Info

Penyerbuan Gedung Capitol Mainkan Peran Penting dalam Pemilu AS 2024

Kerusuhan pada tanggal 6 Januari 2021 sangat penting bagi upaya pemilihan kembali Donald Trump sehingga dirinya membuka kegiatan kampanyenya dengan sebuah lagu dari orang-orang yang dipidana karena menyerbu Gedung Capitol pada hari itu.

“Anda mendengar para sandera bernyanyi. Mereka adalah para sandera. Mereka adalah sandera J-6, saya menyebutnya demikian,” ujar Trump.

Hadirin lalu bersorak ketika Trump menyebut para pengacau itu sebagai patriot dan sandera, bukan sebagai kriminal yang dihukum.

“Di bawah Joe Biden, para patriot Amerika ditangkap dan ditawan seperti binatang,” serunya.

Dalam lagu yang direkam bersama “J6 Prison Choir” itu, Trump mengucapkan Sumpah Kesetiaan terhadap AS. Dosen Komunikasi di Texas A&M University Jennifer Mercieca mengatakan hal itu tidak tepat untuk dilakukan.

“Sangat tidak pantas menggunakan Sumpah Kesetiaan untuk mendukung para terdakwa pemberontakan dengan tindak kekerasan terhadap Capitol. Jadi, saya kira para kritikus benar dalam hal ini. Tentu saja, alasan Donald Trump, atau penjelasannya, adalah mereka merupakan patriot sejati,” jelas Mercieca.

“Kami akan perlakukan mereka dengan adil dan jika itu memerlukan pengampunan, kami akan beri mereka pengampunan,” tandas Trump.

Sementara, kampanye Biden juga berbicara tentang kerusuhan pada tanggal 6 Januari itu. Namun Biden tidak menyebutnya sebagai patriotisme, melainkan sebuah ancaman terhadap demokrasi.

“Mereka adalah pemberontak, bukan patriot. Mereka tidak di sana untuk menegakkan konstitusi; mereka di sana untuk menghancurkan konstitusi. Jika terpilih kembali, seperti yang dikatakan, dia ingin mengampuni semuanya. Serangan Trump terhadap demokrasi bukan hanya bagian dari masa lalunya. Ini adalah apa yang dia janjikan untuk masa depan,” jelas Biden.

Menurut pakar ilmu politik dari American University, Chris Edelson, berdampak atau tidaknya kerusuhan pada tahun 2021 tergantung dengan siapa pemilihnya.

“Sebagian orang akan merasa bersemangat oleh peristiwa 6 Januari itu. Sebagian lainnya merasa ketakutan,” sebut Edelson.

Biden dan Trump, keduanya sama-sama menggunakan peristiwa pada tanggal 6 Januari itu sebagai peringatan tentang apa yang mungkin terjadi jika orang yang salah terpilih sebagai presiden. [th/lt]

Sumber Berita

Apa Reaksimu?

Lainnya Dari BuzzFeed