Connect with us

HEADLINE

Mewah di Ibu Kota, Ini Alasan Fortuner dan Pajero yang Justru Jadi Angkot di Papua

Mewah di Ibu Kota, Ini Alasan Fortuner dan Pajero yang Justru Jadi Angkot di Papua

[ad_1]

Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero, kesan mewah pasti langsung terlintas di pikiran hampir sebagian besar orang begitu mendengar dua tipe mobil tersebut. Bukan tanpa alasan, saat ini keberadaan dua mobil yang memiliki tampilan besar nan gagah tersebut memang sering dijumpai di kota-kota besar terutama Ibu Kota sebagai kendaraan yang dimiliki oleh kalangan dengan kelas ekonomi ke atas.

Bahkan, kedua mobil ini tak jarang dijadikan sebagai transportasi khusus oleh berbagai instansi dan perusahaan untuk dijadikan kendaraan dinas bagi beberapa pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

Menariknya, kesan dan citra mewah yang melekat pada kedua kendaraan tersebut justru berbanding terbalik dengan kondisi yang ditemui di wilayah Indonesia bagian paling timur, tepatnya di daratan Papua.

Baca juga 10 Mobil Terlaris di Indonesia Mei 2021, Xpander Kalahkan Mobil Sejuta Umat

Alih-alih menjadi transportasi yang memiliki nilai prestise, kendaraan berbodi gagah layaknya Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero justru umum digunakan sebagai angkutan kota atau seringkali disebut angkot, yang faktanya tidak hanya digunakan untuk mengangkut penduduk atau masyarakat pendatang, tapi seringkali juga digunakan untuk mengangkut berbagai hal tak terduga lainnya, seperti babi hutan, kambing, hasil kebun, dan masih banyak lagi.

Transportasi antar kota dengan tarif ratusan ribu

Bagian mobil yang mewah yang dipakai untuk mengangkut hewan hutan

info gambar

Salah satu rute yang menjadikan Fortuner dan Mitsubishi sebagai angkot di antaranya rute yang menghubungkan antara Nabire dan Paniai. Bukan tanpa alasan, kedua wilayah yang memiliki jarak kurang lebih sekitar 250 km ini memang dihubungkan dengan jalanan yang belum beraspal dan masih berlumpur.

Karena itu, warga yang ingin bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain harus melintasi medan terjal yang tidak bisa dilalui oleh kendaraan biasa, sehingga muncul lah keberadaan ‘angkot mewah’ yang umumnya membutuhkan kendaraan berbodi gagah dan disertai tenaga yang cukup besar.

Tarifnya sendiri bervariasi, ada yang mematok tarif mulai dari Rp300 ribu sampia Rp500 ribu per orang untuk bisa menggunakan jasa transportasi angkot mewah ini saat ingin menuju wilayah tertentu, ada juga yang menyediakan sistem sewa untuk rombongan atau keperluan tertentu yang dipatok tarif mulai Rp1,5 juta sampai Rp3 juta untuk satu hari penuh, tergantung dari jarak dan sulitnya medan yang dilalui.

Baca juga Wilayah Paling Kaya di Papua, Pendapatannya Kalahkan Semua Kabupaten di RI

Jadi bisnis yang menguntungkan bagi masyarakat Papua

Angkutan Mitsubishi Pajero di medan jalanan yang berlumpur

info gambar

Dalam sebuah video YouTube yang dimuat dalam channel Teknologi Populer, salah seorang masyarakat Papua yang berprofesi sebagai sopir angkot mewah ini membagikan cerita dalam menggeluti jasa transportasi yang dijalankan.

Seorang sopir bernama Mardi mengatakan bahwa ia awal mulanya membeli mobil Toyota Fortuner keluaran 2018 dengan harga Rp500 juta, pembelian pun dilakukan dengan mencicil selama Rp15 juta per bulan selama 3 tahun. Walau terdengar mahal, namun cicilan tersebut nyatanya tetap bisa terpenuhi mengingat hasil tarikan harian yang didapat bisa mencapai Rp1 juta sampai Rp3 juta setiap harinya.

Tapi di balik itu, ada modal besar yang harus dikeluarkan bagi mereka yang ingin menggeluti bisnis transportasi satu ini. Masih dijelaskan dalam video yang sama, bahwa mobil-mobil mewah yang sudah pasti dibeli di perkotaan harus diangkut menggunakan transportasi udara untuk lebih dulu bisa sampai ke pedalaman.

Dijelaskan kalau biaya sewa untuk bisa mengangkut mobil-mobil yang dibeli ke pedalaman saja bisa mencapai Rp500 juta. Tidak cukup sampai di situ, mobil yang dibeli tidak semata-mata langsung bisa digunakan untuk mengangkut penumpang di medan yang terjal, melainkan harus dimodifikasi terlebih dahulu untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan.

Baca juga Rute Udara Intra-Papua Kini Hadir di Indonesia

Mobil-mobil layaknya Fortuner dan Pajero yang dipilih biasanya dilengkapi lagi dengan perangkat khusus demi menunjang performa, salah satunya mengganti roda mobil dengan roda cakar bergerigi agar mampu melewati medan yang keras berupa jalanan terjal, berbatu, dan berlumpur.

Mardi juga tidak menampik, kalau pekerjaan sebagai sopir angkot mewah tersebut mendatangkan penghasilan dan untung yang terbilang lumayan, tapi di balik itu juga ada risiko besar yang acap kali mengintai bagi mereka yang menggeluti pekerjaan ini, salah satunya keberadaan pemalangan atau rampok.

Dijelaskan kalau para sopir angkot mewah ini sejatinya harus memiliki mental kuat karena sudah pasti akan sering menjumpai ancaman yang dimaksud, “Saya pernah dirampok dengan pistol di kepala dan parang di leher, tapi itu anggap saja bala (musibah) kalau tidak kuat tidak bisa,” ungkap Mardi, mengutip DetikOto, Senin, (16/8/18).

Mobil gagah andalan transportasi Papua

Selain Pajero dan Fortuner, sejatinya ada juga jajaran mobil lainnya dengan spesifikasi dan tampilan serupa yang dinilai mampu menerabas medan sulit di jalanan Papua, beberapa mobil yang sering kali dijadikan andalan dalam bisnis ini yaitu Mitsubishi Triton dan Toyota Hilux.

Baca juga Ekspor Toyota Q1 2021, Lanjutkan Tren Pemulihan Industri Otomotif Nasional

Bukan tanpa alasan, jajaran mobil yang memiliki kapasitas mesin di atas 2.000 cc bahkan lebih ini memang dianggap mampu secara bersamaan mampu mengatur tenaga mesin, transmisi, dan pengereman untuk mengontrol tingkat selip di bagian roda sehingga mampu mengoptimalkan tenaga di berbagai medan terjal layaknya pedalaman Papua.

Menariknya, pihak Toyota di salah satu kesempatan pada awalnya mengaku tidak mengetahui soal keberadaan jajaran mobil mewahnya yang dimanfaatkan sebagai angkot di Papua.

“kaget dan bersyukur tau berita ini, artinya Toyota Fortuner bisa jadi solusi transportasi di Papua yang masih memiliki medan jalanan yang ekstrem di mana tidak setiap jenis mobil bisa melewatinya,” ujar PR Manager PT Toyota-Astra Motor, Rouli H Sijabat pada acara pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.



[ad_2]

Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

Partai dan Serikat Buruh Penjaga Moralitas Anak Bangsa

BuzzFeed

Membangun dan menjalankan partai politik, apapun namanya harus menjunjung etika dan moral hingga akhlak, agar apa yang hendak dilukan mendapat ridho dari Yang Maha Kuasa. Sehingga hasil keluaran yang menjadi produk partai politik tersebut dapat memberi manfaat bagi orang banyak, bukan hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Hanya dengan begitu kehadiran partai politik dapat diterima oleh orang banyak. Jadi kalau partai politik maupun pelakunya hanya ingin mementingkan dirinya sendiri, maka tidak akan ada artinya bagi rakyat untuk berharap adanya perbaikan menuju tatanan budaya politik yang lebih beradab. Padahal, fungsi utama partai politik itu harus mampu membangun kecerdasan politik rakyat banyak agar budaya politik di Indonesia bisa lebih elegan serta mendewasakan sikap politik segenap anak bangsa. Sebab berpolitik itu bukan tipu daya dan bukan pula sekedar untuk memenangkan pertarungan pada Pillkada, Pilpres maupun Pileg.

Perilaku politik para politisi atau pihak manapun, merupakan cermin diri dari bangsa dan negara yang bersangkutan. Karena itu jalan keluarnya yang terang sebagai satu-satunya cara menuju jalan terang itu yang diridho’i Allab SWT adalah tetap berpedoman pada nilai-nilai spiritual yang mampu membimbing menuju jalan setapak tanpa perselingkuhan dan keculasan yang mencederai hati orang lain.

Oleh karena itu, tata krama dan etika yang bersandar pada akhlak yang tegak lurus diridho’i oleh Yang Maha Kuasa dan Maha Pengasih serta Maha Penyayang itu yang pasti akan memberi cinta dan kasih yang tulus seperti yang kita harapkan. Bukan kamuflase atau kepalsuan. Begitulah sejatinya diri yang mengedepankan laku ketimbang basa-basi maupun janji-janji palsu yang penuh tipu daya maupun kebohongan.

Oleh karena itu, partai buruh yang murni lahir dari rahim serikat buruh, hakekatnya pendukung total dari perjuangan kaum dhu’fa dan mustada’afin yang perlu diayomi dan dilindungi bahkan disayang sebagai kaum yang dominan dizalimi, agar dapat lebih manusiawi hingga mampu mencerna dan menikmati hakekat dari rachmatan lil alamin.

Jik partai buruh dan serikat buruh tidak mampu menjaga moral, etika dan akhlak segenap anak bangsa, apalah arti kehadirannya di tengah-tengah kita ?

Atau cuma sekedar membidik kekuasaan serta kedudukan belaka ?

Jacob Ereste, dengan artikel sebelumnya berjudul Partai Buruh & Serikat Buruh Adalah Penjaga Etika, Moral & Akhlak Segenap Anak Bangsa

Continue Reading

HEADLINE

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

Anies Kunjungi Atlet Jakarta berlaga di PON XX, Netizen Pertanyakan Soal Pilpres 2024

BuzzFeed – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Papua meninjau atlet yang bertanding pada event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Senin (11/10/2021).

Dalam postingannya Anies Baswedan pada saat berkunjung ke Tanah Papua, belum nampak penyambutan seperti halnya sambutan meriah dari Rakyat Papua untuk Gubernur Jawa Tengah.

Hal ini membuat netizen memberikan komentarnya melalui akun media sosial Twitter membandingkan Anies dengan Ganjar.

“TIDAK DIKENAL DI PAPUA Tak kenal maka tak sayang …Anies tiba di Bandara Sentani tidak ada yang menyambut semeriah Ganjar Pranowo. Masih ngotot nyapres 2024 …??? Papua barometer Pilpres 2024,” kata @Bengkeltanah201 seperti dikutip dari Populis.id pada Senin 11 Oktober 2021.

“Beda sambutan saat tiba di Papua. Orang-orang Papua paham betul mana yang emas mana yang emas-emasan,” ujar @narkosun01.

“Kasihan Pak Anies gak ada rakyat Papua mengelu-elukan dan menyambut kedatangannya, sangat beda dengan Pak Ganjar, Gubernur Rasa Presiden. Halaah, mau cari panggung telat uda,” tulis @alextham878.

“Sengaja datang belakangan biar pamornya ga kalah sama Jokowi, Padahal nyampe sana juga ga ada yang peduli.. Wkwkwk Orang Papua tidak kenal Anies,” kata @RasaAris.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terbang ke Papua untuk meninjau para atlet DKI Jakarta yang sedang bertanding pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua.

Akan tetapi, dalam sebuah video yang diunggah di akun story Instagramnya Anies langsung bertemu dengan para atlet kontingen DKI Jakarta.

Hal ini dapat dilihat dari akun Instagram @aniesbaswedan pada Senin (11/10/2021) pagi.

“Tiba di bandara Sentani berpapasan dengan atlit panahan dan sepak takraw DKI yang akan kembali ke Jakarta,” tulisnya.

Kemudian, Anies memberi sambutan dan berfoto bersama para atlet DKI.

“Bawa cerita pengalaman ini untuk menjadi pelajaran bagi semuanya,” ucapnya.

Continue Reading

HEADLINE

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

Jokowi Lantik Megawati sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, PDIP Apresiasi

BuzzFeed – PDI Perjuangan apresiasi keputusan Presiden Joko Widodo lantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara (13/10/2021)

Apresiasi tersebut, pasalnya Presiden memberikan kepercayaan dan amanah yang diberikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan

“PDI Perjuangan mengucapkan selamat dan berbangga atas keputusan Presiden Jokowi dengan melantik Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terdiri dari: Megawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati Sri Mulyani dan Menteri Bappenas Suharso Monoarfa sebagai wakil ketua,” kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

“Lalu Sudhamek Agung Waspodo Sunyoto sebagai sekretaris dan sebagai anggota yakni Emil Salim, Gede Wenten, Bambang Kesowo, Adi Utarini, Marsudi Wahyu Kisworo dan Tri Mumpuni,” imbuhnya.

PDI Perjuangan berharap, melalui struktur Dewan Pengarah BRIN, diharapkan bisa membawa Indonesia semakin kompetitif di dunia. BRIN diharapkan bisa menata dan mengelola seluruh lembaga riset, serta membawa Indonesia bergerak menuju negara berbasis ilmu pengetahuan.

Keputusan Jokowi yang menempatkan BRIN sebagai infrastruktur kemajuan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menempatkan riset dan inovasi sebagai pilar Indonesia berdikari, mendapat dukungan penuh PDI Perjuangan.

“Dan sesuai ketentuan peraturan-perundang-undangan yang menempatkan Ketua Dewan Pengarah BPIP ex officio sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN merupakan keputusan tepat,” imbuhnya.

“Karena riset dan inovasi harus digerakkan oleh ideologi bangsa agar Indonesia benar-benar berdaulat, berdikari, dan bangga dengan jati diri kebudayaannya. Kebijakan pembangunan pun harus berlandaskan pada riset dan inovasi ilmu pengetahuan serta teknologi, yang berpedoman pada ideologi Pancasila,” lanjutnya.

Menurut Hasto, selama ini Megawati sangat konsisten menyuarakan pentingnya penguasaan ilmu-ilmu dasar, riset dan inovasi dan terus memperjuangkan peningkatan anggaran penelitian 5% dari PDB. Megawati yang merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, juga disebut penggagas awal dari BRIN.

“Dengan mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar BRIN hadir menjabarkan politik Indonesia berdikari, dengan memfokuskan diri pada penelitian untuk manusia Indonesia, flora, fauna dan teknologi itu sendiri,” tuturnya.

Kepedulian Megawati, menurut Hasto merupakan bentuk dukungan yang konkret untuk pengembangan riset dan inovasi nasional yang memang memerlukan sumber daya finansial yang besar. Selain itu dalam perspektif geopolitik, riset dan inovasi, juga sangat penting di dalam membangun kekuatan pertahanan melalui penguatan kapabilitas industri pertahanan dengan semangat percaya pada kekuatan sendiri.

Bagi PDI Perjuangan, riset dan inovasi adalah kata kunci perkembangan teknologi, pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah bangsa. Dengan menyatukan berbagai lembaga riset dalam satu kapal dengan satu nahkoda, diharapkan tidak terjadi lagi duplikasi riset dan kesimpangsiuran tata kelola riset di Indonesia.

“Di sisi lain, sumber daya manusia kita memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Banyak anak bangsa yang ikut terlibat di bidang riset dan pengembangan teknologi di berbagai lembaga riset tingkat dunia. Atas hal itu, saatnya semua pihak menyelaraskan gerak antara lain pemerintah, kekuatan sosial politik, serta masyarakat demi kemajuan dan kejayaan Indonesia raya,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close