Connect with us

Olahraga

Milan Bakal Pertahankan Krunic, Pioli Jadi Kuncinya

Milan Bakal Pertahankan Krunic, Pioli Jadi Kuncinya


Berita Transfer: Rade Krunic diperkirakan bakal bertahan bersama AC Milan musim depan meski dengan segala spekulasi yang mengelilinginya dan Stefano Pioli tampaknya menjadi faktor kuncinya.

Krunic bergabung Rossoneri dengan biaya terjangkau dari Empoli pada bursa transfer musim panas 2019 silam. Akan tetapi, ia tak pernah benar-benar memegang peran penting di klub, dengan secara umum dianggap sebagai opsi cadangan di sejumlah posisi berbeda ketimbang dimasukkan dalam daftar starter tim.

Situasi tersebut lantas memunculkan rumor bahwa ia kemungkinan besar akan angkat kaki dari Milan segera setelah jendela transfer musim panas ini dibuka, terlebih dengan sang pemain saat ini tengah memasuki usia emas dalam kariernya sehingga ia tentu memerlukan jatah waktu bermain yang cukup.

Kendati demikian, sebagaimana yang dikemukakan oleh Tuttosport, pemain internasional Bosnia tersebut tampaknya bakal bertahan bersama Rossoneri musim depan. Selama musim lalu, ia telah memainkan 38 pertandingan di semua kompetisi dengan mempersembahkan dua gol dan tiga umpan gol selama prosesnya.

Pioli disebut-sebut sebagai alasan utama mantan gelandang Empoli tersebut tetap dipertahankan mengingat ia merupakan salah satu pemain yang selalu diandalkan sang manajer menyusul fleksibilitas dan juga tekad yang dimilikinya selama ini.

Bagaimanapun, Krunic merupakan salah satu pemain yang dikagumi Pioli dan meski ia cenderung mengalami kesulitan ketika bermain sebagai gelandang tengah, ia masih dapat diandalkan di posisi lain, terutama saat Milan mengalami krisis.

Artikel Tag: Krunic, Pioli, Milan





Source link

Advertisement
Click to comment

Olahraga

Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark Kontra Finlandia Sempat Terhenti

Christian Eriksen Kolaps, Laga Denmark Kontra Finlandia Sempat Terhenti


Berita Piala Eropa: Pertandingan Piala Eropa 2020 antara Denmark kontra Finlandia pada Sabtu (12/6) malam kemarin WIB di Kopenhagen, harus dihentikan sementara setelah Christian Eriksen kolaps di lapangan.

Sang playmaker Inter Milan harus mendapatkan perawatan medis di tengah lapangan setelah tiba-tiba jatuh dan langsung dibawa ke rumah sakit dalam keadaan yang sadar.

Sesampainya di rumah sakit, UEFA mengumumkan bahwa kondisinya stabil dan Federasi Sepak Bola Jerman (DBU) juga mengonfirmasi hal yang sama.

“Christian Eriksen sudah siuman dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” demikian pernyataan resmi dari DBU.

Martin Schoots, agen dari Eriksen, berbicara kepada NPO Radio 1, “Saya melakukan kontak dengan ayahnya selama beberapa waktu dan dia berkata bahwa Christian bernapas dan bisa bicara, itulah kabar baiknya. Dia sadar namun semua orang syok. Kekasihnya kini bersamanya.”

Pertandingan sendiri tetap bisa dilanjutkan setelah ditunda selama beberapa jam, namun tim Dinamit tidak mampu meraih poin dalam pertandingan ini.

Finlandia keluar sebagai pemenang di Parken Stadium berkat gol yang diciptakan oleh Joel Pohjanpalo pada menit ke-59. Itu merupakan gol pertama mereka di turnamen besar internasional, namun ia menolak untuk merayakannya karena menghormati Eriksen.

Tuan rumah mendominasi pada hampir sepanjang laga, dengan memiliki 22 tembakan namun hanya enam di antaranya yang menuju ke gawang.

Kans terbaik adalah ketika mereka mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-74, namun tembakan gelandang Tottenham Hotspur, Pierre-Emile Hojbjerg, digagalkan oleh Lukas Hradecky.

Denmark akan melakoni laga berikutnya di Piala Eropa 2020 kontra Belgia pada hari Kamis (17/6) mendatang, dan Eriksen sangat diragukan untuk bisa melanjutkan partisipasinya di turnamen ini.

Artikel Tag: Christian Eriksen, Denmark, finlandia, Piala Eropa 2020





Source link

Continue Reading

Olahraga

Mercedes Sebut Desain Sayap Mobil Disesuaikan dengan Kebutuhan Pebalap

Mercedes Sebut Desain Sayap Mobil Disesuaikan dengan Kebutuhan Pebalap


Berita F1: Mercedes menegaskan desain sayap belakang mobil W12 disesuaikan dengan kebutuhan para pebalapnya, sehingga antara Bottas dan Hamilton punya bentuk yang berbeda.Performa Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas nampak semakin berbeda dalam dua balapan terakhir yang digelar di sirkuit jalan raya. Pada GP Monako, Hamilton start dari posisi ketujuh dan finis diposisi yang sama. Sedangkan, Bottas memulai balapan dari grid ketiga dan gagal finis akibat sekrup roda depan mobilnya tak bisa dibuka.Situasi pun makin buruk kala F1 menyambangi Baku. Dalam GP Azerbaijan, Hamilton kehilangan kesempatannya untuk finis di zona podium akibat mengaktifkan peranti magic button di mobillnya dan hanya mampu finis ke-15. Sedangkan Bottas tiga tingkat lebih baik darinya.Keduanya terus mencari solusi atas berbagai masalah yang dialami dalam dua balapan tersebut. Salah satunya yakni menganalisis performa sayap belakang mobil yang berbeda antara keduanya. Perbedaan tersebut sebenarnya sudah dideteksi sejak GP Portugal.Usut punya usut, ternyata keputusan soal desain sayap belakang bukanlah keputusan mutlak The Silver Arrows, melainkan sesuai permintaan Hamilton dan Bottas. “Faktanya setelannya cukup mirip. Perbedaan besar antara dua mobil itu mungkin datang dari sayap yang digunakan,” kata Chief Technology Officer Mercedes, Mike Elliott, seperti yang dikutip dari Motorsport.com.“Lewis balapan dengan downforce lebih rendah, pada saat simulasi, itu menunjukkan lebih optimal. Sedangkan, Valtteri memilih downforce lebih tinggi yang menurutnya lebih baik untuknya. Berdasarkan perhitungan kami, itu membuat sedikit lebih lambat, mungkin 0,1 detik perlap,” tambahnya.“Bagaimana itu bisa jadi pilihan? Ya, itu adalah kemauan Valtteri menggunakan sirip seperti itu dan dia bisa melakukannya karena merasa justru lebih cepat dengan opsi tersebut,” ia menjelaskan.Elliott mengutarakan analisisnya terkait hasil buruk duo Mercedes tersebut di Baku. Untuk pertama kalinya, sejak 2012, tim tersebut pulang dengan tangan kosong tanpa satu poin pun.“Apa yang Anda pahami adalah Baku merupakan sirkuit yang sulit. Itu adalah sirkuit di mana sangat berat menaikkan temperatur ban depan dan di mana Anda butuh kepercayaan diri sesungguhnya karena dindingnya sangat keras,” ujar Elliot.“Meningkatkan temperature ban depan sangat penting dan kalau kami dapat meluncur sedikit lebih cepat, menambahkan energi sedikit lagi pada kompon tersebut, mobil bisa meluncur lebih cepat dan itu jadi lingkaran baik untuk kinerja,” tuturnya.“Faktanya, Valtteri sangat gembira dengan mobilnya dan ia merasa percaya diri, itu yang terpenting daripada perbedaan kecil performa yang diprediksi lewat simulasi,” ia mengakhiri. Artikel Tag: Mercedes, Lewis Hamilton, Valtteri Bottas, F1 2021





Source link

Continue Reading

Olahraga

Penasihat Red Bull Tepis Rumor Soal Kembalinya Pierre Gasly

Penasihat Red Bull Tepis Rumor Soal Kembalinya Pierre Gasly


Berita F1: Penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, membantah isu yang menyebutkan bahwa Pierre Gasly akan kembali membela timnya usai tampil impresif di GP Azerbaijan.

Pierre Gasly kembali mengejutkan dunia Formula 1 dengan finis ketiga di GP Azerbaijan pekan lalu. Torehan impresif tersebut merupakan yang podium ketiganya sepanjang berkarier di ajang balap kelas premier. Sebelumnya, pebalap asal Prancis itu finis kedua di GP Brasil 2019, serta memenangkan GP Italia 2020.

Penampilan Gasly di Baku pun membuat penasihat Red Bull Racing, Helmut Marko, angkat bicara. Marko mengaku tak terkejut dengan pencapaiannya. Kendati demikian, ia tak sungkan untuk melontarkan pujian dan menyebut Gasly telah menunjukkan perkembangan.

“Dia setiap saat selalu berkembang menjadi pebalap yang lebih baik. Di AlphaTauri, paket mobilnya sempurna. Ia memiliki kombinasi teknis mobil dan kemampuan yang luar biasa,” ujar Marko seperti yang dilansir dari Motorsport.com.

“Dia adalah pebalap yang sempurna untuk AlphaTauri. Performanya di Baku mengesankan, karena dia bisa menahan Leclerc di belakangnya sampai garis finis,” imbuhnya.

Perkembangan signifikan Gasly telah dimulai sejak musim lalu itu. Tak pelak hal tersebut memunculkan berbagai rumor, salah satunya adalah ia akan kembali membela Red Bull Racing.

Pabrikan asal Austria itu memang kerap dikaitkan dengan pebalap-pebalap baru di setiap musimnya. Walaupun Sergio Perez baru bergabung di musim ini, bukan berarti ia terbebas dari evaluasi akhir musim Red Bull Racing.

Pierre Gasly sendiri pernah dipromosikan ke Die Rotenbullen, tepatnya pada musim 2018. Masukan dari Marko menjadi faktor utama Red Bull mengambil keputusan tersebut.

Akan tetapi, ia kemudian diturunkan kembali ke AlphaTauri (dulu bernama Toro Rosso) karena performanya dianggap tak sesuai ekspetasi. Lagi-lagi, Marko menjadi salah satu dalang promosi-degradasi Gasly.

Pria berusia 78 tahun itu pun menepis rumor yang mengatakan bahwa Gasly akan dipromosikan kembali ke tim utama musim depan atau bahkan akhir musim ini.

“Untuk sekarang, promosi kembali ke tim utama Red Bull mungkin belum menjadi opsi. Apalagi, dia juga masih memiliki kontrak bersama AlphaTauri,” kata Marko.

“Seperti yang tadi saya bilang, Gasly sempurna di AlphaTauri. Jadi, pertanyaan seperti itu mungkin tidak perlu diutarakan untuk saat ini,” tutupnya.

Artikel Tag: Pierre Gasly, Red Bull Racing, AlphaTauri, Helmut Marko, F1 2021





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close