Connect with us

#Kemenhub

Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

Mau Lakukan Perjalanan Pada 21-25 Juli, Ini Syaratnya

[ad_1]


Telegrap – Kementerian Perhubungan (Kemhub) menegaskan bahwa aturan terkait perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian mulai 21-25 Juli 2021 atau pada masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih mengikuti ketentuan Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021.

“Mulai hari ini Rabu 21 Juli 2021 sampai 25 Juli 2021, aturan dari Kemhub tentang perjalanan orang dalam negeri masih mengikuti ketentuan dari SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 15 Tahun 2021 terkait dengan pembatasan masyarakat selama libur Iduladha yang berlaku pada 17- 25 Juli 2021,” kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan resmi, yang diterima Kamis (22/07/2021).

Adita mengatakan, menindaklanjuti SE 15 tahun 2021, Kemhub telah mengeluarkan sejumlah SE di masing-masing moda transportasi yaitu:

• SE Nomor SE 51 Tahun 2021 Tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Darat Pada Masa Pandemi Covid-19.

• SE Nomor 52 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 44 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Laut Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

• SE Nomor SE 53 Tahun 2021 merupakan Perubahan Atas Surat Edaran Nomor SE 45 Tahun 2021 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

• SE Nomor 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor 42 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Keempat SE tersebut sudah berlaku sejak 19 Juli 2021 hingga 25 Juli 2021 sebagai petunjuk pelaksanaan perjalanan menggunakan transpostasi umum di semua moda, baik di moda udara, laut, darat dan kereta api dan juga untuk kendaraan pribadi,” tegasnya.

Adita menjelaskan, secara umum keempat SE tersebut mengatur syarat perjalanan baik antar kota maupun di kawasan aglomerasi. Hanya masyarakat masyarakat yang bekerja di sektor esensial dan kritikal, serta pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak seperti pasien dengan kondisi sakit keras dan ibu hamil yang didampingi satu anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, serta pengantar jenazah non-Covid-19 dengan jumlah pengantar maksimal lima orang, yang diperbolehkan melakukan perjalanan.

“Bagi masyarakat yang bekerja di sektor esensial dan kritikal wajib membawa dan menunjukkan dokumen seperti surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat keterangan dari Pemda setempat. Selain itu dapat juga dengan surat tugas yang ditandatangani pejabat minimal eselon dua dan berstempel basah atau dengan tanda tangan elektronik. Sementara bagi masyarakat yang memiliki keperluan mendesak wajib membawa dan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain surat rujukan dari Rumah Sakit atau daerah setempat dan surat keterangan kematian,” paparnya.

Kemudian, untuk perjalanan antar kota/jarak jauh bagi pelaku perjalanan Jawa dan Bali di moda udara selain STRP/Surat Keterangan juga wajib menunjukan sertifikat vaskin dosis pertama, dan hasil tes PCR 2×24 jam. Untuk moda transportasi darat, laut, dan kereta api, wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama, hasil PCR 2×24 Jam dan Rapid Tes Antigen 1×24 jam.

Sementara itu, untuk pelaku perjalanan di luar Jawa dan Bali di semua moda transportasi, tidak diwajibkan untuk mengantongi sertifikat vaksinasi namun tetap harus melampirkan STRP/surat keterangan, hasil keterangan negatif RC PCR Test (2×24 jam) atau negatif Rapid Tes Antigen (1×24 jam).

“Untuk pelaku perjalanan usia di bawah 18 tahun akan ada pembatasan untuk sementara. Jadi kami mengimbau untuk anak di bawah usia tersebut untuk tidak melakukan perjalanan terlebih dahulu di masa PPKM darurat ini. Dan secara umum kami juga mengimbau agar masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk tetap di rumah. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi mobilitas masyarakat, sehingga diharapkan kasus harian Covid-19 di Indonesia dapat terus menurun. Dengan menurunnya kasus, mobilitas masyarakat pun akan lebih leluasa,” pungkasnya.


Photo Credit: Calon penumpang menuju konter validasi dokumen kesehatan di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Banten, Selasa (18/5/2021). ANTARA FOTO/Fauzan

Didik Fitrianto
“Sebuah karya filosofis yang serius dan baik dapat ditulis seluruhnya terdiri dari lelucon.” Ludwig Wittgenstein

Didik Fitrianto
Postingan terbaru oleh Didik Fitrianto (Lihat semua)

!function(e,n,t){var o,c=e.getElementsByTagName(n)[0];e.getElementById

[ad_2]

Link Sumber Berita

Advertisement
Click to comment

#BakauheniMerak

Tekan Pemudik, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Dikurangi

Tekan Pemudik, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Dikurangi

[ad_1]


Tekan Pemudik, Operasional Penyeberangan Merak-Bakauheni Dikurangi


Telegraf – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa setelah diberlakukannya penyekatan wilayah dan peniadaan mudik, jumlah penumpang turun. Tidak hanya pada volume kendaraan di jalan tol, hal ini juga terjadi pada angkutan penyeberangan.

Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat), Cucu Mulyana menyampaikan, sarana dan prasarana di Lintas Merak-Bakauheni mengalami sejumlah penyesuaian.

“Selama masa pengendalian transportasi, baik dermaga dan kapal yang operasional kami kurangi jumlahnya sesuai kebutuhan,” kata Cucu mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (09/05/2021).

Saat ini dermaga yang beroperasi dari semula sebanyak tujuh pasang menjadi tiga pasang dermaga dengan komposisi satu dermaga eksekutif, dan dua dermaga reguler. Jumlah kapal yang beroperasi dari semula 31 unit per hari menjadi 14 unit. Penambahan pengoperasian dermaga dan kapal ini nantinya akan situasional tergantung dari jumlah permintaan atau kebutuhan penumpang.

“Untuk data produktifitas rata-rata penumpang dan kendaraan sejauh ini terdapat penurunan. Jika dibandingkan masa normal, pada masa peniadaan mudik ini di Pelabuhan Merak saja jumlah penumpang turun 72 persen (7.014 penumpang), kendaraan roda dua turun 97 persen (27 unit), dan roda empat campuran turun sebanyak 41 persen (3.437 unit). Sementara di Pelabuhan Bakauheni jumlah penumpang turun 90 persen (2.284 penumpang), roda dua turun 99 persen (enam unit), dan roda empat campuran turun 67 persen (1.871 unit),” urainya.

Sebagai perbandingan, pada kondisi normal di Pelabuhan Merak jumlah penumpang per hari rata-rata 25.488 penumpang, kendaraan roda dua 780 unit, dan kendaraan Roda empat campuran 5.826 unit. Sementara di Pelabuhan Bakauheni dalam kondisi normal rata-rata penumpang per hari mencapai 22.071 penumpang, roda dua 639 unit, dan roda empat campuran 5.612 unit.

Untuk mencegah adanya pemudik yang lolos, Ditjen Hubdat telah melakukan sejumlah upaya seperti screening di beberapa titik pemeriksaan sebelum kendaraan masuk. “Tim gabungan telah memastikan calon pengguna jasa angkutan penyeberangan telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenhub no.13/2021 dan SE Gugus Tugas Nomor 13/2021 beserta addendumnya.

“Kami berharap dengan pengendalian transportasi khususnya di penyeberangan ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19, melindungi keselamatan masyarakat, memastikan sistem ekonomi tetap tumbuh melalui kelancaran angkutan logistik,” pungkasnya.

Meski adanya penyekatan wilayah, Cucu menegaskan bahwa ketersediaan logistik akan tetap terjamin karena angkutan logistik tetap berjalan normal. Angkutan barang dipastikan tetap dapat menyeberang baik dari Merak ke Bakauheni maupun sebaliknya.


Photo Credit: Kemenhub kurangi operasional angkutan penyeberangan Merak – Bakauheni. TELEGRAF

 

Shan Santi
Latest posts by Shan Santi (see all)



[ad_2]

Source link

Continue Reading

#Kemenhub

Kemenhub Pastikan Pergerakan Transportasi Terkendali

Kemenhub Pastikan Pergerakan Transportasi Terkendali

[ad_1]


Kemenhub Pastikan Pergerakan Transportasi Terkendali


Telegraf – Jumlah pergerakan transportasi dan penumpang di hari pertama masa larangan pengoperasian transportasi untuk mudik kemarin, Kamis (06/05/2021) cukup terkendali. Berdasarlan hasil pantauan, jumlah pergerakan transportasi dan penumpang baik di transportasi darat, laut, dan udara, dan kereta api menurun cukup signifikan dibanding sebelum masa larangan mudik.

“Pada transportasi darat, penumpang bus mencapai total 10.644 orang atau turun sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan volume lalu lintas harian (motor, mobil penumpang, dan mobil besar) yang menggunakan jalan nasional non-tol ke arah keluar Jabodetabek mencapai lebih dari 68 ribu kendaraan atau turun sekitar 48 persen dibandingkan hari biasa,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Adita Irawati dalam keterangan tertulisnya, Jumat (07/05/2021).

Selanjutnya di transportasi udara, dari 12 bandara pemantau, tercatat sebanyak 270 penerbangan keberangkatan atau turun 82,7 persen dari hari biasa. Sedangkan, jumlah penumpang yang melakukan perjalanan keberangkatan mencapai sekitar 3.856 orang atau turun sekitar 96,2 persen dibandingkan hari biasa.

“Untuk transportasi kereta api, pergerakan penumpang mencapai 17.220 orang, turun 71 persen dari jumlah penumpang sehari sebelumnya. Jika dibanding dengan rata-rata penumpang dari 22 April-5 Mei 2021, jumlah penumpang kereta api pada Kamis (06/05) kemarin turun 63 persen,” katanya.

Sementara di transportasi laut, untuk pelabuhan antarpulau, terdapat 2.048 orang penumpang atau turun 88 persen dibandingkan hari biasa dari 51 pelabuhan yang dipantau.

“Penurunan volume penumpang yang cukup signifikan di semua moda transportasi ini bisa diindikasikan, pertama, masyarakat telah melakukan perjalanan lebih dulu di masa pra peniadaan mudik, atau kedua, tingkat kepatuhan masyarakat yang meningkat terhadap peraturan peniadaan mudik 2021,” jelasnya.

Adita menjelaskan, dari pemantauan penerapan pengendalian transportasi di hari pertama kemarin, penerapan protokol kesehatan di prasarana dan sarana transportasi umum berjalan cukup baik dan penyekatan yang dilakukan petugas di sejumlah titik sudah baik dan akan terus dioptimalkan.

“Selanjutnya, kami akan terus melakukan pemantauan terhadap pengendalian transportasi di masa Idulfitri 1442H/2021 dan memastikan perjalanan masyarakat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.


Photo Credit: Pemerintah melarang mudik selama periode 6-17 Mei 2021. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh moda transportasi, di antaranya kendaraan pribadi, kereta api, kapal laut, dan udara. ANTARA/Asep Fathulrahman

 

Ishwari Kyandra
Latest posts by Ishwari Kyandra (see all)



[ad_2]

Source link

Continue Reading

Trending Dari BuzzFeed

close