Business is booming.

Polda Sumut menyita paket narkoba seberat 5 kg, menangkap tiga tersangka


Medan, Sumatera Utara (ANTARA) – Polisi Sumatera Utara menangkap tiga tersangka pengedar narkoba pekan ini dan menyita lima kilogram narkoba dari mereka, kata juru bicara polisi di Jakarta, Rabu.

Para tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial mereka sebagai KAS (37), P (43), dan LA (36) ditangkap dalam dua operasi penggerebekan narkoba, Ajun Senator Coms. Kata anggota parlemen Nainggolan.

KAS dan LA ditangkap dengan lima kg sabu yang dikemas dalam kantong plastik teh China setelah polisi menghentikan van CR-V hitam mereka di Jalan Sudirman, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, katanya.

LA adalah seorang PNS perempuan, kata Nainggolan, menambahkan bahwa tersangka lain, yang diidentifikasi sebagai P, ditangkap di Desa Suka Maju, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.

Ketiga tersangka ini masih dalam tahanan Polda Sumut untuk pemeriksaan lebih lanjut, katanya.

Sumatera Utara dan Riau adalah beberapa provinsi di Indonesia yang tetap rentan terhadap kejahatan narkoba.

Pada 18 November 2020, Direktur Direktorat Narkotika Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar membeberkan beberapa bungkusan narkoba yang disita di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni Provinsi Lampung antara 27 Oktober hingga 17 November 2020 diangkut. dari beberapa kota di Pulau Sumatera, termasuk Medan.

Indonesia masih berada di bawah ancaman besar dari para pengedar narkoba, yang menganggap negara tersebut sebagai pasar potensial. Nilai perdagangan narkoba di Indonesia diperkirakan setidaknya mencapai Rp66 triliun.

Pengguna metamfetamin kristal, narkotika, mariyuana, dan jenis narkoba adiktif lainnya melampaui latar belakang masyarakat dan sosial ekonomi dan budaya.

Pemerintah Indonesia telah mengambil tindakan hukuman yang keras terhadap gembong narkoba yang ditemukan menyelundupkan dan memperdagangkan narkoba di negara tersebut selama beberapa dekade terakhir.

Menurut Kapolri Jenderal Idham Azis, pengadilan negeri di berbagai wilayah di Indonesia telah menjatuhkan hukuman mati kepada sedikitnya 100 pelaku narkoba pada paruh pertama tahun ini.

“Semoga segera dieksekusi oleh regu tembak untuk menghalau yang lain,” ujarnya saat menyaksikan Satgas Khusus Polri memusnahkan 1,2 ton sabu, 35 ribu butir ekstasi, dan 410 kg ganja di Jakarta pada 2 Juli 2020.

Presiden Indonesia Joko Widodo juga telah mengeluarkan perintah tembak-pandang terhadap gembong narkoba.

Namun, hal ini gagal menghalangi pengedar narkoba yang terus memperlakukan Indonesia sebagai salah satu pasar utama mereka, mendorong penegak hukum Indonesia untuk memperketat kewaspadaan terhadap mereka. (INE)
Berita Terkait: Akhir tahun — Para pelaku narkoba tetap menjadi musuh nomor satu di Indonesia
Berita Terkait: Dua orang pria penyelundup narkoba ditangkap di penjara kota Medan

DIEDIT OLEH INE