Connect with us

EROPA

Para Pelayat Kenang Pangeran Philip di Windsor

Para Pelayat Kenang Pangeran Philip di Windsor



Warga, hari Minggu (11/4) meletakkan bunga di luar Kastil Windsor dekat London untuk mengenang Pangeran Philip, Duke of Edinburgh.

Philip, suami Ratu Elizabeth II, meninggal pada hari Jumat di usia 99 tahun.

Pihak berwenang Inggris memohon kepada warga untuk menghormati aturan virus corona dan tidak berkumpul di luar istana kerajaan ketika mereka berkabung atas kematiannya, tetapi para pelayat terus berdatangan.

Bukan hanya untuk menghormatinya, tetapi untuk mendukung Ratu, yang kehilangan suaminya selama 73 tahun.

Amelia Jones yang berusia sepuluh tahun datang bersama keluarganya dari kota Henley-on-Thames dekat Windsor dan meskipun masih muda, ia tersentuh oleh kehidupan Pangeran Philip.

Pelayat lainnya Philip Kane, yang diberi nama seperti Pangeran Philip sebelumnya meniti karir di militer.

Ia mengatakan kaitan ini menambah kepedihan atas meninggalnya seorang laki-laki yang selalu menginspirasinya.

Brenda Weschke asal Boston sudah tinggal di Inggris selama 13 tahun terakhir.

Ia adalah penggemar setia keluarga kerajaan Inggris dan telah menghadiri beberapa pernikahan kerajaan selama bertahun-tahun.

Ia mengatakan sejak kematian Duke of Edinburgh ia belajar banyak mengenai Pangeran Philip dan menemukan kekaguman baru mengenai kehidupan dan pengabdiannya. [my/jm]

Advertisement
Click to comment

EROPA

Layanan Pos Inggris Gunakan Drone untuk Kirim APD dan Alat Tes ke Pulau-Pulau Terpencil

Layanan Pos Inggris Gunakan Drone untuk Kirim APD dan Alat Tes ke Pulau-Pulau Terpencil



Layanan pos Kerajaan Inggris mengatakan mereka sedang menguji coba penggunaan drone untuk mengirim peralatan kesehatan dan keselamatan, alat tes virus corona, dan barang-barang lain ke Kepulauan Scilly yang terpencil, di lepas pantai barat daya Inggris.

Perusahaan kurir itu mengatakan Senin bahwa ini akan menjadi yang pertama penerbangan drone terjadwal yang tidak terlihat dan otonom digunakan antara daratan Inggris dan sebuah pulau. Bagian dari uji coba juga akan mencakup pengiriman paket antar pulau.

Proyek yang didanai pemerintah itu pada awalnya akan berfokus pada pengiriman alat pelindung diri (APD) dan alat uji COVID-19 ke komunitas terpencil di pulau itu.

Paket-paket akan diterbangkan ke bandara kepulauan di St. Mary’s dengan drone besar bersayap tetap yang mampu membawa hingga 100 kg surat sekaligus – setara dengan layanan pengiriman biasa.

Drone yang lebih kecil, dioperasikan oleh Skyports, kemudian akan digunakan untuk mengangkut barang ke sejumlah titik pengiriman di seluruh pulau.

Royal Mail mengatakan rute penerbangan otonom itu menempuh sekitar 113 kilometer.

Perusahaan kurir itu mengatakan jika uji coba berhasil, teknologi tersebut akan dipertimbangkan untuk mendukung pekerjaan tukang pos dalam pengiriman ke daerah-daerah terpencil di seluruh Inggris.

Amy Richards, pengantar pos dan paket pada Royal Mail di Pulau Scilly mengatakan, “Dengan jasa antaran, menurut saya, siapa pun yang melakukan jasa antaran, yang mengantar paket-paket di sini, akan setuju bahwa kami membutuhkan bantuan.” [ka/lt]

Continue Reading

EROPA

Penikaman di Supermarket Selandia Baru, 3 Kritis

Penikaman di Supermarket Selandia Baru, 3 Kritis


Pihak berwenang mengatakan seorang pria menikam sejumlah orang di supermarket Selandia Baru, Senin (10/5), melukai lima orang, tiga di antaranya kritis.

Polisi mengatakan seorang tersangka telah ditangkap dan ditahan setelah insiden di swalayan Countdown di kota Dunedin. Dua anggota staf swalayan termasuk di antara mereka yang terluka.

Para saksi mata di toko pada saat itu mengatakan kepada media lokal, kejadian itu sangat kacau ketika orang-orang mulai berteriak dan berlari menuju pintu keluar. Mereka mengatakan sejumlah pembeli pemberani mencoba menghentikan pria itu dan menjatuhkannya.

Polisi menahan seorang pria setelah insiden penikaman di supermarket Countdown, di Dunedin, Selandia Baru, 10 Mei 2021 dalam tangkapan layar yang diambil dari sebuah video. (Otago Daily Times via REUTERS)

Polisi menahan seorang pria setelah insiden penikaman di supermarket Countdown, di Dunedin, Selandia Baru, 10 Mei 2021 dalam tangkapan layar yang diambil dari sebuah video. (Otago Daily Times via REUTERS)

Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan motif penyerangan itu belum diketahui, tetapi polisi tidak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa itu adalah terorisme domestik.

“Tidak perlu dikatakan bahwa serangan semacam itu sangat memprihatinkan, dan saya benar-benar ingin mengakui laporan awal dari tindakan berani oleh para pengamat yang telah bertindak melindungi warga di sekitar mereka,” kata Ardern. “Pikiran kita tertuju pada semua yang terpengaruh oleh serangan ini.”

Ardern mengatakan lima orang dengan luka tusuk atau cedera telah dibawa ke Rumah Sakit Dunedin.

Otoritas kesehatan mengatakan tiga orang yang terluka telah dirawat di unit perawatan intensif, satu orang dirawat di bangsal umum di rumah sakit dan seorang lainnya kelima telah dirawat dan diperbolehkan pulang. [uh/ab]

Continue Reading

EROPA

Gereja Katolik Jerman Berkati Pernikahan Gay Meski Ada Larangan Vatikan

Gereja Katolik Jerman Berkati Pernikahan Gay Meski Ada Larangan Vatikan


Kaum Katolik progresif Jerman yang berpengaruh secara terbuka menentang pernyataan Takhta Suci Vatikan baru-baru ini bahwa para pastor tidak dapat memberkati pernikahan sesama jenis. Pekan ini, mereka menawarkan pemberkatan seperti itu dalam kebaktian di sekitar 100 gereja berbeda di berbagai penjuru negara itu.

Pemberkatan pernikahan sesama jenis pada kebaktian terbuka ini adalah penolakan terbaru kaum Katolik progresif Jerman terhadap dokumen yang dirilis Maret lalu oleh kantor ortodoksi Vatikan, Kongregasi untuk Doktrin Iman, yang mengatakan bahwa pastor tidak dapat memberkati pernikahan sesama jenis karena Tuhan tidak dapat memberkati dosa.

Dokumen tersebut menyenangkan kaum konservatif namun mengecewakan para aktivis pendukung LGBTQ Katolik di berbagai penjuru dunia. Respons terhadap dokumen itu sangat keras di Jerman, di mana gereja-gereja di sana berada di garis depan dalam membuka diskusi tentang isu-isu penting seperti ajaran gereja tentang homoseksualitas sebagai bagian dari proses formal debat dan reformasi.

Puluhan kebaktian gereja yang merayakan pemberkatan pernikahan gay adalah peningkatan terbaru dalam ketegangan antara kaum konservatif dan kaum progresif yang telah memicu kekhawatiran, terutama dari kelompok kanan, bahwa gereja Katolik Jerman mungkin sedang menuju perpecahan.

Jerman tidak asing dengan perpecahan dalam gereja. Lebih dari 500 tahun yang lalu, pendeta dan cendekiawan Martin Luther meluncurkan Reformasi Protestan di sana.

Pastor Jan Korditschke SJ, yang akan memimpin pemberkatan untuk pasangan sesama jenis di Berlin pada minggu mendatang, berpose untuk foto di Gereja Kanisius di Berlin, Jerman, Jumat, 7 Mei 2021. (AP/Michael Sohn)

Pastor Jan Korditschke SJ, yang akan memimpin pemberkatan untuk pasangan sesama jenis di Berlin pada minggu mendatang, berpose untuk foto di Gereja Kanisius di Berlin, Jerman, Jumat, 7 Mei 2021. (AP/Michael Sohn)

Paus Fransiskus, yang telah memperjuangkan struktur gereja yang lebih terdesentralisasi, telah mengingatkan agar hierarki Jerman tetap berada dalam persekutuan dengan Roma selama proses reformasinya, yang dikenal sebagai jalur sinode.

Di Berlin, Pastor Jan Korditschke, seorang Yesuit yang bekerja untuk keuskupan di St. Kanisius, akan memimpin pemberkatan pernikahan gay pada kebaktian 16 Mei 2021.

“Saya yakin bahwa orientasi homoseksual tidak buruk, cinta homoseksual juga bukan dosa,” kata Korditschke kepada Associated Press dalam sebuah wawancara Jumat. “Saya ingin merayakan cinta kaum homoseksual dengan pemberkatan ini karena cinta kaum homoseksual adalah sesuatu yang baik. ”

Pria berusia 44 tahun itu mengatakan penting bahwa kaum homoseksual dapat menunjukkan diri mereka di dalam Gereja Katolik dan mendapatkan perhatian. Ia mengatakan ia tidak takut mengenai kemungkinan dikenai tindakan oleh para pejabat tinggi gereja atau Vatikan

“Saya mendukung apa yang saya yakini sebagai kebenaran, meskipun menyakitkan karena tidak dapat melakukannya selaras dengan kepemimpinan gereja,” kata Korditschke. Ia juga mengatakan bahwa praktik homofobia di gerejanya membuatnya marah dan malu.

Ketua Konferensi Waligereja Jerman bulan lalu mengkritik inisiatif akar rumput untuk pemberkatan gay yang disebut “Liebe Gewinnt” atau “Love Wins” itu. Namun organisasi Katolik Jerman yang berpengaruh, Komite Sentral Katolik Jerman, yang telah mengadvokasi pemberkatan gay sejak 2015, memosisikan dirinya sekali lagi untuk mendukung kelompok LGBTQ. Mereka menyebut dokumen kontroversial dari Roma itu tidak membantu meredakan situasi dan secara eksplisit menyatakan dukungannya untuk ”Love Wins”. [ab/uh]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close