Business is booming.

Pemprov Jabar Tunggu 235.640 Vial Vaksin dari Bio Farma untuk Vaksinasi Tahap 2




Vaksin Sinovac produksi Bio Farma, Kamis (7/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan


© Disediakan oleh Kumparan
Vaksin Sinovac produksi Bio Farma, Kamis (7/1). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Pemprov Jabar sedang menunggu pengiriman 253.640 vial vaksin COVID-19 dari PT Bio Farma untuk keperluan suntik vaksin tahap kedua yang akan digelar di tujuh wilayah mulai Kamis (28/1).

Diketahui, penyuntikan pertama dilakukan pada tanggal 14 Januari di Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat.

“Kami sedang menunggu distribusi untuk termin kedua dari Bio Farma. Rencana mulai hari ini,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jabar yang juga Ketua Divisi Penanganan Kesehatan Satgas Penanganan COVID-19 Jabar Marion Siagian melalui keterangannya, Sabtu (23/1).

Distribusi, kata Marion, akan dilakukan sebanyak tiga kali. Nantinya, vaksin yang telah diterima akan disimpan di gudang milik Pemprov Jabar.

Guna mendukung sukses vaksinasi, kabupaten dan kota harus mulai mempersiapkan diri mulai dari segi fasilitas kesehatan, tempat penyimpanan vaksin, serta tenaga vaksinator. Pemprov Jabar telah membentuk Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) untuk melayani penerima vaksinasi yang mengalami KIPI dengan gejala berat.





© Disediakan oleh Kumparan


“Kabupaten dan kota juga harus menyiapkan Pokja KIPI dan menetapkan rumah sakit rujukan KIPI,” ucap dia.

Berdasarkan pemantauan, tidak ada laporan para nakes yang disuntik pertama mengalami KIPI dengan gejala berat. Keluhan KIPI dapat dilaporkan ke fasilitas kesehatan tempat vaksinasi dalam waktu 24 jam. KIPI berat akan dicatat petugas ke website Keamanan Vaksin yang dapat diakses langsung seperti ke Komnas KIPI.

“Yang muncul KIPI ringan seperti kemerahan di tempat suntikan. Semua bisa diatasi tanpa ada yang rawat inap,” papar dia.

Selain itu, warga Jabar juga dapat menghubungi melalui hotline Pikobar https://pikobar.jabarprov.go.id/ dengan nomor +62 856-9739-1854 atau call center nomor darurat 119.

Berdasarkan evaluasi, penyuntikan pertama atau termin kesatu yang dilakukan 14 Januari 2021, secara umum vaksinasi di tujuh kabupaten dan kota berlangsung lancar.

“Vaksinasi termin kesatu sudah berjalan dengan baik, namun masih terkendala dengan sistem aplikasi, sehingga cakupan pada awal pelaksanaan masih rendah,” ujar dia.

Di luar tujuh daerah itu, kata Marion, sudah ada daftar kabupaten dan kota yang akan menjalani vaksinasi selanjutnya. Tahap pertama penyuntikan akan dilakukan 28 Februari mendatang.

“Sudah ada alokasi untuk 20 kabupaten dan kota lainnya untuk pemberian dosis pertama dan kedua, serta untuk tujuh kabupaten dan kota awal untuk pemberian dosis kedua,” kata dia.

Seperti diketahui, penyuntikan pertama di tujuh daerah dimulai 14 Januari 2021. Terdapat 18.034 tenaga kesehatan dan 69 tokoh masyarakat yang sudah divaksin. Rinciannya Kota Bandung (5.524 nakes), Kabupaten Bandung (1.990 nakes), Kota Bekasi (1.826 nakes), Kota Bogor (2.130 nakes), Kabupaten Bandung Barat (934 nakes), Kota Cimahi (1.168 nakes), dan Kota Depok (4.462 nakes). Tidak semua sasaran berhasil divaksin karena tidak lolos penyaringan kesehatan.



Source link