Connect with us

EROPA

Penjaga Pantai Norwegia Tunda Upaya Penyelamatan Kapal Kargo Belanda

Penjaga Pantai Norwegia Tunda Upaya Penyelamatan Kapal Kargo Belanda



Personil Penjaga Pantai Norwegia hari Rabu (7/4) mengatakan kondisi laut dan cuaca buruk membuat mereka menangguhkan upaya menyelamatkan kapal kargo Belanda yang terapung di lepas pantai Norwegia, setelah menyelamatkan awak kapal itu awal pekan ini.

Administrasi Pesisir Pantai Norwegia NCA mengatakan pihaknya berencana mendekati kapal Eemslift Hendrika dengan kapal tunda dan menempatknya awaknya di atas kapal itu untuk membawa kapal itu ke pelabuhan. Tetapi para pejabat itu mengatakan gelombang setinggi 15 – 18 meter akibat angin kencang membuat rencana itu mustahil diwujudkan.

Sejumlah pakar penyelamat kapal dari Belanda dan Norwegia berencana akan mendekati kapal itu lagi hari Kamis (8/4).

Dalam pernyataan persnya, Direktur Urusan Darurat NCA Hans Petter Mortensholm mengatakan “dalam insiden semacam ini, kehidupan dan kesehatan akan selalu menjadi prioritas utama, dan upaya penyelamatan harus dilakukan dengan aman.”

Kapal Eemslift Hendrika yang dapat membawa beberapa yacht kecil itu, Rabu pagi berada sekitar 74-94 kilometer dari kota pesisir Alesund di Norwegia.

Sebelumnya pada hari Senin (5/4) penjaga pantai menanggapi panggilan darurat dari kapal itu dan mengirim helikopter untuk menyelamatkan awak kapal itu ke tempat yang aman.

Dalam sebuah pernyataan di situsnya, NCA mengatakan pihaknya khawatir kapal Eemslift Hendrika itu dapat terbalik karena posisinya miring pada sudut 40-50 derajat. Tetapi pernyataan itu menambahkan bahwa salah satu perahu di atas kapal itu pecah dan jatuh ke laut, sehingga membuat kapal agak stabil.

Hans Petter mengatakan pada radio publik Norwegia bahwa kapal itu kemungkinan akan ditarik.

Ada kekhawatiran kapal itu kandas dan menumbahkan bahan bakar dalam jumlah besar; tetapi NCA mengatakan kecil kemungkinan itu akan terjadi. [em/jm]

Advertisement
Click to comment

EROPA

PM Inggris Sampaikan Penghormatan pada Pangeran Philip di Sidang Parlemen

PM Inggris Sampaikan Penghormatan pada Pangeran Philip di Sidang Parlemen



Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hari Senin (12/4) menyampaikan penghormatan pemerintah pada Pangeran Philip – yang juga dikenal sebagai Duke of Edinburgh – di sidang majelis rendah.

“Dengan rendah hati saya menyampaikan kepada Yang Mulia Ratu rasa belasungkawa majelis ini dengan kepergian Yang Mulia Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, dan juga terima kasih majelis dan bangsa ini pada dedikasinya pada negara ini dan negara-negara persemakmuran, pengabdiannya yang luar biasa di Angkatan Laut Kerajaan Ingris pada Perang Dunia Kedua, komitmennya pada anak-anak muda dengan membentuk Duke of Edinburgh Award – program yang telah menyentuh kehidupan jutaan orang di seluruh dunia. Juga untuk komitmennya sejak awal pada lingkungan hidup dan dukungan penuh pada Yang Mulia Ratu sepanjang hidupnya,” kata Johnson.

Para anggota parlemen diminta hadir lebih awal dari masa reses Hari Paskah mereka agar dapat menyampaikan penghormatan pada suami Ratu Elizabeth II itu, yang meninggal dunia Jumat lalu (9/4) dalam usia 99 tahun.

Johnson mengatakan Philip telah “senantiasa menunjukkan dedikasi” pada Inggris dan Persemakmuran, dan telah mendukung Ratu Elizabeth II selama masa pemerintahannya. Johnson mengingatkan para anggota parlemen tentang keberanian Pangeran Philip di Angkatan Laut Inggris, penemuan yang dilakukannya dalam bidang teknik, dan secara berkelakar menyampaikan beberapa kecerobohan diplomatiknya yang pernah menjadi berita. [em/jm]

Continue Reading

EROPA

Pemimpin Bavaria Ikut Pemilihan Kandidat Kanselir Jerman

Pemimpin Bavaria Ikut Pemilihan Kandidat Kanselir Jerman



Gubernur negara bagian Bavaria, Markus Soeder, Minggu (11/4) mengumumkan akan mencalonkan diri sebagai kandidat konservatif kanselir Jerman dalam pemilihan September. Ia mengatakan akan segera menyelesaikan masalah ini dan secara damai dengan saingannya, ketua Partai Demokrat Kristen (CDU).

Tekanan meningkat bagi keputusan yang cepat tentang apakah Soeder, pemimpin Partai Persatuan Sosial Kristen (CSU), atau Armin Laschet dari CDU berhadapan dalam pemilihan 26 September mewakili kedua partai itu sebagai kandidat untuk menggantikan Angela Merkel.

“Markus Soeder dan saya telah melakukan percakapan panjang sebelumnya. Kami menyatakan kesediaan kami untuk bersaing dalam pemilihan sebagai kanselir,” kata pemimpin CDU Armin Laschet pada konferensi pers bersama.

Dengan makin dekatnya pemilu September, kelompok konservatif mendesak keputusan mengenai pencalonan itu untuk mengakhiri spekulasi yang mencerminkan perpecahan.

Laschet mengatakan langkah selanjutnya akan dilakukan Senin dengan pertemuan komite CDU dan CSU namun tidak memberi rincian untuk keputusan tersebut.

“Kami ingin memenangkan pemilihan ini pada musim gugur – itu tujuan utamanya. Dan kami sekarang memikirkan formasi terbaik,” kata Soeder.

“Ada harapan besar bahwa solusi bersama akan tercapai lebih cepat,” kata Soeder, dan menekankan bahwa kedua kandidat yang bersaing telah sepakat untuk saling menghormati.

Konservatif Cemas Tanpa Merkel

Laschet, 60, adalah seorang politisi beraliran tengah yang dipandang luas sebagai kandidat yang akan melanjutkan kebijakan Merkel, tetapi ia dan Markel berselisih terkait pembatasan virus corona. Laschet yang menjadi gubernur negara bagian terpadat di Jerman, Rhine-Westphalia Utara, popularitasnya menurun karena penanganan krisis yang kacau.

Soeder, 54, adalah operator politik pandai yang berpihak pada Merkel selama pandemi namun belum pernah ada pemimpin CSU yang menjadi kanselir Jerman.

Banyak konservatif cemas mengenai persaingan pemilihan federal 26 September tanpa Merkel, yang telah memberi mereka kemenangan selama empat kali. Markel menolak mencalonkan diri untuk masa jabatan kelima dan belum secara eksplisit mendukung salah satu kandidat meskipun ia telah mengisyaratkan akan mendukung pemimpin CDU. [my/jm]

Continue Reading

EROPA

Para Pelayat Kenang Pangeran Philip di Windsor

Para Pelayat Kenang Pangeran Philip di Windsor



Warga, hari Minggu (11/4) meletakkan bunga di luar Kastil Windsor dekat London untuk mengenang Pangeran Philip, Duke of Edinburgh.

Philip, suami Ratu Elizabeth II, meninggal pada hari Jumat di usia 99 tahun.

Pihak berwenang Inggris memohon kepada warga untuk menghormati aturan virus corona dan tidak berkumpul di luar istana kerajaan ketika mereka berkabung atas kematiannya, tetapi para pelayat terus berdatangan.

Bukan hanya untuk menghormatinya, tetapi untuk mendukung Ratu, yang kehilangan suaminya selama 73 tahun.

Amelia Jones yang berusia sepuluh tahun datang bersama keluarganya dari kota Henley-on-Thames dekat Windsor dan meskipun masih muda, ia tersentuh oleh kehidupan Pangeran Philip.

Pelayat lainnya Philip Kane, yang diberi nama seperti Pangeran Philip sebelumnya meniti karir di militer.

Ia mengatakan kaitan ini menambah kepedihan atas meninggalnya seorang laki-laki yang selalu menginspirasinya.

Brenda Weschke asal Boston sudah tinggal di Inggris selama 13 tahun terakhir.

Ia adalah penggemar setia keluarga kerajaan Inggris dan telah menghadiri beberapa pernikahan kerajaan selama bertahun-tahun.

Ia mengatakan sejak kematian Duke of Edinburgh ia belajar banyak mengenai Pangeran Philip dan menemukan kekaguman baru mengenai kehidupan dan pengabdiannya. [my/jm]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close