Connect with us

Olahraga

Ole Gunnar Solskjaer Puji Performa Pemain Muda MU Kontra Leicester

Ole Gunnar Solskjaer Puji Performa Pemain Muda MU Kontra Leicester


Berita Liga Premier: Saat bicara pada media seusai laga, Ole Gunnar Solskjaer memuji performa para pemain muda MU yang bermain dengan impresif saat laga kontra Leicester City pada Selasa (11/5).

Karena padatnya jadwal pertandingan, Setan Merah merotasi beberapa peman utama saat mereka menjamu Leicester, jadi mereka memainkan tim yang lebih lemah, dengan para pemain muda seperti Anthony Elanga, Brandon Williams, Amad Diallo, dan Mason Greenwood, yang mendapat kesempatan start. 

Dan meskipun United akhirnya harus kalah 2-1, namun saat bicara pada media seusai laga, Ole Gunnar Solskjaer tetap memuji performa para pemain mudanya.

“Kami punya banyak laga akhir-ahir ini dan harus melakukan perubahan, dan itu sedikit merugikan kami,” kata Solskjaer.

“Amad tampil dengan sangat bagus, Elanga memberi kami sesuatu yang berbeda, dan saya pikir Mason tampil dengan sangat fantastis. Saya tahu apa yang bisa dilakukannya dengan finishingnya.

“Itu semua adalah tentang hal-hal kecil lainnya, kekuatannya, fleksibilitasnya, dan bagaimana dia memimpin serangan pada malam ini. Dia berpikir bahwa dia harus mengambil tanggung jawab dan dia melakukan itu disepanjang malam, tapi saya harus mengeluarkannya (dari lapangan) karena dia sudah memainkan 3 laga dalam 5 hari.

“Kami melakukan latihan sebentar kemarin dan pagi ini, jadi kami tak punya banyak waktu untuk mempersiapkan diri, dan mungkin anda sudah bisa melihat itu sejak awal.”

Artikel Tag: Ole Gunnar Solskjaer, Leicester City, Manchester United





Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Belgia Sempat Dikagetkan Denmark, tapi De Bruyne, Witsel dan Hazard Mengubah Permainan

Belgia Sempat Dikagetkan Denmark, tapi De Bruyne, Witsel dan Hazard Mengubah Permainan


JAKARTA – Bek tengah Belgia Jan Vertongen mengakui timnya sempat dibuat bingung dan kaget oleh sistem permainan yang diadopsi Denmark sehingga kerepotan pada babak pertama dan tertinggal 0-1 dalam laga kedua Grup B di Stadion Parken, Copenhagen, Kamis malam. Tapi, Kevin de Bruyne mengubah keadaan itu pada babak kedua.

“Denmark sempat mengejutkan kami dengan sistem yang mereka mainkan dan pada babak pertama kami seperti tak dikenali, ” kata Jan Vertonghen seperti dikutip Antara dari situs UEFA.

“Sepertinya kami selalu tertinggal satu langkah. Tetapi ketika De Bruyne, (Axel) Witsel dan Eden Hazard masuk, pertandingan berubah. Mereka membawa kualitas ekstra, kami tak mau pura-pura soal itu,” sambung Vertongen.

Pengakuan itu diamini oleh harian terkenal Belgia berbahasa Prancis, La Dernière Heure, yang pernyataannya dikutipkan oleh laman UEFA.

“Setan Merah lolos dengan bagus sekali,” tulis La Dernière Heure. “De Bruyne, Witsel dan Hazard yang masuk pada babak kedua telah mengubah segalanya.”

Tetapi pelatih Belgia Roberto Martinez sendiri menganggap kunci kemenangan timnya adalah karena adanya keyakinan dari timnya untuk bisa membalikkan keadaan. Belgia tertinggal 0-1 sebelum berbalik menang 2-1.

“Pada babak pertama para pemain seperti kaget luar biasa tetapi mereka berpengalaman dalam membalikkan pertandingan,” kata Martinez.

De Bruyne sendiri berusaha menghindari jadi sorotan, bahkan saat di lapangan dia berusaha menjaga perasaan penonton Denmark yang sudah terpukul oleh absennya Christian Eriksen karena serangan jantung dalam laga pertama.

Dia pun hanya melakukan selebrasi gol tak berlebihan. “Saya senang, sudah tentu, tetapi saya sangat menghormati orang di sini. Saya ada di bagian dari lapangan di mana (Christian) Eriksen tumbang Sabtu lalu dan saya tetap tenang.”

.



Sumber Berita

Continue Reading

Olahraga

Sambil Menahan Air Mata, Sergio Ramos Sampaikan Perpisahan pada Real Madrid

Sambil Menahan Air Mata, Sergio Ramos Sampaikan Perpisahan pada Real Madrid



Sergio Ramos, yang telah 16 tahun bermain di klub Real Madrid, hari Kamis (17/6) tidak kuasa menahan emosi ketika mengucapkan selamat tinggal kepada klub itu.

Perpisahan itu disampaikan setelah ia gagal menyepakati kontrak baru untuk tetap berada di klub Santiago Bernabeu itu.

Bersama Real Madrid, Ramos memenangkan lima gelar La Liga dan empat trofi Liga Champion. Ia juga merupakan anggota tim sepak bola Spanyol yang memenangkan gelar “hattrick” di Piala Euro tahun 2008, Piala Dunia tahun 2010 dan Piala Euro tahun 2012 – yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Situs ESPN melaporkan Sergio Ramos sebenarnya bersikeras bahwa ia “tidak akan pernah meninggalkan Real Madrid” dan mengklaim bahwa ia akan menerima tawaran kontrak satu tahun dari klub itu. Tetapi kemudian ia diberitahu bahwa tawaran itu telah kedaluarsa.

Real Madrid Rabu lalu (16/6) mengumumkan bahwa kapten klub yang berusia 35 tahun itu akan meninggalkan klub tersebut ketika kontraknya berakhir pada akhir bulan ini.

Saat upacara perpisahan di kompleks latihan Real Madrid City yang dihadiri Presiden Klub Real Madrid Florentino Perez, anggota dewan, staf klub dan keluarga, Ramos tidak mampu menahan air matanya.

Suaranya parau ketika ia mengatakan, “Saya tidak pernah ingin meninggalkan Real Madrid, saya selalu ingin berada di sini.”

Ditambahkannya, “Dalam beberapa bulan terakhir ini klub itu telah memberi saya tawaran kontrak satu tahun, dengan pemotongan gaji. Saya ingin menekankan bahwa ia bukan soal uang, presiden klub tahu itu. Ini bukan masalah keuangan. Mereka menawari saya satu tahun, saya ingin dua tahun. Saya ingin semua tenang dan melanjutkan kehidupan dengan keluarga saya. Dalam pembicaraan terakhir, saya menerima tawaran dengan pemotongan gaji, tetapi saya diberitahu bahwa tawaran itu sudah tidak berlaku lagi. Saya diberitahu bahwa meskipun sudah OK dengan usul yang diberikan, tetapi ada tenggatnya dan saya tidak menyadari hal itu. Ini mengejutkan saya.”

Namun demikian Ramos menolak merinci pembicaraannya dengan Perez terkait tawaran kontrak baru yang tidak pernah dapat disepakati itu. [em/lt]



Source link

Continue Reading

Olahraga

Rinazmi Genflix Aerowolf Mengaku Sempat Punya Kans Gabung ke EVOS

Rinazmi Genflix Aerowolf Mengaku Sempat Punya Kans Gabung ke EVOS


Berita Esports: Pemain offlaner dari Genflix Aerowolf, Rinazmi sempat punya peluang membela EVOS sebab mengaku pernah mendapat tawaran untuk trial dengan tim tersebut di masa-masa awal ia meniti karier di kancah esports.Hal tersebut diungkapkan Rinazmi baru-baru ini dalam podcast Empetalk milik Jonathan Liandi. Pada kesempatan itu, ia mendapat pertanyaan dari Jonathan seputar tim lain yang pernah mengajaknya bergabung.Pemain yang memiliki hero favorit Leomord dan Badang itu menjawab, selain Genflix Aerowolf, tim lain yang pernah mengajaknya trial hanyalah EVOS. Itu terjadi tatkala ia masih membela tim Humble.”Ada, EVOS, Managernya Mas Ade dan Zeys yang menghubungi, selain EVOS nggak ada,” jawab dia, dikutip dari SPIN Esports.Jonathan pun lanjut bertanya alasan Rinazmi tidak mencoba untuk gabung EVOS, tetapi sang pemain menjelaskan, saat itu dirinya sudah terlanjur trial di Aerowolf, sehingga khawatir tidak diperbolehkan menjalani trial di dua tim berbeda.”Ya kan soalnya waktu itu pertama kali masuk ke esports kan, jadi gua mau trial EVOS tuh takut, takut nggak boleh, jadi ya udah lah gua milih Aerowolf aja, kan gua trial Aerowolf nih, terus EVOS chat ngajak trial gitu, terus gua takut ga boleh dua trial gitu,” jelas sang offlaner mengenai alasan lebih memilih Aerowolf ketimbang EVOS.Dilansir SPIN Esports, kondisi sangat tersebut wajar, mengingat kala itu Rinazmi masih bermain di tim komunitas sehingga tidak terlalu jelas mengenai manajemen esports di masa itu.Namun demikian, keputusan pemain bernama lengkap Azmi Naufal Ahmad memilih Genflix Aerowolf terbukti tepat, sebab ia mengalami perkembangan pesat dan sukses menjadi pemain inti dari tim berlogo serigala tersebut. Artikel Tag: Rinazmi Genflix Aerowolf, EVOS, Genflix Aerowolf





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close