Connect with us

TIMUR TENGAH

Pangkalan Udara Irak Diserang, AS Tidak Akan ‘Hindari’ Pembalasan

Pangkalan Udara Irak Diserang, AS Tidak Akan ‘Hindari’ Pembalasan


Para pejabat tinggi AS menyatakan Amerika tidak akan “menghindar” dari membalas serangan roket terbaru terhadap personel AS dan koalisi di Irak dengan kekuatan militer, jika perlu.

Para penyerang meluncurkan serangkaian roket ke pangkalan udara Al Asad di Provinsi Anbar, Irak Barat, Rabu pagi, kata para pejabat pertahanan. Sedikitnya 10 roket menghantam bagian dalam kompleks tersebut.

Seorang kontraktor sipil AS tewas akibat serangan jantung sewaktu berlindung dari serangan itu.

Sekretaris Pers Pentagon John Kirby.

Sekretaris Pers Pentagon John Kirby.

Sekretaris Pers Pentagon John Kirby mengatakan kepada wartawan hari Rabu bahwa pasukan keamanan Irak memimpin investigasi, seraya menambahkan masih terlalu dini untuk menuding siapapun.

“Biarkan mitra-mitra Irak kita menyelidiki ini, melihat apa yang mereka pelajari, dan kemudian jika diperlukan tanggapan, saya pikir kita telah menunjukkan dengan jelas bahwa kita tidak akan menghindar dari melakukan itu,” ujarnya. “Tetapi kita belum sampai ke sana.”

Kirby mengatakan penyelidikan awal mengindikasikan serangan roket terhadap Al Asad diluncurkan dari berbagai lokasi di sebelah timur pangkalan udara itu.

Insiden hari Rabu di Al Asad merupakan yang terbaru dari serangkaian serangan roket oleh milisi dukungan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di Irak yang ditempati pasukan AS dan koalisi. Ini juga terjadi kurang dari sepekan setelah Presiden AS Joe Biden memerintahkan serangan udara terhadap sebuah kompleks di Suriah Timur, yang menurut para pejabat AS telah digunakan oleh milisi-milisi untuk memfasilitasi serangan-serangan tersebut. [uh/ab]

Advertisement
Click to comment

TIMUR TENGAH

Umat Islam Bersiap Sambut Ramadan di Masa Pandemi 

Umat Islam Bersiap Sambut Ramadan di Masa Pandemi 


Sejak Kamis lalu, warga Muslim di kota Ramallah bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Sejumlah pedagang mengatakan bisnis mereka terpuruk karena dampak virus corona sehingga membatasi kemampuan warga untuk berbelanja keperluan sehari-hari.

Yousef Jabareen, seorang pedagang sayur mengatakan, “Semoga Tuhan menolong orang-orang dalam bulan Ramadan tahun ini. Ramadan tahun lalu datang pada waktu yang sulit, dan bahkan orang-orang mengalami kondisi yang lebih sulit lagi tahun ini.”

Pedagang kaki lima menjual kurma menjelang bulan puasa Ramadan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 7 April 2021.

Pedagang kaki lima menjual kurma menjelang bulan puasa Ramadan di Kabul, Afghanistan, Rabu, 7 April 2021.

Warga Palestina, seperti umat Muslim lainnya di berbagai penjuru dunia, memiliki kebiasaan untuk berbelanja dalam jumlah besar untuk disimpan selama bulan puasa. Mereka membeli berbagai macam sayuran, buah, daging, dan minuman untuk hidangan berbuka puasa.

Anas Abu Khadejah, seorang pemilik toko jus buah, mengatakan, “Secara umum, situasi ekonomi di negara ini sangat buruk. Bukan hanya saya saja yang mengatakan demikian, namun 90 persen orang tidak memiliki uang untuk biaya hidup sehari-hari. Kini telah lebih dari setahun, kami menutup toko pada hari Jumat dan Sabtu. Itu sangat mempengaruhi perekonomian kami.”

Lockdown ketat diberlakukan di Tepi Barat sejak akhir pekan. Semua bisnis non-esensial diharuskan tutup mulai pukul 7 malam hingga 6 pagi setiap hari.

Seorang petugas menggulung sajadah dari aula utama masjid menyusul peraturan baru pemerintah untuk mengatur jarak sosial dalam upaya menekan penyebaran virus COVID-19 di Rawalpindi, 5 April 2021, menjelang bulan suci Ramadan. (Foto: Aamir QURESHI / AFP).

Seorang petugas menggulung sajadah dari aula utama masjid menyusul peraturan baru pemerintah untuk mengatur jarak sosial dalam upaya menekan penyebaran virus COVID-19 di Rawalpindi, 5 April 2021, menjelang bulan suci Ramadan. (Foto: Aamir QURESHI / AFP).

Kegiatan serupa juga tergambar di kalangan Muslim di Kabul, Afghanistan. Namun mereka menyambut bulan ini dengan harap-harap cemas. Sejak beberapa tahun terakhir, kelompok pemberontak Taliban justru meningkatkan serangan mereka selama bulan Ramadan.

Seorang mahasiswa jurusan agama, Hamidullah Khan mendesak agar Taliban dan pemerintah dapat menciptakan perdamaian.

“Kami, warga Afghanistan berharap bahwa bulan Ramadan ini dapat memberikan pengampunan dan berkah, dua pihak yang beroposisi (pemerintah dan Taliban) seharusnya berusaha untuk perdamaian di bulan Ramadan, dan kita berharap, ini akan menjadi langkah menuju perdamaian yang berkelanjutan,” jelasnya.

Aktivitas pembuat roti tradisional Afghanistan menjelang bulan puasa Ramadhan di Kabul, Afghanistan, 7 April 2021. (Foto: AP / Rahmat Gul)

Aktivitas pembuat roti tradisional Afghanistan menjelang bulan puasa Ramadhan di Kabul, Afghanistan, 7 April 2021. (Foto: AP / Rahmat Gul)

Di Kabul, pemilik toko, pembuat roti, dan penjual makanan berharap penjualan mereka meningkat karena orang-orang membeli lebih banyak makanan selama Ramadan.

Abdul Ali, pembuat roti yang sedang menyiapkan kue khusus untuk bulan Ramadan, mengatakan, “Kami menginginkan perdamaian, perdamaian di seluruh negeri. Perdamaian menciptakan lapangan pekerjaan dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan warga. Dengan datangnya Ramadan, bisnis membaik.

Bulan suci Ramadan tahun ini dimulai pada tanggal 13 April dan akan terus berlangsung hingga perayaan Idul Fitri pada tanggal 12 Mei. [lj/ab]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Menhan AS akan Berkunjung ke Israel, Jerman, Inggris

Menhan AS akan Berkunjung ke Israel, Jerman, Inggris



Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin akan melakukan perjalanan ke Israel, Jerman, Inggris dan markas Pakta Pertahanan Atlantik (North Alliance Treaty Organization/NATO) di Belgia dalam minggu mendatang.

Dalam pengumumannya, Kamis (8/4), Pentagon mengatakan, Austin akan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin pemerintah dan militer.

Sebagai pejabat tertinggi pemerintahan Presiden Joe Biden yang akan mengunjungi Israel, Austin akan bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Benny Gantz.

Menurut pernyataan Pentagon, pembicaraan mereka akan mencakup “prioritas bersama” dan AS menegaskan komitmennya untuk mempertahankan superioritas militer Israel atas tetangganya, menurut pernyataan Pentagon.

Di Eropa, Austin akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Kanselir Dr. Jan Hecker, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

Austin akan meninggalkan Washington menuju Eropa pada Sabtu (10/4), tetapi tanggal kunjungannya di setiap negara itu tidak disebutkan.

Perjalanan itu bertepatan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran, sementara pemerintahan Biden hendak mengajak Iran kembali ke pakta nuklir yang secara efektif dikacaukan oleh mantan presiden Donald Trump. Di Eropa, lawatan itu terjadi ketika Rusia mengguncang benua tersebut dengan pengerahan pasukan dan peralatan perang di perbatasannya dengan Ukraina.

“Kini terdapat lebih banyak tentara Rusia di perbatasan Ukraina dibandingkan kapan pun sejak 2014,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, Kamis (8/4).

Psaki mengatakan Biden “semakin prihatin” atas situasi itu. [ka/jm]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Warga Israel Hormati Korban Holocaust di Tengah Pandemi

Warga Israel Hormati Korban Holocaust di Tengah Pandemi



Sirene peringatan hari Holocaust menghentikan lalu lintas di Israel pada hari Kamis (8/4) untuk menghormati enam juta orang Yahudi yang tewas dalam Holocaust (genosida terhadap Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua), dan untuk mengucapkan terima kasih atas peluncuran cepat vaksin COVID-19 sebagai penyelamat bagi para warga usia lanjut yang selamat dari kekejaman Nazi.

Dengan sekitar 57% populasi telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, tingkat infeksi COVID-19 Israel telah menurun secara dramatis.

Keadaan demikian telah memungkinkan fasilitas perawatan dan panti wreda untuk membuka pintu lagi bagi pengunjung, dan menyatukan kembali banyak dari ke 180.000 orang yang selamat dari Holocaust itu dengan orang-orang yang mereka cintai.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan 900 orang di antara komunitas yang selamat dari Holocaust telah meninggal akibat virus corona, tetapi yang telah divaksin jumlahnya berlipat ganda. Secara keseluruhan, Israel telah mencatat 6.270 kematian akibat virus tersebut.

Saat sirene berbunyi di seluruh pelosok negeri, lalu lintas dihentikan dan para pengendara keluar dari kendaraan mereka dan berdiri selama dua menit untuk menghormati korban yang tewas akibat Holocaust.

Dalam sebuah upacara di parlemen, para legislator menyalakan lilin peringatan dan dengan lantang membacakan nama-nama kerabat yang tewas dalam Holocaust.

Di Bahrain, salah satu dari empat negara Arab yang menjalin hubungan resmi dengan Israel tahun lalu, Asosiasi Komunitas Yahudi Teluk merencanakan acara peringatan Holocaust secara virtual. [lt/jm]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

INFO LOKER

Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close