Business is booming.

Pemerintah Papua berupaya memulihkan keadaan normal di Intan Jaya


Jayapura (ANTARA) – Pemerintah provinsi Papua berupaya memulihkan keadaan normal di Kabupaten Intan Jaya, yang telah menjadi saksi rentetan kekerasan yang menargetkan warga sipil dan aparat keamanan selama dua tahun terakhir.

Pemerintah berencana meluncurkan tindakan tanggap darurat untuk mengatasi dampak dari konflik bersenjata terbaru, yang telah memaksa sekitar 600 penduduk setempat mengungsi dari rumah mereka, kata Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal di Jayapura, Selasa.

“Laporan resmi tentang kondisi Intan Jaya saat ini yang diserahkan oleh Wakil Bupati kepada kami merupakan legitimasi bagi kami untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk memulihkan kondisi kabupaten tersebut,” kata Tinal.

Penanganan warga yang mengungsi dengan alasan keamanan akan menjadi prioritas pemerintah, katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Intan Jaya Yan Kobogoyau mengatakan kondisi di kabupaten tersebut telah membaik dan banyak pengungsi yang berangsur-angsur kembali ke rumah.

Pemerintah Provinsi Papua diharapkan mengambil langkah strategis untuk memulihkan keadaan normal di Intan Jaya, tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya mitigasi Pemprov, Dinas Sosial Papua telah menyiapkan 120 ton beras yang akan dibagikan kepada para pengungsi yang tinggal di penampungan sementara di Sugapa, Nabire, dan Timika.

Pemerintah Papua di Jayapura sebelumnya meminta pemerintah Intan Jaya untuk menyampaikan laporan resmi tentang kondisi di kabupaten tersebut di tengah aksi teror kelompok bersenjata Papua yang terus berlanjut.

Sekretaris Pemprov Papua, Doren Wakerkwa, pada 16 Februari 2021 telah menyoroti perlunya laporan tentang kondisi umum pelayanan publik, masyarakat, serta situasi keamanan dan stabilitas di Intan Jaya.

Warga kabupaten sangat membutuhkan bantuan dan Pemprov Papua bersedia membantu jika ada bantuan, katanya.

Provinsi Papua, Indonesia, telah menyaksikan serangkaian kekerasan, dengan kelompok bersenjata Papua di kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Puncak menargetkan warga sipil dan personel keamanan selama dua tahun terakhir.

Intan Jaya mencatat bulan paling berdarah pada September 2020, dengan kelompok bersenjata terkenal melancarkan serangkaian serangan di daerah tersebut yang merenggut nyawa dua tentara dan dua warga sipil serta menyebabkan dua lainnya terluka.

Pada tanggal 15 Februari 2021, beberapa pemberontak bersenjata Papua terlibat baku tembak dengan tentara Indonesia di Desa Mamba, Kecamatan Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, yang mengakibatkan tewasnya seorang tentara.

Pada hari yang sama, tim gabungan TNI dan Polri menembak mati tiga orang pemberontak bersenjata Papua yang berusaha merampas senjata beberapa aparat keamanan yang mengamankan Puskesmas Sugapa.

Teror penembakan seorang warga desa, yang diidentifikasi dengan inisial RNR, oleh penjahat bersenjata pada 8 Februari 2021, sekitar 359 warga Intan Jaya mengungsi ke sebuah gereja karena alasan keamanan.

Sebagian besar yang memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pindah ke gereja karena takut diincar oleh anggota kelompok bersenjata terkenal itu adalah warga Desa Bilogai, Kecamatan Sugapa. (INE)

Berita Terkait: Jayapura menunggu laporan pemerintah Intan Jaya tentang kondisi kabupaten tersebut
Berita Terkait: 359 orang Papua yang diteror di Intan Jaya mengungsi di gereja

DIEDIT OLEH INE