Connect with us

FEED

Munas BEM SI Versi 132 Universitas Tunjuk UNNES sebagai Koordinator Pusat

Munas BEM SI Versi 132 Universitas Tunjuk UNNES sebagai Koordinator Pusat



loading…

PADANG – Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XlV memilih Wahyu Suryono Pratama dari Universitas Negeri Semarang ( UNNES ) sebagai Koordinator Pusat BEM SI periode 2021-2022. Keputusan ini diambil dari voting 132 perguruan tinggi sebagai anggota BEM SI melalui Munas.

Wahyu Suryono dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan penunjukan UNNES sebagai Korpus BEM SI 2021 sah secara adiministratif maupun keanggotaan BEM SI. Ia menolak tegas Munas tandingan yang digelar di UNAND yang diikuti oleh 36 Perguruan Tinggi. Baca juga: Covid-19 Meningkat, UNNES Optimalkan Perkuliahan dengan E-Learning

“Bentuk arogansi panitia yang tidak mengakomodir forum untuk menampung 18 perguruan tinggi yang berujung pada aksi solidaritas 132 PT kompak untuk Walk out dan pada akhirnya menyelenggarakan musyawarah nasional sendiri ke XlV yang lebih diplomatis dan legal, berlandaskan pada kesepakatan forum dan tata tertib yang berlaku pada musyawarah BEM SI ke XlV,” ujar Wahyu Suryono Pratama dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/4/2021).

Wahyu mengungkapkan 132 perguruan tinggi yang menggelar Munas sendiri ini sudah mengajak 36 perguruan tinggi yang bertahan di UNAND untuk ikut dalam Munas. Namun, ajakan itu tak direspons hingga keputusan sidang forum menetapkan dirinya sebagai Korpus BEM SI periode 2021-2022.

“Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV yang diselenggarakan oleh 132 Perguruan Tinggi merupakan Musyawarah Nasional yang sah dengan narasi persatuan dan non-diskriminatif. Tidak lupa, Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV oleh 132 Perguruan Tinggi secara terbuka mengajak 36 Perguruan Tinggi yang belum bergabung untuk bergabung dan mengikuti Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV yang diselenggarakan oleh 132 Perguruan Tinggi. Namun, sampai Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV yang diselenggarakan oleh 132 Perguruan Tinggi selesai pada pukul 21.00 WIB, tidak ada tanggapan dari pihak 36 Perguruan Tinggi tersebut,” tutur Wahyu Suryono Pratama.

Wahyu mengungkapkan BEM Seluruh Indonesia pada dasarnya tidak mengalami krisis kepemimpinan. Dimana Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV yang diselenggarakan oleh 132 Perguruan Tinggi telah memandatkan UNNES sebagai Koordinator Pusat yang diikuti dengan mandat kepada Koordinator Wilayah dan Koordinator Isu.

“Mandat yang diberikan kepada Universitas Negeri Semarang sebagai koordinator Pusat dan Jajaran Koordinator Wilayah dan Isu lainya berlandaskan kesepakatan dan hasil musyawarah forum yang terdiri dari 132 Perguruan Tinggi. Sehingga bentuk mandat yang diterima oleh Koordinator Pusat dan jajarannya pada Musyawarah Nasional BEM SI ke-XIV merupakan mandat yang sah dan terlegitimasi oleh 132 Perguruan Tinggi dari berbagai macam wilayah,” jelasnya. Baca juga: BWI akan Masukan Wakaf ke Kurikulum Sekolah Tingkat Dasar Sampai Perguruan Tinggi

Wahyu menjelaskan 132 perguruan tinggi ini akan terus mengajak dialog bersama 36 kampus versi UNAND yang masih enggan bergabung. Wahyu mengajak Aliansi BEM SI sesuai dengan nilai kebersamaan dan persatuan sebagaimana PIAGAM PERSATUAN BEM SI XIV.

(kri)



Source link

Advertisement
Click to comment

FEED

Kartini Kini – UOB

Kartini Kini – UOB


KARTINI KINI

Sebagai selebrasi menyambut Hari Kartini, maka Harpers Bazaar @bazaarinconesia dan UOB Lady’s Card by Bank UOB @uobcards.id mengadakan sebuah virtual selebrasi bertajuk: Kartini Kini yang akan dilaksanakan pada:

Sabtu, 17 Maret 2021

pukul 15.00 WIB

melalui Zoom Apps

Turut mengundang para pembicara inspiratif, seperti: @shelomitadiah @jannasoekasah.joesoef @amandagratiana, @yovitalesmana dan @nandameish yang akan berbagi kisah dan wawasan pemberdayaan para Kartini masa kini.

Serta saksikan pula parade koleksi terbaru dalam virtual fashion show apik dari Ghea Panggabean “Botanica” dan “Borneo” dari Ghea Resort by Amanda Janna.

RSVP: 0857-1826-8821

atau kunjungi: tinyurl.com/Kartinikini

Acara ini didukung pula oleh:

Ghea Fashion Studio | Shangri-La Hotel, Jakarta | Sariayu Martha Tilaar | Skin & Co Skincare Laser Clinic



Source link

Continue Reading

FEED

Pemerintah Ajak UMKM dan Koperasi Susun Model Bisnis Industri Otomotif

Pemerintah Ajak UMKM dan Koperasi Susun Model Bisnis Industri Otomotif


AKURAT.CO Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan ekosistem industri otomotif sangat besar market demandnya, yakni mencapai Rp400 triliun. Sehingga, pihaknya pun mengajak para pelaku UMKM dan koperasi khususnya yang bergerak sebagai pemasok suku cadang otomotif di tanah air untuk bersama pemerintah menyusun model bisnis pada industri otomotif. 

Teten Masduki saat berkunjung ke PT Rekadaya Multi Adiprima di Cileungsi, Jawa Barat, Senin (12/4/2021), mengatakan ke depan perlu dikembangkan model bisnis industri otomotif yang melibatkan para pelaku koperasi dan UKM termasuk mendukung terbentuknya iklim dan ekosistem di dalamnya. 

“Saya berharap antara Pemerintah dengan para pemangku kepentingan terkait dapat duduk bersama dalam sebuah working group untuk mendesain model bisnis industri otomotif yang melibatkan koperasi dan UMKM,” ujar Teten. 

baca juga:

Menurut Teten, keterlibatan dan peran dunia usaha sangat diperlukan untuk memberikan masukan kepada Pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan. 

“Kita akan melibatkan kementerian/lembaga termasuk Kemenperin di antaranya dalam working group ini,” jelasnya. 

Di sisi lain, ia mengapresiasi PT Rekadaya Multi Adiprima yang melibatkan koperasi dalam memproduksi komponen otomotif dan banyak menggunakan bahan baku lokal, serat, dan limbah. 

“Kami memerlukan masukan dan usulan-usulan yang lebih konkret dan lebih detail yang akan digunakan sebagai dasar untuk mengambil keputusan dan kami bisa sampaikan ke Presiden,” katanya. 

Teten mengunjungi PT RMA sebagai plasma dari koperasi dan para pelaku UMKM yang memproduksi komponen otomotif sebagai salah satu upaya untuk menghimpun dan mewadahi masukan dari para pelaku usaha termasuk UMKM di bidang otomotif. 

“Pemerintah berupaya mendorong UMKM agar terintegrasi dengan rantai pasok industri nasional bahkan global karena saat ini baru 4,2 persen UMKM kita yang terhubung dengan rantai pasok global. Kita ingin menambah dan mendorong UMKM yang masuk ke industri,” ujarnya. 

Editor: Prabawati Sriningrum





Source link

Continue Reading

FEED

IHSG Menanti Berkah Ramadhan : Okezone Economy

IHSG Menanti Berkah Ramadhan : Okezone Economy



JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini (13/4/2021). IHSG tertekan 0,04% berada di level 5.946.

Equity Research Analyst PT Panin Sekuritas Ishlah Bimo Prakoso menerangkan, pergerakan IHSG masih cenderung menguat karena didorong oleh faktor domestik.

 Baca juga: Ini Sentimen-Sentimen yang Bisa Dorong IHSG Kembali ke 6.000

“Indonesia sudah mulai memasuki periode di mana konsumsi masyarakat akan meningkat, yaitu di bulan Ramadan ini dan khususnya untuk barang-barang consumer,” terangnya dalam acara Market Opening IDX Channel, Selasa (13/4/2021).

Akan tetapi, kata dia, masih ada tekanan dari global. Salah satunya yakni datang dari jobless claims di Amerika Serikat (AS) yang naik di atas ekspetasi.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Lanjutkan Pelemahan, Cek Dulu Rekomendasi Sahamnya

“Di sini yang menjadi concern karena di quarter 1 laporan keuangan berbagai perusahaan US keluar dan transaksinya akan lebih rendah daripada ekspetasi yang sudah ditetapkan oleh pasar. Jadi sementara di situ masih ekspetasi ketakutan,” ujar Bimo.

Kemudian, Bimo mengatakan, yang harus dicermati oleh para investor adalah melihat bahwa situasi pasar sedang sepi. Menurutnya, jika pasar sepi volatilitas memang cukup tinggi. Jadi, para investor diharapkan bisa menyesuaikan dengan orientasi investasinya.

“Kalau punya investmen oriention di jangka pendek, itu sebetulnya masih ada tekanan. Karena di sini faktornya yang pertama adalah pasar itu sepi ga terlalu ramai kaya hari-hari atau bulan-bulan sebelumya. Kedua, tren tiap tahun itu memang realisasi dari kebijakan bisa dibilang cukup minim karena beberapa kebijakan itu masih dalam proses perencanaan, kajian,” kata analis tersebut.

Sementara itu, kata Bimo, jika melihat jangka panjang secara fundamental masih ada potensi penguatan keseluruhan untuk IHSG.



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close