Connect with us

HEADLINE

Messi dan Dembele Pimpin Barca Tekuk Sevilla

Messi dan Dembele Pimpin Barca Tekuk Sevilla


SATU gol dan satu assist yang dibukukan Lionel Messi memenangkan Barcelona dengan skor 2-0 di markas Sevilla dalam laga pekan ke-25 Liga Spanyol di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Sabtu (27/2)

Messi lebih dulu membukukan assist untuk gol pembuka keunggulan Barcelona yang dicetak Ousmane Dembele pada menit ke-29.

Mega bintang asal Argentina itu melepaskan umpan terukur ke belakang barisan pertahanan Sevilla, yang bisa dikejar oleh Dembele dan diselesaikan dengan sepakan mendatar yang melesak di antara kedua kaki kiper Bono.

Lantas Messi melengkapi kemenangan Barcelona lima menit jelang bubaran waktu normal, saat ia melewati hadangan Fernando Reges setelah melakukan umpan kerja sama satu dua bersama Ilaix Moriba sebelum memperdaya Bono dan menyarangkan bola ke gawang tak bertuan.

Sebelumnya, pada menit ke-59 Sergino Dest hampir turut mencetak gol untuk Barca, jika saja tembakannya tak menghantam tiang gawang.

Keputusan Ronald Koeman menerapkan skema 3-4-3 dari formasi 4-3-3 yang biasanya ia pakai, sukses membatasi permainan Sevilla yang hanya mampu menciptakan empat percobaan tembakan sepanjang laga.

Barca sementara naik ke posisi kedua klasemen dengan koleksi 53 poin, sembari menunggu hasil pertandingan Real Madrid (52) yang baru berlangsung Senin (1/3).

Sementara Sevilla (48), yang harus rela catatan lima kemenangan beruntunnya berakhir, tertahan di peringkat keempat, demikian catatan laman resmi Liga Spanyol.

Hasil kali ini jadi modal penting bagi Barca yang akan kembali bertemu Sevilla pada Rabu (3/3) untuk leg kedua semifinal Copa del Rey dalam upaya membalikkan kekalahan 0-2 yang mereka derita di leg pertama. (OL-8)


$("div.lazy").lazyload(effect : "fadeIn");// effectTime: 2000 untuk dipasang sebagai background / div );

/*SLIDER GALLERY*/ $(function() $('.bxslider2').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, auto: true, captions: true, slideWidth: 1000, stopAutoOnClick: true ); );

$(function() $('.bxslider3').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, auto: true, captions: true, slideWidth: 1000, stopAutoOnClick: true ); );

/*SLIDER HEADLINE*/ $(function() $('.bxslider').bxSlider( mode: 'horizontal', speed: 1500, captions: true, slideWidth: 1000, touchEnabled: false, stopAutoOnClick: true ); );

/*LAZY LOAD*/ $(function() $ds = $('.fadein div'); $ds.hide().eq(0).show(); setInterval(function() $ds.filter(':visible').fadeOut(function() var $div = $(this).next('div'); if ( $div.length == 0 ) $ds.eq(0).fadeIn(); else $div.fadeIn();

); , 7000); );

$('#x').on('click', function(e) $('#container').remove(); );

$(function() $(window).scroll(function() if($(this).scrollTop()>400) $('#Back-to-top').fadeIn(); else $('#Back-to-top').fadeOut();); $('#Back-to-top').click(function() $('body,html') .animate(scrollTop:0,300) .animate(scrollTop:40,200) .animate(scrollTop:0,130) .animate(scrollTop:15,100) .animate(scrollTop:0,70); ); );

(function(d, s, id) var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0]; if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "https://connect.facebook.net/en_GB/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

});





Source link

Advertisement
Click to comment

HEADLINE

Mendesaknya Mitigasi Jangka Panjang untuk Hadapi Perubahan Iklim

Mendesaknya Mitigasi Jangka Panjang untuk Hadapi Perubahan Iklim


Peristiwa bencana banjir dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu (4/4/2021) dini yang diakibatkan oleh badai Siklon Tropis Seroja mengakibatkan kerugian materil dan non-materil bagi masyarakat setempat.

Dari data BNPB, sedikitnya 128 orang meninggal, 8.424 warga mengungsi, dan 2.683 warga terdampak. Hal itu pada akhirnya memerlukan strategi pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi akibat perubahan iklim, yang tentunya mengancam seluruh aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

“Siklon tropis Seroja di NTT adalah bukti dampak perubahan iklim karena terjadi di area yang tidak semestinya. Siklon tropis seharusnya terjadi di daerah di atas 10 derajat lintang utara dan 10 derajat lintang selatan. Sementara, NTT terletak di garis 8 derajat lintang selatan,” jelas Prof. Edvin Aldrian, Meteorologi & Klimatologi BPPT, dalam keterangan yang diterima GNFI, Jumat (9/4/2021).

Prof. Edvin menjelaskan bahwa sebagai negara yang terletak di khatulistiwa, Indonesia cenderung tidak dilintasi oleh siklon. Seperti halnya anomali siklon tropis Varney yang terjadi di Batam pada 2001, kejadian tersebut nyatanya tidak diikuti oleh bencana lanjutan karena sifat siklon yang akan menjauh dari kawasan tropis.

siklon tropis

info gambar

Ia juga menambahkan bahwa kemunculan siklon tropis Seroja tak terlepas dari peningkatnya suhu di permukaan laut yang lebih hangat sebagai akibat dari pemanasan global.

Heat Capacity yaitu kemampuan laut menyerap panas berkurang, sehingga tidak mampu meredam siklon yang sudah di atas ambang batas kapasitas. Di daerah tropis, heat capacity ada di batas 300 celcius,” jelasnya.

Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, sambungnya, manusia bisa mengurangi pemanasan bumi dari hal-hal yang bersumber dari diri mereka sendiri. Misalnya berhemat energi, mulai dari pemakaian transportasi, listrik dan energi lainnya.

Sejatinya, energi hanya bisa berubah bentuk dan berpindah tempat saja. Maka manusia sebaiknya memakai energi sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan.

Perencanaan mitigasi yang lebih matang

Lain Prof. Edvin, Kepala Riset Ekonomi Lingkungan LPEM FEB Universitas Indonesia, Dr. Alin Halimatussadiah, mengatakan bahwa mitigasi bencana yang bersifat anomali akibat perubahan iklim, seperti yang terjadi di NTT, perlu dilakukan oleh semua pihak. Terlebih NTT memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di atas tingkat nasional. Artinya, jika terkena bencana, maka kondisi masyarakat di daerah tersebut akan semakin terpuruk.

“Dampak siklon tropis Seroja di NTT sangat berat karena bersifat katastropik. Masyarakat kehilangan rumah, ladang, ternak dan keluarga. Mereka membutuhan waktu pemulihan yang lama, terlebih perlindungan sosial yang sekarang tersedia belum cukup adaptif bagi mereka yang jatuh miskin akibat bencana,” tandasnya.

Ia juga bilang bahwa peristiwa anomali bencana semacam ini harusnya menjadi sebuah momentum perlunya perencanaan matang untuk mitigasi bencana, baik yang bisa diprediksi sebelumnya maupun tidak.

”…Salah satunya adalah memasukan mitigasi bencana ke dalam RPJMD masing-masing daerah, sehingga pemerintah minimal sudah memiliki upaya untuk memitigasi bencana,” sarannya.

Tentunya, mitigasi harus dipersepsikan sebagai sebuah investasi jangka panjang yang wajib dilakukan setiap daerah, sehingga pengeluaran anggaran akibat bencana di masa depan menjadi lebih rendah. Ia menyarankan, salah satu metode mitigasi yang dapat dilakukan adalah dengan pembuatan spatial planning dan early warning system untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar, baik aspek sosial maupun ekonomi yang mempengaruhi keseimbangan fiskal suatu daerah.

Rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah

Baru-baru ini, sebuah studi yang sedang dilakukan LPEM FEB UI terkait infrastruktur tahan bencana dan perubahan iklim di Indonesia, diharapkan bisa menjadi salah satu rujukan gagasan dalam membuat rencana mitigasi jangka panjang terhadap bencana.

Adapun hasil dari kajian yang dilakukan LPEM UI untuk memberikan beberapa rekomendasi yang dapat dilakukan pemerintah, yakni:

  • Mengembangkan definisi yang tepat dari infrastruktur yang tahan terhadap iklim dan bencana dan membangun standardisasi yang kuat untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia,
  • Mainstreaming konsep ketahanan iklim serta kapasitas pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur daerah,
  • Mengembangkan pembiayaan inovatif untuk infrastruktur yang tahan terhadap iklim dan bencana, seperti promosi PPP dan juga termasuk skema Viability Gap Fund (VGF) dan Availability Payment (AP), penerbitan green bonds, sovereign wealth fund, dan dilengkapi dengan instrumen pendukung lainnya, serta
  • Meningkatkan kapasitas pangkalan data yang andal dan real time untuk mendukung penilaian risiko serta pemantauan dan evaluasi pembangunan infrastruktur yang tangguh.

Saat ini, pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur naik secara signifikan dari Rp154,6 triliun (13 miliar dolar AS) pada 2014 menjadi Rp394,1 triliun (27,2 miliar dolar AS) pada 2019, atau kurang lebih bertambah sebesar 254,9 persen.

Dr. Alin juga menegaskan bahwa seiring dengan rencana progresif pemerintah untuk memperbaiki konektivitas antar wilayah dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing melalui pembangunan infrastruktur, perlu juga untuk merancang infrastruktur di masa depan yang bisa lebih tahan terhadap bencana terutama akibat perubahan iklim.

Baca juga:





Source link

Continue Reading

HEADLINE

Melimpah Ruah Energi Panas Bumi Indonesia, Nomor 2 Terbesar di Dunia

Melimpah Ruah Energi Panas Bumi Indonesia, Nomor 2 Terbesar di Dunia


PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang oleh pemerintah diberikan mandat sebagai penggarap dalam pengembangan panas bumi, berkomitmen penuh untuk meningkatkan kapasitas terpasang energi panas bumi untuk pembangkitan listrik di Indonesia.

Dalam mendukung pengembangan energi panas bumi, PT Pertamina (Persero) sebagai induk perusahaan PGE menempatkan geothermal dalam salah satu prioritas strategis dalam pengembangan energi masa depan yang berkelanjutan. Secara umum, sekitar 88 persen kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan listrik di Indonesia berada di Wilayah Kerja PGE.

Secara definisi, energi panas bumi (energi geothermal) adalah energi yang dihasilkan oleh panas yang tersimpan di dalam bumi. Ketimbang bahan bakar fosil, panas bumi merupakan sumber energi bersih dan hanya melepaskan sedikit emisi gas rumah kaca. Dan, Salah satu pemanfaatan enegi panas bumi adalah untuk menghasilkan energi listrik.

Pemanfaatan energi panas bumi untuk pembangkitan listrik secara garis besar dilakukan dengan ekstraksi panas dan tekanan uap yang ada di perut bumi digunakan untuk memutar turbin, sehingga dapat dikonversikan menjadi energi listrik.

Indonesia dengan bekal total kapasitas terpasang panas bumi sebesar 2,1 Gigawatt (GW), saat ini berada di posisi ke-2 di dunia, tepat di bawah Amerika Serikat yang memiliki total kapasitas terpasang panas bumi 3,7 GW.

Potensi geothermal dunia

info gambar

Potensi besar energi panas bumi di Indonesia

Kontribusi PGE dalam pencapaian ini termasuk yang paling besar secara badan usaha tunggal, dengan kapasitas terpasang sebesar 672 MW, disusul Star Energy Geothermal Salak sebesar 377 MW, Sarulla Operations Ltd 330 MW, Star Energy Geothermal Darajat II Ltd 271 MW, Star Energy Geothermal 227 MW, Geo Dipa Energi 115 MW, dan PLN 13 MW.

Pertamina yang kemudian dilanjutkan oleh PGE, juga merupakan pionir pengembangan panas bumi di Indonesia sejak 1974, yang salah satu operasinya ada di wilayah Kamojang, Jawa Barat, yang telah beroperasi sejak tahun 1983 atau telah berjalan selama 38 tahun dengan kapasitas terpasang saat ini yang mencapai 235 MW, dan terus akan ditingkatkan.

Komitmen PGE dalam mengembangkan energi bersih panas bumi dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di samping mandat untuk memberikan keuntungan yang terbaik bagi Pertamina.

Dari 351 titik potensial energi panas bumi di Indonesia, saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang sebesar 672 MW yang dioperasikan sendiri (own operation).

Kapasitas 672 MW itu tersebar di beberapa area operasi, yakni:

  • Area Kamojang (Jawa Barat) 235 MW,
  • Area Ulubelu (Lampung) 220 MW,
  • Area Lahendong (Sulawesi Utara) 120 MW,
  • Area Lumut Balai (Sumatera Selatan) 55 MW,
  • Area Karaha (Jawa Barat) 30 MW, dan
  • Area Sibayak (Sumatera Utara) 12 MW,

Selain kapasitas terpasang yang dioperasikan sendiri, PGE juga mempunyai 1.205 MW yang dijalankan secara joint operation contract (JOC). Terdiri dari 3 JOC di Jawa Barat bersama Star Energy di Lapangan Wayang Windu, Darajat dan Gunung Salak, serta 1 JOC yang dilaksanakan oleh Sarulla Operation Ltd. di Lapangan Sarulla Sumatera Utara.

Jika diakumulasikan baik melalui pengelolaan sendiri atau JOC, maka kapasitas instalasi yang dioperasikan PGE hingga saat ini mencapai 1.877 MW.

Tentunya sebagai garda terdepan dalam pengembangan panas bumi di Indonesia, kontribusi PGE bakal ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang melalui beberapa proyek yang sedang dilaksanakan, di antaranya proyek panas bumi di Lumut Balai Unit 2 di Sumatera Selatan, Hululais dan Hululais Extention (Bukit Daun) di Bengkulu, dan Sungai Penuh (Jambi).

Dikembangkan dengan konsep bersih dan transparan

PGE pun meyakini bahwa implementasi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) akan mendorong pelaksanaan bisnis yang beretika dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kejelasan komitmen, aturan main, dan praktik-praktik penyelengaraan perusahaan yang baik dan beretika akan mendorong peningkatan kinerja dan memberikan nilai tambah bagi para pengambil kebijakan.

Secara garis besar, manfaat implementasi SMAP (system manajemen anti penyuapan) pada sistem PGE antara lain adalah:

  • Proses bisnis lebih efisien,
  • Peningkatan Good Corporate Governance (GCG) & Citra Perusahaan,
  • Memberikan kepercayaan investor & pelanggan, dan
  • Produk PGE sesuai kebutuhan pelanggan.

Adapun, rencana komitmen investasi yang akan dikucurkan PGE untuk pengembangan panas bumi hingga tahun 2024 diestimasikan mencapai 1,1 miliar dolar AS.

Ini menandakan potensi Indonesia terkait energi terbarukan menjadi sangat positif, dan sudah barang tentu bakal berdampak bagi hajat hidup orang banyak jika dikelola secara baik dan bertanggung jawab.





Source link

Continue Reading

HEADLINE

Merah Putih Berkibar pada Jet Tempur KF-21 Boremae

Merah Putih Berkibar pada Jet Tempur KF-21 Boremae


Korea Selatan resmi menamai pesawat tempur Korea Aircraft Industries (KAI) KF-X sebagai KF-21 Boramae (Young Hawk). Satu hal yang mengesankan bagi Indonesia adalah, akhirnya bendera Merah Putih terpampang bersama bendera Korea Selatan di badan prototipe jet tempur ini.

Melansir cnbcindonesia.com, Indonesia mulanya memang bekerja sama dengan Korsel di proyek Pesawat KF-21 Boramae ini, tapi belakangan menggantung tak ada kejelasan. Dukungan Indonesia pada proyek ini sempat mandek karena pihak Indonesia belum melunasi biaya pengembangan jet tempur.

Meski begitu, saat peluncurannya, Menhan Prabowo Subianto Djojohadikusumo menyempatkan hadir dan melihat langsung wujud asli pesawat itu Pada Jumat, (09/04/2021) waktu setempat.

Korea Selatan tetap ingin bermitra dengan Indonesia

Prototipe Jet Tempur Korsel, KF-21 Baromae

info gambar

Korea Selatan sendiri nyatanya masih menaruh harapan besar kepada Indonesia, untuk tetap menjalin kerjasama dalam proyek jet tempur bersama Korea Fighter Experimental (KF-X)/Indonesian Fighter Experimental (IF-X) yang diteken Korea Indonesia sejak 2010 tersebut. Pemerintah Korsel sudah mempunyai rencana jangka panjang dalam pengembangan jet tempur ini.

Melansir ainonline.com, secara resmi Korea berharap Indonesia tetap menjadi mitra. “Saya yakin kunjungan Menteri Prabowo untuk upacara peluncuran KF-X berarti komitmen kuat Indonesia untuk keberhasilan kerja sama pertahanan antara kedua negara,” ungkap Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, kepada media.

Proyek KFX-IFX dengan Korsel dilanjutkan

Prabowo dan Suh Wook tingkatkan kerja sama

info gambar

Sehari sebelum peluncuran, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook di Seoul, Korea Selatan, Kamis (08/04). Kompas.commerilis beritanya. Disebut, Prabowo bertemu Suh Wook guna meningkatkan kerja sama kedua negara di bidang pertahanan.

“Dalam acara yang berlangsung sangat hangat ini, kedua negara sepakat mempererat kerjasama militer yang selama ini sudah berjalan dengan baik,” demikian keterangan tertulis Kementerian Pertahanan RI terkait pertemuan Prabowo dan Suh Wook.

Peluncuran prototipe adalah langkah besar dalam proses pengembangan pesawat tempur. Dengan begitu, fase pengujian pesawat tempur akan berlanjut. KF-21 Boramae memiliki muatan maksimum 7.700 kilogram.

Jet tempur ini juga memiliki “jeroan” yang mumpuni. Rudal udara-ke-udara dan senjata lainnya yang berada dalam 10 pod, mampu terbang pada kecepatan 2.200 kilometer per jam dengan jangkauan terbang 2.900 km. Uji penerbangan perdana dijadwalkan pada 2022, dengan seluruh pengembangan akan selesai pada 2026.

Baca juga:





Source link

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close