Connect with us

EKONOMI

PPKM Darurat Kurangi Jam Buka Mal Hanya Sampai Jam 17.00, Pengusaha Teriak

PPKM Darurat Kurangi Jam Buka Mal Hanya Sampai Jam 17.00, Pengusaha Teriak

[ad_1]

JAKARTA – Pemerintah melalui satuan tugas (Satgas) COVID-19 berencana mengurangi jam operasional pusat perbelanjaan atau ritel. Jika sebelumnya diberikan kesempatan untuk buka sampai pukul 20.00 WIB kini dalam kebijakan PPKM Mikro terbaru jam operasional dibatasi hingga 17.00 WIB. Rencana tersebut membuat pengusaha ritel teriak.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah mengaku kebingungan harus melakukan langkah apa lagi untuk mempertahankan operasional toko.

Bahkan, kata Budi, tingkat kunjungan ke pusat belanja pun sudah lebih dulu anjlok sebelum kebijakan baru pemerintah ini berlaku.

“Dampaknya, kemarin anggota lapor, sudah sepi, padahal belum jalan. Lalu lintas-nya sudah anjlok, sudah sepi sekali,” tuturnya saat dihubungi, Rabu, 30 Juni.

Para pelaku ritel ini, kata Budi, sudah melakukan berbagai upaya untuk tetap bertahan selama lebih dari setahun merebaknya pandemi COVID-19. Mulai dari menunda pembayaran sewa hingga pembayaran pemasok. Bahkan ada pula yang meminjam uang saudara.

Berbagai langkah tersebut, kata Budiharjo, terpaksa dilakukan lantaran memilih untuk tutup juga bukan perkara mudah untuk pengusaha. Selain besarnya biaya yang dibutuhkan, juga mempertimbangkan banyaknya karyawan yang akan terdampak jika perusahaan ditutup.

“Kondisi sekarang kalau saya boleh bilang, ritel itu secara ekonomi bangkrut. Hitungannya perusahaan sudah bangkrut, tapi owner pinjam sana, pinjam sini. Jadi saya sudah bangkrut, tapi enggak bisa tutup karena ongkosnya jauh lebih besar,” ucapnya.

Pengurangan jam operasional tidak efektif redam kasus COVID-19

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menilai kebijakan tersebut sangat tidak efektif menekan angka penyebaran virus penyebab COVID-19.

Lebih lanjut, kata dia, selama ini pengelola mal telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dengan konsisten dan ketat. Sehingga tidak menyebabkan klaster baru penyebaran COVID-19.

“Saat ini penyebaran telah terjadi di lingkungan dan komunitas yang lebih kecil. Sehingga pembatasannya harus dengan berbasis mikro dan melakukan penegakan sampai dengan tingkat paling kecil di lingkungan dan komunitas kehidupan masyarakat,” katanya, saat dihubungi, Selasa, 29 Juni.

Alphonzus berujar wacana tersebut dapat dipastikan akan memukul perekonomian nasional yang saat ini sudah mulai kembali bergeliat. Tak hanya itu, dampak dari pemangkasan jam operasional akan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini bisa terjadi jika pergerakan ekonomi khususnya di industri ritel kembali terpuruk.

Karena itu, APPBI mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali wacana tersebut. Sehingga, katanya, ekonomi dapat terselamatkan.

Tak hanya itu, Alphonzus memastikan seluruh pengelola mal mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam upaya memprediksi penyebaran COVID-19 secara efektif.

“Jangan sampai pengorbanan besar di bidang ekonomi menjadi sia-sia, akibat kebijakan yang diputuskan tidak efektif untuk mengurangi jumlah kasus positif COVID-19,” tuturnya.

Pembatasan dilakukan dengan tujuan mengendalikan COVID-19

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Ganip Warsito menyebut pemerintah akan memperketat aturan PPKM mikro yang sebelumnya telah diperketat. Pemerintah akan mengubah sejumlah aturan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2021 tentang PPKM berbasis mikro.

“Nanti akan dilakukan perubahan Inmendagri Nomor 14 Tahun 2021 yang hari ini masih kita pedomani. Pembatasan ini juga dilakukan untuk bisa mengendalikan supaya COVID-19 ini tidak semakin menyebar,” kata Ganip dalam rapat koordinasi BNPB, Senin, 28 Juni.

Ganip membocorkan sejumlah aturan yang akan diperketat pada daerah dengan zona merah (risiko COVID-19 tinggi) dan zona oranye (risiko COVID-19 sedang).

Jika sebelumnya pemerintah mengeluarkan kebijakan bekerja dari rumah atau bekerja dari rumah (WFH) 75 persen hanya pada daerah dengan zona merah, nantinya daerah zona oranye akan diikutsertakan dalam aturan tersebut.

“Contohnya nanti yang akan diterapkan adalah pelaksanaan untuk kegiatan PPKM-nya. WFH dan WFO ini akan diberlakukan 75 persen dan 25 persen untuk daerah yang merah dan oranye,” ujar dia.

Selain itu, kegiatan operasional sektor usaha juga akan diperketat. Jam operasional mal dan pusat perbelanjaan diperpendek. Lalu, restoran atau rumah makan akan dilarang melayani makan di tempat (dine in).

“Untuk sektor ekonomi seperti mal ini hanya dioperasionalkan sampai dengan jam 17.00. Restoran hanya diizinkan untuk bawa pulang, ini dibatasi sampai pukul 20.00,” ungkap dia.

Seperti diketahui, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air terus mengalami penambahan, bahkan pada 30 Juni mencapai 21.807. Jumlah tersebut merupakan rekor tertinggi sejak COVID-19 2 Maret 2020. Secara kumulatif total kasus di Indonesia pun mencapai 2.178.272.

.

[ad_2]

Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

EKONOMI

J Trust Bank akan Right Issue 4,6 Miliar Lembar Saham

J Trust Bank akan Right Issue 4,6 Miliar Lembar Saham

J Trust Bank berencana melakukan right issue atau Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) 4.665.700.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham. PMHMETD diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“PMHMETD ini merupakan bagian dari rencana strategis J Trust Bank untuk memperkuat permodalan, sehingga J Trust Bank dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi,” kata Direktur Utama J Trust Bank Ritsuo Fukadai dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Juli 2021.

Ritsuo menjelaskan right issue ini untuk meningkatkan modal dasar perseroan menjadi Rp20 triliun. J Trust Co. Ltd. selaku pemegang saham utama, serta seluruh pemegang saham lainnya sangat mendukung J Trust Bank menjaga struktur permodalan yang kuat untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan.

RUPST juga menyetujui beberapa agenda. Di antaranya laporan tahunan 2020, mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2020, dan menyetujui pengangkatan kembali direksi.

Baca: Bank Sinarmas Optimalkan Layanan Digital Selama PPKM Darurat

Meski tahun ini masih diliputi tantangan dan ketidakpastian, lanjut Ritsuo, J Trust Bank akan tetap memprioritaskan kebutuhan nasabah, dan mengembangkan portofolio kredit secara selektif dengan kehati-hatian. Kemudian, J Trust Bank juga akan menjaga kondisi likuiditas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan nasabah serta memberikan kontribusi positif bagi komunitas dan masyarakat.

“Kami berharap dengan penguatan permodalan serta beberapa keputusan yang dicapai dalam RUPST ini dapat semakin mendorong kinerja perseroan dalam memenuhi kebutuhan dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ritsuo.

Source link

Continue Reading

EKONOMI

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

5 Perusahaan dengan Rekor IPO Terbesar di Indonesia

[ad_1]

Ilustrasi perpindahan harga saham di Bursa Efek Indonesia © Triawanda Tirta Aditya/Shutterstock


Kekinian, saham sebagai salah satu instrumen di sektor pasar modal menjadi hal yang semakin banyak diminati oleh generasi muda. Tak heran, jika dalam kurun waktu beberapa tahun ke belakang, istilah ‘melek investasi’ seakan tak asing lagi terdengar di kalangan kawula muda masa kini.

Klaim di atas nyatanya terbukti lewat data yang dimiliki oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Menukil Saluran BEI, (23/2/2021), disebutkan bahwa dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan investor pasar modal Indonesia didominasi kalangan anak muda, terutama generasi milenial dan Gen-Z.

Dijelaskan lebih jauh oleh Hasan Fawzi, selaku Direktur Pengembangan BEI, dirinya menyebutkan bahwa jumlah investor baru per Januari 2021, 50,7 persennya datang dari kalangan usia 18-25 tahun.

Di saat yang bersamaan, hal tersebut dibarengi dengan mulai masuknya berbagai perusahaan berbasis teknologi masa kini (startup), di mana ekosistemnya didominasi oleh kalangan muda seperti yang disebutkan di atas, untuk ikut menjadi pemain di industri pasar modal tanah air.

Maka tidak heran, jika keputusan berbagai perusahaan teknologi untuk mulai masuk ke pasar modal lewat langkah IPO tidak hanya didasari oleh tujuan untuk meraih peluang pendanaan yang lebih besar, namun juga karena kondisi pasar yang saat ini didominasi oleh kalangan muda yang memiliki karakteristik sama dengan ekosistem perusahaan teknologi itu sendiri.

Seakan memberi angin segar, langkah mulai masuknya perusahaan teknologi startup ke pasar modal yang dilakukan Bukalapak, bahkan diproyeksikan akan mencetak sejarah baru berupa peraih dana IPO terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

Dengan target dan perkiraan perolehan dana sebesar Rp21,9 triliun, pendanaan tersebut diklaim akan membuka jalan bagi perusahaan serupa lainnya untuk mengalahkan rekor IPO yang saat ini masih dimiliki oleh Adaro Energy, dengan perolehan IPO terbesar sejak tahun 2008, dan jajaran perusahaan lainnya.

Lantas, apa saja jajaran perusahaan yang berhasil meraih pendanaan IPO terbesar di Indonesia, dan harus bersiap untuk kehilangan pencapaian tersebut menjelang masuknya berbagai perusahaan startup untuk ikut melantai di bursa saham? Berikut daftarnya.

Indonesia Jadi Negara dengan IPO Terbanyak di Asean Selama Pandemi

1. Adaro Energy

info gambar

Adaro Energy | Reuters via Facebook PT Adaro Services


Adaro Energy yang memiliki nama emiten ADRO, merupakan perusahaan pertambangan batu bara terpadu yang berbasis di Indonesia. Adaro dan beberapa anak perusahaannya bergerak dalam bidang pertambangan batu bara, perdagangan batu bara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan kegiatan pembangkit tenaga listrik.

Perusahaan ini melakukan langkah IPO pada 16 Juli 2008 dan melepas 34,83 persen kepemilikan saham ke publik, dengan penawaran harga Rp1.100 per lembar saham, perusahaan berhasil meraih perolehan dana lewat IPO sebesar Rp12,2 triliun, dan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah IPO di Indonesia hingga saat ini, mengingat IPO yang dilakukan Bukalapak belum disahkan secara resmi untuk tercatat di bursa saham.

Siapa Sangka! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

2. Indofood CBP Sukses Makmur

Indofood CBP Sukses Makmur

info gambar

Indofood CBP Sukses Makmur | IDX Channel


Siapa yang tidak mengenal perusahaan di sektor fmcg satu ini, raksasa ritel yang jadi pemain besar dalam memenuhi kebutuhan pokok hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia ini, menempati posisi kedua dalam hal peraih pendaan tertinggi lewat langkah IPO.

Tercatat dengan nama emiten ICBP di BEI, perusahaan ini melakukan IPO pada 7 Oktober 2010, dan melepas sebesar 20 persen saham yang dimiliki ke publik dengan harga penawaran Rp5.395 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan dengan produk bintang Indomie yang mendunia ini berhasil meraih pendanaan mencapai Rp6,3 triliun.

Indomie Rajanya Mi Instan, Kuasai Pasar Lokal Hingga Pasar Global

3. Waskita Beton Precast

Posisi ketiga dari rekor perolehan dana IPO tertinggi dalam sejarah Indonesia diraih oleh anak perusahaan BUMN Waskita Karya. Mencatatkan nama di bursa saham dengan kode WSBP, perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini melakukan langkah IPO pada 20 September 2016.

Banyaknya saham yang dilepas ke publik dapat dikatakan cukup besar namun dengan harga penawaran yang terbilang rendah dibanding 2 peringkat sebelumnya, yaitu sebanyak 40 persen saham yang dilepas dengan harga penawaran Rp490 per lembar saham.

Menariknya, langkah IPO yang dilakukan hanya berselang dua tahun sejak anak perusahaan ini didirikan pada tahun 2014, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp5,6 triliun.

7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

4. Sumber Daya Bayan

Sama halnya seperti Adaro Energy, Bayan Resources ini bergerak di bidang batu bara yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Perusahaan ini memproduksi batu bara mulai dari batu bara kokas semi lunak, batu bara sulfur ramah lingkungan, dan batu bara sub-bituminous.

Melakukan IPO pada 12 Agustus 2008, persentasi saham yang dilepas ke publik sebesar 25 persen dengan harga penawaran Rp5.800 per lembar saham. Berkat langkah IPO tersebut, perusahaan yang memiliki nama emiten BYAN di BEI ini berhasil memperoleh dana sebanyak 5,55 triliun

5. Borneo Lumbung Energi

Posisi ke-5 yang berhasil meraih rekor pendanaan tertinggi lewat IPO kembali diraih oleh perusahaan pertambangan batu bara, Borneo Lumbung Energi melepas saham perdana sebanyak 25 persen ke publik pada 26 November 2010, dengan harga penawaran Rp1.170 per lembar saham.

Lewat langkah IPO tersebut, perusahaan yang saat ini memiliki nama emiten BORN di BEI berhasil meraih pendanaan sebesar Rp5,1 triliun.

Dari kelima jajaran perusahaan di atas, dapat dilihat bahwa sebelum perusahaan startup berbasis teknologi belum semasif sekarang, pasar modal di Indonesia masih didominasi oleh emiten yang bergerak di industri manufaktur berbasis sumber daya alam, setidaknya sampai saat ini.

Namun dengan masuknya Bukalapak sebagai calon perusahaan peraih perolehan dana tertinggi lewat IPO, yang juga diyakini akan membuka jalan perusahaan serupa lainnya untuk ikut melantai di bursa saham, diprediksi akan membuat pasar modal di Indonesia kedepannya akan turut diramaikan oleh perusahaan startup berbasis teknologi di masa yang akan datang.

Warisan Budaya Dunia: Tambang Batu Bara Ombilin di Sawahlunto

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Continue Reading

EKONOMI

Remaja Hawaii Daur Ulang Untuk Bantu Mahasiswa Membayar SPP

Remaja Hawaii Daur Ulang Untuk Bantu Mahasiswa Membayar SPP

[ad_1]

Pada awalnya, Genshu Price melakukan daur ulang untuk kepentingannya sendiri. Ayah Price pernah mengatakan itu merupakan cara yang baik dalam menabung untuk membayar uang kuliahnya kelak.

Pelajar SMP asal Hau’ula, Hawaii, ini mengatakan,”Ini gagasan ayah saya untuk mengumpulkan kaleng-kaleng dan botol minuman guna membayar uang kuliah saya nantinya. Lalu saya pikir, saya dapat membuatnya menjadi sesuatu yang lebih besar dan bahkan dapat membantu para pelajar Hawaii lainnya.”

Maka remaja ini pun memutuskan untuk meluncurkan prakarsa yang disebut “Bottles4College”.

Genshu Price (kanan) dan relawan lainnya di S.W. King Intermediate School di Kāne'ohe, Hawaii, menyortir kaleng dan botol untuk "Bottles4College", 18 Maret 2021. (Foto: Maria Price/Bottles4College via AP)

Genshu Price (kanan) dan relawan lainnya di S.W. King Intermediate School di Kāne’ohe, Hawaii, menyortir kaleng dan botol untuk “Bottles4College”, 18 Maret 2021. (Foto: Maria Price/Bottles4College via AP)

Price menjelaskan, “Kami ingin menciptakan suatu sistem di mana setidaknya, setiap tahun, kami dapat mengirim satu atau dua anak-anak dengan beasiswa penuh ke perguruan tinggi. Jadi itu akan memerlukan dua hingga empat juta kaleng dan botol minuman.”

Dengan bantuan orang tuanya, dan kadang-kadang bantuan beberapa sukarelawan, Price mengumpulkan ratusan materi untuk didaur ulang setiap pekan.

Mereka kemudian memisah-misah dan memilih-milah sebelum mengantarkan hasilnya ke pusat daur ulang setempat. Di sana ia menerima uang dari hasil penukaran barang-barang yang didaur ulang itu.

Genshu Price berdiri di belakang truk setelah memuatnya dengan kaleng dan botol daur ulang dari Kualoa Ranch di Kāne'ohe, Hawaii, untuk penggalangan dana "Bottles4College", Mei 2021. (Maria PRice/ Bottles4College via AP)

Genshu Price berdiri di belakang truk setelah memuatnya dengan kaleng dan botol daur ulang dari Kualoa Ranch di Kāne’ohe, Hawaii, untuk penggalangan dana “Bottles4College”, Mei 2021. (Maria PRice/ Bottles4College via AP)

Pendiri prakarsa “Bottles4College” itu mengatakan, “Ini benar-benar mengenai harapan. Seperti yang kami katakan sebelumnya, biaya hidup di Hawaii sangat tinggi, COVID bahkan menambah kesulitan itu. Dan sebagai seorang anak Hawaii, saya memahami, maksud saya sebagai anak-anak yang juga tinggal di Hawaii, saya memahami bahwa perlu banyak uang untuk hidup dan tinggal di rumah juga makan setiap hari. Saya ingin memberi jalan bagi para siswa yang mungkin tidak mampu, atau tidak dapat kuliah di perguruan tinggi dengan biaya sendiri.”

Sementara itu, sang ibu, Maria Price mengemukakan,”Ada begitu banyak hal yang ia pelajari dari pengalaman ini dan karena itu kami percaya bahwa ini adalah bagian dari pendidikannya.

Melalui banyak tantangan dan kemunduran karena COVID, keluarganya melanjutkan pekerjaan ini dengan harapan baru untuk meluaskan kegiatan tersebut.

Tempat sampah yang dilukis oleh siswa untuk penggalangan dana Genshu Price, Bottles4College, ditempatkan di kantor di S.W. Sekolah Menengah Raja di Kāne'ohe, Hawaii, 10 Oktober 2020. (Foto: AFP/Maria Price)

Tempat sampah yang dilukis oleh siswa untuk penggalangan dana Genshu Price, Bottles4College, ditempatkan di kantor di S.W. Sekolah Menengah Raja di Kāne’ohe, Hawaii, 10 Oktober 2020. (Foto: AFP/Maria Price)

Price menjelaskannya sebagai berikut, “Salah satu target kami adalah menyediakan tempat-tempat pengumpulan materi daur ulang publik di setiap sekolah negeri di Hawaii. Sekarang ini kami telah memiliki tempat di dua sekolah negeri di Hawaii, dan kami berharap untuk meluaskannya. Dengan cara itu, kita akan memiliki tempat pengumpulan di setiap komunitas, di mana dengan cara itu, setiap komunitas dapat dan datang dan memberikan dukungan.”

Salah satu tempat tersebut adalah S.W. King Intermediate School, SMP tempat Price bersekolah, di mana mereka juga telah mengadakan acara-acara pengumpulan materi daur ulang secara besar-besaran.

Price menjelaskan, “Kami belum cukup banyak mengumpulkannya. Seperti saya katakan, perlu 2 hingga 4 juta, banyak sekali, kaleng dan botol minuman. Jadi perlu banyak sekali untuk dapat mengirim seorang anak untuk kuliah di perguruan tinggi. Sekarang ini kami telah mengumpulkan lebih dari 100 ribu kaleng dan botol minuman, yang berat totalnya lebih dari 2,27 ton.”

Price menegaskan bahwa setiap botol, setiap kaleng minuman sangat berharga. “Ini benar-benar menantang. Setiap kaleng, setiap botol, berarti. Satu demi satu kaleng, satu demi satu botol.” [uh/ab]

[ad_2]

Source link

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close