Connect with us

VIRAL

Miris! Tak Mampu Beli Buku, Bocah Ini Nulis di Daun Pisang

Miris! Tak Mampu Beli Buku, Bocah Ini Nulis di Daun Pisang


Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang

Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang | www.worldofbuzz.com

Jangan biarkan keterbatasan menghalangimu untuk meraih cita-cita!

Tidak semua orang bisa menikmati fasilitas pendidikan yang layak, seperti sekolah maupun perguruan tinggi. Meski begitu, yang beruntung bisa menikmati itu masih saja mengeluh tentang merepotkannya proses pendidikan.

Bagi yang tidak seberuntung itu, mareka hanya bisa memimpikan bagaimana nikmatnya mengenyam pendidikan formal. Bahkan ketika sudah bisa bersekolah pun, ada juga yang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya, seperti kebutuhan seragam dan alat tulis.

Meski begitu, memang tidak seharusnya keterbatasan menjadi penghalang bagi seorang anak untuk mendapatkan pendidikan. Kenyataannya, bagaimana cara menyikapi keterbatasan akan melatih seseorang untuk berpikir secara kreatif. Setidaknya itulah yang ditunjukkan oleh seorang bocah bernama Erlande Monter.

Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang

Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang | www.worldofbuzz.com

Kisah bocah asal Filipina ini menunjukkan bahwa keterbatasan tidak akan menghalanginya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Keterbatasan justru dijadikannya sebagai pemicu agar terus berpikir kreatif agar dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memenuhi kekurangannya.

Baca juga: Diduga Kaget Akibat Letusan Merapi, Seekor Sampai Nyangkut di Atap Kandang

Bahkan, siswa yang terdaftar di Lianga National Comprehensive School ini menunjukkan caranya melampaui keterbatasan dengan cara yang menarik perhatian banyak orang. Itu terjadi ketika dia diminta untuk menyalin catatan meski sama sekali tidak memiliki buku tulis maupun kertas.

Kisah itu dibagikan oleh guru bocah itu, Arcilyn Balbin Azarcon melalui sebuah kiriman di Facebook. Dia membagikan sejumlah gambar yang menampakkan bagaimana salah satu siswanya yang cerdas mengatasi keterbatasannya dengan cara yang sangat kreatif.

Baca juga: Masih Ingat Pak Sri Driver Ojol yang Motor dan HP-nya Rusak? Begini Rumahnya Sekarang!

Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang

Tak Mampu Beli Buku Tulis, Bocah Ini Catat Materi Pelajaran di Atas Daun Pisang | www.worldofbuzz.com

Dalam kiriman tersebut, Arcilyn menceritakan bagaimana dia semula meminta seluruh muridnya untuk mengeluarkan buku tulis dan menyalin catatan. Namun ada satu anak yang tidak mengeluarkan buku tulis, yakni Erlande.

Alih-alih mengeluarkan buku tulis, Erlande justru mengeluarkan selembar daun pisang. Di permukaan daun pisang itulah dia menyalin catatannya. Berikut bagaimana kisah yang dibagikan Arcilyn:

Baca juga: Sok-sokan Todong Orang dengan Pistol Mainan, Bocah Ingusan Ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Saya: Keluarkan buku catatanmu dan salin apa yang tertulis di papan tulis

Siswa: * menulis *

Saya: * setelah menulis di papan tulis, saya berkeliaran di kelas untuk mengamati seorang anak yang menulis pada DAUN PISANG alih-alih buku catatan *


Artikel Lainnya

Dikutip dari World of Buzz (02/03/2020), bukan tanpa sebab Erlande menulis catatannya pada permukaan daun pisang. Dia melakukan itu karena kedua orangtuanya tidak mampu membelikan buku tulis.

Erlande tampaknya tidak pernah merasa malu buku catatannya pakai daun pisang. Dia terlihat memiliki tekad yang kuat untuk memastikan bahwa kondisi ekonominya tidak akan menghentikannya meraih mimpinya menjadi seorang prajurit. Dia bahkan mencoret-coret daun pisang dengan beberapa gambar, sama seperti teman sekelasnya.

Tags :



Source link

Advertisement
Click to comment

VIRAL

BMKG Ungkap Fakta terkait Gempa Selatan Malang, Lihat Petanya, Waspada

BMKG Ungkap Fakta terkait Gempa Selatan Malang, Lihat Petanya, Waspada



BMKG gambarkan peta kawasan aktif gempa di selatan Malang. Foto: BMKG

jpnn.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap fakta mengenai gempa bumi magnitudo 6,1 pada kedalaman 60 KM di selatan Malang, Jawa Timur pada Sabtu (10/4).

Menurut Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, episentrum gempa selatan Malang itu berdekatan dengan pusat gempa yang merusak Jawa Timur pada masa lalu.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa masa lalu itu terjadi pada 1896, 1937, 1962, 1963 dan 1972.

“Zona gempa selatan Malang merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan,” kata Daryono melalui keterangan tertulis, Sabtu.

Daryono menyebut pengulangan gempa yang terjadi di selatan Malang itu sekaligus menjadi fenomena yang patut diwaspadai.

Di sisi lain, bencana itu sekaligus menjadi bukti bahwa apa yang telah disampaikan para ahli gempa bumi adalah benar.

“Gempa Selatan Malang yang destruktif merupakan alarm untuk kita semua bahwa ancaman sumber gempa bumi subduksi lempeng selatan Jawa yang selama ini didengungkan oleh para ahli gempa adalah benar. Kita patut waspada,” ucap Daryono.

Berdasarkan hasil monitoring BMKG, setidaknya telah terjadi tiga kali gempa susulan (aftershock) dari Gempa Selatan Malang dengan kekuatan kecil dan kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Ahmad Ariph Berbuat Aksi Tak Terpuji pada Ibu Kandung, Astaga

Ahmad Ariph Berbuat Aksi Tak Terpuji pada Ibu Kandung, Astaga



Ahmad Ariph diamankan di ruang Unit PPA Polrestabes Palembang, Sabtu (10/4). Foto: Mizon/Palpos.Id

jpnn.com, PALEMBANG – Seorang pemuda di Palembang, Sumatera Selatan, bernama Ahmad Ariph, 30, ditangkap polisi karena menganiaya ibu kandungnya sendiri menggunakan batu bata, Sabtu (10/4).

Penyebabnya hanya gara-gara kesal dilarang sang ibu Maryanti, 52, tidur di kasur keponakannya atau cucu korban. Dia memukul wajah Maryanti, sebanyak dua kali serta melempar kepala ibunya dengan batu bata. 

Akibatnya, wanita paruh baya tersebut mengalami luka robek di kepala dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan pelaku langsung melarikan diri.

Aksi penganiayaan terjadi di rumah korban Lorong Simpang Pipa, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju Palembang, Selasa (30/3/2021) sekitar pukul 08.15 WIB.

Tak terima istrinya dianiaya, lantas suam korban Azhari melaporkan putranya ke Polrestabes Palembang. Hingga akhirnya Ariph diamankan di tempat persembunyiannya.

“Saya menyesal telah menganiaya ibu kandung saya sendiri. Entah kenapa saat itu saya tiba-tiba mengambil bata dan memukul kepala ibu,” katanya saat diamankan di Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang, Sabtu (10/4).

PS Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi didampingi Kasubnit PPA, Iptu Fifin Sumailan mengatakan, tersangka diamankan atas perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan anak terhadap ibu kandung.

“Menurut keterangan pelaku, dia nekat menganiaya ibu kandung karena kesal dilarang tidur di kasur keponakannya atau cucu korban,” ujar Tri.





Source link

Continue Reading

VIRAL

Mantan Pasutri Tewas Minum Racun karena Cinta Tak Direstui

Mantan Pasutri Tewas Minum Racun karena Cinta Tak Direstui


1.

Ditemukan tewas

Ilustrasi pasangan

Ilustrasi tewas | stock.adobe.com

Dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (24/06/20), akibat hubungan cinta tak direstui oleh orangtua, sepasang kekasih yang pernah membina rumah tangga nekat mengakhiri hidup mereka.

Mantan pasutri tersebut adalah I Made N dan Ni Made J yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di daerah Karangasem, Bali. Keduanya mengakhiri hidup dengan cara meminum racun. Jasad keduanya ditemukan oleh kakak Made J, Sujananta pada hari Selasa (23/06/20).

Baca Juga: Blogger Cantik Rusia Tewas Mengenaskan di Depan Pacarnya, Alami Insiden Mengerikan di Bali

“Sesampainya di sana Sujananta melihat pintu kamar dikunci dan sempat memanggil serta menggedor pintu namun tidak dibuka. Karena tak dibuka, akhirnya Sujananta meminjam obeng kepada tetangga kos untuk membuka engsel jendela kamar. Setelah berhasil membuka jendela, kakaknya mendapat adiknya bersama korban yang merupakan mantan suaminya dalam keadaan telentang dan sesak napas/tersengal dan kejang,” ujar Kapolsek Kota Karangasem, Kompol I Ketut Suartika.

2.

Sempat dibawa ke rumah sakit

Ilustrasi pasangan

Ilustrasi pasangan | www.pexels.com

Keluarga Made J langsung membawa keduanya ke RSUD Karangasem. Sempat mendapatkan tindakan medis, namun nyawa keduanya tidak tertolong. Polisi tetap menyelidiki kasus tersebut guna mengetahui motif dari bunuh diri.

“Untuk mengetahui apa motif korban melakukan aksi itu masih kita selidiki,” imbuh Suartika.

Baca Juga: Terlalu Takut Bunuh Diri, Pebisnis Depresi Ini Sewa Pembunuh Bayaran untuk Bunuh Dirinya Sendiri

Diketahui, pernikahan Made N dengan Made J tak direstui orangtua. Hal ini dikarenakan Made N diketahui sudah memiliki istri dan seorang anak dari pernikahan sebelumnya. Akhirnya pernikahan keduanya pun berakhir pada perceraian. Meski demikian, keduanya masih sering bersembunyi untuk bertemu.

3.

Tulis surat wasiat

Ilustrasi pasangan

Surat wasiat yang ditulis mantan pasutri | www.tribunnews.com

Sebelum bunuh diri, keduanya menulis surat wasiat dalam bahasa Bali yang ditujukan pada keluarganya. Surat tersebut merupakan bentuk kekecewaan mereka karena pernikahannya tak direstui.

“Cang ngidih pelih ajak mekejang, cang megedi nugtug bapak jani, cang kene karena sing ade ne ngerti jag keneh cang mekejang, ngedotang cang cerai, jani puasang nah, de mepangenan, de ade ngetelang yeh mata, kale ada idih bin besik dogen, idih olas, baang surate ne, kebesang jak matua jak mantan kuren cange, jak sedut bangken cange, yen kanti sing ngisianin pengidih cange, cang mesumpah ngocokang uling kedituan, sing ada ane lakar seger, terutama ne nunden cang ayahang sing dum cai ngabe umah, pang jeg ci dueg idangin ne mantuk meperang jani, buin lakar mepamit sing misi nah antiang kehancuran jak mekejang rasaang. Monto gen yen jak kurnan dek kawin dot ngae bemenang jani, cang be mati, panake cang kuasa jang jumah, be lege jani cang cerai dan mati. Suksema nah.”

Baca Juga: Mahasiswa di Bengkulu Jadi Gigolo, Tawarkan Layanan Threesome hingga Mandi Kucing

Artinya:

“Untuk keluargaku. Saya minta maap kepada semuanya, saya pergi mengikuti bapak sekarang, saya begini karena tidak ada yang mengerti tentang hati saya, semua menginginkan saya bercerai, sekarang puaskan sudah jangan menyesal, jangan ada meneteskan air mata, satu permintaan saya minta tolong kasi surat ini, robekkan ke mertua sama mantan istri saya, bakar jenazah saya, kalau sampai tidak menuruti kemauan saya, saya bersumpah akan menggoyang dari alam baka dan tidak akan ada yang sehat terutama yang menyuruh saya membagi rumah, biar kamu saja yang pinter, Idangin yang pulang berperang sekarang, saya tidak minta ijin lagi, tunggu kehancuran untuk merasakan semuanya, segitu saja, untuk suami Kadek ingin menang sekarang. Sekarang saya sudah mati, Anak saya urus di rumah, saya yang berkuasa, sudah senang anda saya mati dan cerai. Terimakasih.”



Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close