Connect with us

VIRUS CORONA

Polisi Ungkap Kasus Alat Swab Antigen Bekas dan Mafia Karantina COVID-19

Polisi Ungkap Kasus Alat Swab Antigen Bekas dan Mafia Karantina COVID-19


Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Utara mengatakan kasus penggunaan alat swab antigen bekas di Bandara Kualanamu, Medan, terungkap akibat adanya keluhan para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil rapid tes swab antigen mereka positif COVID-19.

Guna mengungkap kasus ini, anggota Krimsus Polda Sumatera Utara pun menyamar sebagai calon penumpang salah satu pesawat dengan menggunakan jasa laboratorium Kimia Farma yang berada di lantai M, Bandara Kualanamu, pada Selasa (27/4) pukul 15.05 WIB.

“Selanjutnya petugas krimsus mengisi daftar calon pasien untuk mendapatkan nomor antrean. Setelah mendapatkan nomor antrean, maka petugas Krimsus dipanggil nama dan masuk ke ruang pemeriksaan untuk diambil sampel yang dimasukkan alat tes rapid antigen ke dalam kedua lubang hidung ,” demikian bunyi kronologis Polda Sumut, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4).

Tenaga kerja Indonesia (TKI) saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis 9 April 2020. (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah)

Tenaga kerja Indonesia (TKI) saat tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis 9 April 2020. (Foto: VOA/Anugrah Andriansyah)

Setelah selesai pengambilan sampel maka petugas Krimsus menunggu di ruang tunggu sambil menunggu hasil rapid antigen. Berselang sekira 10 menit menunggu, hasil yang didapat adalah “positif.’ Setelah itu terjadi perdebatan dan saling balas argumen.

Pihak kepolisian pun langsung memeriksa seluruh isi ruangan labolatorium rapid antigen. Selain itu semua petugas labolatorium Kimia Farma dikumpulkan dan diperiksa. Petugas Krimsus Polda Sumatera Utara pun mendapati barang bukti, yakni ratusan alat yang dipakai untuk rapid swab antigen untuk pengambilan sampel dan telah didaur ulang.

“Menurut keterangan dari petugas Kimia Farma, yang ketakutan saat di interogasi oleh petugas Krimsus Poldasu, alat yang digunakan untuk pengambilan sampel yang dimasukkan ke dalam hidung setelah digunakan, dicuci dan dibersihkan kembali lalu dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai untuk pemeriksaan orang berikutnya,” paparnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian pun membawa empat orang petugas labolatorium Antigen Kimia Farma, di Lantai M di Bandara Kualanamu, Medan. dengan beberapa barang bukti, yaitu, komputer dua unit, mesin printer dua unit, uang kertas, ratusan alat rapid test bekas yang sudah dicuci bersih dan telah dimasukkan ke dalam kemasan, dan ratusan alat pengambil sampel rapid antigen yang masih belum digunakan. ​

Petugas kesehatan mengambil sampel antigen cepat dari pengunjung di tengah pandemi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, 30 Desember 2020. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi via REUTERS)

Petugas kesehatan mengambil sampel antigen cepat dari pengunjung di tengah pandemi COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, 30 Desember 2020. (Foto: Antara/Raisan Al Farisi via REUTERS)

Kimia Farma Dukung Aparat

PT Kimia Farma Tbk melalui cucu usahanya, yaitu PT Kimia Farma Diagnostik, saat ini tengah melakukan investigasi bersama dengan pihak aparat penegak hukum, terkait kasus daur ulang alat tes swab antigen tersebut.

Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika, Adil Fadhilah Bulqini, dalam keterangan tertulisnya mengatakan pihaknya juga memberikan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan oknum petugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnostika di Bandara Kualanamu yang diduga melakukan tindakan penggunaan kembali alat Rapid Test Antigen.

“Tindakan yang dilakukan oleh oknum pertugas layanan Rapid Test Kimia Farma Diagnsotik tersebut sangat merugikan perusahaan dan sangat bertentangan dengan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan serta merupakan pelanggaran sangat berat atas tindakan dari oknum pertugas layanan Rapid Test tersebut,” kata Adil.

Apabila terbukti bersalah, lanjutnya, maka para oknum petugas layanan Rapid Test tersebut akan diganjar tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, Kimia Farma sebagai BUMN Farmasi memiliki komitmen yang tinggi untuk memberikan layanan terbaik dan produk berkualitas. Selain itu, untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terulang kembali, pihak perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan SOP di lapangan.

Usut Tuntas Kasus Antigen Bekas

Satgas Penanganan COVID-19 meminta pihak kepolisian mengusut tuntas para oknum yang terlibat dalam kasus pemalsuan hasil tes swab rapid antigen di Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (25/3) mengatakan kasus kematian akibat Corona di Indonesia turun, global naik (humas BNPB).

Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (25/3) mengatakan kasus kematian akibat Corona di Indonesia turun, global naik (humas BNPB).

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Profesor Wiku Adisasmito memperingatkan para penyedia layanan tes antigen COVID-19, agar tidak bermain-main dengan hasil tes. Para pihak penyedia layanan antigen diminta melakukan pengetesan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Apabila ada yang berani melakukan hal serupa, Satgas memastikan akan ada konsekuensi tindakan tegas dari aparat kepolisian bagi para pelakunya,” tegasnya dalam keterangan pers di Graha BNPB, Kamis (29/4).

Temuan yang paling memprihatinkan dalam kasus ini, kata Wiku, adalah karena para pelakunya secara sadar membahayakan nyawa manusia. Untuk itu Satgas berharap temuan ini menjadi yang terakhir sehingga tidak ada lagi oknum yang akan bermain-main dengan nyawa manusia.

Mafia Karantina COVID-19

Pihak kepolisian juga mengungkap oknum mafia yang meloloskan penumpang kedatangan dari luar negeri dari kewajiban untuk menjalani karantina Kesehatan. Seorang warga negara Indonesia (WNI) berinisial JD, diketahui menyerahkan uang sebesar Rp6,5 juta kepada sejumlah oknum di Bandara Soekarno-Hatta agar dirinya tidak menjalani karantina, padahal yang bersangkutan baru saja terbang dari India, negara yang kasus COVID-19 pada saat ini mengalami peningkatan secara signifikan.

Pengunjung berjalan kaki setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta menyusul keputusan pemerintah Indonesia yang melarang turis asing masuk untuk mencegah penyebaran COVID-19, di Tangerang. (Foto: Reuters)

Pengunjung berjalan kaki setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta menyusul keputusan pemerintah Indonesia yang melarang turis asing masuk untuk mencegah penyebaran COVID-19, di Tangerang. (Foto: Reuters)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusti Yunus mengatakan, JD membayar uang sebesar Rp6,5 juta kepada oknum dengan inisial S dan RW yang mengaku sebagai petugas Bandara Soetta. Kedua oknum tersebut, kata Yusti, merupakan ayah dan anak.

“Tersangka dua orang ini sebagai yang mengatur mulai dari yang menjemput dan mereka ini punya kartu pas. Dia dulu mantan pegawai, pensiunan dari (Dinas) Pariwisata DKI, sudah pensiun, tahu seluk beluknya di bandara, bahkan bisa keluar. Ini kami lagi dalami lagi karena bisa keluar kartu pas, termasuk anaknya sendiri si RW ini juga sama, bisa ada kartu pas keluar masuk bandara,” ungkap Yusti.

Selain tiga tersangka ini, pihaknya menemukan satu tersangka lagi berinisial GC. Menurut Yusti, GC mendapatkan bagian yang paling besar dari uang suap tersebut. Adapun peran dari GC ini adalah melakukan pengecekan dari mulai administrasi sampai imigrasi untuk kemudian lolos dikarantina jika memang hasil tes swab PCR negatif. Setelah itu, GC mengantar JD ke hotel rujukan yang sudah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan untuk dilakukan karantina.

“Pada saat hotel mana inilah peran GC ini yang memasukkan data tersebut. Data orang ini misalkan dapat rujukan karantina di hotel A, rujukan dari pemerintah, tetapi datanya saja yang masuk, orangnya tidak masuk. Setelah dia dapat penerimaan Rp4 juta, orangnya bisa langsung pulang. Ini peran GC, masih kami dalami,” jelasnya.

Meski begitu, polisi tidak menahan keempat tersangka mafia karantina ini. Yusti menjelaskan hal ini dikarenakan berdasarkan Undang-Undang (UU) Karantina Kesehatan dan wabah penyakit, ancaman hukuman penjaranya adalah satu tahun.

“(Karena) di bawah dari lima tahun penjara sehingga tidak dilakukan penahanan,” kata Yusti.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan temuan kasus mafia karantina COVID-19 ini tidak dapat ditolerir. Apalagi apa yang dilakukan oleh para oknum tersebut hanya untuk keuntungan pribadi. Maka dari itu, Satgas sangat mendukung upaya kepolisian menindak tegas oknum-oknum lain yang terlibat dalam kasus ini.

Penumpang yang mengenakan masker pelindung mengantre untuk uji antigen cepat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 22 Desember 2020. (Foto: Antara/Fauzan via Reuters)

Penumpang yang mengenakan masker pelindung mengantre untuk uji antigen cepat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, 22 Desember 2020. (Foto: Antara/Fauzan via Reuters)

Sehubungan kasus karantina ini, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, sudah menerbitkan instruksi kepada seluruh kepala kantor kesehatan pelabuhan di seluruh Indonesia, terkait peningkatan pengawasan para pelaku perjalanan dari India.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM telah melarang masuknya Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan dari India dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

“Oleh karena itu saya meminta kepada masyarakat untuk mematuhi kebijakan ini. Bagi WNI yang tiba dari India, saya meminta mengikuti seluruh tahapan skrining yang sudah ditentukan, yaitu membawa hasil tes negatif PCR, menjalani tes PCR setiba di Indonesia, karantina 14 hari dan melakukan tes PCR pasca karantina,” pesan Wiku. [gi/ah]



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRUS CORONA

Cuci Tangan Atasi Infeksi, Selamatkan Nyawa

Cuci Tangan Atasi Infeksi, Selamatkan Nyawa


Dalam memperingati Hari Kebersihan Tangan Sedunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan pentingnya praktik kebersihan tangan yang baik dalam upaya menghentikan penyebaran infeksi yang mematikan. Dikatakan bahwa praktik ini terutama penting sementara dunia sedang berjuang melawan virus corona, yang menyebabkan penyakit COVID-19.

COVID-19 telah secara dramatis mengkukuhkan pentingnya mencuci tangan. Kepala pencegahan dan pengendalian infeksi WHO, Benedetta Allegranzi, mengatakan tindakan sederhana ini dapat mencegah risiko penularan infeksi, bila dilakukan sebagai bagian dari paket tindakan kesehatan masyarakat yang komprehensif.

“Kebersihan tangan yang efektif juga mencegah infeksi karena perawatan kesehatan, penyebaran resistensi antimikroba dan ancaman kesehatan lain yang muncul. Kebersihan tangan adalah tindakan sederhana yang berperan sentral dalam berkontribusi pada perawatan berkualitas dan upaya seluruh masyarakat untuk mencegah penyebaran infeksi dan menyelamatkan nyawa.”

Survei WHO di 88 negara mendapati bahwa negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah membuat kemajuan yang jauh lebih rendah daripada negara-negara berpenghasilan tinggi dalam melaksanakan program kebersihan tangan dan pencegahan infeksi.

Seorang anak memakai masker dan faceshield sedang mencuci tangan di wastafel, di pusat penjualan elektronik di Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).

Seorang anak memakai masker dan faceshield sedang mencuci tangan di wastafel, di pusat penjualan elektronik di Surabaya (foto Petrus Riski-VOA).

Laporan tersebut mencatat satu dari empat fasilitas perawatan kesehatan di negara-negara miskin tidak memiliki layanan dasar air dan satu dari tiga fasilitas tidak memiliki perlengkapan kebersihan tangan.

Allegranzi mengatakan negara-negara miskin kekurangan uang yang dibutuhkan untuk menopang infrastruktur perawatan kesehatan yang hancur. Akibatnya, sebagian besar fasilitas perawatan kesehatan tidak memenuhi persyaratan minimal untuk terobosan signifikan dalam upaya mengurangi infeksi yang seringkali mengancam jiwa.

“Misalnya, di beberapa negara berpenghasilan rendah dan menengah, hanya satu dari 10 pekerja yang mempraktikkan kebersihan tangan yang benar ketika mereka merawat pasien yang berisiko tinggi terkena infeksi di unit perawatan intensif. Sementara itu, di negara-negara berpenghasilan tinggi, kepatuhan melakukan praktik kebersihan tangan jarang melebihi 60 hingga 70 persen,” imbuhnya.

WHO melaporkan setiap tahun, infeksi yang menular dari perawatan kesehatan mempengaruhi jutaan pasien dan petugas kesehatan di seluruh dunia. Eropa sendiri, katanya, mencatat hampir sembilan juta infeksi setiap tahun. Badan PBB itu mengatakan bahwa ada berbagai strategi kebersihan tangan yang sangat efektif dan murah yang dapat mengurangi jumlah infeksi itu hingga setengahnya. [lt/ka]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

Acara Uji Coba Olimpiade Tokyo Tuai Pujian

Acara Uji Coba Olimpiade Tokyo Tuai Pujian


Uji coba Olimpiade dalam rangka evaluasi protokol kesehatan COVID-19 untuk Olimpiade Tokyo mendatang mendapat pujian dari kepala badan dunia yang mengatur olahraga trek dan lapangan.

Penyelenggara uji coba lomba maraton hari Rabu (5/5) di kota Sapporo, bagian utara Jepang, menganjurkan agar masyarakat umum tidak menghadiri acara tersebut, bahkan mengerahkan sejumlah staf ke sepanjang rute lintasan dengan membawa banner bertuliskan “tolong jangan menonton acara ini dari sini.”

Sedikit atlet yang ikut dalam lomba itu harus menjalani protokol pengetesan yang ketat sebelum dan sesudah memasuki Jepang. Mereka umumnya hanya dibatasi dalam kamar hotel kecuali sedang berlatih.

Kepala Organisasi Atletik Dunia Sebastian Coe (kanan), mengenakan masker, menyaksikan Hokkaido-Sapporo Marathon Festival 2021, acara pengujian lomba maraton Olimpiade Tokyo 2020, 4 Mei 2021. (REUTERS)

Kepala Organisasi Atletik Dunia Sebastian Coe (kanan), mengenakan masker, menyaksikan Hokkaido-Sapporo Marathon Festival 2021, acara pengujian lomba maraton Olimpiade Tokyo 2020, 4 Mei 2021. (REUTERS)

Kepala Badan Atletik Dunia Sebastian Coe mengatakan panitia penyelenggara menunjukkan “kemampuan tertinggi” untuk menggelar maraton dan pertandingan jalan cepat di Sapporo. Kedua lomba seharusnya diadakan di Tokyo, tetapi dipindahkan untuk menghindari suhu kota yang tinggi di musim panas.

Olimpiade Tokyo yang tertunda akan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus 2021. Penyelenggara menunda pertandingan itu selama setahun ketika virus baru corona mulai menyebar ke seluruh dunia.

Akan tetapi, sementara Tokyo dan beberapa bagian lain di Jepang dalam keadaan darurat untuk meredam lonjakan baru infeksi COVID-19, jajak pendapat masyarakat baru-baru ini menunjukkan mayoritas warga Jepang percaya bahwa Olimpiade seharusnya ditunda lagi atau dibatalkan. [mg/ka]



Source link

Continue Reading

VIRUS CORONA

Ribuan Orang Divaksin di Stadion Maryland

Ribuan Orang Divaksin di Stadion Maryland


Lebih dari 150 juta warga AS telah menerima sedikitnya satu dosis vaksin COVID-19. Tapi masih banyak orang yang enggan divaksin.

Guru kelahiran Ukraina, Tamara Vorobiy, adalah salah seorang di antaranya. Tapi setelah seorang saudaranya terjangkit COVID, dia menepis keraguan itu dan kemudian divaksin. “Biasanya saya tidak suka vaksin. Tapi ini sangat serius, dan banyak orang meninggal dunia,” jelasnya.

Stadion sepak bola di Baltimore, Maryland, adalah satu dari banyak tempat vaksinasi di AS. Tempat itu dibuka pada Maret 2021, berkat bantuan kantor gubernur, para profesional kesehatan Universitas Maryland dan Garda Nasional AS.

M&T Bank Stadium, Baltimore. (Photo: VOA/Videograb)

M&T Bank Stadium, Baltimore. (Photo: VOA/Videograb)

Letkol Charles Wetzelberger membantu mentransformasi stadion itu menjadi tempat vaksinasi COVID-19. “Ada 55 perwira yang melapor kepada saya, dan kontraktor, staf Universitas Maryland yang jumlahnya mencapai 125. Jadi, ada sekitar 185 orang yang bekerja di fasilitas ini,” kata Wetzelberger.

Pada bulan pertama, lebih dari 65.000 orang menerima sedikitnya satu dosis vaksin COVID-19 di tempat itu.

“Kami semakin baik dalam mengorganisir, mengurus logistik dan lain-lain. Dan mereka bisa membantu kami dari sisi medis dan bagaimana bisa membantu orang-orang dengan lebih baik,” komentar Alisha Bar, anggota Garda Nasional Udara Maryland.

M&T Bank Stadium, Baltimore. (Photo: VOA/Videograb)

M&T Bank Stadium, Baltimore. (Photo: VOA/Videograb)

Dari sejak warga tiba di tempat parkir stadion, ada prosesnya. Mereka mendaftar, lalu naik ke lantai dua yang dilengkapi dengan 74 meja vaksinasi dan dua farmasi.

“Masing-masing perawat menyuntikkan sekitar 25-30 vaksin dalam sejam, tergantung antrean. Pada akhir hari, perawat itu mungkin telah memvaksinasi lebih dari 200 orang,” kata Anne Williams, Direktur Community Health Improvement.

Anne Williams. (Photo: VOA/Videograb)

Anne Williams. (Photo: VOA/Videograb)

Setelah disuntik, warga menuju ke zona observasi di mana mereka harus menunggu 15-20 menit untuk memastikan tidak ada reaksi alergi. Di tempat itu mereka juga bisa menentukan jadwal dosis kedua mereka.

“Dalam hal reaksi alergi, kami sangat beruntung – kami belum pernah mendapati reaksi alergi, dan sudah ada lebih dari 65.000 vaksinasi. Orang tertua yang datang ke sini berusia 103 tahun. Dan dia baik-baik saja,” lanjut Anne Williams.

Tamara Vorobiy juga tak mengalami reaksi apa-apa setelah menerima vaksin pertamanya. Dan sebelum pergi, dia mengucapkan terima kasih kepada para perawat dan Garda Nasional. “Sangat teratur, terima kasih banyak,” komentarnya. [vm/lt]



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close