Business is booming.

Penularan Virus Corona Meningkat, Jerman dan Prancis Kembali Lockdown




Tenaga medis mengevakuasi pasien positif Covid-19 memasuki gerbong kereta cepat TGV di Stasiun Gare d Austerlitz, Paris, Prancis, Rabu (1/4). Foto: Thomas Samson/Pool via REUTERS


© Disediakan oleh Kumparan
Tenaga medis mengevakuasi pasien positif Covid-19 memasuki gerbong kereta cepat TGV di Stasiun Gare d Austerlitz, Paris, Prancis, Rabu (1/4). Foto: Thomas Samson/Pool via REUTERS

Penularan virus corona di Jerman dan Prancis kembali mengalami peningkatan. Memasuki musim dingin, ada peningkatan signifikan jumlah penularan harian di dua negara itu.

Tercatat hingga saat ini jumlah kasus positif COVID-19 di Jerman mencapai 479.463 kasus. Sedangkan jumlah kasus positif di Prancis kini sebanyak 1.235.132 kasus.

Dikutip dari Reuters, Kamis (29/10), baik Jerman dan Prancis kembali memutuskan untuk menerapkan lockdown mulai Rabu (28/10). Namun lockdown kali ini berbeda dari lockdown yang diterapkan ketika awal mula virus corona merebak di Eropa.

“Virus itu menyebar dengan kecepatan yang bahkan tidak diantisipasi oleh perkiraan yang paling pesimistis. Seperti semua tetangga kami, kami tenggelam oleh percepatan virus yang tiba-tiba,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato.





© Disediakan oleh Kumparan


“Kita semua berada di posisi yang sama, dibanjiri gelombang kedua yang kita tahu akan lebih sulit, lebih mematikan daripada gelombang pertama,” tambah dia.

“Saya telah memutuskan bahwa kita harus kembali ke penguncian (lokcdown) yang menghentikan virus,”


Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara mengenai pembenuhan seorang guru di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris. Foto: Abdulmonam Eassa, Pool via AP


© Disediakan oleh Kumparan
Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara mengenai pembenuhan seorang guru di Conflans Sainte-Honorine, barat laut Paris. Foto: Abdulmonam Eassa, Pool via AP

Selama lockdown berlaku, seluruh masyarakat akan diminta tinggal di rumah, kecuali untuk membeli barang-barang penting, mencari obat, atau berolahraga hingga satu jam per hari.

Masyarakat juga masih diizinkan untuk pergi bekerja jika perusahaan mereka menganggap tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan pekerjaan itu dari rumah. Kemudian sekolah akan tetap buka.



Rumah sakit di Belanda saat mengevakuasi pasien corona asal Jerman Foto: AP Photo/Martin Meissner


© Disediakan oleh Kumparan
Rumah sakit di Belanda saat mengevakuasi pasien corona asal Jerman Foto: AP Photo/Martin Meissner

Jerman Tutup Bar hingga Restoran hingga Akhir November

Sementara di Jerman, seluruh bar, restoran hingga bioskop akan ditutup mulai 2 sampai 30 November. Penutupan itu dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang disepakati antara Kanselir Jerman Angela Merkel dan kepala pemerintah daerah.

Meski ada penutupan di sejumlah sektor, sekolah akan tetap buka, kemudian toko juga akan diizinkan beroperasi dengan pembatasan ketat.

“Kami perlu mengambil tindakan sekarang. Sistem kesehatan kita masih dapat mengatasi tantangan ini hari ini, tetapi dengan kecepatan infeksi ini, ia akan mencapai batas kapasitasnya dalam beberapa minggu,” kata Merkel.

Sementara Menteri Keuangan Jerman, Olaf Scholz, mengatakan bulan November diprediksi penularan COVID-19 akan melonjak. Sehingga pemerintah mau tidak mau kembali merapkan lockdown.

“Meningkatnya jumlah infeksi memaksa kami untuk mengambil tindakan pencegahan yang keras untuk mematahkan gelombang kedua,” kata Scholz.



Source link