Connect with us

FEED

Perahu Karet Milik FPI Dipakai Petugas Saat Evakuasi Korban Banjir, Ternyata Ini Sebenarnya yang Terjadi

Perahu Karet Milik FPI Dipakai Petugas Saat Evakuasi Korban Banjir, Ternyata Ini Sebenarnya yang Terjadi




Perahu Karet Milik FPI Dipakai Petugas Saat Evakuasi Korban Banjir, Ternyata Ini Sebenarnya yang Terjadi


© JPNN.COM
Perahu Karet Milik FPI Dipakai Petugas Saat Evakuasi Korban Banjir, Ternyata Ini Sebenarnya yang Terjadi

jpnn.com, JAKARTA – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan menjelaskan terkait foto yang beredar di mana tampak petugas dari kepolisian dan TNI menggunakan perahu karet milik Front Persaudaraan Islam atau FPI versi baru.

Erwin menjelaskan, foto yang beredar tersebut diambil saat petugas akan mengamankan perahu karet milik FPI versi baru tersebut.

Pada saat akan diamankan, kata Erwin, perahu tersebut sedang membawa korban banjir sehingga dibantu oleh petugas.

“Sehingga dalam proses pengamanan itu terlihat bahwa ada pertolongan, tetapi setelah itu kita (polisi, red) amankan,” kata Erwin, Senin (22/2).

Erwin menyebutkan meskipun FPI versi Front Pembela Islam sudah diganti menjadi Front Persaudaraan Islam, pihak kepolisian masih menilai itu hal yang sama, sehingga penggunaan atribut FPI versi baru tetap dilarang.

“Kalaupun ada FPI yang lain ataupun FPI versi baru, kita menganggap bahwa itu masih sama dalam arti kita melakukan tindakan-tindakan untuk melarang memasang atribut, menggunakan atribut, tulisan-tulisan dan simbol-simbol,” terang Kapolres.

Erwin menegaskan pihak kepolisian dan TNI tidak melarang sukarelawan eks FPI untuk membantu korban banjir, tetapi yang dilarang penggunaan atribut dari FPI sesuai dengan SKB Enam Menteri dan Maklumat Kapolri.

“Kalaupun ingin memberikan bantuan kemanusiaan lebih baik tidak menggunakan atribut atau simbol-simbol yang dilarang,” tegas Erwin. (mcr8/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Elon Musk Tanam Chip di Otak Kera, Jadi Bisa Main Gim Hanya dengan ‘Telepati’

Elon Musk Tanam Chip di Otak Kera, Jadi Bisa Main Gim Hanya dengan ‘Telepati’


AKURAT.CO, Pengusaha startup chip otak Elon Musk merilis rekaman video mengejutkan pada Jumat (9/4). Video itu menampilkan seekor monyet yang sedang bermain video gim sederhana setelah ditanam teknologi terbaru.

Dilansir dari Reuters, video berdurasi 3 menit yang diunggah di akun Neuralink itu menunjukkan Pager, seekor kera jantan yang setiap sisi otaknya ditanami chip, memainkan ‘Mind Pong’. Awalnya, ia dilatih untuk bermain gim dengan menggerakkan tuas kendali. Kemudian, kabel perangkat itu dicabut, sehingga tidak tersambung dengan gim. Jadi, meski Pager terlihat masih menggerak-gerakkan tuas kendali, ia sebenarnya mengendalikannya hanya dengan berpikir tangannya digerakkan ke atas atau ke bawah.

“Produk pertama Neuralink akan memungkinkan seseorang yang lumpuh menggunakan ponsel pintar dengan pikiran, lebih cepat dibandingkan orang yang menggunakan jempol,” twit Musk pada Kamis (8/4).

Sementara itu, versi yang lebih baru akan dapat mengalihkan sinyal dari Neuralinks di otak ke Neuralinks di klaster motorik atau sensorik tubuh, sehingga memungkinkan, misalnya, orang lumpuh dapat berjalan lagi.

“Perangkat ini ditanamkan di tengkorak dan mengisi daya secara nirkabel, sehingga Anda terlihat dan merasa benar-benar normal,” tambahnya.

Neuralink bekerja dengan merekam dan mendekode sinyal listrik dari otak menggunakan lebih dari 2 ribu elektroda yang ditanamkan di daerah korteks motorik monyet yang mengoordinasikan gerakan tangan dan lengan.

“Dengan menggunakan data ini, kami mengkalibrasi dekoder dengan memodelkan hubungan secara matematis antara pola aktivitas saraf dan berbagai gerakan tuas kendali yang mereka hasilkan,” kata sulih suara dalam video itu.

Didirikan bersama oleh Musk pada 2016, Neuralink yang berbasis di San Fransisco bertujuan untuk menanamkan chip komputer otak nirkabel untuk membantu menyembuhkan kondisi neurologis, seperti Alzheimer, demensia, dan cedera tulang belakang, serta menggabungkan manusia dengan kecerdasan buatan.

Pada Agustus 2020, Musk meluncurkan seekor babi dengan implan chip Neuralink.

Musk dikenal telah menyatukan beragam ahli untuk mengembangkan teknologi yang sebelumnya terbatas pada laboratorium akademik, termasuk roket dan kendaraan listrik, melalui perusahaan seperti Tesla dan SpaceX.[]

baca juga:





Source link

Continue Reading

FEED

Maia Estianty Dua Kali Positif Covid-19, Apa Penyebab Bisa Terinfeksi Lagi? : Okezone Lifestyle

Maia Estianty Dua Kali Positif Covid-19, Apa Penyebab Bisa Terinfeksi Lagi? : Okezone Lifestyle


MAIA Estianty dikabarkan dua kali terinfeksi covid-19. Kondisi ini membuatnya merasa sangat menyebalkan, lantaran penyembuhannya butuh waktu lebih lama. Ia juga merasakan gatal di tenggorokan.

“Aku kemarin sempat terkena covid-19 yang kedua kali. Ih nyebelin ya,” ujar Maia Estianty, seperti dikutip dari kanal YouTube Maia ALELDUL TV, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Dua Kali Positif COVID-19, Maia Estianty: Nyebelin 

Lantas, apa penyebab seseorang bisa positif terinfeksi covid-19 untuk kedua kalinya?

Maia Estianty. (Foto: Instagram)

Profesor mikrobiologi dan patologi di New York University, Philip Tierno Jr, mengatakan bahwa sekali terinfeksi sebetulnya infeksi tersebut bisa tidak aktif. Namun jika menemukan jalurnya, bisa bergerak ke paru-paru.

Sementara itu, dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dalam riset terhadap pasien covid-19 yang sembuh menunjukkan perlindungan kekebalan tubuhnya terhadap virus corona menurun, bahkan hilang setelah dua atau tiga bulan.

Baca juga: Gaya Mewah Maia Estianty Pakai Dress Setotal Rp187,9 Juta, Netizen: Jiwa Miskinku Meronta-ronta 

Clemens Wendtner, dokter kepala di Rumah Sakit Schwabing di Munchen Jerman, melakukan rangkaian pengujian kekebalan pasien covid-19 yang dirawat pada akhir Januari 2020 dan dinyatakan sembuh.

Tes menunjukkan turunnya jumlah antibodi pada tubuh mereka secara signifikan. “Antibodi yang menghentikan serangan virus, menghilang hanya dalam waktu dua sampai tiga bulan pada 4 dari 9 pasien yang dimonitor,” jelas Wendtner.

Kemudian ahli virologi di University of Warwick, Profesor Lawrence Young, mengatakan tidak mungkin dua jenis virus covid-19 dapat menginfeksi sel pada saat yang bersamaan.

“Jika satu virus masuk, ia mengambil alih sel itu, dan sulit bagi virus lain untuk masuk,” ungkapnya.

Baca juga: Gaya Trio Lanjud Bareng Ahmad Dhani hingga Maia Estianty di Lamaran Aurel-Atta 

Dia menambahkan, perubahan pada virus itu didorong oleh mutasi acak. “Virus bermutasi pada tingkat yang sangat rendah dan banyak (mutasinya) sebagai tanggapan terhadap tekanan rendah yang kita berikan padanya,” tambah Young.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)



Source link

Continue Reading

FEED

Selain Gibran, Akankah Pilkada DKI Diramaikan Deretan Milenial Ini?

Selain Gibran, Akankah Pilkada DKI Diramaikan Deretan Milenial Ini?



loading…

JAKARTA – Isu megenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta selalu menyedot perhatian banyak pihak. Setidaknya sudah ada beberapa lembaga survei merilis tentang sosok yang berpotensi menjadi kandidat.

Mulai dari petahana, mantan gubernur maupun wakil gubernur, menteri, wakil rakyat di DPRD DKI Jakarta hingga artis. Beberapa elite partai politik pun mulai melempar nama-nama bakal calon kandidat.

Diantaranya tergolong generasi milenial. Nah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin dan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebut ada beberapa kalangan milenial yang berpotensi maju sebagai kandidat Pilkada DKI Jakarta mendatang.

“Dari nama-nama yang sudah beredar sih ada Gibran, Rafi Ahmad, Agnesmo, Zita Anjani (PAN). Namun mereka itu bisa benar-benar maju dan bisa juga tidak,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu 10 April 2021.

Adapun Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Gibran yang kini menjabat wali kota Solo merupakan kelahiran 1 Oktober 1987. Sedangkan Raffi Ahmad artis kelahiran 17 Februari 1987.

Kemudian, artis Agnes Monica Muljoto atau kini akrab disapa Agnez Mo kelahiran 1 Juli 1986. Sedangkan Zita Anjani, wakil ketua DPRD DKI Jakarta kelahiran 12 Maret 1990 merupakan anak Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.Baca juga: Bima Arya Siap Maju di Pilkada DKI Jakarta, Tapi…

Ujang berpendapat, sejumlah tokoh itu bisa benar-benar maju atau tidak sebagai kandidat Pilkada DKI Jakarta tergantung dari perkembangan dan dinamika politik yang akan terjadi nanti. Selain itu, kata Ujang, juga bergantung pada elektabilitas masing-masing.

“Nama Raffi Ahmad dan Agnez Mo sangat populer. Tapi belum tentu punya elektabilitas tinggi. Memiliki popularitas tinggi belum tentu dipilih. Namun yang memiliki elektabilitas tinggi sudah pasti dipilih. Jika Gibran jadi maju, kans Gibran yang besar. Karena dia anak presiden,”tuturnya.Baca juga: Selebriti dan Politisi Berlatar Artis Ini Dilirik Maju Pilkada DKI

Hal yang hampir sama dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah. “Nama-nama populer bisa saja muncul seperti Gibran Rakabuming dari PDIP, Saraswati dari Gerindra,” kata Dedi Kurnia Syah kepada SINDOnews secara terpisah.

Adapun Rahayu Saraswati Dhirakarya Djojohadikusumo kelahiran 27 Januari 1986. Perempuan yang biasa disapa Sara ini adalah keponakan dari Ketua Umum Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.Baca juga: Dari Airin hingga Desy Ratnasari, Siapa Ikuti Jejak Mpok Sylvi Tarung di Pilgub DKI?

Sara pernah menjadi kandidat Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 namun kalah. “Kelompok millenial di kontestasi Pilkada DKI bisa menjadi alternatif, dan ruangnya bisa jauh lebih terbuka tidak saja mereka yang menetap di Ibu kota. Meskipun sentimen lokalitas akan selalu muncul dalam propaganda,” tuturnya.Baca juga: Demokrat Umumkan Jagoan di Pilgub DKI, PKB Duluan Duetkan Raffi-Agnes

(dam)



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close