Connect with us

TIMUR TENGAH

Mesir Beli 30 Jet Rafale dari Perancis

Mesir Beli 30 Jet Rafale dari Perancis


Militer Mesir mengukuhkan telah memesan 30 jet Rafale dari perusahaan pertahanan Perancis Dassault Aviation untuk meningkatkan keamanan nasional.

Pesanan tersebut, yang menyusul pembelian 24 jet Rafale pada 2015, akan dibiayai melalui pinjaman 10 tahun, kata militer dalam sebuah pernyataan Senin malam (3/5).

Situs investigasi Disclose sebelumnya melaporkan pada hari yang sama bahwa pesanan itu adalah bagian dari kesepakatan pertahanan besar rahasia senilai hampir 4,8 miliar dolar.

Mesir adalah importir senjata terbesar ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan India, menurut Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).

Jet tempur Marine Rafale kembali dari misi ke kapal induk Prancis Charles de Gaulle di Laut Mediterania sebagai bagian dari Operasi Arromanches III, 1 Oktober 2016 . (Foto: AFP)

Jet tempur Marine Rafale kembali dari misi ke kapal induk Prancis Charles de Gaulle di Laut Mediterania sebagai bagian dari Operasi Arromanches III, 1 Oktober 2016 . (Foto: AFP)

Dalam sebuah laporan yang dirilis awal tahun ini, SIPRI mengungkapkan, pembelian senjata Mesir meningkat 136 persen selama 10 tahun terakhir dan telah mendiversifikasi sumbernya di luar AS. Mesir, kata lembaga itu, juga membeli peralatan militer dari Prancis, Jerman dan Rusia.

Kairo telah memosisikan dirinya sebagai benteng stabilitas di kawasan itu seiring dengan munculnya konflik di negara tetangga baratnya, Libya.

Presiden Abdel Fattah al-Sisi dan mitranya dari Perancis Emmanuel Macron menikmati hubungan dekat yang dibangun di atas kepentingan keamanan bersama.

Pada konferensi pers bersama dengan Sisi di Paris pada Desember lalu, Macron mengatakan, “Saya tidak akan mengondisikan masalah pertahanan dan kerja sama ekonomi pada perselisihan mengenai HAM.” (ab/uh)

Advertisement
Click to comment

TIMUR TENGAH

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara

Militan Serang Sumur Minyak di Irak Utara



Sejumlah militan menggunakan bom menyerang dua sumur minyak di sebuah ladang minyak dekat kota Kirkuk di Irak utara, Rabu (5/5) menewaskan sedikitnya seorang polisi dan menyulut kebakaran, kata kementerian perminyakan.

Beberapa sumber dari kalangan industri menyatakan serangan itu tidak mempengaruhi produksi, meskipun pernyataan dari kementerian perminyakan tidak memberi komentar terkait produksi minyak tersebut.

Pernyataan itu menyebutkan salah satu kebakaran, di Sumur 177 di ladang minyak Bai Hassan, telah padam dan tim darurat sedang bekerja untuk memadamkan kebakaran kedua di Sumur 183.

Para militan menyerang satu pos keamanan di dekatnya dalam serangan tersebut sehingga menewaskan satu polisi dan melukai tiga lainnya, kata beberapa pejabat keamanan.

Salah seorang pejabat keamanan menyampaikan serangan terhadap pos itu dimaksud untuk mengalihkan perhatian polisi dan memungkinkan militan lainnya memasang sejumlah bom. [mg/ka]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat



Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading

TIMUR TENGAH

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat

Netanyahu Gagal Bentuk Pemerintahan Sebelum Tenggat


Presiden Israel Reuven Rivlin mengatakan ia akan menghubungi partai-partai di Knesset, Rabu (5/5) mengenai proses pembentukan pemerintahan setelah berakhirnya periode 28 hari di mana PM Benjamin Netanyahu tidak mampu menyusun koalisi yang berkuasa.

Kegagalan Netanyahu ini menyebabkan proses pembentukan kembali ke Rivlin, yang diperkirakan dalam beberapa hari mendatang akan memberi kesempatan bagi salah satu lawan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan.

Di antara kandidat yang kemungkinan besar berpeluang adalah Yair Lapid, yang partai tengahnya, Yesh Atid, berada di posisi kedua di belakang partai kanan pimpinan Netanyahu, Likud, dalam pemilu bulan Maret, dan Naftali Bennet, pemimpin partai nasionalis kecil Yamina.

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Presiden Israel Reuven Rivlin. (Foto: dok).

Rivlin juga memiliki opsi meminta parlemen untuk memilih salah seorang anggotanya sebagai perdana menteri.

Proses mengupayakan pemerintah koalisi diperlukan karena kegagalan partai manapun untuk mencapai mayoritas di Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilu 23 Maret. Itu adalah pemilu keempat Israel dalam waktu kurang dari dua tahun.

Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan sejumlah rival dan mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan mengajukan tawaran kepada pemimpin sebuah partai Islamis Arab kecil dalam upayanya yang gagal untuk meraih mayoritas.

Partai-partai sayap kanan dan keagamaan Yahudi, serta partai tradisional berhaluan tengah dan kiri, telah mendekati partai-partai yang mewakili sekitar 20 persen warga minoritas Arab di Israel, yang berpotensi memperkuat mereka untuk mempengaruhi kabinet untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade ini.

Netanyahu yang berusia 71 tahun telah menjadi perdana menteri sejak 2009 setelah ia menduduki jabatan yang sama selama tiga tahun pada 1990-an. Ia sedang berjuang untuk tetap menduduki jabatannya selama dua tahun kebuntuan politik akibat pemilu yang hasilnya kurang meyakinkan.

Ia sedang diadili dengan dakwaan pidana korupsi dan telah membantah melakukan pelanggaran. [uh/ab]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close