Business is booming.

Memutus Mata Rantai Covid-19 Pemerintah Terus Himbau Masyarakat Harus Lakukan Protokol Kesehatan


Memutus Mata Rantai Covid-19 Pemerintah Terus Himbau Masyarakat  Harus Lakukan Protokol Kesehatan


Telegraf – Pemerintah terus bekerja keras dalam menangani pandemi Covid-19, himbauan terus di layangkan kepada masyaarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan (sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengunakan masker dan menjaga jarak) dengan kedisiplinan dimanapun berada. Hal ini semata mata untuk melindungi masyarakat, bukan saja pada hari hari biasa pada libur panjangpun.

Moment libur panjang lah yang banyak di manfaatkan oleh masyarakat untukberpergian ke lokasi lokasi wisata kondisi ini akan menciptakan kerumunan dan akan menjadi cluster penyebaran Covid-19.

Semua stakeholder yang bahu membahu menekan penyebaran Covid-19 yang sudah menghambat laju pertumbuhan ekonomi, seperti yang sudah di lakukan Polri dan TNI. Brigjen Pol. Awi Setiyono, Karo Penmas Divisi Humas Polri mengatakan Polri, TNI, Satpol PP akan dan telah melakukan tindakan baik persuasif maupun pemberian sanksi terhadap masyarakat yang mengabaikan dan melanggar kebijakan yang di keluarkan pemerintah selama pandemi.

“Selama 44 hari masa operasi mulai dari 14 september sampai 27 oktober, operasi yustisi ini efektif untuk menertibkan masyarakat terkait dengan pelaksanaan protokol kesehatan. Sejauh ini Polri, TNI, Satpol PP, telah melakukan penindakan baik persuasif maupun pemberian sanksi sebanyak total 9.246.522 kali,” ungkap Awi Setiyono pada acara Dialog Produktif : “Libur Panjang yang Aman dan Sehat” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN),” bulan lalu.

Dokter Dirga Sakti Rambe, Spesialis Penyakit Dalam mengatakan, penularan Covid-19 ini sngat cepat karena virus tidak kelihatan, sebisa mungkin jika ingin berlibur hanya dengan keluarga satu rumah bukan dengan keluarga jauh, apalagi dengan orang asing, inis angat beresiko.

”Penularan COVID-19 ini terkait dengan mobilitas. Kalau memang terpaksa untuk melakukan perjalanan ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Sebisa mungkin kita berlibur dengan orang serumah, bukan dengan keluarga jauh apalagi dengan orang asing. Serta mematuhi protokol 3M di manapun kita berada, agar kita aman dan tidak terkena penyakit. Paling ideal memang liburan di rumah saja,” tuturnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat agar memilih tempat rekreasi alternatif yang tidak berpotensi menciptakan kerumunan. Mengutamakan untuk mengunjungi tempat-tempat terbuka juga lebih disarankan daripada tempat tertutup dengan durasi kunjungan yang tidak terlalu lama. Dokter Dirga menambahkan, “Pastikan juga agar mendapat istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi terutama memperbanyak sayur dan buah, menghentikan kebiasaan merokok, juga menjaga kesehatan mental,” tutupnya. (AK)


Photo Credit : Ilustrasi Masker N95


 

Atti K.





Source link