Connect with us

HEADLINE

Peternakan Tapos dan Cita-cita Soeharto agar Indonesia Swasembada Sapi

Avatar

Published

on

Peternakan Tapos dan Cita-cita Soeharto agar Indonesia Swasembada Sapi

[ad_1]

Presiden Soeharto, semasa masih menjabat sebagai kepala negara biasa melaksanakan salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta. Biasanya setelah melaksanakan salat Id dan khotbah, agenda Soeharto diisi dengan seremonial penyerahan sapi kurban ke pihak masjid. Agenda rutin ini selalu dilaksanakannya hingga lengser pada 1998.

Setelah Soeharto meninggal, Keluarga Cendana tetap meneruskan kurban rutin ini. Hanya saja, kali ini mereka selalu berkurban di Masjid Agung At-Tin di bilangan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. At-Tin yang mulai digunakan pada tahun 1999, ini layaknya masjid pribadi bagi keluarga Cendana dan sebagai cara mengenang Tien Soeharto.

Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto, pada tahun lalu menyerahkan 23 ekor sapi kurban dari keluarga Cendana, secara simbolis kepada Ketua Harian Masjid Agung At-Tin, Muhammad Sutia Tubagus di lokasi pemotongan area masjid setempat.

Mengenali 9 Bagian Daging Sapi dan Olahan yang Cocok

“Saya mewakili keluarga, menyerahkan hewan kurban sapi, semoga berkah dan bermamfaat bagi sesama,” kata Titiek dilansir dari Cendananews.

Keluarga Soeharto juga rutin berkurban di beberapa kota di Jawa, salah satunya Purwokerto. Melalui putra ketiga Soeharto, Bambang Trihatmojo biasa menyalurkan sapi kurban ke Masjid Agung Baitussalam (MAB). Diketahui istri Bambang, Mayangsari merupakan putri dalang terkenal dari Banyumas, Sugito Purbocarito.

Misal pada 2018 lalu, Bambang memberikan satu ekor sapi cokelat kehitaman, bercorak seperti sapi perah. Tubuhnya tinggi besar, dengan perkiraan bobot di atas 500 kilogram. Kurban dari Bambang biasanya diatasnamakan almarhum Soeharto dan Ibu Tien, orang tua Mayangsari, juga Bambang sendiri beserta keluarganya.

“Bisa dikatakan rutin tiap tahun kecuali, kalau di Masjid Agung, keluarga Pak Soeharto berkurban satu ekor sapi,” jelas Ketua Panitia Kurban MAB, Samingan yang dikutip dari Gatra.

Dari mana sapi-sapi kurban kualitas top itu berasal? Sapi ini konon berasal dari Tapos, sebuah sentra peternakan yang didirikan pada masa Presiden ke-2 Soeharto. Peternakan sapi itu merupakan peninggalan mendiang Soeharto.

Peternakan Tapos dan mimpi Soeharto

Peternakan Tapos boleh dikatakan adalah situs legendaris peninggalan Soeharto. Pada masa Orde Baru (Orba) peternakan ini termasuk yang paling modern di Indonesia. Peternakan yang terletak di lereng Gunung Gede-Pangrango ini jadi wahana Soeharto mewujudkan rencananya pada bidang peternakan dan pertanian.

Dilansir dari DetikX, Tapos merupakan bekas perkebunan N.V. Cultuur Maatschappij Pondok Gedeh. Hak guna usaha kawasan ini kemudian dialihkan ke Perusahaan Negara Perkebunan XI saat masa nasionalisasi perusahaan Belanda pada 1957. Namun, pada 1973, berdiri PT Rejo Sari Bumi (RSB), yang dipimpin putra kedua Presiden Soeharto, Sigit Harjojudanto.

HGU kemudian dialihkan ke perusahaan itu. Sigit lalu membangun peternakan modern di lahan itu, yang di dalamnya terdapat tempat untuk menyilangkan ternak lokal dengan ternak varietas unggul. Ada juga lahan untuk menanam pakan ternak berupa jagung dan rumput khusus. Peternak juga dilengkapi fasilitas pengolahan dan penyimpanan makan.

Pada 1985, Soeharto memang mengatakan kepada publik bahwa Peternakan Tapos dibangun untuk tujuan riset peternakan. Soeharto juga ingin menjadikannya sebagai pusat penghasil ternak unggulan dan percontohan peternakan modern di Indonesia. Namun, dirinya tak menampik bahwa peternakan itu adalah ruang privatnya.

“Pertama-tama bagi saya pribadi dan anak-anak untuk belajar mempraktekkan teori-teori yang kita ketahui tentang bertani.[…] Bagi saya sendiri sekaligus merupakan rekreasi yang murah tanpa pergi kemana-mana tapi rekreasi yang sekaligus memperoleh manfaat dari pada peternakan,” katanya sebagaimana tersua dalam Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita VIII (2008) yang dikutip laman Soeharto.co.

Mengenal Sosok dan Cerita di Balik Pembuatan Uang Penerbitan Khusus Soeharto

Asisten Menteri/Sekretaris Negara Urusan Dokumentasi dan Media Massa Gufron Dwipayana, yang akrab disapa Dipo, menyebut peternakan diberi nama Tri-S Ranch atau disingkat dari Sari Silang Studi. Peternakan itu, menurut Dipo, dibangun untuk tujuan membantu program pemerintah dalam perbaikan mutu ternak dengan jalan perkawinan.

“Selain berfungsi sebagai tempat pembibitan berbagai jenis sapi unggul dari luar negeri, juga merupakan suatu pusat penelitian bagi penyediaan, penanaman, dan pengawetan makanan ternak,” tulis Dwipayana dalam buku Jejak Langkah Pak Harto 27 Maret 1973-23 Maret 1978.

Cita-cita penelitian ini memang berawal dari kunjungan informal Presiden Soeharto ke Australia pada awal 1975. Saat itu PM Australia Gough Whitlam mengajaknya bertemu di perkebunan di lepas pantai Townsville, Queensland. Perkebunan ini juga memiliki peternakan sapi, saat itu Soeharto tercengang melihat ukuran sapi Australia.

Dirinya pun mengutarakan keinginan mendatangkan sapi jenis Brahman untuk disilangkan di Tri-S Ranch, Tapos. Armada Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) diperintahkan menjemput sapi-sapi itu untuk mewujudkan keinginan Soeharto. Demi kesuksesan operasi, ALRI memodifikasi kapal angkutnya agar layak mengangkut sapi pesanan orang nomor satu di Indonesia itu.

Dengan datangnya sapi-sapi unggul dari Australia, peternakan seluas 750 hektare itu kemudian menjelma jadi panggung bagi Soeharto untuk mewujudkan impian masa kecilnya hidup di tengah-tengah alam pedesaan dan kaum tani. Tentu impian itu disesuaikan dengan kedudukannya sebagai presiden. Tapos pun menjadi salah satu destinasi kunjungan tetamu kepresidenan.

Isu Istana Soeharto yang melanda Tapos

Peternakan Tapos merupakan salah satu tempat kesayangan Soeharto. Ia rajin mengunjunginya. Bahkan, sampai beredar isu bahwa Soeharto membangun istana megah di sana. Seperti biasa, dengan nada yang datar, Soeharto membantahnya.

“Dalam perkembangan politik, selalu saja ada isu-isu yang tidak benar. Seolah-olah saya sebagai presiden, sesepuh peternak memiliki sebuah peternakan yang mewah dan lain sebagainya. Bahkan hal ini disebarkan tidak hanya kepada Universitas tapi sampai ke pondok-pondok pesantren,” terang Soeharto dalam Temu Wicara dengan Sesko ABRI di Tapos, 24 Desember 1995.

Untuk meredamnya, Soeharto kemudian mengundang para tokoh dan ulama untuk datang ke Tapos. Setelah datang dan melihat, dirinya menyebut para orang-orang tersebut langsung merasa berdosa karena sudah memberikan penilaian yang tidak benar.

“Misalnya saja, rakyatnya masih ada yang miskin, kok Presidennya mempunyai istana. Punya lapangan golf, helipad. Namun setelah datang, mereka menyadari bahwa isu itu tidak benar,” sebutnya.

Mengenang Pidato Kenegaraan Setengah Abad Kemerdekaan Indonesia oleh Presiden Soeharto

Setiap menerima kunjungan ke Tapos, Soeharto pasti mempertunjukan keahlian beternak. Pria yang lahir di Desa Kemusuk, Yogyakarta, itu bahkan tak segan mengaduk kotoran ternak, lalu menciumnya. Dia seolah hendak mengatakan dirinya memang seorang petani, Presiden yang bertani dan petani yang menjadi presiden.

Saat kunjungan Margaret Thatcher, 5 Desember 1992, Soeharto mengajaknya meninjau sekitar 800 sapi dan 1.700 ekor domba di peternakan itu. Inilah momen ketika Soeharto unjuk gigi kepada Thatcher tentang rencana dan wawasannya soal peternakan. Kepada Iron Lady – julukan Thatcher – Soeharto mengatakan Peternakan Tapos adalah bagian dari pembangunan nasional bidang peternakan.

“Dengan menggunakan bibit unggul, kata presiden, bisa didapatkan seekor sapi dengan berat badan 450 kilogram dalam waktu dua tahun. Presiden lantas secara rinci menjelaskan bagaimana cara mendapatkan bibit unggul itu, antara lain dengan sistem silang. Dari sini presiden masuk dalam uraiannya mengenai perkembangan peternakan di Tapos yang kemudian disebarkan ke seluruh Indonesia, lapor Kompas (7/12/1992).

Memang salah satu kebijakan yang dikeluarkan Soeharto di sektor peternakan, khususnya sapi, yaitu dengan pola transmigrasi sapi. Hal ini bertujuan untuk meratakan penyebaran sapi di berbagai daerah.

“Dulu zaman Pak Harto ada program penyebarluasan ternak karena di luar Jawa jarang sapi. Diisilah sapi di Kalimantan, Sumatra. Juga dari Jawa, Bali, NTB. Itu namanya program transmigrasi ternak. Supaya penyebaran populasi sapi yang lebih luas,” tukas akademi Institut Pertanian Bogor (IPB), Muldono yang dikutip berita valid.

Tapos memiliki peran vital dalam memajukan peternakan rakyat di Indonesia pada masa itu. Di samping metode pengembangbiakan ternak yang menjadi unggulan, masih sedikitnya jumlah penduduk ketika itu menjadikan populasi ternak mampu memenuhi kebutuhan nasional akan daging.

Tapos yang kehilangan taji

Berbeda era, berbeda pula kondisinya. Pasca lengsernya Soeharto ketika reformasi bergulir di tahun 1998, peternakan sapi Tapos kehilangan taji hingga akhirnya mati suri. Tapos berubah hanya mengandalkan pemerahan sapi.

Pupusnya masa-masa kejayaan Peternakan Tapos ditandai dengan pengurangan lahan. Penurunan ini disebabkan penjarahan oleh warga setempat usai Soeharto lengser. Penjarahan tanah mengurangi luas peternakan Tapos menjadi 650 hektare dari 750 hektare pada 1974. Sisa-sisa kejayaan hanya terlihat di teras dan ruang tunggu Tapos.

Mengutip dari Kompas, papan nama peternakan di samping kanan jalan masuk semakin memudar. Foto atau gambar sapi hitam legam sudah berubah wujud menjadi siluet sapi putih. Padahal, itu Brangus, jenis sapi unggulan, kebanggaan Soeharto. Namun, tulisan Brangus dan Tri S Ranch di papan nama itu masih terbaca.

Brangus adalah sapi silangan dari Australia, yang dulu dibibitkan atau digemukkan di Peternakan Tapos, untuk kemudian dibagikan ke sejumlah daerah sebagai ternak program bantuan presiden. Di daerah penerima, sapi Brangus dijadikan pejantan unggulan. Berat sapi ini mencapai 2-3 ton per ekor.

“Brangus sudah tak ada lagi di sini sejak 6-7 tahun lalu. Sekarang kami hanya memilihara sapi perah untuk dijual susunya ke PT Indomilk. Tak ada lagi pembibitan sapi Brangus. Saya dengar, di beberapa daerah yang pernah dapat bantuan presiden masih ada Brangus turunan dari sini,” ujar H Yanwar kepala bagian ternak.

Peternakan Tapos memang sudah mati suri, paling tidak mati suri sementara. Saat ini masih ada 1.500 sapi perah yang menghasilkan minimal 5.500 liter susu per hari. Juga terdapat sekitar 300 domba yang dipelihara untuk kebutuhan internal, saat ada perayaan keluarga, peternakan, atau kemasyarakatan dan keagamaan.

Peternakan Sapi Perah Terbesar dan Termodern se-Asia Tenggara Akan Ada di Indonesia

Harapan keluarga besar Soeharto untuk kembali mengembangkan Peternakan Tapos tetap besar. Sebagian besar kandang sudah direnovasi. Di atasnya dibangun atau ditambahkan semacam villa untuk tempat bermalam atau berkumpul keluarga yang mengunjungi peternakan.

I Made Soewecha, yang juga kepala koordinator operasional PT Reso Sari Bumi unit peternakan Tapos, memastikan peternakan itu dikembangkan kembali menjadi peternakan berbasis bisnis modern. Beberapa warga di dekat peternakan berharap peternakan berkembang lebih baik dari zaman Soeharto.

“Kalau peternakan maju, anak-anak kami bisa bekerja di sana,” katanya.

    ! function(f, b, e, v, n, t, s) 
        if (f.fbq) return;
        n = f.fbq = function() 
            n.callMethod ? n.callMethod.apply(n, arguments) : n.queue.push(arguments)
        ;
        if (!f._fbq) f._fbq = n;
        n.push = n;
        n.loaded = !0;
        n.version = '2.0';
        n.queue = [];
        t = b.createElement(e);
        t.async = !0;
        t.src = v;
        s = b.getElementsByTagName(e)[0];
        s.parentNode.insertBefore(t, s)
    (window, document, 'script', 'https://connect.facebook.net/en_US/fbevents.js');
    fbq('init', '444507519219005');
    fbq('track', 'PageView');

https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js .

[ad_2]

Link Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah

Avatar

Published

on

RUU TPKS Jadi Usul Inisiatif DPR, PSI: Ini Kehendak Sejarah
Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti

BuzzFeed – Partai Solidaritas Indonesia mengapresiasi langkah DPR RI yang akan menjadikan Rancangan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) sebagai inisiatif DPR.

“Ini kehendak sejarah, ketika korban-korban berjatuhan dan akhirnya Presiden Jokowi meminta percepatan prosesnya. PSI sudah berulang kali menyampaikan bahwa RUU TPKS akan memberi payung hukum yang memadai bagi korban kekerasan seksual,” kata Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, dalam ketarangan tertulis , Rabu 12 Januari 2022.

Bersamaan dengan apresiasi ini, PSI berharap kualitas UU yang dihasilkan juga mumpuni dan tidak ala kadarnya.

“Kita semua punya kewajiban untuk memastikan kualitas UU yang dihasilkan terjaga. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan misalnya menyampaikan saran-saran konstruktif atas pasal-pasal yang tercantum dalam RUU,” kata Dea.

Seperti diberitakan, DPR memastikan akan menjadikan RUU TPKS sebagai RUU inisiatif DPR pada Selasa 18 Januari 2022. Kepastian ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-12 DPR masa persidangan ke-3 tahun 2021-2022, Selasa kemarin.

“RUU TPKS mengisi kekosongan hukum materil dan formil dari produk perundang-undangan yang ada selama ini,” lanjut Dea.

Doktor Ilmu Hukum dari Unpad ini menegaskan, para korban butuh negara hadir saat ini juga. Sudah terlalu banyak korban kekerasan seksual. UU yang dihasilkan kelak diharapkan akan mencegah jatuhnya korban-korban baru.

Sejak awal 2019, PSI sudah menyerukan pentingnya pengesahan RUU TPKS yang saat itu masih bernama RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS).

Terakhir, lewat pidato Wakil Ketua Dewan Pembina Grace Natalie di acara HUT ke-7 pada 22 Desember 2021, PSI menyoroti DPR yang tak kunjung mengesahkan RUU TPKS. Beberapa hari kemudian, Presiden Jokowi meminta percepatan proses RUU tersebut.

Continue Reading

HEADLINE

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun

Avatar

Published

on

Menkeu Beberkan Realisasi sementara belanja APBN 2021 capai Rp2.786,8 triliun
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani (tengah) dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2022). ANTARA/Agatha Olivia.

BuzzFeed – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani beberkan laporan realisasi sementara belanja negara 2021 capai Rp. 2,78 Triliun atau 101,3 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2.750 triliun.

“Artinya negara membelanjakan Rp36,7 triliun lebih tinggi dari APBN, sehingga berhasil tumbuh 7,4 persen dari tahun lalu,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 di Jakarta, Senin (3/1/2021) dilansir dari Antara News.

Selain itu, ia mengatakan bahwa tahun sebelumnya, realisasi belanja negara mencapai Rp2.595,5 triliun, namun angka tersebut tak mencapai target APBN 2020 yang sekitar Rp2.700 triliun.

Dilain itu, realisasi belanja negara pada tahun lalu berhasil tumbuh 12,4 persen dari realisasi tahun 2019, yakni Rp2.309,3 triliun, sehingga terlihat belanja negara yang terus tumbuh setiap tahunnya.

“Jadi kalau pendapatan negara tidak bisa mengejar, defisitnya bisa naik,” tegas Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, realisasi sementara belanja negara tahun 2021 meliputi belanja pemerintah pusat Rp2.001,1 triliun atau terealisasi 102,4 persen dari target Rp1.954,5 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) Rp 785,7 triliun atau 98,8 persen dari target Rp795,5 triliun.

Realisasi belanja pemerintah pusat berhasil tumbuh 9,2 persen lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp1.833 triliun, yang meliputi belanja kementerian/lembaga Rp1.189,1 triliun atau 115,2 persen dari target Rp1.032 triliun dan belanja non kementerian/lembaga Rp812 triliun atau 88 persen dari target Rp922,6 triliun.

“Dalam hal ini terlihat belanja pemerintah pusat yang menyebabkan APBN agar bisa countercyclical karena belanja COVID-19, yang memang selain untuk kebutuhan kesehatan, tetapi juga untuk bidang sosial dan belanja lainnya,” ucap dia.

Sementara itu, Bendahara Negara menuturkan realisasi TKDD relatif stabil dan tumbuh tiga persen jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2020 yang sebesar Rp762,5 triliun.

Continue Reading

HEADLINE

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

Tia Mutiara

Published

on

Menginspirasi Kepedulian terhadap Fauna Langka Indonesia, ATARU Luncurkan Produk Eksklusif

BuzzFeed – ATARU, penyedia berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group, resmi meluncurkan seri merchandise baru bertema fauna-fauna langka dari Indonesia. 

Tasya Widyakrisnadi selaku Managing Director ATARU Indonesia menuturkan, “Keberadaan fauna-fauna langka di Indonesia merupakan anugerah yang harus terus dijaga kelestariannya. Alasan inilah yang mendorong ATARU meluncurkan merchandise eksklusif bertemakan fauna langka untuk memperkenalkan keberadaan fauna-fauna endemik Indonesia kepada khalayak luas, sehingga kesadaran akan dan kepedulian terhadap fauna Indonesia dapat kita bangun bersama-sama.” 

Dalam seri merchandise eksklusif kali ini, ATARU memperkenalkan tiga fauna langka yang dipilih berdasarkan keterikatan kepribadian ketiga fauna tersebut dengan value brand Ataru yaitu, ‘Happiness’

yang diwakili oleh Orang Utan, ‘Authenticity’ oleh Burung Mambruk dan ‘Positivity’ oleh Tarsius. Ketiga fauna tersebut menjadi karakter yang tampil di berbagai macam produk kebutuhan sehari-hari, seperti topi, tas, tempat minum, boneka, hingga kaos kaki. 

Perburuan liar serta deforestasi menjadi faktor utama dari menurunnya populasi Orangutan, Burung Mambruk, dan Tarsius. Ketiga hewan endemik ini masuk dalam daftar rentan dan terancam kritis oleh Badan Konservasi Alam Internasional (IUCN). Padahal, keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga ekosistem dan biodiversitas hutan. 

Produk ini bisa didapatkan di 21 toko Ataru yang tersebar di seluruh Indonesia dan juga dapat ditemukan di toko Ace Hardware Indonesia tertentu. 

Tentang ATARU 

Hadir pada tahun 2018 sebagai pengembangan bisnis PT Ace Hardware Indonesia, Tbk, Ataru adalah penyedia berbagai kebutuhan sehari-hari. Ataru ingin membawa semangat positif ke dalam hidup setiap pelanggannya melalui produknya yang unik dan berkualitas. 

Dengan slogan ‘Everyone is a Hero’, Ataru mengajak setiap pelanggan untuk mewujudkan diri sebagai Hero dalam versinya sendiri, dengan produk lifestyle inovatif yang digunakan setiap hari.Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.instagram.com/ataruindonesia 

Tentang Kawan Lama Group 

Kawan Lama Group adalah identitas dari kelompok unit bisnis multisektor yang masing-masing bergerak dalam 6 pilar bisnis yaitu Commercial & Industrial, Consumer Retail, Food & Beverage, Property & Hospitality, Commercial Technology, serta Manufacturing & Engineering, namun dipersatukan oleh nilai dan tujuan yang sama yaitu memberikan kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga. Hadir sejak tahun 1955, Kawan Lama Group yang memiliki slogan Bring Value for a Better Life menaungi 28 unit bisnis yang memiliki 20 cabang distribusi, 24 service center, dan lebih dari 1.000 toko ritel di Indonesia. 

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

Part of Telegraf. Copyright © 2022 BuzzFeed. KBI Media Holding. All Rights Reserved.

close