Connect with us

ASIA PASIFIK

Pesawat AS yang Bawa Bantuan COVID-19 Tiba di New Delhi 

Pesawat AS yang Bawa Bantuan COVID-19 Tiba di New Delhi 



Pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) yang membawa bantuan penting untuk membantu India menanggulangi lonjakan infeksi COVID-19, tiba di New Delhi pada Rabu (5/5).

Pesawat itu membawa generator oksigen yang disumbangkan oleh Negara Bagian California, lebih dari 280 ribu unit tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT), dan lebih dari 1,3 juta masker N95.

Ini adalah pesawat bantuan keenam yang tiba dari AS sejak akhir April.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Amerika (U.S. Agency for International Development/USAID), India akan menerima lebih dari $100 juta bantuan dan pasokan penting dari Amerika untuk memerangi pandemi.

India mengalami wabah virus corona yang luas, dengan 382.315 kasus baru yang terkonfirmasi dan 3.780 kematian yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir, yang secara luas diyakini di bawah jumlah sesungguhnya.

Beberapa negara asing termasuk AS, Inggris, dan Singapura sejauh ini telah mengirimkan bantuan ke India. [lt/jm]

Advertisement
Click to comment

ASIA PASIFIK

Serangan China terhadap ‘Kekuatan Asing’ Ancam Kebebasan di Hong Kong

Serangan China terhadap ‘Kekuatan Asing’ Ancam Kebebasan di Hong Kong



Diplomat senior AS di Hong Kong mengatakan pemberlakuan undang-undang keamanan nasional baru telah menciptakan “suasana pemaksaan” yang mengancam kebebasan kota dan posisinya sebagai pusat bisnis internasional.

Dalam komentarnya yang keras kepada Reuters minggu ini, Konsul Jenderal AS Hanscom Smith menyebut “mengejutkan” bahwa pengaruh Beijing telah “memfitnah” kegiatan diplomatik rutin, seperti bertemu dengan aktivis lokal, sebagai bagian dari tindakan keras pemerintah terhadap kekuatan asing yang menciptakan situasi tidak menyenangkan.

Pernyataan Smith menyoroti keprihatinan mendalam banyak pejabat dalam pemerintahan Presiden Joe Biden atas kebebasan yang memburuk secara drastis di Hong Kong, satu tahun setelah parlemen China memberlakukan undang-undang tersebut.

Para pengecam undang-undang tersebut mengatakan undang-undang tersebut telah menghancurkan oposisi demokratis kota, masyarakat sipil dan kebebasan gaya Barat.

Para pakar mengatakan, masalah kekuatan asing adalah inti dari kejahatan “kolusi” dengan negara asing atau “elemen eksternal” yang dirinci dalam Pasal 29 undang-undang keamanan.

Pasal 29 melarang serangkaian hubungan langsung atau tidak langsung dengan “negara asing atau lembaga, organisasi, atau individu” di luar China yang mencakup pelanggaran mulai dari mencuri rahasia dan mengobarkan perang hingga terlibat dalam “kegiatan permusuhan” dan “memprovokasi kebencian.” Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut bisa dihukum hingga penjara seumur hidup.

“Rakyat tidak tahu di mana batasannya, dan itu menciptakan suasana yang tidak hanya buruk bagi kebebasan mendasar, tetapi juga buruk bagi bisnis,” kata Smith. [my/pp]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Derita Hazara di Afghanistan: Genosida atau Kejahatan Kemanusiaan

Derita Hazara di Afghanistan: Genosida atau Kejahatan Kemanusiaan


Beberapa menit setelah bom menghancurkan sebuah minivan lain di sebuah kawasan permukiman Hazara di Kabul Barat, awal Juni lalu, Mohammad Shoaib Khiari mulai menelepon ibunya. Itu pengeboman keempat hanya dalam waktu 48 jam,

Ibunya pergi bersama kedua saudara perempuannya pergi membeli tirai untuk rumah baru mereka. Ia panik ketika sang ibu tidak menjawab panggilan teleponnya dan mulai menghubungi rumah sakit-rumah sakit Kabul. Ia menemukan saudara perempuannya, Hosnia, dalam kondisi kritis dengan luka bakar di lebih dari 50 persen tubuhnya.

Ibunya dan saudara perempuannya, Mina, 23, sudah meninggal. Dua keranda berselubungkan kain beledu hitam bertuliskan ayat-ayat Al-Qur’an warna keemasan membawa jasad Mina dan ibunya ke tempat peristirahatan terakhir.

Tiga hari kemudian pada tanggal 6 Juni, Hosnia yang berusia 21 tahun meninggal dunia. Ia merupakan korban tewas terbaru dalam serangkaian serangan yang menarget kelompok etnis Hazara Afghanistan.

Warga Hazara Afghanistan menghadiri pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Warga Hazara Afghanistan menghadiri pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Beberapa kelompok HAM menyebut banyak serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain termasuk yang termiskin di Afghanistan, etnis Hazara, yang umumnya Syiah adalah kelompok minoritas di Afghanistan yang sebagian besar warganya adalah Sunni.

Setelah runtuhnya Taliban 20 tahun yang lalu, kelompok etnis ini mulai berkembang dan meraih kemajuan di berbagai bidang, termasuk pendidikan dan olahraga.

Kini, mereka dilanda kekhawatiran bahwa apa yang mereka telah capai akan hilang karena kekacauan dan perang setelah penarikan terakhir pasukan Amerika dan NATO dari Afghanistan musim panas ini.

“Orang-orang yang mampu meninggalkan Afghanistan akan pergi meninggalkan Afghanistan, sementara mereka yang tidak mampu akan tinggal di sini dan menunggu kematian,” kata Qatradullah Broman, kerabat Mina.

Sebuah afiliasi ISIS yang brutal telah menyatakan perang terhadap minoritas Syiah di negara itu dan telah mengaku bertanggung jawab atas banyak serangan baru-baru ini. Taliban, sewaktu mereka terakhir memerintah dituduh membantai orang-orang Hazara, dalam serangan balas dendam, menyusul pembunuhan sejumlah warga etnis Pashtun di Afghanistan Utara.

Orang-orang etnis Hazara curiga, pemerintah tidak berbuat cukup untuk mencegah serangan-serangan mematikan itu. Pemerintah jarang menangkap para pelakunya, dan tidak pernah mempublikasikan penyelidikan pihak berwenang.

Foto-foto siswa yang terbunuh dari Sekolah Syed Al-Shahada dipajang di gerbang sebuah masjid di lingkungan Dasht-e-Barchi di Kabul, Afghanistan, Selasa, 1 Juni 2021. (AP)

Foto-foto siswa yang terbunuh dari Sekolah Syed Al-Shahada dipajang di gerbang sebuah masjid di lingkungan Dasht-e-Barchi di Kabul, Afghanistan, Selasa, 1 Juni 2021. (AP)

Mereka mengeluhkan lemahnya keamanan di daerah-daerah yang didominasi Hazara, bahkan ketika serangan semakin meningkat. Beberapa menuding sejumlah panglima perang, yang telah membantai Hazara dalam perang-perang sebelumnya, telah bersekutu dengan pemerintah.

Menyusul pengeboman pekan lalu yang menewaskan saudara perempuan dan ibu Shoaib, kampanye di media sosial bertagar #StopHazaraGenocide (HentikanGenosidaHazara) sempat menjadi tren di Twitter.

Komisi HAM PBB juga telah mengajukan petisi untuk menyelidiki pembunuhan Hazara sebagai genosida, atau setidaknya sebagai ‘perang melawan kemanusiaan’, kata Wadood Pedram, direktur eksekutif Organisasi HAM dan Pemberantasan Kekerasan yang berbasis di Kabul, yang memprakarsai petisi itu.

Orang-orang etnis Hazara dibantai di mana-mana, termasuk di sekolah, klub olahraga, bahkan rumah sakit. Tahun lalu, sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah rumah sakit bersalin, juga di Kabul Barat.

Pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Ketika serangan itu berakhir, 24 orang tewas, termasuk sejumlah bayi yang baru lahir dan ibu mereka. Amerika Serikat menuding ISIS yang mendalanginya tetapi lebih dari setahun kemudian tidak ada penangkapan yang dilakukan. Para pekerja HAM mengatakan serangan-serangan itu kini telah meningkat menjadi kejahatan perang.

Keluarga Mohammad Shoaib Khiari yang berduka karena kehilangan orang yang mereka cintai, percaya bahwa rakyat Afghanistan lelah perang dan semua orang harus bekerja sama untuk membawa perdamaian di negara itu.

“Kita harus berusaha membawa perdamaian ke negara ini, sehingga orang-orang dapat menikmati hidup mereka, saat ini semua orang hidup dalam ketakutan, setiap kali anak seseorang meninggalkan rumah, sulit untuk mengatakan apakah ia akan pulang dengan selamat,” kata paman Khiari, Yusof Rajabi.

Pembantaian-pembantaian itu menyebabkan Hazara, yang secara tradisional tidak menyukai kekerasan; meletakkan senjata mereka setelah Taliban melarikan diri; dan merangkul demokrasi yang baru ditemukan di negara itu, beralih ke para pemimpin militan. Beberapa di antara para pemimpin militan itu telah memerangi Taliban dan sekarang menjadi sasaran pemerintah.

Personel keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan, Kamis, 3 Juni 2021. (AP)

Personel keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan, Kamis, 3 Juni 2021. (AP)

Di beberapa area di Kabul Barat di mana etnis Hazara mendominasi, keprihatinan semakin keras terdengar. Pembicaraan telah beralih ke mempersenjatai para pemuda Hazara untuk bertahan melawan serangan yang semakin ganas dan sering menarget kaum muda yang berpendidikan.

Pengeboman tiga kali pada 8 Mei lalu di sekolah putri Syed-Al-Shahada yang menewaskan lebih dari 100, hampir 80 di antaranya adalah siswa Hazara, membuat marah kelompok etnis itu. Beberapa di antara mereka mengatakan, peristiwa tersebut memicu mereka untuk mengambil tindakan.

Duduk di lantai karpet Masjid Wali Asar, juga di Kabul Barat, Ghulam Reza Berati, seorang pemimpin agama Hazara terkemuka mengatakan Hazara kecewa dengan demokrasi yang dibawa oleh koalisi pimpinan AS setelah runtuhnya Taliban.

Hazara, yang menyambut orde baru, sebagian besar tidak dilibatkan dalam posisi-posisi penting, katanya.

Berati mengatakan, kelompok etnis Hazara termasuk yang pertama meletakkan senjata setelah 2001, sementara pada 2021 banyak panglima perang — bersama kelompok-kelompok mereka yang memusuhi Hazara — bersenjata lengkap.

“Ketika HAM, hak perempuan, supremasi hukum dan semua hukum yang diakui secara internasional lainnya tidak dihormati dalam peradaban, maka kita harus beralih ke senjata,” kata Berati.

Keberadaan beberapa panglima perang, yang berkuasa di pemerintahan saat ini, mengingatkan kelompok etnis Hazara tentang kekerasan yang dilakukan para panglima itu terhadap mereka dan potensi bahaya di masa depan.

Rajab Ali Urozgani, yang dikenal dengan panggilan Mangol, baru berusia 14 tahun ketika ia bertempur pada 1993 di Afshar, sebuah area yang sebagian besar penduduknya Hazara di Kabul.

Pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Pemakaman Mina Khiari, yang tewas dalam pemboman pekan lalu, di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 5 Juni 2021. (AP)

Sebagaimana didokumentasikan kelompok-kelompok HAM, pertempuran itu sesungguhnya adalah pembantaian yang dilakukan oleh milisi yang setia kepada Abdul Rasool Sayyaf, yang saat ini menjadi orang berpengaruh di Kabul.

Mangol, yang kini berusia 42 tahun, mengusapkan tangan ke bekas luka di kepalanya, yang menjadi pengingat tragedi saat itu. Jalannya terpincang-pincang karena tembakan peluru sempat juga menghancurkan kakinya dalam perang itu.

Ia kembali ke Afshar awal bulan ini untuk mengunjungi kembali lokasi pembantaian tersebut. Ketika ditanya di mana tepatnya, Mangol menunjuk ke tanah di bawah kakinya.

Lokasi itu, katanya, adalah kuburan massal di mana hampir 80 pria, wanita dan anak-anak yang tewas dalam pertempuran Afshar dimakamkan. Sebuah dinding telah didirikan di sekitar situs itu. Sebuah bendera Syiah berkibar di dekat pintu masuk dan setiap orang yang masuk berhenti di bawah bendera itu untuk berdoa bagi para korban yang tewas.

Mangol mengaku khawatir dengan nasib kelompok etnis Hazara. Ia sulit berharap perdamaian akan tercipta di Afghanistan setelah pasukan AS dan sekutu-sekutunya angkat kaki dari negaranya. [ab/uh]

Continue Reading

ASIA PASIFIK

Cover Art Baru Lorde Memiliki 2 Versi. Seseorang Tidak Memiliki Pantatnya.

Cover Art Baru Lorde Memiliki 2 Versi.  Seseorang Tidak Memiliki Pantatnya.


Bokong Lorde Dikaburkan di Cover Art Alternatif Untuk Single Barunya "Tenaga surya"

Tangkapan layar diambil dari Spotify. Kolase: VICE / Gambar: Koh Ewe

Dalam video musik untuk single baru Lorde “Solar Power,” penyanyi-penulis lagu Selandia Baru ini terlihat mengenakan bikini, berjemur di bawah sinar matahari sambil bernyanyi dan menari. Sesuai dengan tema pantai, cover art dari lagu tersebut menunjukkan pandangan sekilas tentang dirinya yang melompat, sinar matahari mengintip dari belakang.

Inilah tampilannya bagi banyak orang di Spotify.

Single baru Lorde “Solar Power” di Spotify.

Tangkapan layar single di Spotify, diambil di Singapura. Gambar: Koh Ewe

Namun, pengguna aplikasi musik di beberapa negara termasuk China dan Jepang telah melihat perbedaan mencolok dalam sampul sampul.

Pada platform streaming musik top China seperti NetEase Cloud Music dan QQ Music, sampul album “Solar Power” mengaburkan pantat Lorde dengan apa yang tampak seperti sinar matahari.

Single baru Lorde “Solar Power” di situs streaming China NetEase Cloud Music.

Tangkapan layar “Solar Power” di NetEase Cloud Music, salah satu platform streaming musik terkemuka di China. Gambar: Koh Ewe

Single baru Lorde “Solar Power” di situs streaming China QQ Music.

Tangkapan layar “Solar Power” di QQ Music, salah satu platform streaming musik terkemuka di China. Gambar: Koh Ewe

Konten yang terkait dengan pornografi, termasuk sindiran seksual, sering menjadi subjek sensor media di Cina, dan ini terkadang mencakup apa pun yang dianggap terlalu seksual atau eksplisit oleh otoritas konten.

Spotify tidak tersedia di Cina daratan tetapi pengguna di Hong Kong diarahkan ke halaman web yang menampilkan versi kabur.

VICE menemukan bahwa cover art “Solar Power” versi yang disamarkan juga ditampilkan kepada pengguna Spotify di Jepang. Sementara itu, mereka yang berada di belahan dunia lain—termasuk Amerika Serikat, Afrika Selatan, Mesir, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan India—lihat pantat penuh Lorde dalam sampul seni.

Perwakilan Spotify di Singapura tidak segera menanggapi pertanyaan email VICE tentang dua versi sampul “Solar Power”.

Kehadiran dua versi berbeda untuk pasar musik yang berbeda tampaknya juga berlaku untuk Apple Music, dengan cover art yang disamarkan muncul untuk pengguna di Cina daratan, Hong Kong, Jepang, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Untuk Hong Kong, perubahan tampaknya hanya berlaku untuk halaman web Cina. Itu versi bahasa Inggris dari Apple Music di kota menunjukkan pantat Lorde yang tidak tertutup.

Demikian pula, sementara versi yang dikaburkan muncul di situs bahasa Inggris Apple Music untuk Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, versi paling bawah ditampilkan untuk negara-negara situs arab.

Apple tidak segera menanggapi email dan permintaan komentar melalui telepon.

Universal Music New Zealand, label rekaman untuk musik Lorde, juga tidak segera menanggapi pertanyaan tentang sampul album.

Saat ini, tidak jelas dari mana kedua versi sampul itu berasal.

Di situs microblogging China Weibo, pengguna media sosial melihat gambar yang diedit dari sampul Lorde dengan pengunduran diri dan humor sarkastik, mengolok-olok contoh lain dari penyensoran China.

“Inilah slogan publisitas Tiongkok untuk single baru Lorde: Cahaya kebenaran bersinar di seluruh negeri,” tulis seorang pengguna Weibo, mengakhiri komentar mereka dengan emoji bendera China.

“Itu [cover art] di NetEase Cloud Music memiliki cahaya suci,” menulis yang lain.

Ikuti Koh Ewe di Instagram.



Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close