa Damai ini sudah dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir di beberapa desa atau kelurahan di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Program ini digagas Wahid Foundation berkolaborasi dengan UN Woman untuk menguatkan resiliensi masyarakat dari paham ekstremis yang bisa memprovokasi terjadinya konflik di tengah masyarakat.

“Program ini adalah program yang kami gagas bekerja sama dengan UN Woman untuk mencoba meningkatkan resiliensi atau ketahanan masyarakat,” katanya.

Yenny mengatakan harapan utama terlaksananya Program Desa Damai tersebut adalah untuk menciptakan masyarakat yang bisa hidup rukun dan damai di tengah perbedaan. “Harapannya adalah kami ingin menciptakan masyarakat yang bisa lebih hidup rukun dan lebih damai walaupun terdapat banyak perbedaan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani juga turut mengungkapkan harapannya atas deklarasi Desa Damai Telukan tersebut. Dirinya mengatakan deklarasi itu diharapkan bisa meningkatkan rasa saling menghormati dan pengertian antar umat beragama dan bisa menjadikan kehidupan masyarakat harmonis, guyub, dan rukun. “Insya Allah dengan saling menghormati antar umat beragama hidup bisa guyub rukun, adem ayem,” ucapnya.

Etik menerangkan kebebasan berpendapat dewasa ini seringkali dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk merongrong pemerintah sebagai unsur kedaulatan NKRI. Tindakan menghasut yang dapat membangkitkan kemarahan publik dilatarbelakangi oleh sikap intoleran dan faham radikal.

Intoleransi dan radikalisme dalam bentuk ujaran kebencian yang dilakukan secara masif bila tidak segera dihentikan pasti akan mengganggu stabilitas politik dan keamanan nasional. “Saya mengapresiasi Deklarasi Desa Damai Telukan ini. Saya berharap Desa Damai ini bisa mencegah berbagai hal yang mengarah pada tindakan intoleransi dan radikalisme serta menjaga masyarakat dari bahaya yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah, H Taj Yasin Maimoen yang hadir secara virtual menyampaikan apresiasi yang positif. Dia mengatakan satu wilayah bisa dikatakan sejahtera karena wilayah tersebut dinyatakan aman.

“Saya berharap di Desa Telukan sikap toleransi dan saling menghormati bisa dijaga dengan baik. Antar umat beragama juga bisa beribadah dengan baik,” imbuhnya. Baca juga: Wahid Foundation Kembali Dukung Deklarasi Kelurahan Damai

Sebaliknya kata dia, tidak boleh ada paksaan terhadap warga untuk mengikuti ritual agama tertentu. Sebab tugas pemerintah melindungi seluruh warga yang tentunya mengedepankan kebersamaan dan asas saling menghormati. Kepala Desa Telukan, Sriyanto mengemukakan desa yang dia pimpin merupakan desa yang terpengaruh urbanisasi.

Seiring banyaknya berdiri perusahaan, otomatis menyerap banyak tenaga kerja dari banyak daerah dan tidak sedikit dari mereka yang memilih menetap di Telukan. Dan tidak bisa dipungkiri, urbanisasi telah membawa dampak positif dan negatif yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat Telukan.

“Kita tidak tahu karakter tenaga kerja yang hadir dan merantau di sini. Kesenjangan ekonomi warga merupakan pemicu terjadinya gangguan ketenangan dan kerukunan,” kata Sriyanto.



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

GT Cikarang Barat Ditutup, Pekerja Pabrik Protes Turun ke Jalan : Okezone Megapolitan

GT Cikarang Barat Ditutup, Pekerja Pabrik Protes Turun ke Jalan : Okezone Megapolitan



JAKARTA – Sejumlah karyawan pabrik memprotes tidak bisa melintas di Gerbang Tol Cikarang Barat pada Kamis (6/5/2021). Hal itu menyusul diberlakukannya penyekatan larangan mudik.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan kejadian tersebut sudah teratasi.

“Kejadian tersebut, protes dari para angkutan karyawan yang mau keluar dari GT Cikarang Barat dari arah Cikampek,” ujar Sambodo Purnomo Yogo.

Baca Juga: Dituding Lakukan Penggelapan, Karyawan Pabrik Baja Disekap dan Dianiaya Bos

Ia menyebutkan, penyebab karena ada crossing dengan kendaraan yang terjaring dalam penyekatan larangan mudik lebaran 2021.

“Karena GT Cikarang Barat ditutup agar tidak crossing dengan kendaraan yang kita putar balik. Untuk saat ini kondisi sudah terkendali dan arus lalu lintas sudah lancar,” tandas Sambodo Purnomo Yogo.

Sebelumnya sempat beredar video berdurasi sekitar 29 detik. Dalam video itu tampak sejumlah pekerja pabrik berseragam berwarna biru muda menunggu antrean bus yang terhenti karena tidak bisa melintas. Mereka juga terlihat berteriak-teriak melontarkan protes karena aktivitasnya terganggu.

Baca Juga: Kapolda Metro: Penyekatan Masa Larangan Mudik Jauh Lebih Siap!

(Ari)



Source link

Continue Reading

FEED

Singgung Takjil Sianida, DPR Minta Pemerintah Jamin Takjil dan Paket Lebaran Aman

Singgung Takjil Sianida, DPR Minta Pemerintah Jamin Takjil dan Paket Lebaran Aman



loading…

JAKARTA – Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat , Muslim menyinggung soal insiden takjil bersianida yang terjadi di Bantul, Yogyakarta dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Sidang V DPR tahun sidang 2020-2021. Insiden ini menewaskan seorang anak pengemudi ojek online (Ojol) yang diminta pelaku untuk mengantarkan takjil tersebut.

Terkait insiden ini, Muslim meminta agar pemerintah menjamin keamanan dari takjil ataupun bantuan sosial (Bansos) yang diterima oleh masyarakat. “Terkait dengan pemberian kaitannya takjil atau bansos yang diberikan masyarakat, dalam hal ini kita tahu dalam pemberitaan terakhir ini ada kejadian takjil sianida, saya pikir pemerintah harus hadir jamin pemberian bansos ini harus aman,” kata Muslim saat interupsi dalam Ruang Rapat Paripurna DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/5/2021). Baca juga: Sakit Hati Ditinggal Nikah Polisi, Jadi Motif Wanita Cantik Ini Kirim Takjil Maut

Menurut legislator Dapil Aceh II itu, jangan sampai masyarakat mendapatkan kiriman takjil, paket Lebaran ataupun bansos yang membahayakan masyarakat. Jangan sampai juga ada pelanggaran dalam pemberian bansos tersebut. “Ini beberapa masukan sehingga pelaksanaan Idul Fitri damai dan masuarakat bisa menjalankan hari raya dengan baik,” tutup anggota Komisi IV DPR ini. Baca juga: Ahli Psikologi Forensik Sebut Kasus Sate Sianida Termasuk Pembunuhan Berencana

Diberitakan sebelumnya, Nani Apriliani (NA), pelaku pengiriman takjil bersianida itu menaburkan racun sianida dalam bumbu sate dengan target istri dari Tomi, pria idamannya. Namun, harapannya gagal karena sasaran menolak paket yang dikirimkan melalui pengemudi ojek online, Bandiman. Kemudian, paket takjil maut dibawa Bandiman dan dimakan anak keduanya Naba Faiz Prasetyo, bocah berusia 10 tahun yang menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Kota Yogyakarta pada Minggu 25 April 2021.

(cip)



Source link

Continue Reading

FEED

Narkoba Senilai Ratusan Juta Dimusnahkan di Polda Bali

Narkoba Senilai Ratusan Juta Dimusnahkan di Polda Bali




Pemusnahan narkotika yang terdiri dari ganja, shabu, ekstasi, serta obat-obatan psikotropika lainnya dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Bali, Kamis (06/05) - WIB


© Disediakan oleh Kumparan
Pemusnahan narkotika yang terdiri dari ganja, shabu, ekstasi, serta obat-obatan psikotropika lainnya dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Bali, Kamis (06/05) – WIB

DENPASAR – Berbagai jenis narkotika yang terdiri dari ganja, shabu, ekstasi, serta obat-obatan psikotropika lainnya dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Bali, Kamis (06/05). Barang-barang itu, merupakan hasil pengungkapan kasus selama dua bulan, yakni pada April dan Mei 2021.

“Dalam kurun waktu itu, diungkap sebanyak 61 kasus, diantaranya 60 kasus narkotika dan satu kasus psikotropika,” ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Pol Mochamad Khozin.

Dari kasus itu, terangnya 71 orang tersangka berhasil diamankan.”Pelaku lokal Bali berjumlah 36 orang, luar bali termasuk dua orang WNA sebanyak 35 orang, jadinya 71 orang,” tambahnya.

Para tersangka itu terdiri atas pengguna, pengedar baik jaringan lokal maupun lintas daerah. Mereka kini mendekam di Rutan Polda Bali dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), Pasal 111 ayat (1) dan pasal 131 Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.



KPN Denpasar Sobandi turut serta dalam pemusnahan BB Narkoba - WIB


© Disediakan oleh Kumparan
KPN Denpasar Sobandi turut serta dalam pemusnahan BB Narkoba – WIB

Sementara itu, barang bukti yang dimusnahkan diantaranya shabu 748,13 gram, ganja 1.850,59 gram, tembakau gorilla 253, ekstasi 1.800, ekstasi serbuk 37,24 gram, serta berbagai obat-obatan psikotropika 67. 410 butir.

Kombes Khozin menjelaskan, terjadi kenaikan secara signifikan terhadap penggunaan obat-obatan psikotropika. Ia mensinyalir kenaikan itu tsrjadi lantaran harga obat-obatan seperti pil koplo jauh lebih murah ketimbang jenis narkotika seperti shabu ataupun ganja. “Jda peningkatan karena efeknya kurang lebih sama tapi harganya lebih murah,” jelasnya.






© Disediakan oleh Kumparan


Pemusnahan barang bukti itu dipimpin oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol Drs. Ketut Suardana. “Maksud dakam pemusnahan ini adalah mengurangi resiko kemungkinan berubahnya hilangnya atau disalahgunakan, selain itu juga melindungi masyarakat dari beredarnya narkotika,” tegasnya. (Kanalbali/WIB)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close