Connect with us

INDONESIA

Menkes: Varian Virus Corona asal India dan Afsel Sudah Masuk ke Indonesia

Menkes: Varian Virus Corona asal India dan Afsel Sudah Masuk ke Indonesia


Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan varian baru virus COVID-19 dari India dan Afrika Selatan sudah masuk ke Indonesia. Ia bahkan mengatakan, virus corona yang telah bermutasi di India terdeteksi di DKI Jakarta.

“Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India, ada dua insiden yang sudah kita lihat dua-duanya di Jakarta dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali. Jadi selain mutasi yang di Inggris yang sekarang ada 13 insiden,” ungkap Budi dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/5).

Temuan ini, kata Budi, harus meningkatkan kewaspadaan semua pihak untuk tidak mengendorkan protokol kesehatan. Pasalnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian baru virus corona tersebut mempunyai tingkat penularan yang cukup tinggi. Pemerintah pun, katanya akan terus meningkatkan strategi 3T (testing, tracing dan treatment) guna menekan laju penyebaran virus tersebut.

“Apapun virusnya apapun mutasinya kalau kita disiplin protokol kesehatannya memakai masker ,mencuci tangan, dan menjaga jarak. Insya Allah harusnya penularan tidak terjadi. Itu sebabnya kenapa saya akan terus-menerus mengingatkan bahwa protokol kesehatan itu harus dijalankan oleh kita semua dimanapun kita berada,” kata Budi.

Seorang petugas menarik sebuah kotak berisi vaksin virus corona (COVID-19) di sebuah puskesmas untuk program vaksinasi massal, di Jakarta, 13 Januari 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)

Seorang petugas menarik sebuah kotak berisi vaksin virus corona (COVID-19) di sebuah puskesmas untuk program vaksinasi massal, di Jakarta, 13 Januari 2021. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)

Selain itu, pemerintah kata Budi juga terus mempercepat program vaksinasi massal COVID-19 di tengah keterbatasan jumlah vaksin corona. Berdasarkan data per 30 April pemerintah sudah menyuntikan sebanyak 20 juta dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12,5 juta rakyat Indonesia sudah menerima dosis pertama.

Budi berharap, vaksinasi dapat berjalan lebih cepat lagi karena berbagai vaksin akan datang dalam waktu dekat seperti vaksin AstraZeneca , dan PT Bio Farma akan segera memproduksi bahan baku vaksin Sinovac sebanyak 18 juta dosis.

“Karena itu tadi selama mutasi yang masih sedikit yang varian yang mutasi dari India, Afrika Selatan dari Inggris itu adalah saat yang tepat untuk kita segera mungkin melakukan vaksinasi untuk melindungi diri kita dan keluarga kita,” paparnya.

Epidemiolog Universitas Indonsia, Pandu Riono. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Epidemiolog Universitas Indonsia, Pandu Riono. (Foto: VOA/Nurhadi Sucahyo)

Sementara itu, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengungkapkan, ledakan kasus COVID-19 di tanah air seperti yang terjadi di India sebenarnya tinggal menunggu waktu. Hal ini dikarenakan, kegiatan dan mobilitas masyarakat sudah cukup meningkat pasca liburan paskah dan ditambah dengan kegiatan perkantoran yang sudah beroperasi 100 persen, kegiatan solat tarawih, buka puasa bersama dan yang paling utama adalah masyarakat yang sudah lebih awal mudik ke kampung halaman.

“Kalau kita cegah, bisa tidak terjadi atau lama terjadi. Cegah itu itu begini, penularannya ditekan, 3M dan 3T nya ditingkatkan. Mutasi itu terjadi dan menyebar kan karena ada penularan, kalau penularannya tidak terjadi dia akan lebih lambat atau tidak terjadi jumlah yang cukup banyak. Kita bisa kendalikan, karena virus itu kan gak lama umurnya,” ungkap Pandu kepada VOA.

Lebih lanjut, Pandu menjelaskan hal tersebut juga diperparah dengan perilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dan strategi penanganan pandemi pemerintah yang juga sudah mulai menurun. Padahal kewaspadaan, kata Pandu, tidak boleh turun selama masa pandemi.

“Mungkin (kalau naik) tidak sedahsyat India, kalau India kan jumlah penduduknya jauh lebih banyak, tapi akan terjadi peningkatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan gelombang yang paling tinggi waktu Maret kemarin. Polanya sama seperti India, di mana pas Januari turun drastis kemudian naik lagi kaya roller coaster,” paparnya.

Perpanjangan PPKM Mikro

Di sisi lain, pemerintah juga melihat adanya tren kenaikan kasus COVID-19 di beberapa provinsi seperti Sumatera, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu dan Lampung, juga Kalimantan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kenaikan ini disebabkan karena banyak pekerja migran Indonesia (PMI) yang pulang ke provinsi-provinsi tersebut akibat putus kontrak karena pandemi.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WNA yang mempunyai KITAS dan KITAP bisa divaksinasi COVID-19 lewat mekanisme vaksin gotong royong (biro Setpres)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan WNA yang mempunyai KITAS dan KITAP bisa divaksinasi COVID-19 lewat mekanisme vaksin gotong royong (biro Setpres)

Dengan adanya tren kenaikan kasus tersebut, ujar Airlangga, kasus aktif COVID-19 cenderung stagnan dalam 10 hari terakhir yakni ada di level 100.000 kasus atau sekitar enam persen. Adapun tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) tingkat nasional di ruang isolasi dan ICU untuk pasien COVID-19 saat ini mencapai 35 persen, dan menurutnya tidak ada BOR yang mencapai di atas 70 persen. Meski stagnan, pemerintah mengklaim bahwa kondisi tersebut sudah mengalami berbagai perbaikan.

“Kasusnya membaik. Seperti terkait dengan konfirmasi harian itu kita di April sekitar 5.222 per hari dibanding Januari yang 10.000. Kemudian kita bicarakan kasus aktif rata-rata sekitar 107 ribu (di April), di Januari 139.963. Angka positivity rate juga membaik di Januari 26 persen dan di Mei 10,81 persen,” ungkap Airlangga.

Dengan berbagai evaluasi tersebut, maka pemerintah kembali memperpanjang kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara mikro untuk yang ke tujuh kalinya yang berlaku mulai dari 4-17 Mei. PPKM Mikro juga diperluas menjadi 30 provinsi.

“Kemudian perluasan provinsi, ditambah lima, yakni Kepulauan Riau, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Papua Barat. Sehingga total 30 provinsi,” paparnya.

WNA Pemilik KITAS dan KITAP Bisa Ikut Vaksin Gotong Royong

Dalam kesempatan ini, Airlangga juga mengatakan warga negara asing (WNA) yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bisa mengikuti vaksinasi COVID-19 lewat mekanisme vaksinasi gotong royong.

Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi massal untuk Wisata Zona Hijau di Sanur, Bali, 23 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

Seorang petugas kesehatan menyiapkan dosis vaksin AstraZeneca dalam program vaksinasi massal untuk Wisata Zona Hijau di Sanur, Bali, 23 Maret 2021. (Foto: REUTERS/Nyimas Laula)

“Dilaporkan mengenai vaksin gotong royong dan prioritas berbasis zonasi prioritas. Dan berbasis kepada perusahaan yang telah mendaftarkan di Kadin, dan tentunya berbasis pada jenis industrinya, yang diutamakan padat karya. Kemudian juga arahan Presiden bahwa untuk pekerja yang memiliki KITAS atau KITAP itu juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong,” kata Airlangga.

Menurutnya, pihak Kemenkes nanti yang akan menentukan harga untuk vaksin gotong royong tersebut. Adapun jenis vaksin yang akan digunakan dalam mekanisme vaksin gotong royong ini adalah vaksin COVID-19 dengan merk Sinopharm dan Cansino. [gi/ab]



Source link

Advertisement
Click to comment

INDONESIA

Beberapa orang Papua bersenjata mengakhiri perlawanan: Kapolda Papua

Beberapa orang Papua bersenjata mengakhiri perlawanan: Kapolda Papua


Alhamdulillah, banyak anggota kelompok bersenjata yang telah menyampaikan sumpah setia kepada Indonesia dan telah bersatu kembali dengan anggota masyarakat di desa masing-masing.

Jayapura, Papua (ANTARA) – Beberapa anggota kelompok separatis dan teroris Papua yang bersenjata telah mengakhiri perlawanannya dan menyatakan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Inspektur Kapolda Papua. Jenderal Mathius Fakhiri menyatakan.

Alhamdulillah, banyak anggota kelompok bersenjata yang telah mengikrarkan sumpah setia kepada Indonesia dan telah berkumpul kembali dengan masyarakat di desanya masing-masing, kata Fakhiri dalam keterangan yang dikutip ANTARA di Jakarta, Kamis.

Namun, enam kelompok bersenjata yang beroperasi di beberapa daerah terus menimbulkan ancaman keamanan bagi warga sipil yang tidak bersenjata dan tidak bersalah serta personel keamanan, kata Fakhiri.

Kelompok bersenjata terkenal yang dipimpin oleh Lekagak Telenggen, Egianus Kogoya, dan Serbinus Waker, antara lain, ungkapnya, menambahkan bahwa pemerintah daerah memainkan peran penting dalam membujuk mereka untuk mengakhiri perlawanan mereka.

Bupati, yang ditunjuk langsung oleh anggota masyarakat melalui pemilihan demokratis, relatif lebih berhubungan secara emosional dengan anggota kelompok bersenjata daripada tentara dan polisi, katanya.

Dalam melakukan operasi penegakan hukum terhadap teroris separatis bersenjata, aparat keamanan berupaya menangkap mereka hidup-hidup, sehingga bisa mengungkap jaringannya, ungkapnya.

Polisi Papua telah memetakan enam kelompok teroris separatis bersenjata Papua yang secara aktif beroperasi di daerah pegunungan di kecamatan Ilaga dan Beoga di Kabupaten Puncak; Kecamatan Sugapa di Kabupaten Intan Jaya; dan Distrik Nduga.

Selama beberapa tahun terakhir, kelompok bersenjata Papua sering melakukan taktik tabrak lari terhadap aparat keamanan Indonesia dan melakukan aksi teror terhadap warga sipil di Kabupaten Intan Jaya, Nduga, dan Puncak hingga memicu rasa takut di antara masyarakat.

Sasaran teror yang terjadi belakangan ini antara lain pekerja bangunan, tukang ojek, guru, pelajar, pedagang kaki lima, hingga pesawat sipil.

Pada 2 Desember 2018, sekelompok pemberontak bersenjata Papua secara brutal membunuh 31 pekerja dari PT Istaka Karya yang terlibat dalam pembangunan proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak di Kecamatan Yigi, Kabupaten Nduga.

Di hari yang sama, penyerang bersenjata juga membunuh seorang tentara yang diidentifikasi bernama Handoko, dan melukai dua personel keamanan lainnya, Sugeng dan Wahyu.

Tindakan kekerasan seperti itu terus berlanjut tahun ini. Pada 6 Januari 2021, setidaknya 10 teroris separatis bersenjata merusak dan membakar pesawat Quest Kodiak milik Mission Aviation Fellowship (MAF) di lapangan terbang desa Pagamba.

Pada 8 Februari 2021, seorang pria berusia 32 tahun ditembak dari jarak dekat di Desa Bilogai, Kecamatan Sugapa.

Korban yang diidentifikasi dengan inisial RNR ini mengalami luka tembak di bagian wajah dan bahu kanan dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Timika di Kabupaten Mimika pada 9 Februari.

Dalam insiden terpisah pada 9 Februari, enam orang Papua bersenjata menikam seorang pengemudi ojek hingga tewas.

Seorang pengemudi ojek ditembak mati oleh seorang pria bersenjata tak dikenal di Papua.

Pada 8 April 2021, beberapa pemberontak bersenjata Papua menembaki sebuah kios di Desa Julukoma, Kecamatan Beoga, Kabupaten Puncak.

Penembakan tersebut mengakibatkan kematian seorang guru sekolah dasar negeri Beoga, yang diidentifikasi sebagai Oktovianus Rayo.

Setelah membunuh Rayo, penyerang bersenjata membakar tiga ruang kelas di SMA negeri Beoga.

Pada 9 April 2021, separatis bersenjata dilaporkan menembak mati guru lain, Yonatan Randen, di dada.

Dua hari kemudian, sembilan ruang kelas di SMP Negeri Beoga dibakar oleh sekelompok bersenjata.

Hampir empat hari kemudian, Ali Mom, siswa SMA Negeri Ilaga di Kecamatan Beoga, dibunuh secara brutal oleh penyerang bersenjata.

Pada 25 April 2021, separatis Papua yang beroperasi di Beoga menyergap Kepala Badan Intelijen Negara (Papua) I Gusti Putu Danny Karya Nugraha dan beberapa aparat keamanan saat berkunjung ke Desa Dambet.

Berita Terkait: Komunitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah sebagian besar adalah orang asli Papua

Berita Terkait: Dua guru yang terbunuh di Beoga Papua menerima Penghargaan Pendidikan

DIEDIT OLEH INE

Continue Reading

INDONESIA

Beyond2020 memasang solusi pencahayaan di kamp pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh

Beyond2020 memasang solusi pencahayaan di kamp pengungsi terbesar di dunia di Bangladesh


Penyebaran tersebut meningkatkan keamanan dan membuka jalan bagi peningkatan aktivitas komunitas setelah gelap

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – (Antara / Business Wire) – Beyond2020, prakarsa kemanusiaan yang digerakkan oleh UEA telah mengumumkan penyebaran solusi penerangan energi surya kritis di kamp pengungsi Kutupalong Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh, menerangi kehidupan 4.500 warga. Penyebaran di Bangladesh, yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan menciptakan kondisi yang lebih baik untuk kegiatan sosial dan komunitas setelah gelap, menandai fase kedua ’20by2020′, yang baru-baru ini diganti namanya menjadi ‘Beyond2020’ untuk berfungsi sebagai platform unggulan untuk penjangkauan global yang berkelanjutan.

Melampaui generasi ‘,’ melampaui batas ‘dan’ melampaui batas ‘, Beyond2020 menawarkan solusi penting yang mengubah hidup untuk lebih banyak penerima manfaat di seluruh dunia, menyediakan teknologi untuk kebaikan dan mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Electricians Without Borders, organisasi nirlaba terkemuka yang berbasis di Prancis dan pemenang Zayed Sustainability Prize 2020 di bawah kategori ‘Energi’, ditugaskan untuk memasang teknologi atas nama Beyond2020, di kamp pengungsi terbesar di dunia. Pemenang Hadiah sebelumnya memanfaatkan pengalamannya yang memenangkan penghargaan dari proyek ‘Cahaya untuk Rohingya’ yang sangat terkenal yang meningkatkan kehidupan ribuan orang melalui energi terbarukan dan bimbingan kewirausahaan.

Membangun warisan almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dengan memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dari pendiri UEA, Beyond2020 menyumbangkan teknologi dan solusi berkelanjutan untuk komunitas yang rentan, dengan total sembilan negara yang dijangkau, hingga saat ini. Setiap solusi atau teknologi telah mengubah komunitas lain di seluruh dunia dan telah diakui oleh Zayed Sustainability Prize sebagai pemenang atau finalis.

Yang Mulia Dr. Sultan Ahmed Al Jaber, Menteri Perindustrian dan Teknologi Canggih UEA dan Direktur Jenderal Zayed Sustainability Prize mengatakan: “Memberdayakan komunitas yang rentan dan memajukan kemajuan global menuju Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap menjadi prinsip panduan dari Inisiatif Beyond2020. Beyond2020 dan mitranya senang berperan dalam membantu komunitas yang membutuhkan di Bangladesh dan mendukung upaya kemanusiaan nirlaba untuk meringankan kesulitan yang diderita komunitas. ”

HE Al Jaber menambahkan, “UEA telah lama memiliki pandangan kemanusiaan holistik yang diperkuat oleh kepemimpinan yang bijaksana dengan tujuan mendukung solusi berkelanjutan dan meluncurkan serta mendorong inisiatif yang bertujuan untuk melayani umat manusia di berbagai belahan dunia. Kami senang dengan pengenalan solusi pencahayaan penting ini pada Beyond2020, yang membawa kemudahan yang lebih besar untuk kehidupan sehari-hari komunitas dan meningkatkan keamanan, sambil membangun lingkungan yang lebih mendukung untuk kegiatan komunitas yang lebih luas. Kami akan terus memperluas jangkauan dan aksesibilitas solusi berkelanjutan inovatif pemenang dan finalis Zayed Sustainability Prize ke komunitas yang lebih luas di wilayah ini dan secara global. ”

Kemajuan pesat, ketekunan, dan perluasan Beyond2020 terus menjadi penting saat dunia menavigasi dampak ekonomi dari pandemi, yang membutuhkan upaya kolaboratif yang dipercepat oleh semua pemangku kepentingan di seluruh komunitas keberlanjutan internasional.

Bapak Johannes van der Klaauw, Perwakilan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) di Bangladesh mengatakan: “Inisiatif Beyond2020 adalah terobosan baru dalam memberikan akses ke solusi energi berkelanjutan. Di Bangladesh, donasi yang murah hati ini akan membuat perbedaan positif yang nyata dalam kehidupan pengungsi Rohingya yang rentan. Cahaya di malam hari meningkatkan keamanan dan memiliki dampak sosial positif yang penting di masyarakat, terutama bagi penyandang disabilitas dan bagi wanita serta gadis muda. Penggunaan teknologi berkelanjutan, seperti perluasan penggunaan solusi energi terbarukan, adalah prioritas utama UNHCR di Bangladesh. ”

Electricians Without Borders memberikan keahlian internasionalnya di bidang proyek energi terbarukan untuk komunitas off grid dengan memasang 240 Solar Home System dan 640 lampu surya di kamp pengungsi sambil melatih penduduknya dalam perawatan peralatan untuk rumah tangga masing-masing. Penyebaran Beyond2020 di Bangladesh menargetkan semua pengungsi, dengan fokus pada penyandang disabilitas, wanita hamil, dan gadis muda.

Sebagai bagian dari fase pertama inisiatif, total delapan penerapan telah diluncurkan hingga saat ini, termasuk solusi terkait energi, kesehatan, air, dan makanan di Nepal, Tanzania, Uganda, Yordania, Mesir, Kamboja, Madagaskar, dan Indonesia. Selain Bangladesh, 11 negara lainnya telah diidentifikasi untuk tahap kedua.

Beyond2020 menyatukan daftar mitra terkemuka dan internasional yang berbasis di UEA dan internasional yang meliputi Pasar Global Abu Dhabi, Dana untuk Pembangunan Abu Dhabi, Mubadala Petroleum, Kementerian Toleransi dan Koeksistensi, Masdar, dan BNP Paribas.

Tentang Zayed Sustainability Prize

Didirikan oleh kepemimpinan UEA, pada tahun 2008, untuk menghormati warisan bapak pendiri, almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, Zayed Sustainability Prize adalah penghargaan global perintis UEA untuk mengakui keberlanjutan dan solusi kemanusiaan di seluruh dunia.

Zayed Sustainability Prize mengakui dan menghargai para pelopor dan inovator global yang berkomitmen untuk mempercepat solusi berkelanjutan yang berdampak.

Selama 12 tahun terakhir, Hadiah tersebut telah memberikan 86 pemenang. Secara kolektif, mereka secara langsung dan tidak langsung telah memberikan dampak positif bagi kehidupan lebih dari 335 juta orang di seluruh dunia. Kategori Penghargaan Keberlanjutan Zayed adalah: Kesehatan, Makanan, Energi, Air, dan Sekolah Menengah Global.

Kontak

Medhat Juma

Strategi Hill + Knowlton

T: +971 561399482

Erika Spagakou

Strategi Hill + Knowlton

T: +971 551398765

Sumber: Hadiah Keberlanjutan Zayed

Continue Reading

INDONESIA

Mendapat Sertifikasi ISO 37001: 16, Pertamina menerapkan Manajemen Anti Suap di seluruh operasional

Mendapat Sertifikasi ISO 37001: 16, Pertamina menerapkan Manajemen Anti Suap di seluruh operasional


Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat tata kelola perusahaan dengan memastikan penerapan ISO 37001: 2016 Anti-Bribery Management System (SMAP) berjalan dengan baik di seluruh operasional perusahaan. Langkah ini sebagai upaya untuk meningkatkan penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik dan mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di perusahaan.

Upaya tersebut telah mendapatkan pengakuan dan sertifikat dari PT SGS Indonesia, sebagai lembaga sertifikasi, setelah audit eksternal selesai pada akhir Maret 2021. Pada tahun 2019 implementasi SMAP telah dimulai di lingkup Fungsi Pengadaan dan Direktorat Hulu dan telah berhasil memperoleh sertifikat dari lembaga sertifikasi pada bulan Maret dan Agustus 2020.

Plt. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relation Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan penerapan SMAP merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap kebijakan pemerintah dalam pencegahan korupsi di Indonesia, yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pencegahan. serta Pemberantasan Korupsi dan Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi, serta beberapa surat dari Kementerian BUMN tahun 2019 dan 2020 sebagai pelaksana Inpres dan Perpres tersebut. Pertamina ditunjuk sebagai salah satu pilot project penerapan SMAP berdasarkan ISO 37001: 2016.

“Dengan sertifikasi ISO 37001, kami berharap kepercayaan stakeholders terus meningkat karena perusahaan telah melaksanakan program antikorupsi sesuai dengan standar yang diakui secara internasional. Hal tersebut tentunya mendukung visi perusahaan menjadi World Class Energy Company,” ujarnya. .

Direktur Utama PT SGS Indonesia Shashibhushan Jogani mengatakan pengembangan dan implementasi SMAP bersertifikat yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia merupakan faktor penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan memperkuat citra organisasi di dunia internasional.

“ISO 37001 SMAP dirancang untuk menjadi pedoman dalam pengelolaan perusahaan guna mencegah, mendeteksi dan merespon penyuapan serta memastikan penegakan peraturan anti penyuapan melalui penerapannya dalam kegiatan operasional dan bisnis perusahaan,” kata Shasi.

Fajriyah juga menyampaikan bahwa penerapan SMAP merupakan upaya untuk memperkuat tata kelola bisnis yang bersih dan transparan sejalan dengan tuntutan Environment Social Governance (ESG) dan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, yaitu terkait tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel.

“Manajemen berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan perusahaan dengan integritas untuk mewujudkan perusahaan yang transparan dan bersih melalui penerapan SMAP dan prinsip 4 No, yaitu No Bribery, No Kickback, No Gift, dan No Luxurious Hospitality,” tutup Fajriah.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending Dari BuzzFeed

close