Peternak di Michigan Terjangkit Flu Burung; Kasus Kedua di AS terkait Sapi Perah

Seorang peternak di Michigan didiagnosis mengdiap flu burung. Kasus tersebut menjadi kasus kedua yang menjangkiti manusia dalam wabah flu burung yang menyerang sapi perah di AS.

Peternak tersebut memiliki riwayat kontak dengan sapi-sapi di peternakan yang hewannya terinfeksi. Pejabat kesehatan Michigan pada Rabu (22/5) mengatakan sang peternak sendiri mengalami gejala ringan pada matanya dan telah sembuh.

Hasil tes usap hidung menunjukkan hasil negatif, namun hasil tes dari mata yang dilakukan pada Selasa (21/5) menunjukkan hasil positif, “mengindikasikan adanya infeksi mata,” kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dalam sebuah pernyataan.

Peternak tersebut mengalami “gatal-gatal” di matanya pada awal bulan ini, namun kondisinya “tidak terlalu parah,” ungkap Dr. Natasha Bagdasarian, kepala eksekutif kesehatan Michigan. Dia tidak diobati dengan oseltamivir, sebuah obat yang dianjurkan dalam penanganan flu burung, ujarnya.

Risiko perebakan di kalangan manusia masih kecil, namun para peternak yang berhadapan dengan hewan yang terinfeksi berada dalam risiko yang lebih tinggi, ungkap para petugas kesehatan. Mereka mengatakan para pekerja tersebut harus diberi alat pelindung, terutama untuk matanya.

Pada akhir Maret lalu, seorang peternak di Texas didiagnosis mengidap kondisi serupa. Para pejabat menyebut kasus itu sebagai kasus pertama yang diketahui di dunia di mana manusia tertular flu burung versi terbaru melalui mamalia. Pasien tersebut melaporkan pembengkakan pada matanya dan telah pulih.

Sejak tahun 2020, virus flu burung menyebar ke lebih banyak spesies hewan, termasuk anjing, kucing, beruang, dan bahkan anjing laut dan lumba-lumba – di banyak negara.

Terdeteksinya virus tersebut pada hewan ternak di AS pada awal tahun ini, merupakan hal tak terduga yang memicu pertanyaan mengenai keamanan pangan dan apakah penyakit ini akan mulai menyebar ke manusia.

Hal tersebut belum terjadi, meskipun terdapat laporam peningkatan penularan yang stabil pada sapi. Hingga hari Rabu (22/5), virus itu telah dipastikan tersebar di 51 peternakan sapi perah di sembilan negara bagian, menurut Departemen Pertanian AS. Sebanyak 15 di antaranya berada di Michigan.

Para pejabat kesehatan di sana menolak mengatakan berapa banyak orang yang terpapar dari sapi yang telah dites atau dipantau.

Virus itu ditemukan dalam jumlah tinggi pada susu mentah sapi yang tertular, namun pejabat pemerintah mengatakan produk pasteurisasi yang dijual di toko swalayan aman, karena telah dipanaskan yang dipastikan membunuh virus tersebut.

Kasus baru ini menandai ketiga kalinya seseorang di Amerika Serikat didiagnosis mengidap virus flu burung atau H5N1 Tipe A. Pada tahun 2022, seorang narapidana dalam program kerja, tertular penyakit ini ketika membunuh unggas yang terjangkit di peternakan unggas di Montrose County, Colorado. Satu-satunya gejalanya adalah kelelahan, dan ia sembuh. Itu terjadi sebelum sapi-sapi di AS terpapar oleh virus tersebut. [ps/jm/rs]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed